
Xue Wang Ji dan Fan Cheng masuk ke dalam tempat suku iblis dengan tenang, penjaga juga tidak menghalangi. Yang membuat nya merasa aneh adalah di belakang nya ada beberapa manusia yang sama dengan nya tanpa menggunakan tudung harus di tes terlebih dahulu sebelum masuk.
Dia tidak mengerti, kenapa dia bisa masuk begitu saja ? Padahal dia memiliki darah Dewa. Tunggu sebentar ! Dia baru ingat kalau dia juga memiliki darah Iblis yang merupakan pemberian ibu nya.
Dia tidak tahu harus tertawa atau menangis akan hal ini. Fan Cheng tampak nya menyadari akan hal ini jadi menatap nya dengan tatapan dalam.
"Aku memiliki darah iblis di dalam tubuh ku, jadi jangan terkejut. " Ucap nya dengan sedikit gugup.
"Oh ternyata begitu, aku tidak mengetahui nya sebelum nya. Padahal aku sudah menyiapkan identitas palsu untuk mu. " Ucap Fan Cheng dengan senyum yang terlihat sedikit di paksa kan.
Tapi, ketika dia melihat nya kembali keterpaksaan itu sudah hilang jadi dia mengira kalau itu semua hanya lah hayalan nya.
"Apa kah tidak apa apa jika kau datang kemari ?" Tanya nya sekali lagi dengan khawatir, takut jika kehadiran nya bersama dengan pria di samping nya ini akan membawa masalah pada pemuda di samping nya.
"Tidak perlu takut membawa masalah pada ku, aku sudah mengatakan bahwa aku baik baik saja. " Ucap Fan Cheng sambil tersenyum ringan.
Dia kali ini mengangguk, ada ribuan orang yang berada di jalan yang sama dengan nya. Tapi mereka semua memiliki satu kesamaan, yaitu menggunakan jubah hitam yang tidak menampakkan wajah asli mereka.
"Kenapa semua orang menggunakan jubah hitam ?" Tanya nya dengan sedikit penasaran.
"Suku Iblis tidak suka menunjuk kan rupa wajah mereka, sehingga lebih senang menggunakan jubah hitam. Kau tidak perlu takut, selama kau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan mereka maka mereka tidak akan melakukan sesuatu yang mengerikan seperti yang ada di dongeng cerita. " Canda Fan Cheng.
Dia yang mendengar ini menahan diri nya untuk tidak tertawa apa bila mengingat dongeng yang di ceritakan tentang suku Iblis.
Suku Iblis di kata kan bahwa mereka tidak memiliki belas kasih, mereka hidup seperti binatang, mereka adalah mahkluk yang haus darah, mereka bisa membunuh dan memakan anak kecil.
Bodoh nya, di kehidupan sebelum nya ketika dia masih kecil dia mempercayai semua omong kosong ini. Tapi , sekarang ketika dia menjadi salah satu anggota dari suku Iblis itu sendiri , dia baru menyadari kalau semua itu hanya lah omong kosong belaka.
Kaki nya melangkah menuju sebuah tempat yang menjual jepit rambut atau yang sering di sebut dengan tusuk rambut.
Di sana, ada puluhan jepit rambut yang memiliki beragam bentuk dan hiasan. Mereka semua berada di dalam kotak yang indah, mengeluarkan aura menakut kan tapi menawan.
Dia berjalan ke sana dengan antusias dan mengambil salah satu jepit rambut giok, jika sudah membahas jepit rambut maka tidak ada akhir nya.
Jepit rambut milik nya saat ini sudah melebihi angka lima puluh, tapi tetap yang menjadi favorit nya adalah jepit rambut milik ibu nya.
Selain bentuk nya sangat bagus, juga sangat berguna saat melawan musuh. Itu bisa di anggap sebagai senjata rahasia.
Dia memilih 3 jepit rambut yang menurut nya indah lalu berbisik pada Fan Cheng dengan wajah yang sedikit bingung.
"Apa yang di gunakan oleh tempat ini sebagai nilai mata uang ?" Tanya nya dengan ragu, dia takut kalau tempat ini tidak sama dengan tempat yang lain nya.
