
"Obat ? Untuk menunda kematian ? Katakan pada ku kalau kalian berbohong !!" Yuanzheng Yuwen membanting meja nakas dengan mata yang memerah.
"Tuan muda !" Shangguan Qing berteriak dan menahan tubuh nya yang hampir jatuh.
Dia berdiri dengan tidak mantap dan memandang ke arah Xue Fenghuang dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan.
"Tuan Long, anda harus menerima ini. Obat ini akan bisa digunakan selama 1 bulan untuk menjaga agar organ dalam nya tidak hancur. Harus di minumkan 3 kali sehari." Ucap Tabib Shen.
"Pergi !" Ucap nya dengan dingin.
"Tabib tabib terhormat, ayo ikut aku. Aku akan menjamu kalian. " Ucap Long Tian Tang dengan sopan.
Shangguan Qing pun membawa Xue Hongli yang matanya sudah basah secara diam diam untuk pergi keluar dan mengalihkan perhatian anak laki laki itu.
Sekarang, di dalam ruangan itu hanya menyisakan diri nya dan Xue Fenghuang yang di anggap oleh orang lain telah meninggal.
Dia duduk di samping Xue Fenghuang dan meraih tangan dingin itu. Dia menempelkan tangan Xue Fenghuang ie pipinya.
Rasa dingin yang menusuk tulang membuatnya terkejut, tapi tidak memiliki niat untuk melepaskan tangan dingin itu dari wajahnya.
"Tolong bangunlah, aku percaya bahwa kamu tidak akan meninggalkan ku. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
Setetes air mata mengalir di tangan putih halus milik Xue Fenghuang.
"Apa kamu tidak kasihan padaku ? Kamu berjanji akan menemukan cara untuk menyembuhkan ku, kamu harus bertahan disini. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
Air mata yang dikiranya telah lama mengering kembali terisi penuh dan siap untuk di tumpahkan.
"Apakah kamu akan pergi dan bertemu dengan ibu dan ayah di Surga ?" Tangan Yuanzheng Yuwen.
Dia adalah seorang yatim piatu sejak kecil, dia seharusnya sudah berumur lebih dari seratus tahun tapi karena sebuah kecelakaan yang membuat umur nya berhenti berjalan selama lebih dari seratus tahun.
Dia terjebak di dalam bekuan es dalam waktu yang begitu lama, sampai sampai rasanya akan lebih baik mati daripada hidup.
Tidak bisa melakukan apa pun dalam waktu seratus tahun, tapi selama itu juga umur nya berhenti berjalan. Setelah beberapa saat, dia akhirnya berhasil melepaskan diri dari bekuan es dan menjadi seorang kultivator.
Dia pergi dari dimensi asalnya, berusaha untuk melepaskan dirinya sendiri dari bayang bayang masa lalu.
Dimana diri nya sendiri adalah yang selamat dari seluruh Klan nya. Orang orang jahat itu membunuh ayah dan ibu nya, tepat di depan matanya.
Dia ketakutan, benar benar ketakutan. Setiap malam dia pasti akan bermimpi buruk dan mengingat bagaimana teriakan ibunya.
Ibunya terus berteriak untuk lari dan lari, jangan menoleh ke belakang. Dia memang berlari, tapi masih menoleh ke belakang.
Dia melihat ibunya sendiri yang kepala nya di hancurkan oleh orang jahat itu, tenggorokan ayahnya di tembus oleh pedang.
Dia melihat tubuh ibunya yang jatuh ke tanah tanpa saya, seluruh tubuhnya gemetar. Dia terus berlari, bayangan suara ibunya selalu terpatri jelas di dalam benaknya.
Sejak saat itu lah dia tanpa sengaja tergabung ke dalam bekuan es dan umurnya tertunda. Tentu saja, berkat bantuan seseorang juga dia bisa melarikan diri.
Xue Fenghuang tanpa sadar membuat posisi yang tinggi di dalam hatinya, tidak kalah dari ayah dan ibunya. Tapi, ketika dia baru menyadari perasaan nya.
Semuanya sudah terlambat, Xue Fenghuang tidak bisa mendengarnya lagi. Dia menangis dengan tersedu sedu sambil menggenggam tangan Xue Fenghuang.
