
Karena dia sudah tahu kalau kultivasi nya akan sangat ketinggalan jika di banding kan dengan murid lain maka dia sudah memborong dan hampir menggunakan separuh harta nya untuk menukar sebuah cincin ruang dengan luas 9 x 9 meter yang di penuhi dengan sumber daya.
Dia yakin, dengan sumber daya yang se melimpah itu di tambah dengan ribuan pil milik nya maka dia akan bisa menembus tingkat 8.
Saat ini, yang dia ketahui adalah kalau kekuatan nya saat ini bisa melawan tingkat 4 Ranah Surga dan dengan kekuatan nya seharus nya dia bisa menjadi nomor satu di murid bagian dalam atau bahkan menjadi murid inti.
Masalah nya, menurut rumor yang di dengar oleh nya, masing masing dari ketiga sekte mengirimkan murid inti setara dengan Kemurkaan Dunia tingkat 1.
Jika dia ingin menandingi murid murid ini, maka dia harus berada di tingkat 8 atau tingkat 9. Dia tidak mau tahu dan merasa harus memenangkan pertandingan ini apa pun bayaran nya.
Dia tidak tahu apa yang menarik nya untuk begitu ambisius dalam mengejar pertandingan ini, tapi dia selalu merasa bersalah dan merasa canggung apa bila tidak berhasil memenangkan pertandingan ini.
"Saudari Xue, aku tidak pernah melihat mu se semangat ini untuk mendapat kan sesuatu ? Jangan terlalu menekan diri mu sendiri. " Ucap Lin Cong Zi dengan khawatir.
"Kamu tenang saja, Saudara Lin. Aku tidak memaksakan diri ku terlalu banyak, hanya sedikit menekan diri ku sendiri. Dan soal semangat, aku juga tidak tahu. Aku hanya merasa kalau aku akan menyesal kalau aku tidak memenangkan kompetisi ini. " Ucap nya dengan jujur dan memakan satu pil.
Lin Cong Zi tidak menganggu nya lagi, sekarang sudah jam 6 sore dan besok jam 6 pagi mereka sudah harus ada di stadion.
Semalaman yang panjang, di lewati oleh Xue Fenghuang dengan ber kultivasi tanpa bergerak sedikit pun dari tempat tidur nya.
Dia menelan satu pil yang berwarna hijau, ini adalah pil penambah semangat yang membuat seseorang yang meminum nya akan menghindari rasa mengantuk.
Dia meminum ini untuk mengisi semangat nya, dia berjalan ke bawah dengan pakaian berwarna hijau muda milik nya.
Pertandingan telah di mulai dan nanti akan menyisakan satu orang, orang yang terakhir ini akan di persilakan untuk memilih lawan nya.
Jika berhasil mengalahkan orang yang di pilih nya maka akan menjadi pemenang dan orang yang akan di pilih akan terbuang.
Akan ada 23 pertarungan dengan 22 orang yang masuk ke babak selanjutnya, sudah 3 babak yang berjalan dan nama Lin Cong Zi pun di panggil.
"Semangat." Ucap nya memberikan semangat pada Lin Cong Zi yang terbang ke arena.
Dia mengamati lawan Lin Cong Zi dan tersenyum puas, itu adalah orang orang dari Sekte Api Abadi dan hubungan antar kedua sekte ini sudah seperti air dan api.
Para penonton menjadi lebih ramai di banding kan kemarin, kenapa dia tersenyum puas padahal lawan Lin Cong Zi lebih kuat sedikit dari wanita itu adalah karena dia dan Lin Cong Zi sudah memutus kan untuk berbuat sedikit curang.
Mereka berdua menyelipkan sangat sedikit obat tidur di bagian pedang Lin Cong Zi yang akan keluar ketika wanita itu menebas pedang nya.
Meski pun obat tidur itu berjumlah sangat sedikit, tapi jumlah nya cukup untuk membuat orang yang tidak terbiasa menjadi pusing.
Dia melihat kalau musuh Lin Cong Zi tampak nya menjadi sedikit linglung setelah beberapa kali bentrokan langsung dengan Lin Cong Zi.
Lin Cong Zi yang melihat kesempatan ini segera menyelinap ke balik punggung musuh nya dan membuat goresan besar di punggung musuh nya dan memukul nya dengan kuat.
Musuh Lin Cong Zi jatuh ke tanah dalam posisi tengkurap dengan gigi yang patah dan mulut yang penuh darah, pria itu tampak nya pingsan.
Lin Cong Zi tersenyum puas dan menatap ke arah Hakim.
"Selamat, Lin Cong Zi dari Sekte Biru Es berhasil memenangkan pertandingan !" Ucap Yue Lian mengumumkan.
"Tuan Yue ! Orang ini tidak adil dan menggunakan gerakan menyelinap !" Ucap Ketua Lin.
"Ini memang bukan hal baik. " Kata salah satu penonton.
"Ini adalah hal tercela. " Kata yang lain seperti orang suci, ini membuat Xue Fenghuang muak dan langsung berdiri.
"Maaf kalau aku menganggu kalian, tapi teman ku ini tidak melakukan tindakan kejahatan apa pun atau pun melanggar peraturan. " Ucap nya, dia melihat Lin Cong Zi yang berdiri sambil menunduk kan kepala.
"Aku bertanya pada kalian semua yang ada di sini, siapa di antara kalian yang akan memilih kalah ? Semua orang pasti akan melakukan yang terbaik untuk menang bukan ? Lalu, tuan Kultivator yang menggunakan pakaian merah mengatakan kalau hal ini adalah tercela, aku penasaran apa kah tuan Kultivator ini pernah membunuh orang lain ?" Tanya nya dengan dingin.
Aura membunuh nya keluar dan menekan penonton berbaju merah itu menjadi gemetar.
"Tentu saja pernah, ini adalah dunia Kultivator yang penuh dengan darah !" Ucap Kultivator berpakaian merah itu tanpa pikir dua kali.
"Kau sudah pernah membunuh orang lain dan berani mengatakan kalau tindakan teman ku adalah tercela ? Apa kau tidak mempunyai malu ? Lalu, untuk mu Ketua Lin, kau menyerang setiap murid Sekte Biru Es yang menang setelah melawan murid mu dengan kata kata tajam, apa kah kau begitu tidak tahu malu untuk menyerang seorang Kultivator muda ? Apa kau benar benar seorang Ketua sekte yang berwibawa ?" Tanya nya dengan dingin, dia menatap Ketua Lin dengan tatapan tajam.
"Apa yang di kata kan oleh nona Xue ini benar, kau tampak nya sangat terbakar kali ini dan menyerang junior dengan kata kata mu. " Ucap Ketua Sekte Jari Surgawi.
"Huft, Ketua Lin, tampak nya mulut mu menjadi lebih aktif belakangan ini. Percaya atu tidak, aku akan membungkam mulut mu dengan lumpur apa bila kau berani menyerang murid ku dengan kata kata mu lagi. " Ucap Ketua Sekte Biru Es dengan santai.
Sedang kan dia turun ke arena dan membimbing Lin Cong Zi untuk duduk ke kursi lain yang di khusus kan untuk pemenang.
Kalau menurut apa yang ada maka alasan kenapa setelah menang kursi di ubah adalah agar tidak tertukar, antara siapa pemenang dan siapa yang sudah kalah.
Bonus Like 9 , 5 k : 3 / 4