
Sejak saat itu, mimpi buruk datang terus menerus pada diri nya tanpa dapat di tahan, perlahan lahan dia menjadi acuh tak acuh pada itu tanpa mengindahkan kata kata itu.
Dia menjadi lebih terbiasa dengan hal itu dan dia ber kultivasi dengan tenang tanpa mengindahkan hal tersebut.
8 Hari kemudian, hanya tersisa satu hari lagi untuk dia mengikuti penyisihan babak ketiga. Saat ini dia sedang berada di tingkat ke 8 Ranah Surga.
Benar benar keajaiban yang luar biasa ini adalah kabar baik, tapi kabar buruk nya adalah hampir seluruh sumber daya milik nya sekarang sudah habis.
Hanya menyisakan pil obat untuk penyembuh, saat ini dia sedang duduk di sebuah kedai bersama dengan Lin Cong Zi.
Dia menatap ke araha langit yang berawan dan cuaca yang dingin sebelum menyesal teh hangat milik nya.
Sesuai dengan perkiraan nya, Fan Cheng benar benar menghilang seolah olah tidak pernah ada dan ini membuat nya secara tidak langsung sedih.
Dia tidak tahu apa itu, hanya ada satu ruang di hati nya yang masih belum bisa melepaskan Fan Cheng, padahal waktu kebersamaan mereka tidak lama.
Belakangan ini, Ketua Sekte, yang dia ketahui nama nya adalah Xue Yun, banyak berinteraksi dengan nya.
Xue Yun juga memberikan perhatian khusus pada nya, mulai dari bertanya apa kah dia baik baik saja atau tidur nya nyenyak atau tidak ?
Untuk menanggapi itu dia hanya akan tersenyum tipis dan mengangguk untuk menunjuk kan kesopanan.
"Hei ! Apa yang kau pikir kan ?!" Tanya suara lantang Lin Cong Zi sambil melambai lambaikan tangan depan wajah nya.
"Saudari Lin, jika di dalam kisah mu ada seorang putri yang bertemu dengan hantu tampan dan langsung jatuh cinta, kira kira bagai mana hasil akhir nya ?" Tanya nya sambil bertopang dagu.
"Hm ? Hantu tampan ? Memang nya ada hal seperti itu di dunia ini ? Yang aku temui selama ini hanya lah hantu buruk rupa. " Ucap Lin Cong Zi dengan bingung.
"Ya, kau jawab saja Saudari Lin. Lalu hantu tersebut meninggalkan putri yang sedang jatuh cinta tersebut tanpa kata kata dan tidak pernah menunjuk kan diri lagi seolah olah dia tidak pernah ada. Bagai mana itu ?" Tanya nya.
"Emh ini lebih baik jika di buat sebagai cerita dengan akhir yang tragis, karena akan sangat buruk jika di paksa kan untuk memiliki akhir yang bahagia. " Ucap Lin Cong Zi tanpa keraguan.
Dia tertegun mendengar kan jawaban itu, padahal dia juga sudah memperkirakan hal ini.
"Hm, aku juga berpikiran begitu, tapi bukan kah akan sangat menyedihkan bagi putri tersebut ?" Tanya nya.
"Justru itu membuat cerita lebih hidup dan realistis ! Ada beberapa orang yang memang membawa karma buruk di masa lalu dan hidup dengan penuh kesialan di kehidupan mendatang. Jadi, bukan tidak mungkin untuk tidak bertemu dengan kisah seperti ini. " Ucap Lin Cong Zi.
"Menurut mu, bagai mana seharus nya aku membuat akhir yang tragis ini ? Mati karena tua atau apa ?" Tanya nya.
"Menurut ku, akan sangat baik jika dia menunggu dan menunggu dengan putus asa, sebelum akhir nya meninggal karena umur yang tua tanpa ada yang menemani, aku yakin ini akan menjadi sebuah mahakarya!" Teriak Lin Cong Zi dengan berapi api dan memukul meja.
