Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
38. Rumor


Tangan nya terangkat dan menangkap kerah pakaian milik Xue Xing Lun.


"Ingin berlari kemana ? Aku tidak akan membiarkan mu berlari. " Ucap nya.


"Lepas kan aku bajingan !" Xue Xing Lun terus meronta ronta sebelum dia menjatuh kan nya ke tanah.


"Kau ingin di lepas kan bukan ?" Tanya nya sambil menginjak dada Xue Xing Lun dengan keras yang membuat pemuda itu terbatuk batuk.


"Memohon lah pada ku, maka aku akan membiarkan nyawa mu tetap utuh. " Ucap nya.


Xue Xing Lun tanpa keraguan langsung berusaha bangkit, dia mengangkat injakan nya dan berjalan mundur menjauhi pemuda itu.


Xue Xing Lun merangkak menuju diri nya seperti anjing dan terus melantunkan permohonan serta kata kata indah yang menyenangkan telinga.


Tapi bukan Xue Fenghuang kalau tidak mengambil kesempatan dari ini, dia terus berjalan mundur dan mundur menjauhi Xue Xing Lun.


Sampai akhir nya, dia berjongkok dan mengangkat dagu Xue Xing Lun.


"Sekarang....... kau tahu bukan bagai mana menghormati kakak perempuan mu ini ?" Tanya nya sambil tersenyum tipis.


Xue Xing Lun segera mengangguk ngangguk terus seperti anjing, dia mengeluarkan belati nya dan mulai melakukan tugas nya.


Dia merobek mulut Xue Xing Lun dan menjahit mulut pemuda itu dengan tawa ringan.


Dia menghancurkan tingkat kultivasi milik pemuda itu dan menyelipkan sebuah tanda pengenal berwarna merah.


"Dua burung dengan satu batu. " Gumam nya.


"Kakak Long, pergi lah dulu. Sebaik nya jangan keluar, aku akan membuat keributan besar. " Ucap nya sambil terkekeh.


"Jaga diri mu baik baik adik Fenghuang, jangan ragu untuk memanggil ku. " Kata Yun Long dengan khawatir dan memeluk nya.


Dia mengangguk dan menggendong tubuh Xue Xing Lun yang pingsan di punggung nya. Dia bahkan membuat beberapa luka rekayasa di lengan nya.


Luka goresan itu tampak sangat dalam tapi sebenar nya hanya menggores kulit bagian luar, apa bila di beri obat maka akan langsung sembuh dalam hitungan jam.


Dia bahkan melepaskan ikatan rambut nya yang membuat nya tampak sangat berantakan dengan penuh keringat.


Dia melihat gerbang kediaman Xue dan langsung berlari ke dalam, penjaga tidak berani untuk menghalangi nya.


"Ayah !" Panggil nya dengan kuat.


"Siapa yang berani berani nya menganggu kediaman Xue di malam hari ?!" Tanya kepala pelayan dengan marah.


"Fenghuang ? Xing Lun ?" Tanya Xue Longque dengan panik dan segera berlari ke arah nya.


Xue Longque menahan tubuh Xue Xing Lun, dia terjatuh ke tanah dengan lemah.


"Apa yang terjadi ?"Tanya Xue Longque.


"Ayah, saat aku ingin pulang kemari setelah menjalankan misi, aku melihat kalau adik Xing Lun di serang oleh orang dengan pakaian hitam. Aku tidak dapat menangkap salah satu dari mereka, salah satu dari mereka meninggal kan ini. " Ucap nya sambil mengeluarkan tanda pengenal merah di sela pakaian Xue Xing Lun.


"Tanda Pengenal Kekaisaran !" Geram Xue Longque.


Dia yang sudah mempersiapkan semua nya , menggigit bibir nya dan darah mengalir dari sudut bibir nya.


"Ayah, aku tidak apa apa. Kondisi Adik Xing Lun lebih penting, biar kan aku beristirahat terlebih dahulu. " Kata nya.


"Kondisi ku juga tidak terlalu parah, hanya perlu perawatan dari tabib kediaman kita saja. " Ucap nya dengan lemah.


"Baik lah, ayah akan segera mengirimkan tabib lain untuk mu. Pelayan ! Antar kan nona kedua ke paviliun Teratai !" Kata Xue Longque.


Dua pelayan langsung menghampiri nya , dia berpura pura berjalan dengan kesulitan. Kedua pelayan itu membantu nya berjalan.


