
Dia menatap ke arah pria tua di depan nya dengan wajah gagah dan tubuh yang gagah, tapi entah kenapa wajah itu tampak lesu.
"Salam kepada paman Qin, aku Xue Fenghuang dari kediaman Xue membawa beberapa buah buahan. Aku sudah lama tidak bertemu dengan mu paman Qin, sudah berapa lama ya ? 8 tahun ? 10 tahun ? Kita tentu saja perlu berbicara untuk melepas kerinduan satu sama lain. " Ucap nya dengan penuh makna.
Qin Liang menatap nya dengan tatapan serius sebelum menyuruh pelayan tua itu untuk meninggal kan mereka berdua.
Dia menaruh anyaman berisi buah itu di meja kerja milik Qin Liang dan duduk di kursi yang di sedia kan.
"Apa yang kau ingin kan nona Xue ? Aku rasa kita tidak sedekat itu sampai sampai harus membuat mu datang di saat seperti ini. Apa kah kediaman Xue berniat untuk mengambil alih kediaman Qin ku ? Aku tidak akan membiarkan itu. " Kata Qin Liang dengan nada dingin dan tegas.
"Ha ha ha, tuan Qin benar benar hebat. Aku datang kemari memang memiliki tujuan sendiri, aku ingin bekerja sama dengan anda Tuan Qin, tapi tidak atas nama kediaman Xue." Ucap nya sambil terkekeh.
"Humph ! Hak apa yang anda miliki nona kedua ? Sampai sampai berniat untuk bekerja sama dengan kediaman Qin ku ?" Tanya Qin Liang meremehkan.
"Ah, ternyata Tuan Qin tidak percaya dengan kemampuan ku. Bagai mana kalau dengan ini ?" Tanya nya sambil mengangkat pakaian di bagian lengan nya.
Di balik pakaian itu, ada sebuah tato dengan gambar Phoenix Salju.
"Apa anda tahu apa ini ?" Tanya nya dengan senyum miring.
"Toko Phoenix Salju !" Kata Qin Liang terkejut.
"Tapi, anda tidak mewakili Toko Phoenix Salju itu sendiri. Tidak mungkin nona kedua yang memiliki Toko Phoenix Salju bukan ?" Tanya Qin Liang.
"Tuan Qin, seperti nya semakin tua anda maka semakin menurun kemampuan mu. Lihat dan perhatikan baik baik, Phoenix salju itu berbeda. " Ucap nya dengan sinis.
Qin Liang segera melihat tato di lengan nya dengan seksama sebelum terkejut.
"Phoenix Salju dengan Mahkota ? Seorang Ratu Phoenix?!" Qin Liang tampak sangat terkejut dengan kenyataan itu.
"Apa kau pernah melihat seorang anggota Toko Phoenix Salju dengan tato seperti ini ?" Tanya nya.
Qin Liang tampak terdiam sebentar dan berpikir.
"Jadi.......... apa kah Toko Phoenix Salju milik Kediaman Xue ? Jika benar, maka kediaman Qin ku benar benar sudah kalah." Gumam Qin Liang dengan tatapan kosong.
"Tenang saja, itu adalah milik ku secara pribadi. " Ucap nya.
"Milik mu secara pribadi ? Tampak nya aku sudah meremehkan nona Xue. Anda memberikan ku banyak kejutan Nona Xue. " Kata Qin Liang.
"Apa keuntungan ku jika aku bekerja sama dengan mu ?" Tanya Qin Liang.
"Tentu saja banyak, pertama kau akan mendapat kan kembali pasukan mu. Kedua, masa tahanan mu akan di selesai kan. Ketiga, masyarakat akan memihak mu. Keempat, kau bisa mengalah kan Kediaman Xue. Lalu, kelima, aku bisa memberi anak mu sebuah pil yang bisa menyembuhkan penyakit nya. " Ucap nya sambil menyeringai.
