
Wajah Xue Longque langsung memucat kala mendengar ucapan nya.
"Tidak tidak, tentu saja tidak. Seratus adalah angka yang tepat, menghukum seseorang di kediaman ku tanpa izin ku adalah kejahatan besar. Harus di beri hukuman tanpa memandang siapa itu. " Kata Xue Longque langsung setuju dengan ucapan nya.
"Ayah tentu saja tidak merasa kalau hukuman ku untuk Nyonya Lin tidak terlalu berat bukan ?" Tanya nya sambil sedikit memiring kan kepala nya.
"Tentu saja tidak, dia sudah melakukan kejahatan besar dan harus di disiplin kan. Tindakan mu sudah benar untuk mendisiplinkan nya. " Kata Xue Longque dengan terburu buru tanpa memikir kan perasaan Lin Yi yang mendengar kan kata kata pria tua itu.
Dia melihat Lin Yi mengepal kan tangan erat erat saat mendengar kata kata yang keluar dari mulut Xue Longque, sebelum akhir nya air mata jatuh dari pelupuk mata Lin Yi.
Pada dasar nya, Lin Yi adalah seorang nona muda dari salah satu keluarga dengan reputasi baik. Tentu saja dia hanya nona yang manja dan bergantung pada orang tua nya sampai akhir nya di nikahi oleh Xue Longque.
Dengan reputasi dan kekuasaan Xue Longque, arogan milik Lin Yi tumbuh menjadi tak terkendali dan semakin liar.
Wanita tua itu melihat semua nya tampak seperti semut dan tak layak untuk berada di hadapan nya. Sampai akhir nya, Xue Longque menikah dengan ibu nya, Selir An.
Kasih sayang yang sebelum nya di miliki oleh Lin Yi perlahan lahan menghilang dan jatuh kepada Selir An, seorang gadis desa yang lugu dan manis serta memikat.
Dengan segala kemarahan, Lin Yi berniat untuk menyingkirkan Selir An yang lemah lembut, tapi selalu di halangi oleh Xue Longque.
Sampai akhir nya, lahir lah dia dan Selir An di periksa oleh tabib kalau dia tidak bisa melahir kan anak laki laki.
Kasih sayang yang sebelum nya di miliki oleh Selir An perlahan lahan pudar dan perlindungan yang di beri kan oleh Xue Longque juga ikut memudar membuat Lin Yi mendapat kan kesempatan untuk menindas Selir An dan diri nya.
Memikir kan ini saja sudah membuat nya marah, tapi dia tutupi dengan ekspresi tenang di balik cadar nya. Tidak ada yang tahu tentang wajah nya yang sembuh kecuali para pelayan nya, 3 Ketua sekte besar dan Adipati Yuanzheng serta bawahan nya.
Dia menatap dengan wajah dingin nya pada Lin Yi yang terus berteriak dengan mulut yang di sumpah kain kala cambukan mendarat di punggung nya.
Para pelayan bergidik ngeri, dalam waktu singkat Lin Yi sudah pingsan sampai hukuman nya selesai. Xue Longque langsung memerintah kan orang orang untuk menyembuh kan Lin Yi.
Tentu saja dia tidak menghalangi, karena dia sudah memiliki hadiah lain nya untuk Lin Yi nanti nya. Dia yakin, Lin Yi pasti akan senang dengan hadiah nya yang satu ini.
"Ayah, aku akan pergi dulu dan melihat keadaan para pelayan ku. " Kata nya, dia berjalan pergi tanpa menunggu reaksi dari Xue Longque.
Sesampai nya di paviliun lotus, dia melihat ada dua orang pria tua sedang memeriksa keadaan para pelayan nya dan mengobati nya.
"Nona kedua. " Kata para tabib itu berlutut di depan nya.
"Berdiri, biar kan aku yang memberi kan mereka obat." Ucap nya dengan dingin.
Awal nya kedua tabib itu tampak sedikit ragu sampai akhir nya mereka setuju untuk memberikan obat pada nya.
"Kalian bisa pergi. " Ucap nya, dia duduk membelakangi kedua tabib itu.
