Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
156. Xue Fenghuang Vs Yun Sichou


Dia memandang sekitar nya dengan mata nya yang tajam seperti phoenix, dan mata nya yang hitam kelam seperti tanpa ujung dan membawa duka.


Tangan nya masih saling bertaut di belakang dan berjalan dengan anggun menuju Utara, dia tidak akan melepaskan satu orang pun.


Tidak peduli mereka lari ke ujung dunia atau pun kemana, dia masih akan mencari nya. Orang orang yang tidak tahu terima kasih, meninggal kan sekte nya di saat kesusahan.


Pikiran nya terus berkecamuk , dia ingin menghabiskan waktu sambil meratapi kepergian ayah nya.


Tapi, air mata nya sudah mengering bahkan sebelum ia keluar kan. Dia memandang langit yang sedikit mendung dari balik topi bambu nya.


"Kamu tampak nya sangat senang melihat penderitaan ku, takdir, nasib, semua nya adalah omong kosong besar. " Gumam nya.


Dia melemparkan kertas yang berisikan undangan untuk acara milik Zhuge Ling tadi dalam bentuk ribuan keping.


Suara hak sepatu nya tampak menggema di jalan yang sepi.


Byurr


Air jatuh dari langit, orang orang di belakang nya berlarian untuk melindungi diri. Sedangkan tetap berjalan dengan topi bambu nya sambil membelah hujan.


Pakaian nya basah di guyur hujan, tidak ada yang memayungi nya. Memikir kan ini dia sadar, kalau dia pada akhir nya masih harus bergantung pada diri nya sendiri.


Jika ini adalah hari biasa, maka dia tidak akan keberatan atau pun terpukul. Masalahnya, dia sudah merasakan hangatnya kekeluargaan.


Saat di suruh untuk menyendiri lagi, rasa nya begitu berat. Ini bisa di umpamakan seperti, jika sudah terbiasa makan pahit maka itu akan baik baik saja.


Tapi jika sekali saja makan manis, maka ketika makan pahit lagi itu akan terasa lebih sulit dan lebih menyiksa.


3 Hari kemudian


Semua nya sudah di bunuh oleh nya dengan tragis dan dia mendengar kalau Zhuge Ling bunuh diri setelah kejadian kemarin.


Tidak ada reaksi keterkejutan apa pun yang di miliki oleh nya, dia sudah memperkira kan ini. Saat ini dia sedang duduk di depan cermin tembaga yang ada di kamar nya tanpa topi bambu.


"Kalian kejam terhadap ku maka aku akan lebih kejam lagi terhadap kalian. " Dia bergumam sambil menyisir rambut nya yang panjang dan hitam.


Rambut nya terurai dengan indah tanpa ikatan, tangan halus nya tidak tertutup oleh sarung tangan lagi. Wajah nya yang indah dan bisa menghancurkan sebuah dimensi tidak terhalang oleh topi bambu lagi.


Mata nya yang tajam seperti phoenix, kulit nya yang se pucat salju, kulit nya yang sehalus giok, bibir nya yang tipis dan merah alami seperti buah ceri membuat wajah nya tampak begitu sempurna.


Di tambah lagi dengan pinggang nya yang kecil, tangan yang halus dan lentik di sertai dengan kaki yang ramping.


Membuat nya menggunakan apa pun begitu cocok, tidak peduli itu adalah pakaian bekas atau pun pakaian kotor.


Hanya saja, tatapan nya tampak begitu kosong seolah olah dia tidak memiliki emosi lagi.


"Apa yang harus ku lakukan setelah ini ?" Gumam nya sambil terus menyisir rambut nya.


Tok Tok


"Masuk !" Ucap nya dengan ringan, dia tidak buru buru menggunakan cadar nya.


Dan membiarkan diri nya tidak menggunakan cadar duduk membelakangi pelayan yang di belakang nya.


"Gongzi, ini adalah hidangan yang Anda pesan. " Ucap pelayan itu dengan suara yang gemetar.


"Hm, pergi lah jika sudah selesai, terima kasih. " Ucap nya dengan ringan.


"Ba... baik. " Pelayan itu langsung keluar tanpa kata kata lain.


