
"Dia telah menuai buah dari apa yang di tanamnya. " Gumamnya dengan sinis dan membawa keledai keledai itu dengan lembut.
Shangguan Shiyi menyusul dan mengacungkan jempol padanya.
"Cara yang bagus, dia mendapatkan buah yang di tanamnya sendiri. " Ucap Shangguan Shiyi.
"Lebih baik untuk menyiapkan tempat tinggal mereka ini, mereka berjumlah tiga. Beli sebuah rumah dan halaman yang luas, lalu cari seorang peternak yang baik. Pergilah, aku akan menunggu disini. " Ucapnya dengan santai.
Shangguan Shiyi mengangguk dan berjalan pergi, hanya dalam 1 jam Shangguan Shiyi telah kembali dengn seorang pria tua.
"Ini adalah Paman Zhang, ini dulu adalah keledainya yang dicuri oleh orang itu dan bersedia untuk merawat ketiganya. Untuk rumah, aku sudah membeli sebuah rumah sederhana tapi memiliki halaman luas. " Ucap Shangguan Shiyi.
Dia mengangguk dan membawa ketiga keledai itu bersama nya sampai ke sebuah rumah dengan rumput yang lumayan tinggi.
Ini akan sangat baik untuk merawat ketiga keledai ini. Dia memeluk keledai yang ada di pelukannya ini, lalu mengobatinya.
"Pergilah beli 7 keledai lagi dan makanan nya, dengan begitu akan pas 10 keledai. " Ucap nya.
Paman Zhang pergi untuk membeli apa yang dimintanya sedangkan dia sedang mengobati keledai yang ada di pelukannya.
Dalam waktu singkat, sudah ada sepuluh keledai di sertai dengan banyak bibit. Keledai akan digunakan untuk menggarap sawah, lalu susu mereka akan dijual.
Dengan begitu, akan meraup keuntungan untuk membeli makanan para keledai ini.
"Paman Zhang, tolong berikan yang terbaik untuk mereka ya. " Ucapnya.
"Tenang saja Nona, aku tidak memiliki anak dan selalu ingin memiliki anak sejak dulu tapi istriku telah meninggal, jadi aku telah menganggap mereka sebagai putra dan putriku sendiri. " Ucap Paman Zhang.
Dia mengangguk dan berjalan pergi, dia membuat pelindung bagi orang jahat yang ingin mengambil keledai keledai itu.
Untuk merawat keledai dan membeli keledai seperti ini bahkan tidak menghabiskan 1.000 Kristal Roh. Mereka mengantri di depan Sekte Pedang Bulan yang sudah ramai oleh berbagai kultivator.
"Aku tidak bisa membayangkan, apabila kita kembali ke sana dan tempat itu sudah dipenuhi dengan anak anak keledai yang lucu !" Ucap Shangguan Shiyi dengan penuh semangat yang membara.
"Tentu, aku juga tidak sabar. " Jawab nya dengan anggun.
Mereka mengantri dan melihat orang orang yang kembali, yang di buka hanya dua jalur. Mereka harus menempelkan tangan mereka di ketiga batu.
Satu batu yang mengetes bakat , satu lagi untuk umur dan yang lainnya adalah untuk kekuatan. Mereka telah menelan pil yang menyembunyikan kekuatan mereka beberapa tingkat.
"Umur hanya boleh sampai 25 tahun, berapa umur mu sekarang ?" Tanya nya.
"Aku 16 tahun saat ini. " Ucap nya.
"Aku 20 puluh, kita berbeda 4 tahun. Saat kau berumur 14 aku sudah berumur 18 . " Ucap Shangguan Shiyi.
Dia mengangguk dah tidak menanyakan lebih lanjut. Bakat harus di bedakan menjadi 4 , buruk, biasa, luar biasa dan Surga.
Selama ini, tidak ada yang berada di tingkat Surga sehingga biasanya murid terbaik akan di ambil dari bakat luar biasa.
"Daozhang, apa saja yang menjadi persyaratan tahun ini ?" Tanya nya pada pria di depan.
