
Perasaan haru memenuhi Kekaisaran Zhu , ada berbagai perasaan yang terlintas di antara para warga. Bagi mereka, di antara banyak nya berita bahagia yang datang ada sebuah kabar sedih yang menghampiri mereka.
Mereka semua senang karena Jenderal Qin yang mendapat kan tahkta nya karena Jenderal Qin terkenal akan kebijaksanaan nya.
Di tambah lagi dengan memiliki dua putri yang berbakat dan membela kebenaran, ini membuat semua warga melupakan Kaisar Zhu sebelum nya.
Mereka bahkan melakukan perayaan besar terhadap pergantian Kaisar, bahkan tidak sedikit yang mengantarkan bunga ke Istana.
Beberapa orang pejabat di tangkap dan di beri hukuman mati atas kasus kejahatan korupsi, bahkan pajak tahunan juga di turunkan.
Tentu saja ini tidak hanya untuk awal melainkan untuk selama nya karena Qin Liang telah memperkirakan ini semua.
Sudah sejak lama dia ingin melakukan ini tapi, dulu di tidak memiliki kekuasaan yang cukup untuk melakukan nya.
Qin Zuanshi atau sekarang yang di panggil sebagai Xue Fenghuang mendapat kan sebuah gelar, saat ini gadis itu dengan pakaian Biru nya berjalan masuk ke dalam istana dengan santai tapi tidak meninggalkan keanggunan nya.
Dia mendapat kan gelar Nanfang Gongzhu , itu adalah gelar yang di berikan oleh Qin Liang pada nya atas kemauan rakyat.
(南方公主 : Nanfang Gongzhu : Putri Dari Selatan, ini karena Keluarga Xue sebelum nya tinggal di Kota Ku wei yang berada di paling selatan dari ibu kota. )
Sedang kan Qin Yue mendapat kan gelar sebagai Taizi Fei atau Putri Mahkota yang akan mewarisi Kekaisaran ketika Qin Liang sudah tua.
(太子妃 : Taizi Fei : Putri Mahkota, penerus suatu Kekaisaran atau Kerajaan. )
Xue Fenghuang berjalan mendekati ayah dan kakak nya sebelum memberikan mereka sebuah pelukan hangat.
"Ingat, untuk memberi ku pesan dengan jimat jika ada sesuatu yang penting. " Ucap nya sambil memeluk kedua nya dengan erat.
"Jaga diri mu baik baik. " Kata Qin Liang sambil menahan kesedihan.
Dia tersenyum dan melepaskan pelukan kedua orang itu sebelum berjalan menjauh dan mendekati Tetua Ouyang yang sudah menunggu nya di depan pintu istana.
"Apa kau sudah siap ?" Tanya tetua Ouyang.
"Sudah." Jawab nya dengan tegas.
Mereka semua terbang ke langit yang di saksi kan oleh banyak orang, ini lah yang di sebut sebagai kesedihan di antara berita bahagia.
Para warga menyayangkan salah satu putri kesayangan mereka pergi untuk mencari kekuatan yang lebih tinggi. Dia menatap ke bawah, berusaha untuk meninggal kan kesan kesan terakhir di tempat ini.
Tapi tidak bisa melakukan nya karena, tatapan nya terhalangi oleh awan tebal yang berada di bawah nya.
"Persiapkan diri mu karena perjalanan kita akan sangat panjang, ingat itu dengan baik. Aku akan menceritakan beberapa hal penting untuk mu. " Kata Tetua Ouyang.
"Aku adalah ketua Fraksi Paviliun Teratai, di dalam sekte ada 8 Fraksi dan Fraksi Paviliun Teratai ini adalah nomor tiga paling rendah. Kau akan terlambat untuk menyesal sekarang karena kau sudah menjadi murid Fraksi ku sekarang. " Kata Tetua Ouyang.
"Aku senang mendengar pemikiran mu, aku harap kau dapat membuktikan nya. Lalu, semua orang di dalam Fraksi ini adalah gadis. Kau harus memutus seluruh hubungan dengan pria manapun termasuk ayah mu. " Kata Tetua Ouyang dengan serius.
