Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
53. Membuat Mabuk


"Yang Mulia, apa kah anda akan ikut dalam Perburuan Kekaisaran ?" Tanya nya sambil mengangkat cangkir anggur nya.


"Tentu saja, bagai mana mungkin tidak ? Nona sendiri apa kah akan ikut serta ?" Tanya Zhu Xing Lian.


"Tentu saja, aku harus ikut. Aku dengar hadiah tahun ini lebih menarik di banding kan tahun sebelum nya. " Ucap nya sambil terkekeh.


"Aku akan memukul mu sampai puas saat di perburuan Kekaisaran nanti. " Lirih Xue Ling dengan penuh dendam.


"Nona Xue, aku mendengar apa yang kau kata kan dan sangat berharap untuk waktu itu tiba. Aku ingin melihat, bagai mana kekuatan seorang putri terbuang. " Ucap nya dengan sinis.


"Apa yang kau maksud dengan putri terbuang ?! Jelas kan pada ku !" Teriak Xue Ling yang menjadi perhatian semua nya.


Xue Ling menarik kerah pakaian nya, dia hanya tertawa ringan menghadapi itu dan tidak panik sedikit pun.


"aku dengar, ketika nona kedua kediaman Xue memasuki Sekte Tianwen dan langsung di sambut oleh Tuan Jing. Tuan Xue mulai memberi seluruh perhatian pada Xue Fenghuang dan perlahan lahan melupakan mu. Tidak perlu terlalu tegang nona Xue. " Ucap nya, sambil mendorong tubuh Xue Ling untuk menjauhi nya.


"Nona Xue, sebaik nya anda pulang. Anda telah mengacaukan nafsu makan ku. " Kata Zhu Xing Lian buka suara.


"Tapi, Yang Mulia aku tidak mungkin pulang tanpa anda." Kata Xue Ling dengan suara manja dan penuh permohonan.


"Penjaga ! Tarik Nona Xue pergi dari hadapan ku !" Teriak Zhu Xing Lian dengan nada memerintah.


Prajurit Kekaisaran langsung menyeret Xue Ling tanpa ragu ragu, bahkan ketika mereka menjadi pusat perhatian banyak orang.


"Yang Mulia ! " Teriak Xue Ling sebelum menghilang dari keramaian, dia tersenyum penuh kemenangan.


"Yang Mulia, ayo bersulang untuk ku. " Ucap nya sambil menuangkan anggur.


"Tentu saja, apa yang tidak untuk gadis gadis cantik seperti kalian. " Kata Zhu Xing Lian, sebelum meneguk anggur dengan rakus.


Dia kembali menuangkan nya ketika melihat cangkir nya telah kering.


"Jiejie, seperti nya kita akan mendapat kunjungan dari Tuan Xue nanti nya. " Ucap nya sambil setengah bercanda.


"Kedua nona Qin yang cantik, kalian tenang saja. Selama ada aku, Putra Mahkota, semua nya akan baik baik saja. Aku akan menyuruh Paman Xue untuk mengajari anak nya dengan baik. " Kata Zhu Xing Lian dengan bangga.


"Yang Mulia memang hebat, ayo bersulang lagi !" Ajak nya, dia meminum anggur nya dengan sekali teguk.


Meminum beberapa gelas seperti ini bukan lah masalah besar bagi nya. Qin Yue yang dulu sering berada di Kekaisaran juga memiliki ketahanan yang baik terhadap anggur atau pun arak.


Justru, yang paling lemah di sini adalah Zhu Xing Lian. Wajah pemuda itu saat ini sudah semerah kulit babi dan mulai sedikit linglung.


"Tapi, aku dengar nona pertama kediaman Xue sering berjalan berdua dengan Yang Mulia. Apa kah itu adalah kebenaran nya ? Jika memang benar maka aku akan sangat sedih. " Ucap nya dengan nada sedih yang di buat buat.


"Tentu saja tidak, aku tidak mungkin mendekati nya tanpa tujuan. Aku ingin mendapat kan dukungan dari Tuan Xue sehingga harus berjalan dengan putri nya yang buruk rupa itu. Sebagai bukti kalau aku benar benar dengan kata kata ku, maka aku akan meminum 3 cangkir anggur !" Kata Zhu Xing Lian.


"Baik." Ucap nya dengan senyum tipis.


"Yang Mulia, sebaik nya anda jangan minum lagi. " Kata salah satu prajurit yang di bawa oleh Zhu Xing Lian.


" Bagai mana mungkin aku berhenti ? Di depan ku ada dua gadis cantik, aku tidak mungkin mengecewakan mereka ! Ha ha ha !" Zhu Xing Lian tertawa mesum.