Dia tentu saja mendapat kan tanda pengenal itu saat para pengawal itu berusaha untuk membunuh nya.


Dia bisa merasa kalau ada Aura membunuh yang di tujukan kepada nya, itu tentu saja berasal dari kedua pelayan yang berada di samping nya ini.


Dia langsung mencekik kedua nya dengan kencang dan tidak membiar kan mereka untuk memberikan perlawanan. Xue Fenghuang menggosok kan kedua tangan nya dengan puas dan berjalan menuju paviliun nya.


Kedua pelayan tadi adalah bawahan milik Lin Yi yang suka menindas nya.


"Bukan kah ini menyenangkan ?" Gumam nya sambil berjalan ke dalam paviliun nya.


Dia membiarkan kedua mayat wanita itu di depan paviliun mawar yang tidak jauh dari tempat nya, dia yakin bau mayat sudah tercium ke dalam ruangan milik Lin Yi.


"Anggap saja ini hadiah untuk mu. " Gumam nya, dia melangkah ke depan untuk pergi menuju paviliun milik nya.


Sesampai nya di sana, dia membaringkan tubuh nya dan membuka pakaian luar nya. Dia melihat sebuah cahaya biru yang bersinar.


"Ah ada pesan penting ? Sampai sampai harus menggunakan jimat pengantar pesan ?" Gumam nya dan membuka pesan itu.


Jumat Pengantar Pesan adalah benda langka yang sulit di temukan keberadaan nya. Jika ada yang menggunakan nya maka itu pasti lah berisi surat yang sangat penting dan ingin di sampai kan dalam waktu cepat.


Dia bisa melihat 3 lembar tulisan yang berisi kan kalau Le Ning sudah melakukan apa yang di perintah kan oleh nya. Mulai dari menyebar kan rumor kalau Qin Yue sudah sembuh, Keluarga Qin yang di khianati oleh Kekaisaran, atau bahkan bentrokan antara Keluarga Qin dan Kekaisaran.


Ini akan membuat citra Kekaisaran Zhu menjadi buruk, dan membuat masyrakat menjadi marah. Kerajaan Kerajaan tetangga juga akan menatap berita ini dengan serakah.


Karena yang mereka takuti adalah Keluarga Qin yang semua nya adalah ahli strategi, ahli siasat, ahli perang, jika kekuatan nya telah jatuh pada Kekaisaran Zhu yang bodoh maka mereka memiliki kesempatan untuk mengambil alih Kekaisaran Zhu.


Dengan kesempatan ini maka Kekaisaran Zhu akan menyerahkan kekuatan militer pada Keluarga Qin mau tidak mau.


Semua nya sudah tersusun rapi, dengan begitu Kaisar Zhu juga tidak dapat menahan Keluarga Qin lagi. Dan soal Qin Yue sembuh itu tentu saja untuk menjebak Keluarga Xue.


Dengan beberapa usaha, dia bisa mengalah kan dua kekuatan besar sekaligus. Dia ingin melihat, berapa lama Kekaisaran Zhu akan bertahan.


Senyum dingin tampak di wajah nya sebelum dia mengibaskan tangan nya dan buku yang melayang itu langsung hilang menjadi asap.


Sekarang, harta milik Toko nya tidak kalah dari milik Keluarga Xue. Bukan apa, jika Keluarga Xue memerlukan banyak hal untuk membeli sumber daya.


Maka, Toko milik nya tidak mengeluarkan modal lagi untuk sumber daya karena mereka membuat pertanian sendiri untuk tanaman herbal.


Sedang kan setelah itu, ada 7 Alkemis keseluruhan yang siap untuk mengubah nya menjadi sumber daya yang berharga. Dia sadar kalau dia tidak bisa membuat obat satu persatu lagi dengan jumlah yang fantastis.


Dia harus segera meningkat kan kekuatan nya supaya tidak tertinggal dengan yang lain, ini semua hanya lah beberapa riak yang di buat nya sebelum gelombang asli akan datang.


Dia duduk di atas kasur nya dengan kaki yang di angkat dan di lipat, kedua tangan nya menengadah ke atas, cahaya biru melapisi tubuh nya.


Tak terasa tubuh nya sudah berubah di beberapa bagian, kulit nya menjadi lebih bersih, wajah nya menjadi lebih jernih. mata nya berubah menjadi hitam pekat yang sangat dalam seolah olah tanpa batas.