
Dia terus menyelam lebih dalam meskipun semakin dalam semakin gelap, di dalam hatinya dia hanya merasakan penyesalan mendalam.
Rasa sakitnya bahkan melebihi yang di rasakan nya saat kejadian Sekte Biru Es, dia terus berenang dan mencari Yuanzheng Yuwen.
"Yuwen ! Yuwen ! Bisakah kau mendengar suara ku ?! Tolong jawab aku !" Teriak nya dengan putus asa.
Dia tahu Yuanzheng Yuwen tidak akan membalas nya, tapi dia masih terus berteriak dan memanggil nama pria itu.
Dia terus berenang, tidak tahu sudah menghabiskan berapa banyak waktu sampai akhirnya dia melihat kuda laut kecil yang bercahaya.
Sampai akhirnya dia melihat sebuah gua batu kecil di dalam air, di dalamnya ada Yuanzheng Yuwen yang terbaring dengan lemah.
Dia segera mengecek denyut jadi pemuda itu dan menyadari bahwa itu masih memiliki denyut. Dia lalu memeriksa yang lain sebelum memberikan beberapa macam pil.
"Yuwen, aku mohon bangunlah. " Ucapnya dengan air mata, dia memangku kepala Yuanzheng Yuwen.
Air mata nya menetes ke atas wajah Yuanzheng Yuwen dan mengalir turun ke kakinya yang berada di bawah kepala Yuanzheng Yuwen.
Ketika air mata nya terus mengalir, perlahan lahan ingatan demi ingatan yang menusuk kepalanya, mengalir ke dalam pikiran nya.
Dia mengingat setiap rincian yang berkaitan dengan Yuanzheng Yuwen dan tiba tiba menyadari bahwa Yuanzheng Yuwen adalah orang yang menariknya kembali ke dunia yang fana ini.
"Yuwen, jika hari itu kamu yang membawaku kembali ke sini. Maka biarkan kali ini aku yang memohon agar kau kembali. " Ucapnya dengan lirih.
Air mata bagaikan anak sungai yang terus mengalir tanpa henti, dia menggendong tubuh Yuanzheng Yuwen yang sangat lemah dah berenang ke atas.
Dia melindungi tubuh Yuanzheng Yuwen dengan Qi yang di miliki nya, dia perlahan lahan ingat juga tentang ingatan ingatan baik nya bersama dengan Yuanzheng Yuwen.
Pria itu adalah orang yang telah menemani nya sejak awal dan menunggu nya, sekarang dia tahu dengan jelas bahwa perasaan nya tidak bertepuk sebelah tangan.
Jika Yuanzheng Yuwen tidak benar benar menginginkan nya atau mencintainya maka dia tidak akan bisa kembali ke dunia ini sebelumnya.
Mungkin juga jiwa nya dan kakak kembar nya akan sama sama hancur dan tidak akan bisa bereinkarnasi lagi.
Tapi, berkat keinginan dan tekad Yuanzheng Yuwen yang kuat, pria itu berhasil membawanya kembali.
"Yuwen, maafkan aku karena aku telah terlambat dan selalu menempatkan mu di tempat yang sulit selama ini. " Gumam nya, setelah sampai di atas.
Dia terengah engah dan melihat bahwa Xue Tian Long dan Xue Yun masih hidup tapi sedang dalam keadaan setengah mati.
Di tidak memperdulikan kedua orang itu lagi dan dengan posisi memapah tubuh Yuanzheng Yuwen, dia berjalan menuju pintu batu yang di lihat oleh Xue Tian Long sebelumnya.
Dia memasukkan Pecahan Surgawi yang telah di kumpulkan olehnya ke dalam lubang yang ada dan memasukkan mutiara yang diberikan oleh Xue Ying.
Pintu terbuka dengan perlahan dan dia berjalan masuk, setelah dia berjalan masuk, pintu batu yang lebih berat dari puluhan gajah itu, kembali tertutup dengan sendiri nya.
Seolah olah pintu batu itu di kendalikan oleh mesin yang dia lihat di kehidupan sebelumnya.
Dia menatap sekitar dengan tatapan menyelidik dan was was karena takut apabila ada sesuatu yang tiba tiba menyerang.
