Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
227. Pertempuran Berdarah


Beberapa belas jam setelahnya,


Tubuh Rong Yanran tampak seperti tulang yang dibalut oleh darah. Tidak ada kehidupan lagi, tapi juga tidak mati.


Siapa yang ingin berdiri di batas hidup dan mati dalam keadaan yang begitu menyiksa, tapi karena ini lah dia menonton nya.


Jika saja dia tidak memaksa Rong Yanran untuk meminum pil itu maka Rong Yanran akan bisa mengungkap Identitas nya dan bisa bunuh diri.


Ini adalah langkah yang tepat, dia sudah memperkirakan ini sebelum nya sehingga hanya bisa mengambil jalan ini.


Dia bukanlah orang yang lemah lembut, orang yang menurutnya layak untuk mati maka orang itu harus mati.


Dia tidak peduli dengan pandangan semua orang, karena tidak peduli apapun yang terjadi. Pasti ada orang yang memandang dari sisi yang lain.


Keributan di luar menjadi semakin memusingkan, begitu dia melihat ada sekumpulan orang orang dengan pedang yang bersiap untuk bertarung.


"Akhirnya, pertunjukan utama telah datang. " Ucapnya dengan senyum senang.


"Inikah yang kamu tunggu ? " Tanya Shangguan Shiyi.


"Itu benar , ini adalah apa yang aku tunggu. Setelah kamu melihat ini, apa kamu masih merasa bahwa aku adalah orang yang baik ?" Tanya nya tanpa menoleh.


Saat ini mereka sedang duduk di atas atap kediaman Rong Yanran, dia tidak berani menoleh dan menatap wajah Shangguan Shiyi langsung.


Dia takut bahwa ekspresi yang di keluar kan oleh Shangguan Shiyi akan mengecewakan nya, dia takut kecewa.


"Aku masih akan mengatakan kamu baik. Mungkin seluruh dunia akan mengatakan bahwa kamu jahat, tapi aku akan melihat bahwa kamu baik. Karena, aku mengerti apa yang ada di pikiran mu. " Ucap Shangguan Shiyi.


Mendengar ini membuat nya terkejut dan menatap Shangguan Shiyi dengan tatapan rumit.


"Kamu berbohong. " Ucapnya dengan dingin, dia berdiri dan pakaian nya berkibar bersama dengan rambutnya.


"Di dunia ini , tidak ada yang bisa mengerti diriku. Tidak terkecuali aku sendiri. Tidak akan ada yang bisa mengerti. " Ucapnya dengan dingin, sebelum meloncat ke atap yang lain dan meninggalkan Shangguan Shiyi.


Dia duduk di atap yang lain dengan termenung, seperti yang dikatakan oleh nya. Tidak akan ada orang yang mengerti dirinya.


Karena, bahkan dia sendiri tidak dapat mengerti dirinya sendiri. Dia menatap ke bawah dengan minat yang sudah turun jauh.


Percakapan nya dengan Shangguan Shiyi tadi begitu merusak suasana hatinya. Dia yang sebelum nya bersemangat untuk menonton adegan berdarah ini menjadi marah.


Darah telah tumpah, semua orang menjadi tidak segan lagi. Suara dentingan senjata terdengar dimana mana. Suara teriakan menghiasi tempat itu, dia berdiri dan membiarkan seluruh rambutnya beterbangan dengan anggun.


Dengan pakaian merah nya yang disulam bentuk Phoenix dan rambut hitamnya yang hanya di kepang bagian depan, lalu bagian belakang di biarkan terurai, dia tampak seperti Dewi Kematian.


Dia bersiap untuk menjemput nyawa setiap orang, pertempuran di bawah menjadi sengit. Ada puluhan ribu orang yang dirugikan oleh Sekte Pedang Bulan.


Setelah mendengar ini, mereka langsung bersatu dan mengumpulkan kekuatan untuk membantai Sekte Pedang Bulan.


Banyak sekali kultivator kultivator bebas yang tidak tergabung dengan sebuah Sekte, datang kemari untuk balas dendam.


