Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
224. Menjadi Seorang Tabib Tua


Keduanya kembali ke kediaman Rong Xian setelah kejadian salju pertama itu, keduanya menjadi menjaga jarak setelahnya.


Dan karena perbuatan mereka itu, lagi lagi Rong Xian yang kena imbasnya karena merasa canggung dalam setiap pembicaraan.


1 Minggu kemudian


Suasana sama sekali tidak mencair, bahkan menjadi lebih tegang di bandingkan biasanya. Rong Xian telah menyerah untuk membuka topik pembicaraan.


Sedangkan yang dua lainnya hanya sibuk pada makanan mereka sendiri dan makan sambil menundukkan kepala.


Hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring yang membuat suasana menjadi sedingin es, di tambah lagi dengan udara luar yang membeku.


Setelah semuanya selesai, orang orang membawa piring mereka ke dapur untuk dibersihkan. Setelahnya, mereka kembali lagi ke meja makan.


"Aku ingin bicara. " Ucap Qin Zuanshi bersamaan dengan Shangguan Shiyi.


Kedua nya saling berpandangan sebelum udara kembali jatuh kepada kecanggungan yang dalam. Rong Xian lagi lagi terjepit dalam kecanggungan yang aneh ini.


"Kamu dulu. " Ucap keduanya dengan kompak.


"Bisakah kalian berbicara satu persatu ?!" Tanya Rong Xian dengan frustrasi.


"Kamu dulu. " Ucap Shangguan Shiyi.


"Baik." Dia menjawab dengan mantap.


" Aku akan menyamar menjadi seorang tabib yang merawat Rong Yanran, setelah ini aku akan menyiksa nya secara perlahan lahan. Tolong bantu jaga Qian Yao yang dikunci di dalam penjara bawah tanah. Sekte Naga Azure sudah sepenuhnya berada di bawah kendaliku. Hasil dari kepergianku kemarin ke Sekte Naga Azure sudah membuahkan hasil yang manis. " Ucapnya.


Dia kemarin pergi ke Sekte Naga Azure dan Long Qionglin telah sepenuhnya menjadi boneka yang berada di bawah kendalinya.


"Itu saja, silakan. "Lanjutnya untuk mempersilakan Shangguan Shiyi berbicara.


"Aku hanya ingin mengatakan bahwa ada baiknya untuk kita kembali seperti dulu, akan sangat tidak nyaman untuk berdiri dalam satu ruangan kecil dan udara yang canggung. " Ucap Shangguan Shiyi.


"Seharusnya kamu mengatakan ini sejak kemarin kemarin !" Ucap Rong Xian dengan kesal kala melihat Shangguan Shiyi.


Dia mengangguk ringan dan setelah itu dia masuk ke dalam kamarnya dan mulai mengganti seluruh pakaian nya menjadi pakaian usang.


Sedangkan di tangan nya ada sebuah krim yang di oleskan oleh nya ke seluruh tubuh, seluruh tubuhnya menjadi harum obat obatan herbal, khas seorang tabib.


Dia menghias wajahnya menjadi penuh keriput dengan riasan yang ada, lalu tangannya pun dalam sekejap berubah menjadi tangan orang tua yang keriput.


Dia mengeluarkan kumis putih palsu dan mulai mengoleskan cairan lengket dan bening ke dagu nya. Lalu menempelkan kumis palsu itu ke dagunya sampai rapi.


Cairan itu cara kerja nya mirip dengan lem, jika itu di masa lalu. Tapi ini terbuat dari getah sebuah tanaman yang begitu lengket.


Dia bahkan tidak bisa mengenali wajahnya sendiri dan merasa kagum, untuk berjaga jaga dia bahkan menghiasi kakinya juga.


Setelah semuanya selesai, dia menggunakan mantra pengubah suara yang mengubahnya menjadi suara seorang kakek tua.


Dia menggunakan jubah hitam yang menyapu lantai dan tudung yang menutupi hampir seluruh wajahnya, hanya kumisnya yang nampak.


Dia tersenyum puas dan keriput keriput palsu itu tampak begitu menggelikan ketika dia sedang tersenyum di cermin.


Dia berjalan keluar dan melihat kalau Shangguan Shiyi terkejut dengan kehadiran nya, apalagi ketika melihat tangan nya yang berkeriput.


"Bagaimana? Penyamaran ku bagus bukan ?" Tangannya dengan semangat.


