Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
55. Qin Zuanshi


Seseorang segera mempersiapkan makanan camilan di tambah dengan teh terbaik yang di ambil Wali Kota Ku Wei dari Ibu Kota.


"Jadi, apa tujuan dua nona Qin datang kemari ?"Tanya Xue Longque setelah menyesap teh.


"Tujuan kami ya ? Kami datang kemari untuk melihat lihat tentu saja dan apa kah kami bisa bertemu dengan nona kedua keluarga Xue ?" Tanya nya dengan antusias, ciri khas anak kecil.


"Putri kedua ku ya ? Dia sedang berada di Sekte Tianwen dan belajar. " Kata Xue Longque berusaha mempertahankan wajah tenang nya.


"Oh ya ? Aku dengar nona kedua baru berumur 13 tahun tapi sudah berhasil memasuki murid bagian dalam. Tapi sayang nya, aku mendengar berita kalau dia sudah keluar sekte dan menghilang. " Ucap nya sambil tersenyum menyeringai.


"Bagai mana mungkin dia keluar dari Sekte Tianwen ? Aku penasaran dari mana nona kedua Qin mendengar hal ini." Kata Xue Longque masih tidak jujur.


"Tuan Xue, jika anda tidak ingin mengatakan nya maka aku tidak akan keberatan. Hanya saja, aku dengar kalau istri anda sudah gila dan putra anda sudah cacat. Aku takut, kehilangan nona kedua anda ini sudah menjadi akhir dari Kediaman Xue anda. " Ejek nya.


"Nona kedua, bagai mana anda bisa mengatakan hal ini ? Aku lihat umur mu baru sekitar 15 atau 16 tahun, tidak baik untuk mencampuri urusan orang dewasa. " Kata Xue Longque menahan amarah.


"Tuan Xue, apa kah anda yakin saya yang terlalu mengurusi permasalahan anda atau anda yang terlalu tidak peduli dengan putri anda. Bagai mana jika dia sedang berada di salah satu rumah bordil saat ini ? Apa kah anda tidak khawatir ? " Tanya nya sambil menelan ludah dengan kasar.


"Tidak akan ada yang ku sesali, sejak anak itu berjalan keluar dari kediaman Xue. " Kata Xue Longque akhir nya jujur.


"Kalau begitu tujuan ku sudah selesai. Tuan Xue, aku hanya ingin memberi tahu anda kalau yang anda lepas kan adalah mutiara sedang kan yang anda pelihara adalah sampah. Pada akhir nya, putri mu, putra mu dan istri mu akan mati dengan mengenaskan. Persiapkan diri mu baik baik. " Dia berkata dengan santai dan berjalan keluar sambil menarik tangan Qin Yue.


"Oh satu lagi, putri mu, Xue Ling akan mati dengan cara yang paling mengenaskan di antara yang lain. Arwah putri mu, Xue Fenghuang tidak akan puas dengan sikap mu saat ini. " Ucap nya sambil terkekeh sebelum berjalan keluar sambil mengibaskan pakaian putih nya.


Mata nya terpejam kala dia merasa kalau sekarang seluruh kendali tubuh ini sudah berada di bawah pengendalian nya.


Jika sebelum nya, beberapa perasaan nya masih bisa berubah dengan sangat cepat karena faktor yang ia perkirakan adalah sisa sisa kesadaran milik Fenghuang.


Sekarang, kesadaran itu telah sepenuh nya menghilang.


"Apa kah ini akhir yang kau ingin kan ? Kau ingin aku melepas kan ayah mu dan membiarkan nya hidup dalam bayang bayang penyesalan ?" Gumam nya, Qin Yue yang menatap hanya bisa diam dan mengamati nya.


"Baik lah akan ku kabul kan, aku akan mengabulkan permintaan mu. Aku akan menjaga nyawa ayah mu agar dia tetap hidup. Aku rasa kau memang benar, dia tidak layak untuk segera mati dan meninggal kab seluruh tanggung jawab nya. Dia harus hidup dan melihat satu persatu orang terdekat nya meninggal dengan tragis. " Gumam nya, tangan nya mengepal bahkan sampai kuku nya hampir menembus kulit nya.


