
"Ternyata Klan Shui yang dikatakan sangat bijaksana akan marah hanya karena beberapa kata kata ringan dari seseorang yang tidak terpelajar sepertiku. " Ucapnya dengan tatapan sedih.
"Ternyata Klan Shui bisa dengan mudahnya menggertak seorang kultivator lemah sepertiku, sepertinya Klan Shui tidak seperti yang dikatakan selama ini. " Lanjutnya lagi tanpa memberi celah pada pria dari Klan Shui itu.
"Kau ! Baik, tunggu bagaimana aku akan membalasmu nanti !" Ucap pria itu dengan geram.
"Baik, aku tunggu. Aku ingin melihat, apakah kamu akan mati mengenaskan seperti Shui Yao ini atau tidak. " Ucapnya dengan nada yang langsung berubah.
Dia tampak menggoda pria itu sambil mengedipkan salah satu matanya dan memberikan senyum aneh, tanpa ada yang tahu bahwa itu adalah tanda kematian bagi pria itu.
"Selanjutnya adalah Jin Yan dari Klan Jin. " Ucap Pengamat Kekaisaran.
Melihat seorang pria dengan pedang emas yang besar mengingatkan nya pada Sekte Es Biru, wajah bengis itu dimiliki oleh perwakilan Klan Jin.
Dia begitu membenci Klan Jin, kebenciannya sangat dalam dan mendengar namanya saja sudah membuat hatinya sakit.
Tangannya akan merasa gatal bahkan ketika mendengar nama mereka, dia begitu membencinya. Bayangan tentang 5 bulan di bawah sinar matahari dan hujan itu kembali membayangi nya.
Dia merasa seluruh bulu di tubuhnya berdiri, dia ketakutan sekaligus merasa marah. Dia takut , tapi tidak ada yang mengerti bahwa dia takut.
Tidak ada salam yang di ucapkan lagi sebelum Jin Yang langsung menyerang dengan agresif, dia mengeluarkan Bing Yue tapi tidak melepaskan sarungnya.
Sehingga itu tidak berbeda dengan pedang tumpul yang tidak bisa membunuh orang, dia menangkis seluruh serangan.
"Jin Yan, apakah menurutmu seseorang dengan ratusan tusukan pedang di tubuhnya dan terjemur di bawah sinar matahari dan hujan, tanpa ada makanan atau minuman selama 5 bulan bisa bertahan hidup ?" Tanya nya.
Jin Yan tampak mengerutkan dahi ketika mendengar kata kata nya yang sepertinya cukup tidak masuk akal.
"Itu mustahil. " Jawab Jin Yan.
"Oh ya ? Bagaimana jika memang ada yang seperti itu ?" Tanya nya.
"Maka itu pastilah pembunuhnya begitu kejam dan tidak ingin dia meninggal dengan cepat, kebetulan aku mengingat bahwa ada obat yang bisa menahan kematian seseorang selama 1 tahun. Orang itu akan mati dengan perlahan lahan, sebenarnya daripada menyebutnya sebagai obat, itu lebih mirip racun. " Ucap Jin Yan tanpa kehilangan fokus.
Dia yang mendengarkan ini terkejut dan merasa terpukul, dia selalu merasa bahwa ada yang salah dengan tubuhnya pada saat itu.
Setiap kali dia berada di ambang kematian, selalu ada yang menariknya kembali. Dia pikir itu adalah karena jiwa jiwa yang dia tanam di mayat orang orang itu.
Tapi, setelah dipikir kembali, dengan ledakan sebesar itu yang menghancurkan bangunan dan pohon tanpa pandang bulu.
Bagaimana mungkin mayat mayat itu tidak hancur meskipun telah di lindungi olehnya menggunakan mantra ?
Dia tiba tiba mengingat kalau sebelum kejadian berdarah itu, dia memakan mie panjang umur buatan pamannya, Xue Yun.
Jika di sambungkan dengan informasi yang di dapatkannya dari Qian Bei dan kecurigaannya selama ini, maka sudah bisa dipastikan bahwa ini adalah pekerjaan ayahnya.