"Penyamaran yang bagus, tapi jangan terlalu bersemangat. Orang orang akan curiga, tapi soal penampilan, aku bahkan hampir tertipu. " Ucap Shangguan Shiyi.


"Pergilah, jaga diri mu baik baik. Jangan segan untuk meminta bantuan ku apabila kamu membutuhkan bantuan. " Ucap Shangguan Shiyi.


"Baik, jika begitu aku tidak akan segan, Shixiong. " Ucapnya sambil tertawa.


Mendengar suara nya sendiri sambil memanggil Shangguan Shiyi sebagai Shixiong sudah cukup menggelikan.


Bayangkan, seorang pria tua memanggil Shangguan Shiyi sebagai Shixiong. Siapa yang tidak akan merasa merinding ketika menghadapi hal semacam itu ?


"Aku pergi dulu !" Teriak nya dari depan pintu.


Dia berjalan keluar dari Sekte dan berjalan masuk lagi ke dalam sekte. Kedua penjaga saling menyilangkan tombak mereka untuk menghalanginya masuk.


"Apa yang akan kau lakukan di sini ?" Tanya kedua penjaga itu dengan keras.


"Kami tidak dapat menerima pengemis di sini !" Ucap salah satu dari mereka dengan wajah garang.


"Aku dengar bahwa di sini membutuhkan seorang tabib, kebetulan aku adalah seorang tabib dan ingin mencoba untuk peruntungan ku disini. " Ucapnya dengan lemah.


Kedua penjaga itu tampak berdiskusi dengan singkat dan cepat.


"Sebutkan nama mu !" Ucap salah satu penjaga itu.


"Yun Sichou, orang orang memanggilku Tabib Tua Yun. " Ucapnya dengan pelan.


Sejak dia sudah mengeluarkan nama Yun Sichou, pada akhirnya, semua orang yang mendengarnya akan mati.


(Disini maksudnya Yun Sichou ini seperti sisi gelapnya, jadi setiap kali nama ini keluar itu sudah pasti ada pembantaian dimana mana. Sedangkan Xue Fenghuang sendiri sisi baiknya. Untuk Xue Wang Ji dan Qin Zuanshi, akan di jelaskan nanti. )


"Pergi laporkan ini pada Tetua Liu. " Ucap salah satu dari mereka.


"Baik." Salah satu dari mereka berlari ke dalam Sekte dan mencari Tetua Liu.


Dia berdiri dengan tenang di bawah teriknya sinar matahari. Dia menunggu dan menunggu sampai akhirnya seorang pria paruh baya dengan wajah angkuh telah keluar.


"Ini tabib yang kamu katakan ?" Tanya Tetua Liu dengan angkuh.


"Ya, Tetua !" Ucap kedua murid itu sambil menunduk dalam.


"Bawa dia untuk menemui Ketua Sekte Rong. Sudah puluhan tabib tidak bisa menangani penyakit aneh milik Ketua Sekte Rong. Apakah kalian sudah membawa kabar soal pemburuan Qian Yao ?" Tanya Tetua Liu.


"Belum Tetua, mohon maafkan kami !" Ucap kedua murid Sekte Pedang Bulan itu sambil berlutut menghadap ke arah Tetua Liu.


"Dasar tidak berguna ! Pergi !" Teriak Tetua Liu dengan marah sambil menendang kedua murid itu.


"Jika kau tidak bisa menyembuhkan Ketua Sekte Rong, maka jangan salahkan aku jika aku memotong kepala mu. " Ucap Tetua Liu dengan arogan.


"Bagaimana bisa begitu ? Tabib tabib lain tidak dihukum ketika mereka tidak berhasil menyembuhkan Ketua Sekte Rong ?!" Tanya nya pura pura terkejut.


"Karena aku tidak senang ketika melihatmu ! " Ucap Tetua Liu dengan dingin.


"Tetua Liu yang di katakan adil ternyata memandang nyawa seseorang seperti nyawa semut. Ternyata, dunia telah tertipu, selama ini. Sungguh menyedihkan sekali. " Ucapnya dengan pelan dan khas orang tua.


"Diam ! Jika kau berbicara lagi maka aku akan memotong lidahmu ! Jangan pikir aku tidak berani untuk membunuh mu secara langsung di sini !"Ancam Tetua Liu dengan marah.


Bonus Like 33 k : 2 / 3