
Saat ini pelelangan telah selesai dengan sempurna, dia berjalan ke belakang panggung yang langsung di sambut oleh Tetua Li.
"Tuan, berkat bantuan mu kita untung banyak. " Kata Tetua Li dengan senyum di wajah tua nya.
"Tentu saja, bagai mana mungkin aku membiarkan pil ku terjual dengan harga murah ?" Tanya nya.
"Ayo hitung uang yang menjadi milik ku. " Ucap nya langsung duduk di salah satu kursi.
"1.010 + 1.500 + 2.130 \= 4.640 x 85 % \= 3.944." Ucap nya yang membuat Tetua Li merasa bingung.
"Ada apa ?" Tanya nya.
"Bagai mana Tuan bisa menghitung semua nya secara langsung dengan sempurna ?" Tanya Tetua Li dengan penuh antusias.
Dia rasa nya ingin memukul kepala nya dan merutuki kebodohan nya, dia lupa kalau di zaman ini belum menggunakan cara menghitung yang begitu canggih.
"Emh, aku sudah menghitung nya dari dalam ruangan dan hanya menghafal nya. Bukan sebuah hal besar. " Ucap nya dengan canggung.
"Oh ternyata begitu, padahal ada ujian matematika di sini yang di lakukan biasa nya untuk seorang sarjana. Itu akan di laksanakan di sini dengan hadiah utama 1.500 Kristal Roh. " Kata Tetua Li.
"Ujian matematika ?" Dahi nya mengerut, di masa lalu dia bukan lah seseorang yang benar benar pandai dalam matematika.
Bahkan sekolah pun hampir tidak lulus, tapi kalau di banding kan dengan orang orang di zaman ini maka tidak menutup kemungkinan untuk membuat nya menjadi seorang pemenang.
"Bagai mana cara mengikuti lomba tersebut ?" Tanya nya dengan antusias.
"Kenapa Tuan berniat untuk ikut terhadap lomba ini ?" Tanya Tetua Li setengah bercanda.
"Aku memang berniat untuk ikut, tolong bantu aku mendaftarkan nama ku Tetua Li. " Ucap nya dengan buru buru seolah olah takut kalau Tetua Li akan berubah pikiran.
"Tuan benar benar akan mengikuti lomba nya ?" Tanya Tetua Li dengan sedikit ragu.
"He em, aku ingin mengikuti lomba itu. Tolong bantu aku ya, Tetua Li." Kata nya dengan nada setengah memohon dan setengah memaksa.
"Baiklah, nona datang lah kemari minggu depan jam 8 . " Kata Tetua Li masih tidak dapat menahan keterkejutan nya, dia menerima kantung uang dan berjalan keluar sambil menarik tangan Lin Rong Rong.
Sesampai nya di luar, wajah ceroboh dan ekspresi kekanak kanakan yang ceria di wajah nya sepenuh nya menghilang berubah menjadi tatapan tajam yang mendominasi.
"Apa kau serius akan mengikuti lomba itu ?" Tanya Lin Rong Rong.
"Hm, tentu saja aku serius. Untuk apa aku bermain main dengan hal seperti itu ?" Tanya nya sambil menatap ke langit yang gelap.
Baru saja di pikir kan, air menetes dari langit, dia tidak berniat untuk berteduh dan terus berjalan di tengah guyuran hujan yang sangat deras.
Lin Rong Rong juga sama, mereka pada akhir nya sibuk dengan pikiran masing masing. Ikat rambut nya terlepas yang menunjuk kan rambut nya di baju biru nya.
Wajah cantik nya bermandikan air hujan, pakaian nya pun ikut basah. Dia tetap berjalan sambil memejamkan mata dan menikmati semua air hujan yang jatuh ke wajah nya.
Senyum tulus tampak di wajah nya, dan tak terasa mereka telah sampai di Sekte. Banyak orang yang mulai mendekati mereka seolah olah mereka adalah mangsa empuk.