"Yun Sichou, Yun Sichou, kamu tampak begitu menyedihkan. Aku bahkan sangat mengasihani mu. "Gumam suara wanita yang muncul di pikiran nya.


Dia tidak bergerak sedikit pun saat melihat di cermin tembaga ada dua orang, satu adalah seorang wanita cantik yang ceria dan terasa asing sedangkan yang satu lagi adalah diri nya, Yun Sichou.


"Apa kamu tidak tahu ini aku ? Aku adalah diri mu ketika bahagia ! Ketika kamu mendapat kan bunga dari Zhu Xinglian, aku adalah orang yang mendampingi mu !" Ucap wanita yang ceria dan terasa asing.


"Aku adalah Xue Fenghuang yang sebenar nya !" Ucap wanita itu lagi.


"Untuk apa menjadi ceria ? Apa yang bisa kau lakukan ketika anak anak di sekolah membully nya ? Kau ingin dia terus memaafkan ? Siapa yang membawa nya ke kesuksesan? Aku !"Teriak Yun Sichou.


Dia memandang dua kepribadian dalam diri nya di dalam cermin , satu adalah diri nya ketika bahagia dan satu nya lagi adalah diri nya ketika terpuruk.


Ketika melihat ini dia tiba tiba merasa diri nya begitu menyedihkan, perasaan nya begitu ekstrim sampai sampai membentuk dua kesadaran yang begitu berbeda.


"Kau hanya lah segumpal kebencian yang hanya tahu membunuh dan membunuh !" Teriak Xue Fenghuang.


"Paling tidak aku bisa melindungi diri ku sendiri ! Aku bukanlah idiot yang dapat terus memohon pada orang meski pun sudah tahu tidak akan di ampuni !" Ucap Yun Sichou dengan ganas.


Dia merasa kepala nya pusing, dia tidak dapat melihat bayangan nya sendiri di cermin tembaga melainkan dua kepribadian yang berbeda ini.


"Xue Fenghuang sejak lama sudah mati dalam diri nya ! Kau hanya lah sebuah sampah yang tertinggal !" Teriak Yun Sichou dengan marah.


"Kau sebut aku sampah ? Kamu adalah kotoran ! Seseorang yang berjalan di jalan yang sesat ! " Ucap Xue Fenghuang dengan sinis.


"Kotoran ? Kamu bahkan tidak layak untuk menjilat sepatuku ! "Balas Yun Sichou.


"Memang nya apa hubungan sepatu dan kotoran ? Dasar bodoh dan tidak terpelajar !" Teriak Xue Fenghuang dengan melengking.


Dia yang menonton ini sedari tadi merasa kepala nya pusing dan terasa berat, mata nya terasa redup berbagai kenangan terasa bertabrakan di kepala nya.


"Hentikan ! Jika kamu adalah Xue Fenghuang dan kamu adalah Yun Sichou, lalu aku siapa ?" Tanya nya dengan marah dan tidak sabar.


"Aku adalah kamu dan kamu adalah aku, kamu harus memilih salah satu dari kami ! Kamu tidak bisa menjadi dua identas sekaligus !"Ucap Xue Fenghuang dan Yun Sichou bersamaan.


Dua kepribadian itu saling memelototi satu sama lain dan bersiap untuk kembali berdebat.


"Dia adalah Yun Sichou ! Kau jangan ikut ikut kata kata ku !" Teriak Yun Sichou sambil menjambak rambut Xue Fenghuang.


"Apa yang kau bilang ?! Jelas jelas dia adalah Xue Fenghuang yang penuh dengan kasih, hanya kamu hama buruk yang memberikan dampak buruk pada kehidupan nya !" Teriak Xue Fenghuang tidak mau kalah sambil menjambak rambut Yun Sichou.


Bonus 23 k : 1 / 3


Note : Ini bukan berarti Xue Fenghuang memiliki kepribadian ganda, hanya saja Xue Fenghuang memiliki emosi yang aneh sehingga cukup ekstrim dan membuat diri nya menjadi dua orang yang berbeda.


Misalnya, jika sedang baik maka Xue Fenghuang akan baik sekali dan jika jahat maka akan jahat sekali. Itulah yang membuat nya memiliki dua kepribadian tetap di dalam diri nya.