
Keesokan harinya
Yang datang menjadi lebih sedikit dan jumlah paviliun menjadi tidak banyak, hanya ada 25 paviliun yang tersisa dari 100 paviliun.
Satu satunya paviliun yang tidak mengubah posisi tempat duduk adalah paviliun milik Xue Fenghuang, Feng Taoran, Lan Tianjin dan Yuanzheng Yuwen.
Keempatnya duduk dengan sama tenang nya, murid murid lain menjuluki itu adalah Paviliun Sarang Naga. Ada banyak murid yang sama sama lolos ingin berteman dengan mereka, tapi dia menolak dengan halus.
Dia tidak suka berteman dengan orang orang semacam itu, orang orang yang sebelumnya memandangnya dengan rendah.
Hanya karena dia bisa membuktikan diri , barulah orang orang itu mendekat seperti semut yang memakan gula.
"Mari bertaruh, berapa banyak orang yang akan bertahan ?" Tanya Feng Taoran.
"50 orang. " Ucap Lan Tianjin.
"75 orang. " Ucap Feng Taoran.
"50 orang. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
"25 orang. " Ucapnya dengan penuh keyakinan.
"Baik, tidak boleh mengganti pilihan lagi. Yang kalah harus minum 3 cangkir anggur milikku. " Ucap Feng Taoran.
"Baik ! Siapa takut ?" Tanya nya dengan percaya diri.
Dia memilih angka 25 karena sebenarnya dia sudah tahu, ketika dia berjalan masuk kesini. Dia mendengar percakapan ketiga pengamat.
Dia tidak sengaja mendengarnya dari ketiga pengamat saat sedang berjalan kemari, karena itulah dia percaya diri dengan taruhannya.
"Selanjutnya, pertandingan akan dilakukan seperti sebelumnya. Seseorang harus bertahan di atas arena selama 3 pertandingan yang artinya hanya ada 25 orang yang bertahan. " Ucap Pengamat Kekaisaran yang memberi sambaran petir pada orang di Paviliunnya.
Dia menyeringai dan mengambil guci arak milik Feng Taoran lalu menuang nya ke tiga cangkir kosong.
"Dimulai dari Feng Ge. " Ucapnya.
"Baik." Feng Taoran hanya tersenyum pahit sebelum menenggak semua nya sampai habis.
Arak ini memiliki kadar alkohol tinggi sehingga yang tidak terbiasa akan mabuk dalam 1 atau 2 cangkir. Bagi mereka berempat, 3 cangkir tidak akan menjadi masalah.
Hanya saja, mereka akan segera bertarung sehingga akan menimbulkan sedikit rasa pusing sedangkan musuh mereka nanti bukanlah orang-orang sembarangan seperti sebelumnya lagi.
Selanjutnya adalah Lan Tianjin, pria itu meminum nya tanpa keraguan dan sekarang berpaling pada Yuanzheng Yuwen.
Dia menuangkan arak dengan sedikit gemetar karena gugup setelah itu dia menatap ke arah mata Yuanzheng Yuwen.
Yuanzheng Yuwen segera meminum ketiga cangkir tanpa keraguan bahkan terlihat penuh keyakinan, dia mengembalikan guci arak itu pada pemilik aslinya, Feng Taoran.
"Aku Song Fan, Murid Sekte Harimau Ilahi ingin menantang Xue Wang Ji !" Ucap seorang pria dari atas arena.
Dia yang mendengar ini langsung meringis, kesalahan macam apa yang di lakukan olehnya sampai sampai harus membuka pertandingan sejak awal ?
Dia tahu, Song Fan ini, ini adalah kakak Song Ye Lu yang di bunuh olehnya di Sekte Harimau Ilahi. Selama ini dia telah membuat garis.
Apabila Song Fan ini tidak mencari masalah dengannya maka dia akan membiarkan kehidupan kecil pria itu untuk tetap bertahan.
"Fenghuang, sepertinya nasib mu kurang baik. " Ucap Feng Taoran sambil tertawa halus.
Meskipun tawanya anggun dan sopan, itu masih mengandung ejekan tersembunyi. Dia yang mendengar ini tidak marah.
"Feng Ge benar, nasib ku kurang baik. Sepertinya aku harus membawa diriku ke peramal untuk membuang nasib buruk ku. "Jawabnya.
