
Keesokan harinya
Dia mendapat kabar bahwa Ketua Sekte serta Wakil Ketua Sekte Harimau Ilahi akan kembali besok, dia langsung saja membeli sebuah kuda dan memacu nya.
Dia menggunakan jubah hitam yang menutup seluruh tubuh nya, dia memacu kuda nya menuju pegunungan belakang Sekte Harimau Ilahi.
Kuda nya berlari tanpa henti sampai akhir nya dia berada di puncak gunung yang sangat sepi atau bahkan tidak ada mahkluk hidup selain dirinya.
Dia berteriak sepuas nya dan melampiaskan semua kemarahan nya, dia jatuh berlutut dengan nafas yang terengah engah.
Semalam, dia memikirkan cara ini untuk melampiaskan seluruh kemarahan nya. Dia telah memendam terlalu banyak kemarahan dan ini tidak baik untuk rencana nya.
Dia akan berubah menjadi orang yang lebih emosional, dia akan menjadi lebih mudah terpancing serta terpengaruh.
Rencana nya akan hancur apabila ada sedikit masalah , dia telah berjuang sejauh ini. Tidak boleh ada kegagalan , ini bagaikan seperti sedang menyusun domino.
Jika ada sedikit kesalahan maka itu akan jatuh sebelum semua nya tersusun dengan rapih, dia tidak bisa membiarkan emosi nya menghancurkan segala rencana nya.
Dia melampiaskan seluruh rasa frustrasi nya, dia membuang seluruh kemarahan nya, dia memaki semua orang yang dibencinya tanpa takut apa pun.
Pembunuhan murid Kepala Sekte Harimau Ilahi juga di sebabkan oleh emosi nya yang tidak stabil, dia tidak boleh bertindak ceroboh lagi di masa depan.
Dia menduduk kan diri nya sendiri di salah satu batu dan tertawa pahit, dia seperti orang gila yang berteriak disini sendirian.
Tapi, entah kenapa rasa nya begitu nyaman setelah melampiaskan seluruh kemarahan nya. Dia kesepian, dia ketakutan, dia sendirian.
"Aku seperti orang gila disini, berteriak dan memaki di atas gunung yang sepi. Betapa menyedihkan nya diriku." Ucap nya sambil tertawa mengejek, entah ditujukan pada siapa.
"Aku disini sendirian tanpa siapapun, tidak ada yang bisa mengerti diriku. " Ucap nya dengan penuh keluhan.
Dia memandang ke depan dengan tatapan sedih, besok dia harus menghadapi banyak hal yang berat. Perjalanan nya masih panjang, dia tidak bisa menyerah di sini.
"Xue Fenghuang, datanglah ke tempatku. " Ucap suara yang tidak asing.
Dia tidak bisa melihat apa pun selain layar hologram yang tampil di depan nya, ada wajah Feng Tangan yang tampak semangat.
"Apakah ini salah satu layanan dari sistem mu ?" Tanya nya dengan penasaran.
"Ya, kenapa kau sedang berada di atas gunung ?" Tanya Feng Taoran dengan bingung ketika melihat ke sekeliling.
"Tidak ada apa apa, aku hanya sedang menyegarkan pikiran. Aku akan segera ke tempat mu, matikan dulu sambungan nya. " Ucap nya.
"Ehm, bagaimana ya ?" Feng Taoran tampak bingung.
Dia menggelengkan Kepala nya dengan pasrah, dia menebak bahwa ini fitur seperti video call tapi hanya dapat di lakukan oleh sepihak.
"Apa ada tombol merah yang berbentuk seperti bulan sabit di tengah nya ?" Tanya nya pada Feng Taoran.
"Ya, ada ! " Ucap Feng Taoran.
"Tekan itu dan sambungan nya akan putus. " Ucap nya.
Feng Taoran tampak mengikuti perintah nya dan layar hologram segera menghilang.
Bip!
Terdengar suara yang lucu ketika telepon di matikan, senyum nya kembali melebar kala mengingat sistem milik Feng Taoran.
Itu seperti mengingat kan nya tentang masa lalu, dia langsung kembali menaiki kuda nya yang sedang memakan rumput di sekitar gunung.
Lalu dia memacu kuda nya dengan kecepatan tinggi , dia menuruni gunung dengan cepat dan memacu kuda nya menuju tempat Feng Taoran.
Sesampai nya di depan Sekte pria itu, dia di halangi oleh kedua orang yang sangat lemah. Orang orang ini bahkan lebih lemah di bandingkan pengawal Kediaman Long.