"Menjawab Daozhang, itu adalah sepuluh orang terbaik di bakat biasa akan di ambil menjadi pelayan sekte sedangkan akan diambil 4 murid dengan bakat paling baik nanti. " Ucap orang di depannya.
"Terima kasih, Daozhang. " Ucap nya dengan sopan.
Dia menatap Shangguan Shiyi dan menghela nafas, dia merasa kalau tahun ini berbeda dengan apa yang di katakan oleh Rong Xian.
Umur mereka juga banyak yang tidak memadai dan tidak sesuai dengan ketentuan, sampai akhirnya dua orang dari depannya bisa diterima menjadi pelayan Sekte.
Orang di depannya pun di paksa untuk pulang , dia dan Shangguan Shiyi berada di baris yang berbeda. Mereka maju bersamaan dan dia menempelkan tangan kirinya di batu umur.
Batu itu menunjukkan angka 16 , dia dipersilakan untuk menaruh tangan nya di batu kekuatan. Itu menunjukkan kemurkaan dunia tingkat 1.
Lalu dia berjalan menuju tempat batu bakat, batu itu awalnya tidak bersinar sebelum bersinar dengan sangat terang.
Batu itu bahkan langsung mencapai ke arah Surga dengan cahaya yang sangat terang.
Duarrr!
Batu itu meledak karena tidak sanggup mendeteksi bakatnya, orang yang mengujinya terkejut dan tidak bisa berkata kata.
"Tunggu, aku akan mengambil batu bakat yang baru. " Dia tersenyum pada Shangguan Shiyi.
Di sebelahnya, cahaya masih belum berhenti di tanda luar biasa melainkan terus meluncur sampai ke kata kata Surga.
keempat warna itu bercampur dan berubah menjadi warna emas. Shangguan Shiyi memberikan senyuman kecil.
"Selamat !" Ucapnya dengan pelan tapi semangat.
"Siapa namamu ?"
"Shangguan Shiyi. " Ucap pria di sebelahnya.
Shangguan Shiyi langsung membuat kegemparan karena ada nya bakat Surga dan di bawa oleh tetua itu, sedangkan tetua yang menangani nya datang dengan batu bakat yang baru.
"Kemana tetua Liu ?" Tanya tetua yang menangani nya.
"Orang yang di tangani oleh tetua satu lagi mendapat bakat Surga dan di terima sebagai murid, bahkan berhasil mendapatkan cahaya emas. " Ucapnya dengan tenang.
"Baik, mari coba lagi. " Ucap tetua itu.
Dia menempelkan tangannya dan kejadian sama terjadi lagi, batu itu meledak lagi bahkan untuk batu ketiga dan keempat.
Tetua di depannya akhirnya pasrah dan membawa nya ke dalam untuk dijadikan murid.
"Bakatmu terlalu baik sampai sampai Batu bakat yang disini tidak bisa menahan bakatmu, aku akan membawamu menuju tempat wakil ketua Sekte. " Ucap tetua itu.
Dia berjalan dan memandang ke belakang, dia dibawa menuju salah satu ruangan yang memiliki Batu bakat yang jauh lebih besar.
"Wakil Ketua, gadis ini telah memecahkan 4 batu bakat. " Ucap tetua di sampingnya.
"Oh ? Selama ini tidak ada hal semacam ini. " Ucap pria berkacamata yang sedang membaca gulungan seni bela diri.
"Taruh tanganmu disini. " Ucap tetua yang membawanya.
Cahaya dengan sangat cepat naik dan berubah menjadi warna emas, sama seperti yang dimiliki oleh Shangguan Shiyi.
Dia dengan cepat mencabut tangannya, warna pun tidak segera menghilang. Jika dia tidak segera mencabut tangannya, maka batu bakat yang berharga ini akan pecah dan menjadi ribuan keping seperti batu bakat yang sebelumnya.
Wakil ketua sekte yang sebelumnya tampak acuh tak acuh pun mau tak mau melihat ke arahnya dengan tatapan yang tidak percaya.
Dia hanya menatap dengan dingin ke arah batu bakat itu. Batu bakat sialan ini telah memberikannya banyak masalah di masa depan.