"Ka kau benar benar bisa membantu ku mendapat kan itu ? Lalu, kau berada di kediaman Xue, kenapa berniat untuk membantu ku ?" Tanya Qin Liang.
"Kami tidak sedekat itu, Xue Longque dan aku hanya seseorang yang saling kenal dan menyapa. Kenapa dia bisa menjadi alasan ku untuk berhenti meraih ambisi ku ?" Tanya nya.
"Apa kau tidak takut kalau aku akan berkhianat dengan mu suatu hari nanti ?" tanya Qin Liang.
"Apa kau kira kau mampu ? Lalu, pil yang ku beri nanti pada anak mu memang bisa menyembuhkan nya. Tapi, dengan begitu nyawa nya berada di bawah kendali ku. Jika aku ingin menyuruh nya untuk melakukan sesuatu maka dia akan menurut, meski pun dia tak mau. " Ucap nya.
"Huft, aku tampak nya telah sangat meremehkan kemampuan nona Xue. " Kata Qin Liang menghela nafas.
"Bagai mana dengan mu Tuan Qin ? Apa kah kau tertarik ? Atau tidak tertarik ? Berniat membiarkan putri mu mati menahan sakit atau berniat membiarkan Kediaman Qin hancur di tangan mu ?" Tanya nya.
Qin Liang tampak diam saja, dia terkekeh dan menyadari kegelisahan yang di miliki oleh pria tua itu.
"Aku, bekerja sama dengan jujur. Jika seseorang memperlak ku dengan baik maka aku akan membalas nya dengan kebaikan juga. Tapi apa bila kau memperlakukan ku dengan niat jahat maka aku akan membalas nya 100 kali lipat. Pikir kan baik baik ucapan ku Tuan Qin, jangan berniat untuk berbuat curang. Aku pergi dulu, Tuan Qin. " Ucap nya, dia berdiri dan berjalan menuju pintu.
Ketika tangan nya menyentuh pintu, Qin Liang kembali memanggil nama nya.
"Nona Xue, aku setuju untuk bekerja sama dengan mu !" Kata Qin Liang.
"Apa kau sudah memikir kan kata kata ku dengan baik tadi ?" Tanya nya dengan dingin.
"Aku sudah setuju, aku percaya dengan mu nona Xue. Jangan kecewa kan kepercayaan ku pada mu. " Kata Qin Liang.
Dia mengangguk dan kembali duduk, dia mengeluarkan sebuah kotak yang terbuka. Di dalam nya ada 1 buah pil berwarna oranye.
"Pil ini, hanya bisa di buat oleh ku. Beri kan ini pada putri mu." Kata nya.
Putri Qin Liang, Qin Yue mengalami kesulitan berbicara dan kulit yang terbakar di saat saat tertentu. Penyakit Qin Yue ini sudah terkenal ke seluruh Kekaisaran Zhu.
Sudah puluhan tabib keluar masuk untuk menyembuhkan Qin Yue tapi semua nya pulang tanpa hasil.
Qin Liang menerima pil itu dengan tatapan ragu sebelum akhir nya menguatkan tekad nya.
"Apa kah aku boleh ikut ?" Tanya nya penasaran.
"Kau ingin ikut ?" Tanya Qin Liang terkejut.
Dia mengangguk, Qin Liang mengajak nya masuk dan melihat seorang putri cantik yang menutup mata nya. Putri itu tampak sangat lembut dan halus.
"Dulu, aku kira dia adalah gadis paling cantik yang pernah ku lihat, bahkan nona pertama dari Kediaman Xue pun terkalahkan. Tapi setelah aku melihat mu, aku sadar kalau putri ku masih belum ada apa apa nya. " Kata Qin Liang sambil menghela nafas.
"Terima kasih atas pujian mu Tuan Qin. " Ucap nya, dia duduk di kursi yang berada di sudut ruangan dan melihat aksi Qin Liang.
Dia membuka cadar nya dan memilih untuk ber kultivasi. Wajah cantik nya tampak sangat indah di sinari cahaya matahari yang masuk dari sela jendela.
