
"Kamu bertanya apakah aku pernah ditinggalkan atau tidak bukan ?" Tanya nya sambil menunduk kan kepala nya.
"Jawabannya pernah, bahkan sering. Hanya saja, terlalu banyak aku tidak bisa mengingat nya lagi dengan jelas. " Ucap nya sambil tersenyum lebar yang membuat matanya hanya terlihat satu garis.
Dia melakukan itu untuk menahan air mata nya yang ingin mengalir keluar, dia menghela nafas.
"Salah satunya adalah kakak dan ayah angkatku, lalu teman temanku, pamanku, lalu hewan spiritualku, kakak kembarku, ibuku, ayahku , dan banyak lagi. Aku sudah tidak bisa mengingat semuanya lagi. " Ucap nya dengan ringan.
Dia memejamkan mata, meskipun dia bisa tersenyum tapi matanya tidak bisa berbohong. Jadi dia memejamkan mata nya agar lawan bicara nya tidak mengetahui apa yang sebenarnya dia rasakan.
"Meskipun terdengar sepele dan agak di lebih lebihkan, tapi aku benar benar merasa berat dan sedih. " Ucap nya dengan lembut dan sedikit bergetar.
"Aku juga merasa bahwa aku kehilangan seseorang yang sangat aku kenal, tapi aku tidak bisa mengingatnya. " Lanjutnya lagi dengan sedih.
Tanpa dia sadari, Yuanzheng Yuwen sedang tersenyum tipis dan mengepalkan tangan seolah sedang menahan gejolak besar dalam diri nya.
"Lalu, bagaimana ? Apa yang bisa kau ingat dari nya ?" Tanya Yuanzheng Yuwen setengah menggeram karena terlihat sedang menahan sesuatu.
"Yang aku ingat adalah pakaian nya putih, dia tinggi dan berkarisma ?"Ucap nya dengan tidak yakin.
"Apakah kau menyukai nya ?" Tanya Yuanzheng Yuwen.
"Aku tidak ingat, hanya yang ku ingat aku seperti telah melupakan sesuatu yang penting. " Ucapnya dengan bingung.
"Kenapa kamu bertanya begitu banyak ?" Tanya nya sambil membuka mata nya.
"Tidak apa apa, aku hanya penasaran. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
5 Bulan kemudian
Sudah 6 bulan sejak mereka berdua tinggal bersama dan itu artinya mereka sudah menjadi lebih dekat.
"Fenghuang, berapa umur mu ?" Tanya Yuanzheng Yuwen.
"17 Tahun, akhir tahun ini aku akan berulang tahun ke 18. Kau sendiri ?" Tanya nya pada Yuanzheng Yuwen.
"22 tahun, kita berbeda 5 tahun. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
"Hmm, umur kita berbeda tidak terlalu jauh. Yuwen, apa kau mempunyai tujuan lain ?" Tanya nya pada Yuanzheng Yuwen.
"Tidak, tidak ada. " Jawab Yuanzheng Yuwen.
"Baik, kalau begitu ayo ikut aku. Aku akan pergi betualang. " Ucap nya dengan semangat.
Dia berniat untuk mencari pecahan Surgawi yang tersisa, dikatakan bahwa salah satu ada di Klan Shui.
Dia akan melakukan tawar menawar, apabila mereka masih tidak ingin memberikan nya maka jangan salahkan dia bertindak kejam.
"Yuwen, siapa yang memberi nama Shangguan Shiyi ? Kenapa nama itu terdengae begitu jelek ?" Tanya nya sambil cemberut saat mereka berjalan keluar dari gua.
"Aku yang memberi nama itu sendiri, itu karena aku memiliki seorang bawahan yang sudah ku anggap sebagai saudara sendiri. Nama nya adalah Shangguan Qing. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
"Shangguan Qing ?" Kepalanya berdenyut dengan keras dan dia kembali kehilangan keseimbangan nya.
Yuanzheng Yuwen dengan sigap menangkap tubuh mungil milik Xue Fenghuang.
"Nama ini aku ingat dan dia memiliki seorang tuan, aku tidak bisa mengingat siapa nama tuannya. Apakah itu kau ?" Tanya nya dengan tatapan yang tajam.
