Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
231. Mengenal Feng Taoran


"Feng Ge, kenapa kau tidak membawa Shidi mu kemari ?" Tanya nya pada Feng Taoran sambil menopang dagunya.


(Ge disini untuk panggilan kakak laki laki ya. )


"Shidi ku sedang beristirahat, dia adalah orang yang mudah marah dan tersinggung. Akan tidak nyaman apabila membawanya kemari. " Ucap Feng Taoran.


Dia mengangguk paham dan memilih untuk memakan makanan nya yang telah mendingin. Dia memakan makanan nya dengan cepat dan tanpa jeda.


"Apakah perang antara iblis dan Dewa kali ini akan menjadi yang terakhir kalinya atau aku masih harus berperang lagi setelahnya ?" Tanya nya dengan polos.


"Mudah mudahan ini adalah yang terakhir kalinya, tidak ada yang ingin untuk berperang secara terus terusan. " Ucap Qian Bei.


"Senior Qian benar, dengan begini salah satunya akan berada di atas dan barulah bisa menghentikan perang ini. " Ucap Feng Taoran.


"Tapi, kenapa harus Dewa yang berada di atas ?" Tanya nya dengan bingung.


"Kalian semua pasti tahu, walaupun seseorang disebut sebagai Dewa. Itu tidak mungkin untuk memiliki hidup tanpa dosa dan kesalahan. " Ucapnya dengan lembut.


" Karena, pada awalnya iblis itu tidak ada. Kenapa ada iblis besar ? Itu karena salah satu Dewa besar telah memberontak dan di buang ke dalam neraka, sejak saat itulah iblis di bentuk. Pada akhirnya, orang yang pertama adalah yang harus menjadi pemimpin. Jika Iblis yang memimpin maka semuanya akan menjadi kacau. " Ucap Feng Taoran dengan lembut.


Dia mengangguk, alasan kenapa para Iblis di Dimensi Jiwa Kecantikan tidak menganggu nya adalah karena dia mengandung darah iblis murni.


Jika dia tidak mengandung darah iblis maka bisa dipastikan bahwa dia akan kesulitan untuk keluar dari tempat itu.


"Fenghuang, latihlah ini. Ini akan membuat pikiran mu menjadi lebih tenang dan kekuatan mu akan meningkat pesat. " Ucap Qian Bei sambil mengeluarkan sebuah buku.


"Tebasan Phoenix Ilahi. " Gumam nya saat membaca buku tersebut.


" Dengan bantuan Bing Yue maka kehancuran yang disebabkan oleh seni bela diri ini akan jauh lebih besar. " Ucap Qian Bei.


"Kau mengetahui tentang Bing Yue ?" Tanya nya dengan terkejut.


Ini tersembunyi dan berada di dalam kediaman Zhuge Yao dan seharusnya tidak di ketahui oleh orang lain.


" Zhuge Yao adalah bawahan ku yang ku suruh untuk menjaga tempat itu. Dia ditugaskan untuk mencarimu, karena tugasnya sudah tercapai maka dia sudah naik ke Surga. " Ucap Qian Bei dengan tenang.


"Apa ?! Dia sudah pergi ?" Tanya nya dengan tegang, seluruh tubuh nya menegang dan mata nya membulat.


Dia baru saja berpikir bahwa dia akan memiliki tempat pulang yaitu gua tempat tinggal Zhuge Yao.


"Apa yang kamu harapkan ? Zhuge Yao meskipun adalah seorang Binatang Surgawi tingkat tinggi tapi umurnya paling paling hanya sampai seratus ribu tahun. Tapi, dia sudah menjaga tempat itu selama 1 juta tahun. Sudah seharusnya dia pergi sejak lama, tapi aku terus menahan nya dan ini membuat ku merasa bersalah. Sekarang, dia pasti telah berbahagia. Kau harus melepaskan nya, dia telah menunggu dalam waktu yang begitu lama dalam kesepian dan kegelapan. " Ucap Qian Bei dengan ringan.


Dia kembali duduk dengan tatapan kosong, obrolan singkat nya dengan kedua orang yang baru ditemuinya ini telah beberapa kali memukul dirinya.