Secara tidak banyak orang yang memiliki wajah baik dan bakat juga baik kecuali beberapa orang yang beruntung sepertinya, Feng Taoran, Yuanzheng Yuwen dan beberapa orang lain.
Dia mengeluarkan tanda pengenal milik Feng Taoran dan orang orang itu langsung percaya, bahkan tanpa bertanya lebih lanjut.
Dia langsung memacu kuda nya sampai ke dalam, di dalam ada sebuah gerbang kecil lain nya jadi dia turun dari kuda nya.
Sebuah panah melesat ke arah kuda nya, dia menatap sekilas ke arah panah itu sebelum menangkap nya dengan salah satu tangan nya.
Dia membelah panah itu menjadi dua bagian, dia berdiri di samping kuda nya dengan tatapan dingin yang terhalang oleh jubah.
Kekuatan orang yang memberi panah ini sangat besar tapi sedikit di bawah Feng Taoran mungkin setara dengan nya.
"Siapa kau ?" Tanya suara dingin dari kejauhan.
Pria itu menggunakan pakaian cokelat dan rambut yang dikepang sedemikian rupa, di tangan nya ada sebuah busur.
"Jadi kamu yang menembak ku dengan anak panah, tidak sopan sekali. " Dengus nya dengan marah.
Dia mengeluarkan pedang, pria itu juga menyimpan busur nya dan mengeluarkan pedang hitam pekat. Mirip dengan pedang yang dimiliki paman nya.
"Tarian Phoenix Es! " Ucap nya, sebuah phoenix es terbentuk di belakang nya dan mengeluarkan hawa dingin yang pekat.
Pria di depan nya ini mengeluarkan Phoenix Api di belakang nya, kekuatan mereka setara dengan kemampuan yang sama.
Kedua nya bentrok dan menimbulkan guncangan yang hebat di sekitar nya, kedua nya saling bersilangan pedang.
Dia menatap wajah pria ini dalam dalam dan pria ini menatap nya juga dengan tatapan nya yang dingin dan tidak bersahabat.
Dia menekan pedang nya lebih kuat yang membuat pria itu termundur beberapa langkah, pria itu mengeluarkan tebasan yang mematikan.
Sedangkan dia menebas ke depan lalu meloncat di atas pedang itu, rasa panas menjalar dari kaki nya dan dia melihat bahwa pedang pria itu mengalirkan api.
Dari kakinya, dia membekukan sekitar pedang pria itu. Karena kedua elemen yang begitu kuat, api terjebak di dalam balok es yang dia buat tanpa ada salah satu yang mengalah.
Dia meloncat turun dari atas pedang pria itu dan tudung hitam nya terbuka yang menunjukkan rambutnya yang terikat seperti pria.
"Apakah kalian sudah puas untuk bertarung ? Lihatlah, sekitar sini sudah hancur. " Ucap suara pria yang marah dari belakang pria itu.
"Feng Ge. " Panggil nya, tapi dia mendapat tatapan tajam dari pria di depan nya.
"Ayo masuk dulu. " Ucap Feng Taoran.
Dia mengangguk dan menjulurkan lidah nya ke arah pria yang bertarung dengan nya, tatapan nya menjadi mengejek.
Pria itu tampak geram dan berusaha untuk menusuk nya dengan pedang, tapi sebelum dia sempat bergerak, sudah ada sebuah kipas yang menepis pedang itu.
"Tianjin, hentikan. " Ucap Feng Taoran dengn halus tapi tegas.
Pria di belakang nya tampak tidak senang jadi dia tertawa ringan setelah mendengar nama pria itu.
"Jadi ini adalah Lan Tianjin ?" Tanya nya ketika memasuki ruangan mewah.
"Perkenalkan nama ku Xue Fenghuang. " Ucap nya sambil menjulurkan tangan nya ke arah Lan Tianjin.
"Seperti nama wanita. " Cibir Lan Tianjin.
"Memang aku seorang wanita. " Jawab nya dengan santai, dia melepaskan ikatan rambut nya yang membiarkan rambut nya terurai dengan bebas.
Kecantikan nya berada di tingkat maksimal, tapi dia merasa tenang ketika berada di tengah kedua pria ini. Ini semua berkat sistem yang ditunjukkan oleh Feng Taoran.
Dia jadi tahu status apa yang dimiliki oleh Feng Taoran dan Lan Tianjin ini. Ketika mendengar bahwa dia adalah seorang wanita, Lan Tianjin tampak sedikit terkejut.