Tidak ada yang memiliki waktu untuk mengurusi nya, dia berdiri dan mengamati darah yang sudah mulai mengalir di bawah.


"Pertempuran nya tidak bagus. " Gumam nya sambil menguap.


Dengan satu jentikan jari, seluruh bangunan yang ada di Sekte Pedang Bulan rata dengan tanah. Sekarang, Sekte Pedang Bulan hanya menyisakan nama.


Sebuah pelindung besar tampak menutupi seluruh Sekte Pedang Bulan, dia menatap ke arah tempat Shangguan Shiyi sebelumnya dan melihat kalau pria itu sudah menghilang.


Helaan nafas kecewa keluar dari bibirnya, dia mengayunkan tangannya. Dengan satu kibasan, semua orang tertimbun ke dalam es. Baik orang yang hidup dan mati, terkurung ke dalam balok es besar.


Lama kelamaan mereka akan mati, segel ini tidak akan membiarkan mereka mati. Terserah mereka akan mati kelaparan atau mati kedinginan, dia tidak peduli.


Dia telah berjanji pada Rong Xian untuk tidak membuat tempat ini menjadi gunung mayat karena pertempuran. Dengan begini, yang bisa terlihat hanya lah hamparan es yang luas dan dingin.


Dia berjalan di atas balok es, sepatu nya yang memiliki hak kayu, tampak mengeluarkan suara di setiap langkahnya.


Rasa dingin yang begitu kuat tanpamu menusuk tulangnya begitu dalam dan membuat tubuhnya merasa gemetar.


Semakin kuat dia makan semakin lemah tubuhnya. Tidak peduli dia sudah mengganti tubuhnya, itu masih lemah karena Konstitusi Tubuh Yin Murni miliknya.


Dia berjalan keluar dari halaman Sekte Pedang Bulan dengan mudah, tatapan semua orang tertuju pada nya. Tapi tidak ada satupun dari mereka yang berani untuk menganggu nya.


Semua orang membuka jalan untuk nya, dia berjalan dengan setiap langkahnya yang meninggalkan lapisan es tipis.


Dia berjalan tanpa arah, dia tidak tahu harus kemana setelah ini. Rong Xian berada di Sekte Naga Azure , tapi dia tidak mau kesana.


Dia hanya ingin berjalan jalan sebelum pulang.


"Pulang ya ? Ha ha ha, aku tidak memiliki tempat untuk pulang lagi ! Kemana aku harus pulang ? Dimana tempat yang masih menampung ku ?" Tanya nya sambil memegang salah satu rumah.


Dia mengeluarkan sebuah guci arak dan meminumnya dengan rakus, dia berjalan tanpa arah dan berkeliling ke pemukiman warga.


Semua orang menghindari nya seolah olah dia adalah orang gila. Tapi dia tidak peduli, yang ada di pikiran nya adalah rumah dan pulang.


Rumah saja dia tidak punya, tapi dia masih berpikir untuk pulang.


(Rumah disini dimaksudkan dengan tempat yang menunggunya, bukan tempat tinggal. Tempat yang ada keluarganya, orang terdekatnya dan kenangan nya. )


"Sejak awal, aku tidak memiliki rumah. Aku tidak memiliki tempat pulang. " Ucap nya dengan setengah mabuk.


Tidak terhitung telah berapa banyak guci yang dia minum, sampai akhirnya dia ternyata masuk ke dalam lorong kecil dan sempit.


Di depan sana ada belasan orang yang bersiap untuk melakukan niat jahat padanya. Dia yang melihat ini mendengus dingin.


"Pergilah, aku tidak sedang dalam niat untuk bermain dengan kalian. " Ucap nya dengan dingin.


Dia mengedarkan Qi nya ke seluruh tubuh dan mengurangi pengaruh alkohol, sekarang dia sudah tidak mabuk lagi.


"Bukan kau yang memutuskan sayangku. Ayo kemarilah dan jangan jual mahal. " Ucap salah satu dari mereka dengan menjijikkan.


Xue Fenghuang yang melihat hal ini hanya menaikkan salah satu alis nya dengan jijik.


Bonus 620 k Popularitas: 1/ 2