Dia mengangguk karena ini bukan masalah besar.
"Lalu, kau harus tahu kalau Sekte Biru Es kita bukan lah dimensi yang sama dengan tempat ini melainkan dimensi lain. Di dalam dimensi itu, ada tiga sekte dan Sekte Biru Es kita adalah yang paling rendah. Setiap 5 tahun sekali, akan di adakan pertandingan antar Sekte dan Sekte Biru Es selalu menjadi bahan ejekan. Jadi, persiapkan diri mu sendiri, jangan terkejut. " Kata Tetua Ouyang dengan acuh tak acuh.
"Jika memang begitu, kenapa kalian tidak mencari penyebab kekalahan kalian ?" Tanya nya dengan bingung.
"Bukan nya tidak ingin mencari kelemahan kami sendiri, tapi kami sudah menemukan nya dan tidak mendapat solusi. Karena masalah utama kami adalah uang dan sumber daya. " Kata Tetua Ouyang dengan sedih.
Dia mengangguk dan perlahan mulai mengerti situasi yang di alami oleh Sekte Biru Es.
Masalah keuangan dan sumber daya adalah masalah paling besar yang di miliki sebuah sekte, karena bahkan jika ada murid berbakat tapi tidak di dukung dengan sumber daya maka itu semua akan sia-sia.
Tapi, jika suatu sekte sangat kaya tapi tidak memiliki murid yang berbakat, sekte itu masih bisa membuat murid nya menjadi berbakat dengan sumber daya yang mereka miliki.
Kesialan terbesar yang bisa di miliki oleh suatu sekte adalah tidak memiliki murid berbakat dan tidak memiliki sumber daya yang cukup.
Dia yakin, dengan permasalahan itu sekte tersebut tidak akan bertahan selama 100 tahun.
"Tapi kau tenang saja, sekte kita sudah ada lebih dari 1.000 tahun. Kau tidak perlu panik akan hal ini. " Kata Tetua Ouyang saat melihat wajah nya yang berkerut.
"Hm, aku percaya pada mu Tetua Ouyang. Jangan sia siakan kepercayaan ku pada mu. Kau tahu sendiri Tetua Ouyang, bahkan dengan bakat ku saat ini aku masih bisa di anggap sangat berbakat di sekte kalian. Jadi, bukan hal yang sulit untuk memasuki 2 sekte lain bukan ?" Tanya nya sambil menyeringai.
"Ck , kau baru masuk saja sudah berniat untuk berpindah sekte, apa kau menyesal karena sudah memutus kan untuk mengikuti ku ?" Tanya Tetua Ouyang sambil mendengus.
Dia tertawa ringan saat mendapat kan balasan itu dari tetua Ouyang.
"Aku, Xue Fenghuang, tidak pernah menyesal dengan keputusan yang ku buat sendiri. Jadi, berhenti lah menanyakan hal yang sama berulang kali. Belum lagi untuk tuduhan mu, aku tidak berniat untuk pindah sekte, hanya berjaga jaga. Apa salah nya berjaga jaga ?"Tanya nya sambil menaik kan bahu.
Tetua Ouyang tampak terdiam dan tidak meladenu nya berbicara lagi, dia juga hanya diam saja dan memutus kan untuk memainkan sebuah seruling bambu dengan santai.
Suara nya tidak terlalu jelas karena tekanan angin dan kecepatan terbang mereka yang sangat tinggi, dia langsung membelalakkan mata nya kalau mendengar kan suara suara.
Krekk
Suara retak pun terdengar, dia segera melihat pada seruling di tangan nya yang retak dan bersiap untuk hancur.
Ketika dia bersiap untuk menyimpan seruling itu, semua nya telah terlambat, seruling itu hancur menjadi ribuan keping. Dia cemberut ketika melihat seruling yang dia buat sendiri dengan tangan nya hancur karena tekanan angin yang sangat tinggi.
Menyebalkan sekali, meski pun dia memiliki seruling lain yang berkualitas lebih baik. Tetap saja, seruling itu adalah buatan nya sendiri yang dia ukir secara pribadi.
Bonus Like 4 k : 3 / 3