Pantas saja kata Zhuge Yao, jiwa di tubuhnya tidak utuh. Itu bukan karena dia membagi jiwa nya tapi karena separuh jiwa jiwa nya telah hancur.
Setelah memikirkan semuanya, semua yang di lalui nya terasa masuk akal. Dia tertawa pahit ketika memikirkan itu semua.
Tidak menyangka bahwa orang yang sebelumnya dia anggap sebagai keluarganya adalah orang yang menginginkan kesulitannya.
Dia ingin sekali menertawakan dirinya, dia sudah berkali kali di khianati oleh orang yang di anggap nya sebagai keluarga.
Dia tertawa miris dan ingin secepat mungkin kembali dan meringkuk di sudut ruangan, dia menahan dirinya untuk berekspresi lebih.
"Terima kasih atas kata kata mu yang sudah menyadarkan ku. Kau harus tahu, bahwa Klan mu lah yang membuat ratusan luka pedang di tubuhku. " Ucapnya, sebelum dia menusuk tubuh Jin Yan.
Jin Yan tampak terkejut dengan serangannya yang berubah arah dan menjadi lebih cepat sehingga dia bisa dengan mudah menusuk dada Jin Yan.
Dia mencabut pedangnya, untuk pertama kalinya Bing Yue dilumuri oleh darah ketika bertarung disini. Tapi , itu hanya sarung dan tidak mengenai bilah pedang.
Hanya perlu sedikit tekanan untuk membuat pedang tersebut menembus tubuh Jin Yan meskipun masih tersarung dengan rapih.
Tubuh Jin Yan jatuh sambil memuntahkan darah, dia menunjukkan tato Phoenix es nya pada Jin Yan dengan datar.
Ekspresi Jin Yan menjadi ketakutan sebelum akhirnya meninggal dengan mata terbuka yang menunjukkan ketakutan luar biasa.
Dia berjalan untuk meraih gelang kuning yang melayang di depan nya, lalu turun dari arena tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Tidak ada kebahagiaan yang tersisa dari kemenangan nya kali ini, semakin lama dia semakin sadar kalau dia selama ini telah salah besar.
"Apa yang terjadi Fenghuang ?" Tanya Feng Taoran dengan khawatir.
"Tidak ada apa apa, hanya sedikit kedinginan. " Ucapnya sambil menggertak kan gigi.
Dia merasa seluruh tubuhnya kedinginan dan itu seperti menarik satu persatu tulangnya untuk keluar dari tubuhnya.
Yuanzheng Yuwen langsung menyambar tangannya dengan cemas.
"Bagaimana mungkin bisa sedingin ini ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan khawatir.
Dia menarik tangannya dengan paksa dan menyembunyikan tangannya, dia menatap Yuanzheng Yuwen dengan dingin.
"Apa yang kau pedulikan ?" Tanya nya dengan dingin.
Dia masih ingat dengan jelas bagaimana tatapan rumit Yuanzheng Yuwen ketika melihatnya membunuh kemarin, bagaimana mungkin dia masih berani untuk mendekati pria itu ? Apalagi ketika dia sedang dalam suasana hati yang buruk seperti ini ?
Perasaannya ? Biarlah itu dikubur dalam dalam tanpa ada seorang pun yang tahu.
Dia terkejut ketika merasa tubuhnya dengan paksa di bawa ke pelukan seseorang, ketika dia membuka matanya.
Tatapan nya menjadi gelap dan hanya menunjukkan dada Yuanzheng Yuwen, dia menjadi lebih hangat dalam pelukan ini.
Dia ingin melepaskan diri, tapi orang yang memeluknya tidak ingin melepaskan tubuhnya dan terus memeluknya dengan sangat erat.
"Yuwen, apa yang sebenarnya kau inginkan ?" Tanya nya dengan suara serak.
"Kau kedinginan. " Jawab Yuanzheng Yuwen dengan tegas dan tidak ingin di bantah.
"Aku jelas jelas melihat bahwa kau benci denganku kemarin, tapi kau berlaku seperti ini hari ini. Apa yang harus aku lakukan ?" Tanya nya di dalam pelukan Yuanzheng Yuwen.
"Kau harus tau bahwa aku tidak membencimu. " Jawab Yuanzheng Yuwen.
Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 3 / 3