Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
26. Hukuman II


Dia membawa nampan yang berisi kan dupa dupa racun yang sudah di buat nya, langkah nya di ikuti oleh kelima pelayan nya.


Dia langsung saja berjalan menuju Paviliun Mawar , yang merupakan tempat di tahan nya Lin Yi. Banyak penjaga yang menjaga pintu masuk rumah Lin Yi.


Tidak ada pelayan yang di perboleh kan untuk tinggal bersama dengan Lin Yi, jika wanita itu memiliki keinginan maka hanya bisa berteriak.


Ketika penjaga melihat nya, tidak ada yang berani untuk menghalangi nya dan segera membuka jalan.


"Salam kepada nona kedua. " Para penjaga itu langsung berlutut, dia terkekeh pelan.


Dalam waktu singkat, orang orang kediaman ini tunduk di bawah nya bahkan mereka tidak berani untuk mengangkat kepala mereka dan menatap nya.


Sangat berbeda jika di masa lalu, mereka memandang nya dengan tatapan meremehkan, penuh celaan dan penghinaan.


Dia terus berjalan tanpa menyuruh para penjaga dan pelayan itu untuk berdiri terlebih dahulu. Itu adalah orang orang Xue Longque, mereka tidak akan mati hanya karena berlutut semalaman.


"Kalian tunggu di luar. Jangan biar kan siapa pun untuk masuk, apa kalian mengerti ?" Tanya nya dengan dingin.


"Ya nona, kami akan menjaga di depan. " Kata para pelayan nya dengan patuh.


Dia mengangguk puas, kaki nya melangkah ke depan. Salah satu tangan nya terulur dan membuka pintu, di balik pintu tipis itu tampak lah seorang wanita tua dengan pakaian putih polos dan rambut berantakan.


Terlihat jelas banyak bekas luka di sekujur tubuh Lin Yi.


"Lin Yi, aku berkunjung untuk melihat mu. Apa kau senang ?" Tanya nya dengan sinis.


"Kau, untuk apa kau datang kemari ?!" Teriak Lin Yi dengan histeris.


"Shttt, jangan berisik atau permainan kita akan segera berakhir. " Bisik nya sambil menempel kan jari nya di depan bibir nya.


Dia menjambak rambut Lin Yi, wanita tua itu dengan tubuh yang di rantai di bagian tangan sehingga hanya bisa untuk makan tapi tidak bisa lari.


Di sebelah nya juga ada ember yang di guna kan untuk buang air besar atau air kecil. Dia menatap jijik pada Lin Yi.


"Aku membawa hadiah besar untuk mu. " Ucap nya dengan nada rendah.


"Kau, jangan macam macam dengan ku. Dalam waktu 3 bulan ini pasti Ling'er akan pulang. Dan ketika begitu, dia akan membuat mu di keluar kan dari Sekte Tianwen !" Kata Lin Yi dengan marah.


"Apa maksud mu ? Aku tidak yakin Tuan Jing akan memilih Xue Ling mu itu di banding kan aku. Apa kau ingin mencoba nya ? Aku bisa membuat nya keluar dari Sekte Tianwen, dengan begitu masa depan nya akan terputus. " Ucap nya sambil tertawa ringan.


"Jangan macam macam !" Teriak Lin Yi.


"Apa kau tahu ? Melihat mu seperti ini membuat ku semakin tidak sabar, jangan mati dengan cepat Lin Yi. Biar kan aku memberi kan mu pertunjukan yang indah setelah kau keluar dari sini. " Bisik nya sambil mengcengkram dagu Lin Yi.


Dia menghempas kan dagu itu dan berjalan menuju sisi ruangan yang lain dan memutus kan untuk menghidupkan Dupa milik nya.


Ketika di hidup kan, harum menenangkan tercium ke seluruh ruangan dan benar benar memikat.


"Kau ! Jangan berani berani nya menghalangi langkah Xue Ling !" Teriak Lin Yi.