Dia hanya tersenyum tipis sebelum menaburkan sebuah bubuk ke dalam minuman milik Zhu Xing Lian.


Zhu Xing Lian dengan bodoh nya ikut meminum juga, dia berjalan menjauh dengan Qin Yue sambil menahan tawa.


"Zuanshi, apa yang kau beri kan pada Zhu Xing Lian tadi ?" Tanya Qin Yue dengan suara yang sangat pelan.


"Obat perangsang. " Bisik nya sambil menahan tawa.


"Ha ha ha, orang bodoh itu pasti akan membuat keributan sebentar lagi. Aku tahu sekarang kenapa kau mengajak ku untuk buru buru pulang. " Kata Qin Yue sambil tertawa puas.


Dulu, Qin Yue dan Xue Ling adalah orang yang di gadang gadang sebagai permaisuri masa depan. Tapi, setelah mendapat penyakit dan di usir dari istana, Xue Ling menjadi berada di atas angin.


Ketika mereka pulang, yang mereka lihat adalah kertas yang berhamburan di tanah. Qin Liang melempar kuas nya ke lantai dengan marah.


"Cepat cari informasi itu ! Itu harus di dapat sebelum perburuan Kekaisaran dimulai !" Perintah Qin Liang pada Prajurit yang berlutut.


"Baik Tuan !" Kata Prajurit itu dengan sedikit gemetar sebelum berlari keluar.


"Ayah, ada apa ?" Tanya nya dengan khawatir.


"Huft, kedua putri ku sudah pulang ya ? Qin Yue, Zuanshi, duduk lah dulu. Ayah baru mendapat kan kabar yang mengejut kan dan tidak bisa mengendalikan diri. "Kata Qin Liang sambil menghela nafas.


"Ada apa ayah ? Apa yang bisa membuat mu sangat marah seperti ini ?" Tanya Qin Yue dengan takut takut.


"Ayah baru saja mendapatkan kabar kalau yang meracuni mu saat itu adalah nona pertama kediaman Xue, dia menaruh racun dalam makanan mu. "Kata Qin Liang sambil mengepal kan tangan.


"Ck, tampak nya ibu dan anak sama saja. Sama sama menyukai racun, aku ingin membuat mereka merasa kan racun yang sama. "Ucap nya sambil menyeringai.


"Aku dengar, kondisi Xue Xing Lun menjadi sangat parah. Lebih parah di banding kan Yue Jiejie. Nyonya Lin saat ini pasti sedang memohon mohon pada Tuan Xue untuk membelikan obat. " Ucap nya sambil terkekeh.


"Obat ?" Tanya Qin Liang bingung.


"Obat itu ku jual di Toko Obat Phoenix seharga 1 juta koin emas. Bagai mana menurut mu ayah ? Lebih baik mengetahui ada suatu obat untuk menyembuhkan putra nya tapi tidak dapat di raih. " Ucap nya dengan dingin.


"Dia tidak tahu betapa menyakit kan nya untuk duduk di gudang yang dingin tanpa pakaian tebal dan di siram air dingin lagi. Jika tidak mati, bukan kah itu adalah keajaiban ?" Tanya nya sambil mengepalkan tangan.


"Karena dia menganggu Yue Jiejie, maka hukuman ini masih belum cukup untuk nya. Aku harus memberikan hadiah yang lebih hebat untuk nya. " Dia tertawa ringan, tapi dalam sekejap tatapan nya berubah setajam pisau.


"Apa yang akan kau lakukan dengan hal ini ?" Tanya Qin Liang pada nya.


"Aku ? Tentu saja akan pergi ke kediaman Xue dan mencari keributan. " Kata nya dengan ringan.


"Apa perlu aku memberi mu beberapa prajurit untuk menemani mu ?" Tanya Qin Liang.


"Apa kah ada prajurit milik ayah yang lebih kuat dari jh ?" Tanya nya dengan tenang.


Qin Liang hanya menghela nafas saat mendegar penolakan halus dari nya.


"Baik lah, jaga diri mu baik baik. Apa kau ingin membawa Qin Yue juga bersama mu untuk membantu mu ?" Tanya Qin Liang masih sedikit khawatir.


"Tergantung Jiejie saja, jika memang ingin ikut maka ikut lah dan berikan satu tamparan untuk Xue Ling. " Kata nya dengan santai.


Qin Yue tampak masih terguncang dengan informasi yang di bawa oleh Qin Liang dan hanya diam dan mengangguk atau menggelengkan kepala.