Dengan membawa tubuh Yuanzheng Yuwen yang rentan maka dia harus sangat berhati hati, karena dia menanggung dua nyawa bukan hanya nyawa nya sendiri.
Dia menatap sebuah patung yang sangat tinggi, mungkin setinggi 5 manusia sepertinya. Dia menatap patung itu sambil mendongak.
"Katakan apa yang kau ingin kan. " Ucap patung itu dengan kaku dan tampak datar.
"Kau tidak ingin uang atau apapun itu ?" Tanya patung itu dengan bingung.
"Tidak, untuk apa ? Aku sudah kaya. " Ucapnya dengan acuh tak acuh.
"Baiklah, aku bisa menyembuhkan pria itu. Tapi, mungkin saja dia melupakan beberapa kenangan." Ucap patung itu.
Mendengar ini membuat kesenangan nya turun jauh dan meninggal kan tubuhnya yang kedinginan.
Dia harus membuat keputusan yang cepat atau kalau tidak, Yuanzheng Yuwen tidak akan bisa bertahan lebih lama.
Dia memandang Yuanzheng Yuwen dengan sedih dan akhirnya menggertakkan gigi. Dia tidak bisa menjadi egois hanya karena diri nya sendiri.
"Apa kau yakin bisa menyembuhkan nya secara total ?" Tanya nya dengan tegas.
"Aku bisa , tapi dia mungkin melupakan beberapa kenangan berharga nya. Tapi jika baik maka tidak akan ada yang di lupakan oleh nya. " Ucap patung itu.
"Baik, aku setuju dengan mu !" Ucapnya.
Dia memeluk tubuh Yuanzheng Yuwen dan membisik kan beberapa kata kata terakhir.
"Yuwen, maafkan aku. Aku mencintaimu, aku harap kau tidak melupakan ku. " Bisiknya dengan lembut.
Dia mengecup pelan pipi Yuanzheng Yuwen sebelum akhirnya berjalan lebih dekat ke arah patung emas itu.
"Apa yang harus ku lakukan ?" Tanya nya pada patung itu.
"Kau harus membaringkan nya di ranjang batu itu." Ucap patung itu.
Dia menatap sekitar dan melihat sebuah ranjang batu yang berlapis emas dan membaringkan tubuh Yuanzheng Yuwen di atasnya.
"Kau yakin dengan keputusan mu ini ? Tidak akan ada jalan pulang untuk ini. " Ucap patung itu, sekali lagi menekan kan keputusan nya.
"Aku yakin dengan keputusan ku. Aku harap kau bisa mengobati nya sesegera mungkin, dia tidak akan bisa bertahan lebih lama. " Ucapnya dengan memohon pada patung itu.
"Baiklah, kau bisa berdiri di sudut dan menunggu aku mengobati pemuda ini. Kau harus berdiri membelakangi kami berdua. " Ucap patung itu.
Dia berjalan menuju pintu dan berbalik badan.
"Jika kau tidak menepati kata kata mu maka aku akan menghancurkan patung mu. " Ancam nya dengan dingin.
"Apa yang membuat mu rela untuk menyerah pada keinginan mu dan memilih untuk memberikan pengobatan pada pemuda ini ?" Tanya patung itu.
"Keinginan ? Aku tidak tahu apa itu keinginan ? Apakah itu suatu kelemahan ?" Cemooh nya.
"Pada dasarnya, keinginan di buat untuk dihancurkan. Keinginan adalah titik lemah seseorang dan aku membenci nya. " Ucapnya lagi dengan dingin.
"Kau tidak bisa memandang nya dari sisi uang begitu buruk, dengan keinginan seseorang bisa menyalurkan perasaan nya dan emosi nya. Kau tidak mungkin akan terus mengekang dirimu dan mengubah diri mu menjadi patung berjalan bukan ?" Tanya patung itu.
"Bukan urusan mu. " Balasnya dengan dingin dan datar.
"Kau terlalu dingin untuk ukuran manusia normal."Ucap patung itu lagi.
Crazy Up 1/11/2021 - 7/11/2021 : 3 / 3