
Yuanzheng Yuwen menggendong tubuh Xue Fenghuang yang sangat ringan, menuju ke ibu kota hanya untuk melihat Xue Longque yang berdiri dengan ekspresi yang menyakit kan.
Xue Longque tidak lagi hidup, hanya berdiri dengan tubuh yang membeku, seluruh darah di tubuh nya tampak di kuras.
Xue Longque bahkan tidak berbentuk manusia lagi, dengan keadaan nya yang sangat buruk. Tubuh yang sangat pucat.
Penuh luka, tapi tidak ada darah, benar benar menakut kan. Wajah nya pun menunjuk kan kengerian.
Es di sekitar Xue Longque tampak hidup dan secara rakus menyedot darah yang ada di tubuh Xue Longque.
"Tuanku, mahkluk apa ini ? Kenapa mereka tampak sangat mengerikan ?" Tanya bawahan nya dengan takut.
Dia menatap es yang tampak hidup itu dengan tatapan tajam.
"Ini adalah es yang di bentuk nya berdasar kan dendam yang di miliki nya. Aku yakin, dia sendiri bahkan tidak sadar bisa menciptakan mahkluk mahkluk jahat seperti ini. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil menghela nafas pelan.
"Bukan kah ini berbahaya apa bila ada yang akan datang kemari ?" Tanya bawahan nya yang bernama Shangguan Qing.
"Memang, tapi ini tidak bisa di musnah kan. Pada dasar nya, sejak ini di lepas kan, ini akan berubah menjadi tempat mati. Mereka hanya akan menuruti perintah nya. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil memandang es es kecil itu.
"Tidak banyak orang yang bisa menciptakan hal jahat seperti ini, bahkan hanya ada di Legenda. Orang orang yang ingin menciptakan hal seperti ini harus lah memiliki dendam dan kebencian yang begitu besar. " Ucap nya lagi.
"Kira kira........ jika harus di ukur, maka harus seluas apa kebencian itu ?" Tanya Shangguan Qing dengan ragu ragu.
"Seluas samudra atau dengan kata lain, seluruh tubuh nya di tutupi oleh kebencian. " Ucap nya dengan yakin.
Shangguan Qing tampak menahan nafas dengan terkejut, dia menghela nafas melihat reaksi bawahan nya itu dan langsung pergi.
Dia masuk ke dalam Pintu Antar Dimensi dan pergi menuju Sekte Es Biru. Sesampai nya di sana, dia tidak langsung pergi menuju Sekte Biru Es.
Melainkan pergi mencari penginapan dan beristirahat, dia membaringkan tubuh Xue Fenghuang dan memilih untuk membuka jendela.
Dia memandang bagian depan penginapan dan tampak seorang wanita sedang berdiri dan bermain dengan beberapa orang wanita lain nya.
"Tuanku, ini adalah orang yang dulu nya merupakan teman Nona Xue. " Ucap Shangguan Qing menunjuk wanita itu.
Dia menatap wanita itu dan dengan pelan mengibaskan lengan pakaian nya.
"Dia di pengaruhi oleh hal jahat. " Ucap nya dengan pelan dan lembut, tampak tangan bermartabat meski pun menggunakan pakaian yang berwarna suram.
"Hal jahat ? Kenapa aku tidak bisa merasakan nya ?" Tanya Shangguan Qing sambil mengerut kan dahi nya dengan bingung.
"Memang, ini tersimpan di dalam hati nya, sangat dalam. Jika saja dia tidak sengaja menunjuk kan nya maka aku tidak akan mengetahui nya juga. Ini hanya bisa di tanamkan oleh Iblis Tingkat Tinggi dan masalah mekar, itu tergantung pada diri nya sendiri." Ucap nya dengan tenang.
"Apa dengan kata lain, dia menanamkan bibit pada wanita itu. Tapi tetap saja yang menumbuhkan nya adalah wanita itu ?" Tanya Shangguan Qing masih tidak mengerti.
