Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
329. Perasaan Campur Aduk


Orang yang menonton itu adalah Lan Tianjin, kakak Xue Fenghuang yang saat ini sedang ditarik oleh Feng Taoran.


"Apa yang kau lakukan ?" Tanya Feng Taoran dengan lembut setelah mereka agak menjauh.


"Entahlah, pada awalnya aku hanya ingin bertemu dan berbincang dengan Fenghuang. " Ucapnya dengan tatapan kosong.


"Huft, sudahlah. Dia sudah dewasa dan menemukan orang yang bisa menjaga nya. Kau tidak perlu sedih seperti itu. " Ucap Feng Taoran sambil menepuk nepuk punggungnya.


"Ya, aku tahu. Aku seharusnya senang, tapi aku juga sedih. Jika dia menikah dengan orang itu maka aku akan lebih sulit untuk bertemu dengannya. " Ucap nya dengan perasaan campur aduk.


"Kau tentu saja bisa bertemu dengannya beberapa bulan sekali atau beberapa tahun sekali. Jangan merasa begitu sedih, kau juga harus melihat dari sisi yang membahagiakan. Bukankah kau harusnya senang melihat adikmu memiliki seseorang yang tulus disisinya ?" Tanya Feng Taoran.


"Aku tentu saja sangat senang. " Ucapnya sambil menundukkan kepalanya dalam dalam.


Dia menghela nafas dalam dalam sebelum akhirnya memejamkan matanya dan membenturkan kepalanya ke dinding dengan pelan.


"Ini adalah keegoisan ku, aku sendiri tidak bisa menjadi kakak yang baik baginya tapi aku ingin dia tetap bersamaku. Aku pikir, ini adalah keputusan yang paling tepat untuk melihatnya bahagia dengan laki laki pilihan nya. " Ucapnya dengan tatapan yang redup.


"Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita pergi sekarang ?" Tanya Feng Taoran dengan senyum manis.


Disisi lain,


Xue Fenghuang kembali ke kamarnya dengan perasaan campur aduk yang membuatnya hampir merasa gila.


Rasa senang, rasa manis , rasa malu yang membuatnya bingung dengan perasaan aneh ini, dia tergila gila dengan perasaan aneh yang ditimbulkan dari tautan dengan bibir Yuwen sebelumnya.


"Ah sialan, perasaan aneh macam apa ini !" Teriaknya dengan kesal, dia membanting vas bunga yang ada di meja.


Lalu duduk di meja dengan tatapan kesal dan rambut yang berantakan secara tidak beraturan, dadanya bergerak naik turun dengan cepat karena perasaan aneh yang tidak bisa di tekan olehnya.


Selama ini, dia selalu menjadi orang yang bisa menekan emosinya dengan baik. Bagaimana mungkin dia tidak bisa melakukan hal yang sama kali ini ?


Dia terus duduk di tepi ranjangnya dan memikirkan bagaimana perasaan sebelumnya dengan pikiran yang kacau.


Lalu, dia menghela nafas dan berkultivasi untuk menenangkan pikiran nya dan menjauhkan nya dari pikiran pikiran sesat.


Dia terus berkultivasi sampai akhirnya pintunya diketuk oleh seseorang, dia merasa ingin menangis kala ini.


Disaat dia sedang kacau, tidak menyangka bahwa akan ada seorang tamu yang datang ke depan pintu kamarnya.


Dia merapihkan rambutnya dan tidak repot repot untuk membersihkan vas yang pecah. Dia berjalan menuju pintu dan membuka pintu.


Sekali dia membuka pintu, itu ternyata adalah Zhang Wei dan orang di belakang Zhang Wei membuatnya tertegun.


Sekali dia melihat, ternyata itu adalah Qing Yu. Orang yang paling di bencinya di tempat ini. Tatapan mereka berdua saling bertabrakan dan ekspresinya berubah menjadi dingin.


"Aku tidak tahu apa yang membuat kalian berdua datang ke tempatku ?" Tanya nya dengan datar dan tanpa ekspresi.


"Fenghuang, apakah aku boleh masuk dulu ?" Tanya Zhang Wei dengan canggung.


"Sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat. " Ucap Zhang Wei.


"Tidak perlu pergi, duduklah. Itu hanya karena aku tidak sengaja menyenggol nya dan aku belum membereskan nya. " Ucapnya dengan dingin.


Dia menjentikkan jarinya dan dalam waktu singkat, seluruh pecahan itu menghilang dan menjadi kembali bersih seperti sebelumnya.


Zhang Wei duduk di seberang bersama dengan Qing Yu, dia duduk diam dan menunggu apa yang akan dikatakan oleh Zhang Wei.


"Aku melihat bahwa kamu memiliki masalah dengan Qing Yu dan aku tidak tahu apa yang menjadi penyebab kalian berdua bertengkar, tapi aku ingin kalian berdamai. " Ucap Zhang Wei dengan ragu ragu.


"Aku bukannya ingin terkesan mencampuri urusan kalian berdua, tapi kita akan segera bertarung dan melawan musuh yang sama. Kita harus kompak dan mempercayai satu sama lain. " Lanjut Zhang Wei.


"Baik, aku menerima kata katamu. Tapi, bukannya aku ingin mengatakan hal yang buruk. Qing Yu berasal dari pihak seberang, bagaimana aku harus mempercayainya ?" Tanya nya dengan dingin.


"Apakah kau bisa menjamin bahwa dia tidak akan menjadi pemberontak dan pengkhianat di dalam pasukan ?" Tanya nya sekali lagi dengan keras.


"Ya, aku berani menjamin. Aku menjamin Qing Yu, dia adalah kekasihku dan aku mempercayainya."Ucap Zhang Wei dengan yakin.


"Jika begitu maka aku akan menerima nya, aku berharap kepercayaan yang Zhang Wei berikan pada mu tidak mengecewakan ku. " Ucapnya pada Qing Yu.


Dia menjulurkan tangannya dan bersiap untuk bersalaman dengan Qing Yu, Qing Yu pun tampak ragu ragu sebelum akhirnya menjulurkan tangan dan menjabat tangannya.


Dia sendiri tidak bisa egois karena masalah pribadinya, jika Qing Yu benar benar memihak mereka maka itu akan sangat menguntungkan pihak mereka.


Kekuatan Qing Yu tidak bisa dianggap remeh apalagi ketika berada di Dimensi Iblis, dia sendiri tidak percaya diri bisa mengalahkan Qing Yu saat ini.


Kekuatan baik Dewa Dewi maupun Iblis akan di tekan ketika mereka berada di tengah tengah manusia.


Ini adalah pengaturan yang dibuat oleh Surga sejak alam semesta dibentuk, dia sendiri kurang mengerti tentang hal ini.


Jadi dia tidak bisa menjelaskan banyak hal karena pada saat itu dia belum di lahirkan. Jadi, dia tidak tahu.


"Nona Xue, aku minta maaf sebelumnya karena sikapku di masa lalu. " Ucap Qing Yu sambil menundukkan kepala dalam dalam.


Dia yang mendengar ini merasa terkejut dengan sikap Qing Yu yang angkuh, bagaimana mungkin sekarang tampak seperti anjing kecil imut yang jinak ketika bersama dengan Zhang Wei.


"Kalau begitu aku juga meminta maaf pada Nona Qing karena sikap kekanak-kanakan ku di masa lalu, aku harap Nona Qing memaafkan ku. " Ucapnya.


Dia membalas demi kesopanan, bagaimana pun usaha Zhang Wei yang telah dengan tulus datang ke depan pintunya untuk meminta mereka berdamai telah menyentuh hatinya.


Dia tidak mungkin berbalik badan dan memberikan punggung yang dingin pada orang seperti Zhang Wei.


Dia sekarang mengerti bahwa Zhang Wei sangat hebat dalam hal seperti ini, bahkan Zhang Wei bisa menundukkan dan memikat Kuda Liar Qing Yu.


Jadi, entah ucapan mereka berdua tulus atau tidak, mereka masih harus bertindak dengan rukun dan saling memperlakukan satu sama lain dengan sapaan yang ramah.


Itu adalah hal yang normal.