"Dia masih harus bersyukur meski pun begitu, paling tidak kehidupan nya baik dan terjamin dan masih ada yang menyayangi nya. " Balas nya dengan nada rendah.
Qin Liang tampak salah tingkah dengan kata kata nya.
"Aku rasa, ada baik nya juga jika dari kecil hidup dengan keras. Dengan begitu saat dewasa, sudah terbiasa dengan keras nya dunia. " Gumam nya lagi sambil memejamkan mata.
"Nona Xue, anda di kata kan memiliki banyak bintik bintik hitam ?" Tanya Qin Liang bingung.
"Aku sudah menyembuh kan nya, itu adalah racun. Aku di beri racun oleh Lin Yi sejak umur 3 tahun, saat ibu ku meninggal. Racun itu bersarang selama 10 tahun di dalam tubuh ku, apa kau ingin tahu bagai mana rasa nya ? Rasa nya seperti berada di dalam api yang terus membakar tulang hingga melebur menjadi satu, tubuh akhir nya merasa mati rasa, tubuh tidak dapat ber kultivasi. " Gumam nya.
"Sejak saat itu, ayah ku mulai menjauh dan menjauh. Mengingat kalau putri nya hanya ada 3 dengan 1 putra padahal dia memiliki 4 putri. Jenderal Qin, aku percaya dengan mu maka nya aku menceritakan ini. Apa kau ingin tahu sesuatu yang menarik ?" Tanya nya.
"Sebenar nya, Xue Fenghuang yang asli sudah meninggal sejak beberapa bulan lalu. Aku menggantikan diri nya menerima berbagai penyiksaan itu. Hidup ku dengan hidup nya tidak berbeda jauh. " Ucap nya sambil menghela nafas.
"Lalu, apa kah nama mu sama ?" Tanya Qin Liang dengan iba.
"Ya sama persis, aku dulu sebelum mengisi tubuh nya adalah seorang yatim piatu yang harus menanggung semua nya sendiri. Memiliki tubuh yang lemah, wajah yang jelek sampai akhir nya aku di bunuh oleh teman ku sendiri dan kekasih ku. " Kata nya dengan senyum tipis.
"Kalian berdua sama sama menyedihkan, kita harus membalas dendam milik mu. " Kata Qin Liang.
"Milik ku ?" Tanya nya dengan ragu.
"Sekarang kau adalah pemilik tubuh ini, kau juga lah yang mengendalikan tubuh ini. Kenangan nya adalah milik mu juga. Jadi lah diri mu sendiri. " Kata Qin Liang menyemangati.
"Terima kasih, perasaan ku menjadi lebih ringan setelah menceritakan ini semua. " Gumam nya senyum lebar terbit di wajah nya.
"Lalu, apa kah teman mu dan kekasih mu yang jahat itu ada di sini ? Kalau aku tidak salah maka yang berada di sini maka harus nya adalah reinkarnasi mereka bukan ?" Tanya Qin Liang dengan hati hati.
"Ya, mereka ada di sini. Tapi tidak dengan ingatan yang utuh, mereka adalah Xue Ling dan Zhu Xinglian. " Kata nya dengan tatapan tajam.
"Pangeran Mahkota ?!" Qin Liang tampak terkejut.
"Jika aku melihat dendam mu, maka kau seharus nya akan menghancurkan nya juga bukan ?" Tanya Qin Liang.
"Bukan hanya itu, aku memiliki cita cita yang lebih besar dari itu. " Ucap nya sambil menyeringai.
Tiba tiba Qin Liang memegang tangan nya.
"Mendengar cerita mu membuat ku ingat dengan putri ku. Aku tidak akan keberatan jika kau menganggap ku sebagai ayah mu. Karena kau sekarang adalah salah satu putri ku maka kau harus menuruti ku, jangan hidup di penuhi dendam. Hidup lah dengan baik, aku yakin kau pasti bisa berteman baik dengan Yue'er. " Kata Qin Liang memeluk nya.