"Benar, kebencian, iri dan hal buruk lain nya pada orang yang di tuju akan menjadi pupuk bagi tangan tersebut. Dengan kata lain, wanita ini merasa iri pada Xue Fenghuang yang membuat nya menumbuhkan hal buruk itu di dalam hati nya tanpa di ketahui oleh nya. " Ucap nya.
"Memang, jika di biar kan maka pada akhir nya hubungan pertemanan mereka tetap akan berakhir. Yang membedakan hanya lah waktu. " Ucap nya lagi.
"Apa kah memang seperti itu ? Lin Cong Zi di pengaruhi oleh orang lain ?" Tanya suara wanita dari belakang nya dengan lirih.
Sekali dia menoleh, yang di lihat nya adalah Xue Fenghuang yang sudah duduk di pinggir kasur dengan wajah yang pucat.
"Ya, apa yang akan kamu lakukan ? Apa kah kamu akan berlari ke teman mu dan berusaha untuk menyadar kan nya ?" Tanya nya berusaha untuk tetap tenang.
Di lihat nya, Xue Fenghuang tertawa pelan menanggapi kata kata nya.
"Tidak, tentu saja tidak. Karena, itu tidak ada guna nya. Seperti yang kamu ketahui, itu pada akhir nya akan terjadi cepat atau lambat. Tidak perlu melakukan hal yang tidak perlu, aku tidak akan mati hanya karena tidak memiliki teman. " Ucap Xue Fenghuang dengan tenang.
Dia dengan tertatih tatih berjalan menuju jendela, lebih tepat nya berdiri di antara Yuanzheng Yuwen dan Shangguan Qing.
Tatapan nya menatap dengan lurus ke arah Lin Cong Zi yang tersenyum bahagia bersama dua teman baru nya.
Ekspresi nya tidak berubah sedikit pun, seolah olah tidak terpengaruh sama sekali.
"Dia senang maka aku senang juga, ini semua adalah takdir. Aku tidak peduli akan kedatangan dan kepergian seseorang. " Ucap nya sambil mengangkat kedua bahu nya.
"Kau benar benar tidak peduli ? Aku tidak percaya, aku melihat mu sangat kacau ketika kamu bertengkar dengan Lin Cong Zi itu. " Kata Shangguan Qing dengan lancar.
Yuanzheng Yuwen menatap tajam pada Shangguan Qing.
"Aku seperti nya harus meminta penjelasan pada Tuan Shangguan. Sejak kapan Anda mengikuti ku dan apa tujuan mu ?" Tanya nya sambil mengeluarkan belati.
Dia mengulur kan tangan nya , dalam waktu hitungan detik, belati nya sudah berada di leher Shangguan Qing.
Setelah beberapa saat yang menegangkan
"Ehm, Nona Xue, ini semua salah ku karena penasaran dengan kabar mu. Jadi aku yang menyuruh Shangguan Qing untuk mencari tahu keberadaan mu. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan canggung.
Dia menghela nafas ketika mendengar ini dan menyimpan belati nya.
"Baiklah, aku tidak akan mempermasalahkan ini mengingat Tuan Yuanzheng telah membantu ku menahan diri. Aku masih harus berterima kasih pada mu. " Ucap nya sambil menunduk kan kepala nya ke arah Yuanzheng Yuwen.
"Jangan sungkan, jangan sungkan. Ini bukan lah masalah besar, seperti nya aku harus menjelaskan sesuatu tentang Kekaisaran. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
Dia mengerut kan dahi nya dan mulai duduk di salah satu kursi yang ada di kamar luas itu, dia mendengar ucapan Yuanzheng Yuwen dengan seksama.
Yuanzheng Yuwen pun menjelaskan masalah es yang memiliki kesadaran tersebut.
"Aku rasa, seperti nya kita harus menebalkan segel agar sulit untuk di tembus. Dengan begitu, kecil kemungkinan untuk memakan korban. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
Bonus Like 18 k : 2 / 3