"Baiklah, aku tidak bisa menyembunyikan hal ini lagi dari mu. Aku memang mengenal mu sebelum nya. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
Dia melepaskan pelukan Yuanzheng Yuwen dan berjalan pergi dengan kemarahn tapi tidak mengatakan sepatah kata pun.
Yuanzheng Yuwen yang melihat itu segera menarik tangan nya dan membawa nya ke pelukan pria itu.
"Lepaskan aku bajingan !" Ucapnya dengan marah.
"Tidak akan, aku sudah menemukan mu, mustahil untuk melepaskan mu lagi. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan suara serak.
"Apakah menurut mu aku sangat lucu untuk di tertawakan sampai sampai kau membohongi ku sedemikian rupa ?!" Tanya nya dengan marah dan memberontak.
"Baiklah aku salah , tapi jika aku langsung mengaku bahwa itu aku apa kau akan percaya ?" Tanya Yuanzheng Yuwen.
"Aku telah menunggu mu begitu lama, aku tidak ingin kau kabur karena tidak mengenalku. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
Setelah mendengar ini dia tidak memberontak lagi dan memikir kan kata kata Yuanzheng Yuwen, itu adalah kebenaran.
Jika ada orang yang mengaku ngaku sebagai orang dekat nya, maka dia akan kabur.
"Baiklah, aku sudah memaafkan mu." Ucap nya masih dengan cemberut.
Dia masih tidak bisa mengingat Yuanzheng Yuwen sebelumnya, tapi perlahan lahan merasa sedikit tenang.
"Bagaimana kita dulu bisa bertemu ?" Tanya nya sambil menaikkan salah satu alisnya.
"Kau mencuri uangku. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan polos.
Dia yang mendengar ini langsung terhenyak dan merasa terpukul, orang kaya seperti dia, Xue Fenghuang, pernah mencuri ?! Tidak mungkin !
"Jangan berbohong !" Ucapnya sambil menahan malu.
"Itu memang benar, kau bisa bertanya pada Shangguan Qing. Kau mencuri kantung uang milik ku pada saat itu, saat kau masih menjadi Putri Walikota Kuwei dan saat itu kau belajar mencuri dengan Xing Luo. " Ucap Yuanzheng Yuwen tanpa memberi nya celah.
Dia tiba tiba mengingat dimana dia di ajari untuk mencuri oleh Xing Luo yang saat ini sudah meninggal, dia tiba tiba merasa malu.
"Apakah benar benar begitu ? Ini bukan salah satu akal akalan mu lagi ?" Tanya nya dengan tatapan penuh selidik.
"Ini seratus persen benar, kau bisa yakin. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan nada layaknya penjual informasi.
Dia yang mendengar ini langsung tertawa terbahak bahak, dia menarik tangan Yuanzheng Yuwen dan berharap bahwa dia bisa mengingat masa lalu nya dengan utuh seperti sebelumnya lagi.
"Kalau begitu kau tahu tentang aku maka katakan padaku, dulu aku Xue Fenghuang atau Yun Sichou ?" Tanya nya dengan bangga, dia yakin Yuanzheng Yuwen pasti tidak bisa menjawab pertanyaan nya.
"Yun Sichou. " Jawab Yuanzheng Yuwen dengan teguh.
Senyumnya jatuh dan dia menatap pria di depan nya ini dengan tatapan penuh teror.
"Bagaimana kau bisa tahu dengan hal semacam itu ?!" Ucap nya dengan takut.
"Ada seseorang yang menunjuk kan nya padaku, aku juga tahu bahwa kamu tidak berasal dari sini bukan ? Pasti sulit untukmu beradaptasi di dunia yang keras ini. Seandai nya aku bisa melindungi mu dulu, kau pasti tidak akan seperti ini. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil mengelus kepalanya.
Dia terdiam dan tidak bisa berkata kata lagi, dia memaksa diri nya untuk mengingat masa lalu tapi bukan nya mendapatkan ingatan lamanya, dia justru mendapat rasa pusing yang parah.
Dia merasa seperti kepalanya di tarik tarik dan akan segera hancur.
Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 1 / 3