Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
154. Buronan


Dia menatap gambaran nya di tempel di setiap sudut kota, dengan tulisan siapa pun yang dapat menemukan nya akan mendapat imbalan 5.000 Kristal Roh.


Dia tidak tahu harus menangis atau tertawa, karena meski pun dia berada di tengah kerumunan. Orang orang tetap tidak akan mengenali nya.


Orang orang akan berpikir kalau dia adalah seorang pengemis , selain itu dia juga melihat wajah Xue Yun yang di taruh di sebelah nya.


Dia mengepal kan tangan nya, ini pasti lah ulah para pengkhianat Sekte Biru Es. Tapi, dia harus hati hati mulai sekarang karena dia yakin pasti ada orang orang dari tiga Klan yang telah datang untuk mencari nya dan merebut Pecahan Surgawi dari diri nya.


'Ingin merebut sesuatu milik ku ? Kalian semua bermimpi ! Tunggu lah aku, aku akan menarik kalian semua ke Neraka bersama ku !' Dia berteriak dalam hati.


Dia memilih untuk tidak menatap papan pengumuman lagi dan berjalan dengan terseok seok ke dalam penginapan yang tidak terlalu bagus.


Akan sangat mencolok jika dia pergi ke penginapan yang bagus, jadi dia hanya memilih penginapan yang hampir roboh.


"Kamar satu untuk ku. " Ucap nya dengan suara serak.


"Berapa malam ?" Tanya pelayan itu dengan jutek.


"7 , aku ingin air hangat dan makan pagi. " Dia membalas lagi dengan dingin.


" 10 Kristal Roh Tingkat Rendah. " Ucap pelayan wanita itu dengan angkuh, dia menyerah kan uang yang di minta dengan sinis.


Pelayan itu terkejut dan memberikan nya sebuah kartu kamar yang memiliki angka 301. Dia langsung berjalan ke kamar yang ada di lantai tiga itu.


Lalu, masuk dan mengganti pakaian nya. Dia melihat di dalam nya sudah ada air hangat yang tampak nya baru di hangat kan.


Dia membuka seluruh pakaian nya, lalu menyembuhkan luka luka nya dengan Qi nya. Dalam sekejap, kulit nya kembali seperti semula seolah olah dia tidak pernah terluka.


Masalah nya, ini memang bisa mengembalikan seperti semula tapi rasa sakit nya tidak akan pernah hilang.


Itu membekas ke dalam jiwa nya dan meninggalkan luka mendalam, dia berjalan ke dalam bak mandi yang terbuat dari kayu itu.


Tubuh nya terasa tenang ketika menyentuh air hangat. Dia memejamkan mata nya, ingatan sebelum nya mengalir seperti mimpi.


"Jika aku bisa, maka aku akan menganggap ini sebagai mimpi buruk dan terbangun dengan keadaan seperti semula. " Ingatan nya tentang darah yang mengalir di salju yang putih dan murni membuat nya sakit.


Darah itu tampak mencemari salju yang indah dan murni, membayangkan ini saja membuat dada nya sesak.


"Aku akan membalaskan dendam semua orang, tidak peduli jika tangan ku harus berlumuran darah. Aku akan membuat mereka menyesal. " Dia menatap dengan penuh kebencian.


Mulai sekarang, dia akan keluar dengan identitas yang berbeda. Identitas yang sama sekali baru, dia tidak akan membiarkan siapa pun yang sudah membuat hidup nya menderita, hidup dengan bahagia.


Hati nya yang sebelum nya telah perlahan lahan mencair kembali membeku, bahkan lebih beku dari sebelum nya.


Dia berendam di dalam bak mandi cukup lama, sampai sampai air di dalam nya tidak lagi hangat.


Dia mengambil satu set pakaian dari dalam cincin ruang nya, pakaian ini serba hitam dan tampak besar.


Dia menatap sedih pada pakaian serba hitam ini.


"Paman, awal nya aku akan memberikan ini pada mu. Tapi aku tidak memiliki waktu untuk melakukan nya. "Ucap nya , dia menggunakan pakaian yang kebesaran itu.


Dia menatap cermin tembaga di depan nya dengan jelas, wajah nya jelas tidak berubah tapi dia merasa ada yang berubah dari diri nya.


Dia mengikat rambut nya, seperti ekor kuda dan menggunakan hiasan rambut yang mirip dengan tusuk rambut tapi untuk pria di ikatan rambut nya.


"Aku tidak akan menjadi Xue Fenghuang untuk sementara waktu. Untuk saat ini, aku adalah Yun Sichou !" Dia menatap ke cermin tembaga dengan tatapan tajam.


(Yun (云) : marga / arti nya adalah Awan. )


( Sichou (世仇) : Dendam. )


"Klan Jin, Klan Shuai, dan Klan Feng, kalian semua pasti akan musnah. Aku akan membuat kalian menanggung akibat nya dua kali lipat ! Aku akan berpesta di atas penderitaan kalian. Kalian yang membuat ulang tahun ku menjadi berdarah akan membayar mahal untuk itu !" Dia terus mengulang kata kata itu dengan kekehan yang tajam.


Dia seperti orang yang kehilangan akal, dia sudah tidak sadar yang mana merupakan kebenaran dan yang mana merupakan mimpi.


Dia menggunakan topi bambu yang memiliki cadar di sekeliling nya sehingga wajah nya sama sekali tidak terlihat.


Di tengah tengah topi bambu, terdapat lubang untuk mengeluarkan ikatan rambut nya sehingga rambut nya tidak berantakan.


Setelah yakin kalau penampilan nya 180 ° jauh berbeda di bandingkan sebelum nya, dia berjalan keluar dengan langkah yang anggun.


Dia menyimpan Pedang Jiwa Es dan akan menyerang menggunakan pedang paman nya sebagai bentuk penyamaran.


Kaki nya melangkah menuruni tangga dengan langkah yang anggun tapi tegas, setiap langkah nya meninggal kan kesan dingin dan tak tersentuh yang mendalam.


Penjaga hotel yang memperlakukan nya tidak sepenuh hati terkejut melihat penampilan nya, dia tidak peduli dan terus berjalan.


Pandangan nya tidak terlalu jelas karena di tutupi oleh kain putih tipis yang sudah lebih dari cukup untuk menyamarkan wajah nya.


Dia berjalan menuju salah satu kedai untuk mengisi perut nya yang telah kosong selama 5 bulan, dia rasa makan 3 mangkuk nasi tidak akan cukup.


Sampai lah dia ke sebuah kedai yang sangat ramai, dia dengan mudah berbaur dan masuk ke bagian dalam.


"Bos !" Panggil nya.


"Gongzi , apa yang ingin kamu pesan ?" Tanya pemilik kedai.


(Gongzi adalah panggilan untuk pria yang terhormat atau pendekar, untuk panggilan formal.)


"Aku ingin memesan 10 porsi nasi putih, dua porsi kepiting asam manis, satu porsi kaki babi dan 2 sup tahu telur. " Ucap nya.


Pemilik kedai itu tampak terkejut dengan jumlah pesanan nya.


"Juga, aku ingin daging babi tumis sayur di sini lalu aku juga ingin 3 guci arak. " Ucap nya lalu menyerahkan sebuah kertas yang berisi menu.


"Gongzi, apa kamu yakin dengan apa yang kamu pesan ini ?" Tanya pemilik kedai itu dengan gemetar.


"Yakin, aku bisa membayar semua nya. " Ucap nya sambil mengangguk pelan.


Bonus Like 22 k : 3 / 3