Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
251. Pengkhianatan


3 Hari kemudian


Dia menggunakan pakaian biru dengan rambut yang diikat ekor kuda, tampak sangat anggun dan menonjolkan sisi wanita nya.


Kecantikan dan ketampanan pada dasar nya hanya di batasi oleh garis tipis, sehingga sulit untuk membedakan nya.


Hari ini, dia akan membuat Sekte Harimau Ilahi di angkat sampai ke langit, tapi dalam mimpi indah tersebut, dia akan menghancurkan nya.


Kehancuran Sekte Harimau Ilahi sudah tidak lama lagi, hanya perlu menunggu waktu. Sekte Naga Azure sendiri, telah berkembang dua kali lipat di bandingkan sebelumnya.


Hanya saja, tidak semua orang tahu. Sekte Naga Azure telah menjadi Sekte tertutup yang hampir sama dengan Sekte milik Feng Taoran.


Dalam pertandingan ini, akan ada 12 kekuatan terbesar yang akan bertarung untuk menentukan siapa yang paling unggul.



Sekte Naga Azure


Sekte Harimau Ilahi


Sekte Phoenix Langit


Sekte Harmoni Surgawi


Sekte Qilin Ungu


Sekte Beruang Besi


Sekte Seruling Abadi


Lembah Jurang Kematian


Klan Shui


Klan Jin


Klan Feng


Kekaisaran



Tentu saja, akan ada banyak kultivator liar yang telah lama menyembunyikan diri di dalam tanah dan memilih untuk keluar dan mengukir nama mereka dalam sejarah.


Dia meregangkan tubuh nya dengan lelah dan bersiap untuk bertarung, dalam tiga hari ini kekuatan nya telah meningka menjadi tingkat ke 8 Qi Surgawi.


Tok Tok


Pintu kamar nya di ketuk, dia sudah menunggu orang ini jadi dia membiarkan orang ini untuk masuk ke dalam kamarnya.


Ruo Wenyu masuk sambil membawa sebuah cangkir kecil yang berisikan teh dengan uap panas yang masih mengepul di atasnya.


"Shidi, ayo minum teh denganku agar saling menyemangati satu sama lain. " Ucap Ruo Wenyu dengan senyum tulus.


"Tentu saja, tidak masalah. " Ucap nya dengan ringan.


Dia melihat cangkir nya dan menghirup harum dari teh itu dan senyum nya menjadi semakin lebar, dia meniup teh itu sebentar sebelum menyeruput nya.


"Teh yang bagus. " Ucap nya sambil tersenyum aneh, Ruo Wenyu tampak berkeringat dingin.


"Shixiong, kenapa kamu tidak minum teh mu ?" Tanya nya sambil tersenyum tipis.


"Ah tentu. " Jawab Ruo Wenyu dengan canggung.


Dia merasa tubuhnya di aliri oleh banyak energi yang sangat tebal, ini adalah akibat racun mematikan yang diberikan oleh Ruo Wenyu.


Ruo Wenyu ternyata benar benar memilih jalan kematian, maka jangan salahkan dia bahwa dia akan menjadi kejam di masa depan.


Ruo Wenyu tampak menunggu sesuatu saat melihat ekspresi nya yang masih seperti biasa, dia tahu apa yang ditunggu oleh Ruo Wenyu.


"Shixiong, kenapa kau terus menatap ku seperti itu ?" Tanya nya dengan pelan dan santai seperti sebelumnya.


"Ha ha ha, akhir nya racun nya bereaksi." Ucap Ruo Wenyu sambil berdiri dan tertawa jahat.


"Shixiong, kau yang melakukan ini padaku ?" Tanya nya dengan tatapan tidak percaya dan tubuh yang sedikit brrgetar.


"Xue Wang Ji, aku sangat iri pada mu. Iri sekali dengan kekuatan mu dan perhatian yang kau dapatkan ! Mulai sekarang, semuanya adalah milik ku ! " Ucap Ruo Wenyu.


Tiba tiba, pintu terbuka yang menunjuk kan Zhao Lu dengan wajah marah. Zhao Lu datang dan menampar Ruo Wenyu sampai jatuh menghantam tanah.


"Shi... Shizun !" Ucap Ruo Wenyu tergagap ketika melihat Zhao Lu yang tiba tiba masuk.