"Kamu tenang saja, di sini menerima semua nya. Kristal Kultivasi, Kristal Roh, Pil Obat, atau pun benda berharga lain. Di sini jauh lebih fleksibel jika di banding kan dengan dunia luar. " Balas Fan Cheng.
Setelah ini dia mengangguk mengerti dan mengeluarkan sebotol Giok putih yang berisi 75 Pil Pengisi Qi pada penjual.
Penjual memeriksa itu dan menghirup harum dari Pik Pengisi Qi dan mengangguk, dia membawa 3 jepit rambut itu dengan riang.
Pil yang di ciptakan nya jauh lebih baik di banding kan tuan obat lain nya, jadi dia cukup percaya diri untuk menawarkan setiap jepit rambut dengan 25 Pil Pengisi Qi.
Menurut nya, pembayaran seperti ini cukup adil dan mudah untuk di lakukan , di banding kan harus menggunakan Kristal Roh.
Dia memandang ke sekitar nya dan menyadari kalau apa yang di kata kan oleh Fan Cheng sama sekali tidak di lebih lebih kan.
Dia merasa ada sesuatu yang sangat menarik di sini, seperti langit hitam yang mengeluarkan cahaya ke hijau hijauan seperti kristal.
Belum lagi dengan burung gagak yang berjumlah banyak dan terbang menghiasi langit, pemandangan ini tidak bisa di temukan di tempat dia singgah sebelum sebelum nya.
Ini membuat nya takjub, di sekitar jalanan juga ada bunga hitam yang memancarkan kecantikan yang tak ternilai.
"Ini adalah Mawar Darah. " Ucap Fan Cheng sambil memetik sebuah bunga hitam itu.
"Ini di buat oleh darah para iblis yang tumpah, ayo aku akan membawa mu ke tempat yang lebih indah. " Ucap Fan Cheng sambil menyerahkan bunga dengan batang yang berdiri itu dengan hati hati.
Dia memegang bunga itu dengan nafas yang tertaham, bunga ini di penuhi dengan aura Kematian. Tidak kalah tebal dari milik seseorang.
Fan Cheng kembali menarik tangan nya menuju tempat yang lebih ramai, dia merasa diri nya menjadi sangat pendek ketika berada di dalam kerumunan.
Fan Cheng yang bisa melihat ketidak nyamanan nya, langsung menggunakan tubuh pria itu untuk melindungi tubuh nya yang sangat kecil meski pun sudah mendapat pengembangan.
"Terima kasih. " Lirih nya dengan pelan di tengah keramaian.
Melihat ini tidak bisa tidak membuat hati nya menghangat, di saat hati nya sudah mulai membeku ternyata masih ada yang bisa memberikan nya sebuah senyuman tulus seperti itu.
Dia di bawa ke bagian depan kerumunan, lalu dia membuka mulut nya dengan penuh kekaguman. Di depan nya ada air mancur yang berwarna merah darah.
Di bagian bawah air mancur ada ribuan bunga Mawar Darah yang di sirami oleh air mancur, dia menutupi mulut nya dengan penuh kekaguman.
"Woah pemandangan yang begitu indah, aku takut aku tidak akan bisa menemukan nya selain di tempat ini. " Ucap nya dengan penuh kekaguman.
"Kamu bisa melihat nya di alam hantu, jika kau ingin kesana nanti maka aku tidak akan keberatan untuk membawa mu dan menjadi pemandu wisata mu. " Ucap Fan Cheng.
"Tentu, aku akan datang kesana jika semua urusan ku sudah selesai. " Ucap nya dengan senyum manis.
15 Hari kemudian
Fan Cheng sudah harus kembali ke tempat nya karena bulan hantu sudah akan berakhir, pemuda itu awal nya tidak ingin meninggal kan nya sendirian tapi dia yang memaksa.
Lagi pula, dia juga akan segera meninggal kan tempat suku Iblis dan masuk ke tempat Suku Dewa. Jika dia bisa masuk ke tempat suku Iblis dengan mudah maka dia juga pasti bisa masuk ke tempat Suku Dewa dengan mudah berkat darah Dewa yang mengalir di tubuh nya.
Ini adalah salah satu keuntungan, tapi jika kedua Ras itu sedang berperang maka yang paling menderita adalah orang orang seperti nya yang merupakan Ras campuran.
