
Keesokan hari nya, dia merasa kalau perasaan nya tidak enak. Sehingga, sejak pagi dia tidak keluar dari kamar nya.
Melainkan menyiapkan sesuatu yang berbentuk kalung dan batu giok berwarna biru yang berukuran sebesar kepalan tangan.
Dia mengecek beberapa kali batu giok itu sebelum mengeluarkan sebuah gelang lain nya yang memilik8 cincin cincin kecil di luar nya yang berwarna emas.
Dia memegang itu dengan kedua tangan nya dan berjalan menuju kamar Hongli yang hanya berjarak beberapa meter dari kamar nya.
Tok Tok
Dia mengetuk pintu tempat Xue Hongli dengan pelan, takut kalau anak itu masih belum bangun.
"Masuk !" Jawab Hongli dengan suara dingin.
Dia membuka pintu dengan ekspresi tenang, meskipun sedikit terkejut dengan suara dingin milik Xue Hongli.
Begitu Xue Hongli melihat kalau yang masuk adalah diri nya, ekspresi datar Xue Hongli langsung berubah menjadi anak yang ceria.
Anak laki laki itu tanpa ragu ragu langsung melompat ke dalam pelukan nya.
"Ternyata Shifu, aku kira orang lain. " Ucap Xue Hongli dengan pelan.
"Hongli, shifu memiliki sesuatu untuk di berikan pada mu. " Ucap nya sambil melepaskan pelukan itu dengan perlahan.
Xue Hongli mulai duduk di seberang nya dan melihat tiga benda yang di bawa oleh nya.
"Kamu pasti tahu apa ini, gunakan ini. Musuh yang Shifu katakan, kemungkinan besar akan segera datang. Jadi gunakan untuk berjaga jaga. " Ucap nya sambil memberikan kalung itu.
Kalu itu adalah kalung yang sama dengan kali yang di berikan nya sebelum nya untuk membuat pelindung.
"Lalu, kristal biru ini berfungsi sebagai senjata. Jika kamu menghancurkan nya maka akan terbentuk tiga panah es. Panah es ini bisa membunuh banyak orang. Jadi, simpan ini dengan baik. Bawa ini kemanapun kamu pergi, dengan begitu aku memiliki waktu untuk mencarimu, apabila ada sesuatu yang tidak di inginkan terjadi. " Lanjut nya.
"Baik, Shifu. " Ucap Xue Hongli.
Anak laki laki itu mulai menyelipkan kristal biru itu ke dalam saku pakaian nya dan, tatapan mereka jatuh ke gelang besi yang terakhir.
"Ini adalah pelindung juga, tapi juga merupakan benda penyerang. Jika pelindung dari kalung itu sudah akan hancur, maka gunakan gelang ini sebagai lapisan kedua. Gelang ini akan mengeluarkan gelombang suara yang memekak kan telinga. " Jelas nya pada Xue Hongli.
"Murid ini mengerti dan menerima niat baik, Shifu. Di masa depan, Hongli pasti akan berlatih lebih giat dan bisa membantu meringankan beban Shifu, meskipun hanya sedikit. " Ucap Xue Hongli sambil berlutut dengan tangan yang terbuka.
"Berdiri, kamu berdiri di sisi ku saja sudah membuat ku merasa sangat senang. Tidak perlu terlalu memaksakan diri mu sendiri. " Ucap nya sambil mencubit hidung Xue Hongli.
Suara gong tanda bahaya pun terdengar setelah itu, dia langsung berdiri dengan waspada. Tidak lama, seorang pria menerobos masuk ke dalam ruangan Xue Hongli.
"Hongli !" Panggil pria itu.
Ternyata itu adalah Shangguan Qing dengan wajah cemas.
"Nona Xue, ternyata anda ada di sini. " Ucap Shangguan Qing dengan nafas yang terputus putus.
"Aku takut kalau musuh akan datang kesini, sedangkan anda pergi keluar." Ucap Shangguan Qing menjelaskan niat nya.
"Aku mengerti, terima kasih atas niat baik mu. Aku akan berjalan keluar dan melihat apa yang terjadi sekarang, tolong jaga Hongli. " Ucap nya dengan senyum tipis.
Temperamen nya menjadi lebih tenang dan manusiawi. Dia berjalan dengan kedua tangan yang bertaut di belakang, langkah kaki nya terdengar di setiap langkah nya.