Mereka menjadi pusat perhatian banyak orang, ini membuat nya malu setengah mati. Dia menunduk kan kepala nya pada sekitar sebagai bentuk permintaan maaf dan menarik tubuh Lin Cong Zi untuk kembali duduk.
"Orang orang di rumah bordil menyukai sesuatu yang dramatis, jadi buat semua nya agak berlebihan di bagian akhir, dengan begitu aku berani menjamin mereka akan berderai air mata. " Ucap Lin Cong Zi dengan percaya diri.
"Baiklah baiklah, aku menurut saja pada yang sudah ahli. " Canda nya.
"He he, tentu saja. Siapa lagi kalau bukan aku ? Lin Cong Zi !" Ucap Lin Cong Zi sambil menepuk dada dengan bangga.
Mereka tertawa ringan sebelum makan makanan yang sudah mereka pesan, tatapan nya terarah pada orang yang berada di pintu masuk.
Mata nya membulat sempurna ketika melihat siapa yang ada di depan pintu masuk, tangan nya mengepal dengan erat tanpa di perintah oleh nya.
Orang yang di lihat nya berjalan mendekati nya dan duduk di sebelah kanan nya.
(Meja ini memiliki 4 sisi, di mana setiap sisi nya ada 1 kursi. )
"Emh, siapa tuan ini ?" Tanya Lin Cong Zi dengan waspada.
"Aku teman Xue Fenghuang, kenapa kau terus menatap ku seperti itu ?" Tanya pria itu , itu tentu saja adalah Fan Cheng.
"Aku...... aku......... aku kira kamu tidak akan kembali lagi. " Gumam nya dengan suara yang hampir hilang.
"Bagai mana mungkin aku tidak kembali lagi, aku ada pekerjaan mendadak kemarin yang harus ku urus sehingga tidak bisa mendatangi mu. Aku meminta maaf akan hal ini. " Ucap Fan Cheng.
FLASHBACK
8 Hari Lalu di Alam Iblis, dua orang dewasa sedang duduk sambil menyesap teh. Satu adalah wanita paruh baya dengan bibir hitam, rambut hitam dan mata hitam pekat.
"Nyonya Iblis Neraka, apa yang membawa mu kemari ?" Tanya pria itu yang tidak lain adalah Fan Cheng.
"Tuan Kipas Abadi, seharus nya aku yang bertanya seperti itu. Kenapa kau menganggu putri ku ? Apa kau takut putri ku akan menjadi saingan mu ?" Tanya Nyonya Iblis Neraka dengan tidak ramah.
"Kamu salah, aku melakukan ini karena aku berteman dengan nya secara kebetulan. Kami menjadi pasangan yang saling mencintai satu sama lain, kenapa kau tidak melepas kan putri mu ?" Tanya Fan Cheng dengan santai.
"Jangan membual ! Putri ku pasti buta karena mencintai mu, kau yang haus darah dan penuh dengan aura membunuh dapat menarik perhatian nya ?! Jangan bermimpi !" Teriak Nyonya Iblis Neraka memukul meja .
Meja itu terbelah menjadi dua karena kemarahan Nyonya Iblis Neraka.
"Apa kah kamu tidak sadar kalau kami cocok ? Kami sama sama haus darah , sama seperti mu. Kita akan segera menjadi menantu dan ibu mertua, tampak nya aku harus mencari ayah mertua ku. " Ucap nya dengan santai, masih tidak bergerak dari duduk nya meski pun meja sudah terbelah menjadi dua.
"Kau ! Tuan Kipas Abadi, karena anda yang berniat untuk mencari masalah lebih dahulu maka aku tidak akan segan pada mu !" Ucap Nyonya Iblis Neraka dengan marah menghempaskan lengan pakaian nya dan berjalan keluar.
Bonus Like 14 k : 1 / 3