Dia tidak bisa memihak salah satu nya atau dia akan menjadi musuh salah satu Ras nya sendiri.
Dia melepaskan jubah nya ketika dia keluar dari tempat Suku Iblis, dia memandang ke belakang dengan tatapan yang sedih.
15 hari di tempat yang tampak suram itu benar benar membuat nya nyaman. Tampak depan dan tampak dalam tidak sama.
Orang orang suku Iblis juga ramah dan adil dengan cara mereka sendiri, paling tidak mereka tidak mengurusi urusan orang lain dan merasa diri nya paling baik.
Dia menghela nafas dan berjalan mendekat menuju pintu yang di jaga oleh penjaga berambut pirang dengan kedua sayap putih.
Langkah nya sedikit melambat, kembali sendirian setelah di temani selama 15 hari membuat diri nya tidak bisa tidak merasakan kesepian.
Tapi, tenang dia sudah terbiasa dengan ini semua. Puluhan orang datang dan pergi tanpa bisa ia pertahankan, ini adalah apa yang sudah di rasakan nya sejak lama.
Begitu dia datang ke sana, penjaga menatap nya sekilas sebelum membiarkan nya untuk masuk. Dia berjalan masuk dengan wajah yang percaya diri seolah olah dia tidak terkejut dengan hasil ini, tapi di dalam hati nya dia sedikit panik.
Setelah melihat kedalam, dia melihat bangunan yang di cat berwarna putih bersih bahkan termasuk jalan. Hanya ada warna lain yang berasal dari pohon, burung pun hanya ada burung merpati yang putih murni.
Dia melihat ada sebuah kerumunan di depan sehingga langsung berjalan mendekat, dengan sedikit usaha dia akhir nya bisa masuk ke barisan depan untuk melihat apa yang terjadi.
Lalu, yang di lihat nya adalah seorang anak laki laki kusam yang di ikat ke tiang, di bawah nya ada wadah besar yang berisi minyak.
Di sebelah nya ada seseorang yang membawa obor siap untuk membakar anak itu sampai hangus, dia yang melihat itu tidak bisa tidak bertanya.
Bahkan untuk diri nya yang tidak terlalu peduli dengan hidup dan kematian orang lain masih tidak bisa tidak terpukul melihat ini.
"Apa yang terjadi pada anak malang itu sampai sampai harus di bakar hidup hidup ?" Tanya nya dengan suara pelan pada orang yang ada di sebelah nya.
"Dia tidak memiliki ayah, dia adalah anak yang tak di ingin kan dalam hubungan bebas ibu nya. Menurut petugas keamanan , dia harus di bakar hidup hidup atau anak itu akan membuat dosa dan bencana bagi yang tinggal di sini. " Ucap pria di sebelah nya.
Dia yang mendengar ini terkejut sekaligus mengepalkan tangan, ini adalah kesalahan ibu nya, apa hubungan nya dengan anak tak bersalah itu ?
Anak itu bahkan tidak bisa memilih harus di lahirkan di keluarga seperti apa. Dia melihat ada seorang ibu ibu yang berdiri di dekat anak itu dengan tatapan dingin.
"Aku tidak keberatan untuk menyerahkan anak sial ini untuk kedamaian kita bersama, kita tidak memerlukan anak membawa sial seperti nya !" Ucap ibu itu dengan nada keras dan menekan.
Dia mengernyitkan dahi nya ketika mendengar hal ini, dia tiba tiba tertawa dingin.
Itu adalah ibu anak laki laki itu ? Itu adalah ibunya ? Kejahatan macam apa yang dilakukan oleh anak laki laki itu di masa lalu sampai sampai harus memiliki ibu semacam itu ?
Bahkan harimau tidak memangsa anak nya sendiri, seperti perkiraan nya, manusia bahkan bisa jauh lebih jahat di bandingkan hewan.
Dia tertawa, tawa nya menjadi semakin keras yang membuat nya menjadi pusat perhatian semua orang. Dia melangkah ke depan, hati nurani nya tidak tahan melihat anak laki laki yang tidak bersalah itu.
Ini kah yang di sebut dengan adil ? Dengan cara mengorbankan orang yang tak bersalah ?
Bonus Like 28 k : 1 / 3