
Di kejauhan, seorang pria tua berdiri dengan pria muda yang membawa kipas dan pakaian yang berwarna hijau muda.
Wajahnya tampak memancarkan kelembutan yang luar biasa dan kecantikan yang tiada duanya. Kecantikan wajahnya mampu membawa kehancuran sebuah Kekaisaran.
Pria itu memiliki kulit sehalus giok dan seputih akar teratai, kedua tangan nya tampak rapuh dan tidak membawa satu pun senjata.
"Lao Qian, kamu sepertinya telah pikun belakangan ini. "Ucap pria cantik itu dengan halus dan senyum tipis.
(Lao di sini (老) artinya adalah Tuan Tua. Jadi kalau Lao Qian itu artinya Tuan Tua Qian. Buat yang sudah membaca cerita Author sebelumnya pasti tahu siapa yang di maksud dengan Lao Qian ini. "
"Kau datang kemari hanya untuk mengejekku ?" Tanya orang yang di panggil dengan Lao Qian dengan jengkel.
"Jangan marah , aku telah membawa barang yang telah kamu tinggalkan. " Ucap pria cantik itu dengan tawa.
Pria cantik itu mengeluarkan sebuah telur yang mirip seperti dengan milik Xue Fenghuang, hanya saja sedikit lebih besar dan ini ada bercak bercak biru.
"Ck, aku salah. Aku telah memberikannya Telur Cobra Salju yang asli, bukan Telur Phoenix Salju. " Ucap Lao Qian dengan kesal.
"Tidak masalah, Telur Cobra Salju yang dimilikinya sangat baik. Tidak akan kalah berbakat dari seekor Phoenix Salju." Ucap Pria cantik itu dengan senyum yang mempesona.
Jika orang orang melihat senyuman itu, maka mereka akan mengganggap kalau senyuman pria cantik ini bisa meruntuhkan langit.
"Tetap saja, aiyah! Aku sudah salah memberikan telur, menyebalkan sekali. " Ucap Lao Qian dengan kesal dan cemberut.
"Jangan tersenyum seperti itu ! Kamu seperti sedang mengejek ku. " Ucap Lao Qian.
"Ha ha ha, banyak sekali orang yang akan berlutut di bawah kaki ku hanya untuk melihat senyuman ku ini. Dan kau mengatakan nya seperti sedang mengejek ? Kau bisa mengatakan nya di bawah dan semua orang akan memukuli mu. " Ucap Pria cantik itu dengan sarkas tapi nada nya sangat lembut.
"Dimana Shidi kesayangan mu itu ?" Tanya Lao Qian.
"Dia ? Aku meninggalkan nya di rumah kemarin, dia sepertinya kurang enak badan. Jadi aku membuatkan nya bubur dan berbagai macam makanan. " Ucap Pria cantik itu.
"Bagaimana dengan orang yang satu lagi ?" Tanya pria cantik itu.
"Orang yang satu lagi sedang mencari jati dirinya sendiri, dia masih jauh lebih muda di bandingkan kalian bertiga." Ucap Lao Qian.
"Lalu, bagaimana dengan Wang Xi Rong ?" Tanya pria cantik itu dengan acuh tak acuh.
"Dia baik baik saja dan masih pada pendiriannya yang teguh. Dia teguh dan penuh dendam, tapi tidak segila dan se bertekad Xue Fenghuang. Aku takut , jika Xue Fenghuang tidak di kendalikan maka seluruh dunia ini akan habis. " Ucap Lao Qian dengan pusing.
"Jangan terlalu memikirkan nya, yang telah di takdirkan pada akhirnya akan terjadi. Aku adalah salah satu yang paling tua di antara mereka, aku seumuran dengan Wang Xi Rong dan telah mengenal tabiat gadis itu dengan baik. " Ucap Pria cantik itu.
"Kalau aku tidak salah, nama yang satu lagi adalah Zhang Wei bukan ? Lebih baik untuk memantaunya. Dia adalah orang yang mudah terombang ambing , berbeda dengan Xue Fenghuang yang teguh pada pendiriannya. " Lanjut pria cantik itu.