Mulai dari kenyataan ayahnya yang menyakitkan, lalu kenyataan bahwa Fan Cheng ternyata adalah Iblis Tingkat Tinggi , dan yang paling menyakitkan adalah kematian Zhuge Yao.


"Ketika aku pertama kali membawa nya ke tempat itu, dia masih sangat kecil dan ketika aku bertemu dengan nya baru baru ini. Dia sudah dewasa dan begitu gagah, sangat berbeda dengan yang aku ingat. " Ucap Qian Bei.


Dia memikirkan ucapan demi ucapan yang di berikan oleh Zhuge Yao, suara pria itu terngiang-ngiang dalam pikiran nya.


Meskipun terlihat dingin dan kaku, Zhuge Yao sebenarnya adalah orang yang sangat baik dan perhatian.


Zhuge Yao dan Lin Rong Rong lah yang membawa nya keluar dari keterpurukan setelah melihat seluruh anggota sekte nya meninggal.


Sebuah tetesan air mata, menetes dari kelopak mata kanan nya. Dia mendengarkan kata kata Qian Bei dengan samar samar.


"Semuanya pergi, mereka semua pergi. Hanya menyisakan diriku sendiri. " Gumam nya dengan tatapan kosong.


Dia ingat ketika Zhuge Yao selalu memasakkan nya bubur ikan kala dia sedang jatuh sakit dan Zhuge Yao yang selalu merawatnya saat terluka parah.


Jika dia tidak dibantu oleh Zhuge Yao, maka dirinya yang sekarang ini hanyalah sebuah cangkang dengan bubur daging.


"Semuanya telah ditakdirkan, cobalah untuk melepaskan nya meskipun itu tidak mudah. " Ucap Feng Taoran dengan lembut.


"Kenangan buruk itu seperti terukir dalam jiwa sedangkan kenangan baik seperti angin, hanya akan menghampiri sebentar sebelum menghilang. " Gumam Feng Taoran.


"Lupakan semuanya, lupakan masa lalu mu. Mulai lah menatap ke depan, semakin kamu meratapi masa lalu maka semakin kamu jatuh ke dalam nya. " Lanjut Feng Taoran.


"Aku tidak memiliki jalan kembali lagi, sejak aku memilih jalan ini maka tidak ada jalan kembali bagiku. Semua orang sudah mati, untuk apa aku terus bertahan ?" Tanya nya dengan sendu.


"Selalu ada jalan pulang, begitu banyak yang pergi juga pasti ada yang datang. " Ucap Feng Taoran dengan perhatian.


"Jangan jatuh ke dalam dendam, karena kamu akan kesulitan untuk keluar setelahnya. " Ucap Feng Taoran.


"Aku sudah berada di dalamnya dan tidak akan bisa keluar lagi, itu perlahan lahan menelan diriku dan aku tidak akan bisa keluar lagi. " Gumam nya sambil tertawa dan melanjutkan acara makan nya.


Dia menyeka satu tetes air mata nya dengan kasar dan kembali tersenyum.


"Tidak masalah, semua akan baik baik saja. " Gumam nya seperti tidak ada masalah.


"Jangan terbiasa untuk menyembunyikan perasaan mu terlalu dalam atau kamu akan menjadi mati rasa. "ucap Feng Taoran.


"Aku akan mengusahakan. " Ucapnya sambil tersenyum.


Disisi lain, Yuanzheng Yuwen sedang berdiri mondar mandir di istana milik Long Qionglin, sebelum akhirnya sebuah tangan menepuk bahunya.


"Shangguan Shiyi, lebih baik untuk memperhatikan Xue Fenghuang di masa depan. " Ucap Rong Xian.


Ya, yang menepuk bahu nya adalah Rong Xian dan ini cukup untuk membuatnya terkejut.


"Apa maksud Tetua Rong ? " Tanya Yuanzheng Yuwen dengan terkejut.


"Kamu akan tahu dengan apa yang ku maksud di masa depan. Jika kamu menyukai Xue Fenghuang maka lebih baik untuk memberikan perhatian lebih pada nya di masa depan. " Ucap Rong Xian sambil tersenyum dengan penuh arti sebelum berjalan pergi.


Dia termenung ketika mendengar kata kata Rong Xian sebelum menyadari bahwa Rong Xian telah berjalan menjauh.