"Kami pamit terlebih dahulu, nona kedua. " Kata kedua tabib itu menunduk dan keluar dari pintu dengan hati hati dan tidak menimbul kan suara.
Setelah memastikan tidak ada orang di sekitar nya, hawa dingin keluar dari tangan nya. Aura dingin itu menyelimuti tubuh para pelayan nya.
"Kalian sudah menderita cukup banyak. " Ucap nya sambil menghela nafas.
"Nona..... "Panggil Le Ning dengan lemah.
"Le Ning, kau sudah sadar ?" Tanya nya.
"Nona, kami berada di mana ? Lin Yi ingin menjual kami ke rumah bordil. " Kata Le Ning dengan air mata yang menetes.
"Kalian tenang saja, aku sudah menghentikan mereka sebelum kalian di bawa ke rumah bordil. Lin Yi juga tidak akan melewati dengan mudah, temani aku untuk membawa hadiah besar untuk nya nanti malam. " Ucap nya dengan senyum miring nya.
"Nona, terima kasih banyak. Jika nona tidak menyelamat kan kami maka aku tidak tahu harus melakukan apa lagi. " Kata Le Ning terisak di pelukan nya.
"Kalian tenang saja, takdir sudah ada yang menentukan. Kau tidak perlu khawatir dengan hal yang tidak perlu. " Kata nya.
Tapi di dalam hati dia tidak setuju dengan kata kata nya sendiri, dia tidak ingin di kendali kan oleh takdir.
Le Ning tampak menjadi lebih tenang dan duduk di pojokan dan berkultivasi untuk menyembuh kan seluruh luka.
Jika di banding kan dengan yang lain, maka Le Ning adalah yang paling berbakat. Gadis itu sangat mudah mengerti apa yang di jelas kan oleh nya.
Dia tidak sadar kalau dia sendiri adalah seorang gadis kecil, di dalam dua kehidupan, dia tidak memiliki banyak teman.
Dia takut untuk memiliki teman, karena teman atau sahabat adalah orang yang paling dekat dengan nya.
Dan pada saat itu, mereka akan mengetahui kalau dia bukan lah seorang gadis yang kuat dan pemberani seperti yang dia tunjukan.
Sisi lemah nya akan dengan mudah muncul dan dengan begitu, mereka bisa menyerang nya kapan saja.
Malam tanpa terasa sudah menghampiri, dia memutus kan untuk datang ke Toko Phoenix Salju besok.
Malam ini, dia membawa sebuah nampan dengan satu kotak yang berisi kan 100 batang dupa. Dupa ini mengeluarkan harum yang sangat menenangkan.
Ini adalah dupa buatan nya secara pribadi. Dupa ini bernama, Dupa Pembawa Mimpi. Orang yang menghisap dupa ini lebih dari 1 jam akan terus berhalusinasi tentang rasa bersalah nya.
Awal nya orang orang akan baik baik saja dan hanya mimpi saja , tapi perlahan lahan orang itu akan gila karena rasa bersalah dan pembelaan diri.
"Nona, kenapa anda ingin memberikan dupa yang begitu bagus kepada Lin Yi ?" Tanya Le Ning bingung.
"Tentu saja untuk memukul dua burung dengan satu batu. Di satu sisi, Xue Longque akan mengira kalau aku adalah orang yang lembut di dalam dan kasar di luar. Di sisi lain, aku berhasil membuat Lin Yi berada di dalam Neraka selama 3 bulan. Bukan kah itu rencana baik ?" Tanya nya sambil menyeringai.
"Maaf kan Le Ning yang tidak mengerti rencana cemerlang nona, Le Ning pasti akan lebih banyak belajar sehingga bisa mengerti apa yang di maksud kan oleh nona. " Kata Le Ning segera berlutut di belakang nya.
Yang lain mengikuti apa yang di lakukan oleh Le Ning, dia mengangkat tangan nya untuk menghentikan tindakan para pelayan nya.
"Jika kau sudah lama ikut dengan ku maka kau akan terbiasa dengan pemikiran ku. " Ucap nya dengan datar.