Hupp


Dia merasa kalau tubuh nya di peluk dari belakang, pelukan ini terasa sangat hangat dan menyejukkan. Dia merasa seluruh beban nya terangkat kala berada di pelukan ini.


Dia tahu ini pelukan siapa bahkan tanpa melihat, wangi harum dari pria ini sudah dia hafal bahkan di luar kepala.


"Aku ? Seharus nya aku yang bertanya pada mu, untuk apa kau kembali ke tempat itu. " Kata Xing Luo dari belakang nya.


Ya, yang memeluk nya saat ini adalah Xing Luo. Qin Yue tampak kebingungan dengan Xing Luo yang tiba tiba memeluk adik nya dan menodongkan pedang nya di leher Xing Luo.


"Jiejie, biar kan. Dia adalah teman ku, Xing Luo lepas kab aku. Ayo pergi ke Toko Phoenix Salju. " Ucap nya dengan cepat, dia menggandeng tangan Qin Yue dan membiarkan Xing Luo berjalan di belakang nya.


"Xing Luo, bagai mana dengan kakak mu, Xing Feng ?" Tanya nya.


"Ck, kau menanyakan kabar kakak ku tapi tidak menanyakan kabar ku yang berada di hadapan mu. " Jawab Xing Luo dengan kesal.


"Kakak ku baik baik saja, kau tidak perlu begitu khawatir dengan nya. Dia adalah seorang pria dewasa, sedang kan aku masih muda. Yang harus kau khawatir kan adalah diri ku. " Lanjut Xing Luo dengan cemberut.


"Untuk apa aku bertanya tentang kondisi mu ? Jelas jelas aku melihat kalau kau sehat seperti ini bahkan bisa berlari lari. " Ucap nya dengan sinis.


"Bagai mana mungkin kau berkata begitu dingin pada ku ? Bagai mana kalau ternyata aku mengidap penyakit berbahaya yang tidak kau ketahui atau ternyata aku terkena racun yang mematikan ?" Tanya Xing Luo dengan sedih yang di buat buat.


"Oh ya ? Aku dengar kalau semakin kuat racun nya maka kita harus memberi nya racun yang sepadan. Aku rasa, Racun Musim Semi milik ku seharus nya cukup untuk melawan racun yang kau kata kan ?" Tanya nya sambil menyeringai dan mengeluarkan satu botol giok yang berisikan bubuk putih.


Wajah Xing Luo langsung berubah pucat, pemuda itu tampak sedikit gemetar dan berjalan mundur dua langkah menjauhi diri nya dan Qin Yue.


"Racun Musim Semi ini adalah racun buatan ku, racun yang akan membuat penderita nya bertahan selama 3 bulan. Selama itu juga racun akan mekar di dalam organ tubuh seseorang. " Ucap nya sambil terkekeh.


"Lalu, racun ini sangat cepat menyebar. Aku sudah mencoba nya pada 20 orang dan rata rata memohon kematian pada ku setelah 3 hari mereka merasa kan ini. " Ucap nya.


"Tidak tidak, aku hanya mengatakan seandai nya !" Teriak Xing Luo sebelum berlari masuk ke dalam Toko Phoenix Salju dengan terbirit birit.


"Ha ha ha, dia sangat lucu. Siapa nama nya ?" Tanya Qin Yue sambil tertawa.


"Xing Luo, dia adalah pemuda yang baik. Jiejie, kenapa wajah mu memerah ? Jangan bilang kau menyukai pemuda gila itu pada pandangan pertama ?" Tanya nya menebak dengan tepat.


"Shttt, jangan besar besar. Aku takut dia mendengar nya." Kata Qin Yue dengan malu dan wajah yang memerah.


"Jiejie, kau mungkin memerlukan beberapa perjuangan untuk mendapat kan nya. Tapi, jika memang jodoh maka tidak akan ada yang bisa menghalangi kalian. " Ucap nya sambil mengangkat bahu.


bonus like : 2 / 3