"Sepertinya kamu benar, aku telah terlalu meremehkan Xue Fenghuang. Dia mengandung dua garis darah yang murni, tentu saja tidak akan menjadi orang yang mudah terombang ambing. " Ucap Lao Qian.
"Kapan kamu akan menemui Xue Fenghuang ? Sudah seharusnya untuk dia mengetahui jalan takdirnya. " Ucap pria cantik itu dengan suara serius.
Di sisi lain, Xue Fenghuang telah kembali ke Sekte Pedang Bulan dan membuka sebuah formasi yang menunjukkan kegiatan orang yang telah menjadi boneka nya tadi.
Setelah mengetahui kalau pria itu adalah seorang tetua di dalam Sekte Harimau Ilahi, dia menjadi lebih puas pada dirinya sendiri.
Rencana nya telah melampaui harapannya, dia mengibaskan tangan nya dan formasi itu menghilang. Dia berjalan keluar dari kamarnya setelah menghapus seluruh riasan yang ada di wajahnya.
Begitu dia keluar Rong Xian sedang tampak duduk sambil membaca buku, di sebelah wanita itu ada cangkir teh yang masih mengeluarkan asap.
"Tetua Rong. " Panggilnya.
"Kamu telah kembali ?" Tanya Rong Xian tanpa menoleh.
"Tetua Rong, aku tidak akan percaya jika kamu tidak tahu bahwa aku telah pulang. " Ucapnya dengan tawa.
"Bagaimana ? Apa kah semua nya berjalan dengan lancar ? Apa kah kau berhasil ?" Tanya Rong Xian.
Dia duduk di seberang Rong Xian dan mengibaskan lengannya, sehingga terbentuk sebuah pelindung di sekitar mereka berdua.
Ini artinya, selama di dalam lingkaran ini maka suara tidak akan bisa keluar. Dengan begitu, tidak akan ada kemungkinan untuk ada nya orang menguping pembicaraan mereka berdua.
Setelah mengetahui bahwa Sekte Harimau Ilahi mengirimkan mata mata ke setiap Sekte, ini membuatnya lebih waspada.
"Apa yang terjadi ? Kenapa kau membuat lingkungan kedap suara ?" Tanya Rong Xian sambil menatapnya.
"Aku berhasil mendapatkan informasi bahwa Sekte Harimau Ilahi mengirimkan mata mata ke setiap Sekte besar. Aku bahkan berhasil menangkap salah satu dari mereka. " Ucapnya.
"Aku berhasil mengendalikan dua orang hari ini. " Lanjutnya.
"Mengendalikan ? Kau menggunakan serangan iblis untuk mengendalikan jiwa orang lain ?" Tanya Rong Xian dengan dahi yang berkerut.
"Ya dan tidak, jurus ini digunakan baik sekte aliran kurus maupun iblis, hanya saja tidak banyak orang yang mentahuinya. Aku menggunakan nya untuk membuat mereka menjadi boneka ku, dengan begini, hanya perlu menunggu waktu untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. " Ucapnya dengan senyum lebar.
"Rencana besar akan berhasil apabila di sertai dengan kesabaran. " Ucapnya dengan seringaian.
"Kamu benar benar akan pergi sejauh ini ? Apa kah tidak takut jika tidak akan ada jalan kembali lagi ?" Tanya Rong Xian sambil menghela nafas berat.
"Sejak aku melakukan ini, tidak akan ada lagi jalan kembali. Bahkan sejak aku meneteskan darah di pedang ku, tidak akan ada jalan kembali tidak peduli berapa kali aku mencoba. Aku terus mencoba, terus mencoba, sepuluh kali, seratus kali, seribu kali, semuanya sia sia. " Ucapnya dengan tatapan sendu.
"Sejak aku sudah berjalan di sungai darah dan gunung mayat, tidak akan ada jalan kembali bagiku. Tapi, tidak peduli apa itu bayaran nya, aku tidak akan menyesalinya. " Ucapnya dengan mata yang redup.
"Semua nya sudah terlambat, terlambat !" Ucapnya lagi.
Rong Xian menatap nya dengan dalam, sedangkan dia menatap Rong Xian dengan tatapan yang redup seolah olah kesadaran nya akan segera hilang.
Bonus Like 32 k : 2 / 3