"Jika aku ingin, apa kau dapat menghalangi ? Diam dan nikmati alur nya. Aku akan membalas semua nya dengan setimpal. " Ucap nya sambil terkekeh.


"Kau !" Lin Yi terus berteriak layak nya orang gila di dalam ruangan, dia tidak peduli dan berjalan keluar.


Wanita tua itu harus bertahan, karena ini baru sebagian kecil dari hukuman nya.


"Kalian, setiap hari datang lah dan nyala kan dupa untuk Lin Yi setiap hari. " Ucap nya pada para pelayan nya.


"Ya, kami mengerti nona. " Kata mereka mengangguk dengan patuh.


Dia berjalan keluar di ikuti oleh para pelayan nya dan tidak memandang para penjaga dan pelayan yang segera berlutut ketika melihat nya.


Di sisi lain, Xue Longque sudah mendapat kabar soal datang nya Xue Fenghuang ke tempat Lin Yi.


"Aku tahu kalau dia tidak akan sekejam itu. Ini semua adalah salah ku, aku yakin sikap itu terbentuk hanya untuk tameng bagi diri nya. Aku tidak dapat menyalah kan nya, Lin Yi sudah terlalu banyak melakukan hal buruk pada gadis malang itu, biar kan dia melakukan apa yang dia mau. " Kata Xue Longque dengan sedih.


Pria tua itu tidak tahu kalau dia sudah masuk ke jebakan beracun milik Xue Fenghuang. Xue Fenghuang bagai kan ular, jika sudah membelit maka sulit untuk melepas kan diri dari belitan nya yang mematikan.


Di sisi lain, Xue Fenghuang membuka pakaian luar nya dan menyisakan pakaian putih tipis yang biasa di guna kan untuk tidur.


Tubuh nya sangat lelah, sudah beberapa hari ini dia tidak beristirahat terlalu banyak. Kain tipis itu dapat dengan mudah menunjuk kan lekuk tubuh nya yang indah.


Meski pun dia baru berumur 13 tahun, tinggi nya sudah 158 cm. Kaki nya ramping, tubuh nya berlekuk dan tidak kalah dengan orang dewasa.


Dia melepas kan cadar nya dan menaruh nya di meja samping ranjang. Wajah nya yang cantik, dengan bibir tipis, mata bulat dan hidung mancung, membuat nya tampak seperti sebuah lukisan.


Dia membaring kan tubuh nya yang tampak sangat lemah dan mudah hancur seperti porselen.


"Kadang, terlalu indah juga tidak baik. " Gumam nya sebelum tertidur dengan lelap dan tidak memerdulikan sekitar nya.


Meski pun begitu, insting nya masih tetap hidup untuk melindungi nya dari musuh yang menyerang tiba tiba. Mata nya tertutup tapi dia bisa merasa kan seseorang yang berusaha untuk masuk dan bertemu dengan nya.


Dia sangat kenal dengan aura ini, milik Yuanzheng Yuwen. Tidak lama, seorang pria berjalan dengan mudah ke dalam ruangan nya.


"Tuan Yuanzheng, jika aku boleh tahu kenapa anda mendatangi rumah saya selarut ini ?" Tanya nya.


"Emh, saya datang kemari untuk berdiskusi sesuatu dengan nona Xue, tidak menyangka kalau nona Xue telah tidur dan jadi terbangun karena kedatangan ku. Ah iya nona Xue, tolong perbaiki pakaian anda, aku merasa akan tidak baik jika seseorang melihat kita berdua dalam keadaan seperti ini." Kata Yuanzheng Yuwen dengan wajah yang memerah.


"Lalu kenapa ? Aku hanya anak kecil yang baru berumur 13 tahun. " Jawab nya dengan acuh tak acuh.


Yuanzheng Yuwen terlihat menelan ludah dengan susah payah.


"Ba bagai mana pun, aku adalah seorang laki laki dewasa. " Jawab Yuanzheng Yuwen dengan gugup.