Begitu dia sampai di depan, dia melihat ada tiga orang yang berdiri bersamaan. Lalu, ada Yuanzheng Yuwen yang sudah mengeluarkan pedang bersama dengan pasukan keluarga Long.
Dia melirik sekilas ke arah Long Fan dan tersenyum dingin. Lalu, tatapan nya kembali pada pasukan Klan Jin, Feng dan Shui.
"Jin Yu, murid ketiga Ketua Klan Jin !" Ucap salah satu pria dengan pakaian emas dan wajah arogan.
Senyum nya menjadi sinis dan penuh dengan kebencian.
"Feng Nuo, murid tertua Ketua Klan Feng !" Ucap yang lain dengan pakaian biru tua.
"Shui Cao, murid ketujuh Ketua Klan Shuai ! Mohon bimbingan nya dari nona Xue !" Ucap pria yang terakhir dengan pakaian biru muda.
Salah satu nya membawa cambuk, yang lain membawa pedang dan sedangkan yang satu nya lagi membawa rantai.
Dia memandang ke pasukan di belakang ketiga orang ini, yang berjumlah sekitar seratus orang, tapi merupakan kekuatan yang luar biasa.
Dia tertawa ringan dengan gaya gadis muda yang mudah tersipu.
"Aku benar benar merasa terhormat melihat perhatian yang di berikan oleh ketiga Klan ke padaku. Masing masing dari kalian adalah seorang murid Ketua Klan. Biarkan aku melihat kemampuan kalian. " Ucap nya dengan sinis.
"Nona Xue, lebih baik langsung menyerah dan mengakui kesalahan mu. Berikan tiga Pecahan Surgawi dan akui bahwa kamu adalah anak iblis !" Ucap Feng Nuo dengan tajam.
"Ha ha ha, jangan lupa aku juga memiliki Darah Dewa yang murni ! Bahkan jauh lebih murni di bandingkan milik Ketua Klan kalian !" Ucapnya sambil tertawa lantang.
"Jika ingin di bandingkan, apa kah garis keturunan Dewa yang Ketua Klan kalian banggakan sebanding dengan garis darah ku ?" Tanya nya dengan penuh penghinaan.
"Kau ! Berani berani nya kau menghina Dewa Yang Agung !" Ucap Jin Yu dengan marah.
"Kenapa aku tidak berani ? Hanya menunggu waktu untuk aku menghancurkan tempat mereka. Kalian semua, Klan Jin, Shui dan Feng , hanyalah batu loncatam ku. " Ucap nya dengan tenang.
Jin Yu dan Feng Nuo tampak nya terpancing oleh kata kata nya, berbeda dengan Shui Cao yang masih berdiri dengan tenang.
Shui Cao memiliki fitur wajah yang indah dan anggun, tidak kalah dari seorang wanita cantik.
"Nona Xue , meskipun kamu berdarah Dewa Murni. Tapi, kelakuan mu tidak mencerminkan hal tersebut. Aku justru meragukan, apa kah kamu benar benar anak Dewa Xue atau bukan. Tidak ada yang tahu kamu adalah anak siapa dan dengan siapa ibu mu bermain api. " Ucap Shui Cao.
Mendengar ini dia tidak marah, melainkan tertawa.
"Tuan Shui, aku akui anda memiliki mulut yang tajam tapi sayang nya tidak memiliki otak." Ucap nya sambil tertawa tajam.
Tawa nya sangat melengking dan merubah atmosfer sekitar menjadi lebih menegangkan dan di penuhi dengan aura kematian.
"Tidak baik untuk melibatkan orang tua, Tuan Shui. Tapi, yang ingin ku tanyakan adalah apakah kau benar benar merasa diri mu layak untuk mempertanyakan hal ini kepada ku ? Kamu pikir dengan status mu kamu bisa menindas orang lain ? Benar benar ajaran yang baik ! Ha ha ha, sangat membuka pandangan ku ! Tapi tenang, aku akan membuat mu menyesali kata kata mu sebelum nya ?!" Lanjut nya dengan tatapan penuh kebencian.
Dia mengeluarkan Bing Yue, sedangkan Yuanzheng Yuwen bersiap untuk bertarung bersama Long Fan dan pasukan nya.
"Oh ya, untuk putramu. Dia sudah meninggal, apa kau ingin melihat mayat nya ?" Tanya nya pada Long Fan dengan tatapan memprovokasi.
Bonus Like 31 k : 3 / 3