Dia tetap memejamkan mata nya , dengan ada nya Lin Rong Rong di sebelah nya, semua nya akan aman terkendali.
Banyak orang yang mengejek mereka karena kekejaman mereka dalam membunuh seseorang, masalah nya orang orang itu tidak tahu.
Jika membunuh adalah cara untuk memuaskan hasrat terpendam nya maka dia sudah akan membunuh semua murid bagian luar di hari pertama dia berada di sekte ini.
Yang dia lakukan hanya lah untuk bertahan hidup, apa kah salah untuk bertahan hidup ? Seperti kata orang, jika kita tidak membunuh maka kita yang akan di bunuh.
Seperti itu lah sistem yang di terapkan di dunia persilatan yang kejam, tidak ada yang nama nya belas kasihan, bahkan akan ada orang yang merelakan anak nya sendiri untuk kekuatan atau kekuasaan.
Semua nya tampak menyedihkan dan tidak masuk akL jika di ceritakan, padahal itu lah yang sebenar nya terjadi.
Bukan dongeng dongeng indah yang di ceritakan pada anak kecil. Dia membuka mata nya, dia benci ketika harus mengingat hal buruk yang melenceng dari topik saat hujan.
Hujan adalah teman nya sejak dulu, dia selalu mencurahkan perasaan nya pada hujan yang bahkan kebiasaan nya yang satu ini terbawa pada kehidupan ini.
Setelah dia merenungi semua nya di bawah guyuran hujan, dia mulai sadar kalau ternyata memang benar kalau kehidupan kedua ini hanya hukuman.
Hukuman yang membuat nya harus melihat orang yang di sayangi nya jatuh satu persatu. Tak terasa dia sudah sampai di depan kediaman nya.
Lin Rong Rong membuka pintu dan dia masih duduk di bagian teras kediaman nya yang tertutup oleh pohon dan hanya sesekali air menetes ke tubuh nya.
Lin Rong Rong menatap nya dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Masuk lah dulu dan masak kan aku mi kuah hangat, aku akan berada di sini untuk sementara. " Ucap nya dengan bibir yang gemetar.
"Aku seperti nya terlalu terbawa suasana akan kesedihan yang di alami oleh Xue Fenghuang yang asli. " Gumam nya dengan pelan sambil tertawa getir.
Suara nya sangat halus yang membuat nya tampak berbisik. Dia mengeluarkan giok Qilin yang di kata kan adalah milik ayah nya.
Ketika dia menatap giok Qilin ini, dia memegang kepala nya yang berdenyut sakit dan terduduk di bawah pohon tanpa takut itu mengotori pakaian nya.
Giok Qilin itu jatuh ke tanah dengan suara dentingan, dia memegang kepala nya yang terasa sangat sakit.
Dia di bawa ke sebuah mimpi buruk di mana dia melihat diri nya yang dulu, sedang duduk di pinggir jalan dengan tubuh yang penuh lumpur.
Di sekeliling nya ada sekumpulan anak dengan wajah sinis yang melempari nya batu.
"Dasar Iblis ! Kau memiliki tanda aneh di punggung mu !" Teriak salah satu anak perempuan yang menarik paksa pakaian nya.
"Aku.... aku tidak!" Ucap nya yang masih kecil.
Baju nya terlihat robek di beberapa bagian dan menunjuk kan bentuk Qilin di punggung nya.
"Kalian pergi lah !" Ucap suara bariton dari belakang nya.
Baju nya yang hampir robek sepenuh nya di batalkan oleh pria itu. Anak anak nakal itu berteriak ketakutan saat melihat pria itu.
Pria itu memberikan jaket itu pada diri nya yang masih kecil, dia berniat untuk mendekati ke diri nya yang masih kecil tapi tidak bisa bergerak dan hanya bisa melihat apa yang terjadi.
bonus like 6 k : 2 / 3