Dia terdiam, rasa hangat menyelimuti diri nya. Rasa hangat kekeluargaan yang belum pernah dia rasa kan selama ini, akhir nya dia rasa kan.
"Ternyata seperti ini rasa nya memiliki keluarga, sangat nyaman dan menyenangkan. Seandai nya aku menyadari hal ini dari dulu, Jenderal Qin terima kasih banyak. " Gumam nya dengan sangat pelan.
"karena aku sudah menjadi ayah mu sekarang maka kau tidak boleh memanggil ku sebagai Jenderal Qin lagi, panggil aku ayah. Kau sekarang adalah nona kedua Kediaman Qin, kau memiliki satu ayah dan kakak perempuan yang menyayangi mu sekarang. " Kata Qin Liang.
"Ayah....... " Air mata menetes dari pelupuk mata nya, dia segera menyeka nya.
Qin Yue tampak membuat beberapa pergerakan.
"Ayah...... aku tidak mencuri. " Lirih Qin Yue dengan mata yang terpejam.
"Tidak putri ku, ayah percaya kalau kau tidak mencuri. Putri ku, ayo bangun. Lihat, tubuh mu sudah kembali sempurna. Kau juga sekarang memiliki adik yang sangat cantik dan manis. " Kata Qin Liang terharu.
"Seorang adik ? Adik ? Akhir nya aku memiliki adik ! apa kah kau adik ku ?" Tanya Qin Yue dengan semangat dan langsung merubah posisi guling nya menjadi menghadap nya.
"Jiejie, aku senang kau sudah sadar. " Ucap nya dengan senyum tulus.
(Jiejie, panggilan kepada kakak perempuan. Meimei , panggilan untuk adik perempuan. )
"Meimei, kau sangat cantik. Apa kau yang membantu ku ? Terima kasih banyak. " Kata Qin Yue dengan semangat.
"Jiejie, kau terlalu sungkan dengan ku. Jiejie, jika ada waktu luang di lain hari maka aku akan mengajak mu untuk jalan-jalan saat di malam hari dan melihat pertunjukan. " Ucap nya dengan semangat.
"Hei anak anak, berbahaya untuk pergi di malam hari. " Kata Qin Liang memperingatkan.
"Ayah, semua nya akan baik baik saja. Aku adalah seorang murid bagian dalam Sekte Tianwen. Siapa yang bisa menyakiti ku ?" Tanya nya dengan bangga.
"Ah itu, aku kira itu adalah berita bohong dulu. Tapi sekarang aku percaya dengan berita itu. " Kata Qin Liang.
"Jiejie, apa kah kau mau masuk ke dalam sekte juga ? Supaya aku dan kau bisa lebih sering bermain bersama. " Ucap nya.
Qin Yue ini, baru berumur 15 tahun. Hanya dua tahun lebih tua dari nya dan sudah memiliki kekuatan tingkat 5 penempaan Qi.
Bukan sesuatu yang buruk, apa bila selama sebulan ini bisa naik ke tingkat 8 maka pasti bisa masuk ke Sekte Tianwen bersama dengan nya.
"Jiejie, aku harus pergi dulu. Beberapa teman ku menunggu. Nanti malam atau besok pagi aku akan datang lagi, bagai mana ??" Tanya nya.
"Yah, padahal aku masih ingin bermain dengan mu Meimei. Tapi tidak apa apa, nanti malam atau besok pagi bukan lah waktu yang lama. " Kata Qin Yue dengan bersemangat.
"Biar aku mengantar mu. " Kata Qin Liang.
Dia mengangguk, dia berjalan keluar di ikuti oleh Qin Liang.
"Ayah, bersiap lah. Karena kejutan besar akan menghampiri mu. Malam ini, aku akan membuat kejutan besar untuk mu. " Ucap nya sambil menyeringai sebelum kembali menggunakan cadar nya.
"Berhati hati lah, Fenghuang. " Kata Qin Liang dengan khawatir.