"Biarkan aku memberikan pertunjukan indah bagi kalian bertiga. " Ucapnya lagi sebelum dia terbang ke atas arena.
"Xue Wang Ji dari Sekte Harimau Ilahi. " Ucapnya dengan lembut.
Bulu mata nya terangkat untuk melihat seorang pria yang sangat mirip dengan Song Ye Lu, hanya saja Song Fan lebih terlihat terpelajar di bandingkan Song Ye Lu.
"Kau kakak Song Ye Lu bukan ?" Tanya nya dengan lembut dan pelan.
"Benar ! Aku akan membalaskan dendam adikku pada mu hari ini, aku akan meminum darahmu dan memakan daging di tubuhmu untuk memuaskan kemarahan dan ketidak adilan yang diterima oleh adikku !" Ucap Song Fan dengan berapi api.
Sudut bibir nya terangkat sedikit dan membuat senyum nya menjadi aneh, dia tampak lebih ke arah menyeringai.
"Kata katamu ini, memang benar benar bagus. Bagus, kau tidak hanya akan menuntaskan kemarahan yang dimiliki adikmu, kau bahkan akan segera bertemu dengannya. Hahaha !" Dia tertawa lantang.
Tawa nya membuat dinding bergetar dan langit seolah ikut merasakan kemarahannya, awan hitam mulai berdatangan.
Tempat yang semula cerah berubah menjadi sangat gelap dan suram, dia menatap Song Fan dengan tatapan dingin.
Tubuh Song Fan mengalirkan keringat dingin dan sedikit gemetar, kemarahannya telah mencapai puncak.
"Sejak awal, sudah seharusnya aku menyingkirkan mu. " Ucapnya dengan tatapan yang menggelap.
Ketika dia berjalan mendekat ke arah Song Fan tadi, dia mencium racun yang sama dengan yang dibawa oleh Ruo Wenyu.
Dia tahu sekarang, kalau orang di balik layar yang ingin kematiannya selain Ruo Wenyu adalah Song Fan. Dia bertepuk tangan dan senyum dingin terbentuk di wajahnya.
"Darah dibalas darah, tangan dibalas tangan, nyawa dibalas nyawa. " Ucapnya dengan nada yang sama lembutnya dengan sebelumnya, tapi entah mengapa sekarang tampak menusuk tulang seseorang sampai mati.
"Mencoba untuk membunuhku lewat tangan Ruo Wenyu, sungguh cara yang baik. Kau tahu bahwa Ruo Wenyu telah lama menyimpan kecemburuan yang mendalam padaku, sungguh cara yang baik. " Ucapnya dengan dingin.
Song Fan berjalan mundur beberapa langkah, hampir sama seperti penjahat yang kejahatan nya sudah terbuka dan siap untuk di adili.
Dia mengeluarkan Bing Yue dari sarungnya dan melemparnya ke depan, Bing Yue melesat dengan cepat dan mengambil keuntungan selama Song Fan tidak siap.
Selama itu, petir terus menyambar dan dia tampak menarik sesuatu dari langit. Pecahan es yang tak terhitung jumlahnya berputar di belakangnya dan siap untuk menyerang Song Fan.
Saat ini, Song Fan sudah mengeluarkan pedangnya dan melawan Bing Yue. Dia mendorong tangan kanan nya ke depan dan pecahan pecahan es itu melesat dengan sangat cepat.
Tidak ada lagi kehangatan dan kelembutan yang tersisa di matanya, hanya ada kekelaman tanpa batas. Pecahan pecahan es itu menembus tubuh Song Fan yang membuat pria itu menjadi air mancur darah tapi tidak menyentuh titik vital Song Fan.
Pecahan Es itu seolah hidup dan menghindari untuk menyentuh sedikitpun titik vital milik Song Fan, rasa sakit yang ditimbulkan tidak terbayangkan tapi tidak akan membuat pria itu mati.
Dia tidak berhenti di sana, tangannya terangkat untuk mengambil kembali Bing Yue dan di tangan kirinya yang ikut terangkat juga.
Song Fan di angkat dalam posisi tercekik dan meronta ronta di udara meskipun jarak mereka jauh, dengan kekuatan nya maka siapa yang mampu melawan ?
Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 1 / 3