"Aku mohon, kembalilah. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
Tidak ada satu saat pun Yuanzheng Yuwen meninggalkan sisi Xue Fenghuang, berharap jika ada satu saja keajaiban yang terjadi.
Jika dulunya dia sama sekali tidak mempercayai kalau keajaiban ada, maka kali ini dia sangat berharap kalau keajaiban itu benar benar ada.
Sudah 1 bulan sejak kejadian terluka nya Xue Fenghuang.
Tabib Shen dan Tabib Zhao mengatakan kalau sejak esok hari, obat itu tidak akan memiliki fungsi lagi. Jadi, keputusan terakhir mereka jatuh pada hari ini.
Jantung Yuanzheng Yuwen mencelos ketika melihat Xue Fenghuang yang tidak memiliki perkembangan, melainkan semakin memburuk di setiap harinya.
Ini sudah setengah hari dan hanya menyisakan setengah hari lagi, ketakutan menyelimuti diri nya. Dia tidak ingin makan apa pun sejak pagi, hanya ingin menemani Xue Fenghuang seharian.
Tidak lama, Xue Hongli yang sudah menempel seperti inang dan parasit dengan Shangguan Qing telah datang.
Entah siapa yang inang siapa yang parasit, sepertinya Shangguan Qing yang menjadi parasit nya. Secara pria itu selalu memberi Xue Hongli yang tidak banyak bicara dengan ribuan pertanyaan yang tidak ada habisnya.
Xue Hongli hanya bisa dengan sabar meladeni Shangguan Qing demi kesopanan. Meskipun Xue Fenghuang tidak bisa memantau, Xue Hongli masih tidak melewatkan latihan nya sedikitpun, justru menjadi lebih keras pada diri sendiri.
Sejak kejadian itu, Xue Hongli menjadi menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa melindungi Shifu nya.
"Tuan Muda ayo makan dulu. " Ucap Shangguan Qing sambil membawa nampan makanan.
"Aku tidak ***** makan. " Jawabnya tanpa menoleh.
"Shibo,lebih baik makan dulu. Shifu pasti tidak akan senang saat bangun dan melihatmu dalam keadaan yang begitu kurus seperti ini. " Ucap Xue Hongli dengan bijak.
(Shibo, panggilan untuk paman guru. )
"Baik baik, aku akan makan dulu. " Ucap Yuanzheng Yuwen pasrah.
Xue Hongli mengambil sendok dan mulai menyuapi Yuanzheng Yuwen dengan hati hati, sedangkan Shangguan Qing yang memegang papan makanan.
Mereka terus saling menyuapi sampai akhirnya makanan habis. Shangguan Qing pamit sebentar untuk mengembalikan piring kotor.
Tidak ada yang membuka pembicaraan, keduanya adalah orang yang tertutup apalagi Xue Hongli.
Mereka terus duduk sambil mengamati Xue Fenghuang tanpa suara, hanya ada suara deru nafas mereka yang terdengar sangat halus.
Sampai akhirnya Shangguan Qing kembali dan melihat suasana yang sedingin es, berusaha untuk mencairkan suasana tapi tidak bisa.
Shangguan Qing hanya bisa duduk di sudut sambil merenung dan merasa akan mati muda karena kedinginan ini.
Tidak ada satupun yang membuka mulut, Shangguan Qing tidak berani membuat keributan. Takut, jika tuan nya akan marah.
Suasana dingin dan menegangkan itu terus bertahan sampai malam hari, sampai sampai Shangguan Qing merasa kalau diri nya akan mati karena bosan.
"Hongli, Tuan Muda, aku akan mengambil makanan untuk kalian. " Ucap Shangguan Qing , akhirnya menemukan alasan yang tepat untuk melarikan diri.
Baik Yuanzheng Yuwen maupun Xue Hongli tidak ada yang menjawab, Shangguan Qing pun tidak peduli dan segera melarikan diri untuk menyelamatkan nyawa.
Yuanzheng Yuwen menggenggam tangan Xue Fenghuang dan merasa harapan nya akan segera sirna, sebelum dia melihat kelopak mata Xue Fenghuang yang bergerak.
Dia langsung berdiri dengan antusias, Xue Hongli pun menunjukkan reaksi yang sama.