Dia menyeka darah yang ada di sudut bibir nya dan ekspresi kesakitan nya telah hilang.


"Ha ha ha, Ruo Wenyu. Cara yang bagus, tapi sayangnya kau bodoh dan ragu ragu. " Ucap nya dengan sinis.


"Ka.. ka... kau !" Ruo Wenyu terkejut melihat nya yang tersenyum dingin dan berdiri dengan tegap.


"Apa kau pikir aku tidak tahu rencana mu ? Racun kecil semacam itu bukanlah hal yang bisa melukaiku. " Ucap nya dengan dingin dan angkuh.


Dia menginjak dada Ruo Wenyu dengan penuh keangkuhan.


"Zhao Lu, sebaiknya selesaikan orang ini. " Ucap nya dengan dingin.


"Ya." Zhao Lu hanya menatap Ruo Wenyu dengan dingin dan penuh dengan aura membunuh.


Dia berjalan keluar dan jeritan menyedihkan terdengar dari belakang nya, dia terus berjalan dengan langkah yang angkuh.


Dia tentu saja menonton bagaimana Zhao Lu menyiksa Ruo Wenyu, apapun yang dilihat oleh Zhao Lu adalah apa yang dilihat olehnya juga.


Bagaimana pun, dia adalah Tuan dari Zhao Lu. Dia adalah pemilik sebenar nya dari tubuh Zhao Lu. Dia berjalan ke luar dan menghirup udara segar.


Setelah beberapa waktu, dia melihat bahwa Zhao Lu telah keluar dengan wajah muram.


"Aku akan pergi menemui Ketua Sekte. " Ucap Zhao Lu dengan suara muram.


"Aku akan ikut. " Ucap nya dengan halus dan lembut.


Dia berjalan mengikuti langkah Zhao Lu untuk bertemu Lang Xun. Sesampainya di sana, dia melihat bahwa Lang Xun sedang membaca sebuah laporan.


"Hormat kepada Ketua Sekte. " Ucap Zhao Lu.


"Ada apa ?" Tanya Lang Xun tanpa menoleh.


"Seorang murid dari Pucak Xue milik ku telah meninggal. " Ucap Zhao Lu dengan tegas.


"Kenapa dia meninggal ?" Tanya Lang Xun tampak tidak tertarik.


"Karena aku membunuh nya. " Ucap Zhao Lu.


"Kenapa kau membunuhnya ? Apa kau tahu apa akibat dari membunuh murid Sekte tidak peduli apakah kau Tetua atau murid ?" Tanya Lang Xun dengan suara yang mendingin.


"Tuanku ! Ruo Wenyu berniat untuk mencelakai Xue Wang Ji dengan teh beracun, untunglah Xue Wang Ji sadar tepat waktu dan berhasil menghindari hal mengerikan itu. Kejahatan semacam itu tidak bisa di biarkan. " Ucap Zhao Lu dengan keras dan tidak ada keraguan dalam nada nya.


Lang Xun mengerutkan dahi dan menatap nya dengan tatapan perhatian.


"Apa kah Xue Wang Ji baik baik saja ?" Tanya Lang Xun.


"Baik baik saja, Ketua !" Ucap nya dengan halus.


"Baguslah, Ruo Wenyu itu kejam dan tanpa ampun bahkan ingin membunuh Shidi nya sendiri. Aku tidak menyangka bahwa dia memiliki perangai yang begitu buruk. Sangat baik untuk tidak membiarkan nya hidup atau masa depan Sekte kita akan hancur karena satu orang sepertinya. Xue Wang Ji adalah masa depan Sekte Harimau Ilahi. " Ucap Lang Xun dan dengan cepat melupakan masalah hukuman Zhao Lu.


"Zhao Lu, kau sudah melakukan hal yang benar. Di masa depan, kau harus melindungi Xue Wang Ji lebih ketat dan jangan biarkan hal ini terjadi lagi. " Ucap Lang Xun dengan tegas.


"Ya, Tuanku !" Jawab Zhao Lu.


"Terima kasih atas kemurahan hati Ketua Sekte. " Ucap nya sambil menunduk.


Rambut menutupi seringaian nya dari Lang Xun tapi Zhao Lu dapat melihat nya dengan jelas sehingga tidak bisa tidak merasa merinding.