Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
328. Bertemu Wang Xi Rong


"Tidak apa apa , tadi aku bertemu dengan Qing Yu." Ucapnya dengan wajah cemberut.


"Ternyata karena itu, hm, ayo masuk kedalam kamar yang sudah disiapkan. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan lembut.


"Baik." Ucapnya dengan cemberut.


2 Hari Berikutnya


Yuanzheng Yuwen, Xue Fenghuang, Zhang Wei, Feng Taoran, Lan Tianjin sedang sarapan bersama.


Qing Yu tidak ikut karena merasa malu, entah karena malu atau marah, tidak ada yang tahu. Dia juga tidak peduli pada wanita itu.


Tiba tiba, ada seseorang yang memeluk nya dari belakang dan dia terkejut, ketika dia menoleh itu adalah Wang Xi Rong.


"Xi Rong Jie !" Panggilnya dengan semangat dan dia memeluk Wang Xi Rong dengan erat.


"Uh, Fenghuang kita sudah lama tidak bertemu. Aku sangat merindukanmu, jika kau tidak pulang sebentar lagi maka aku akan membuatkan batu nisan untukmu. " Ucap Wang Xi Rong dengan candaan.


"Sialan ! Apa yang kau maksud dengan itu ?! Kau kira aku bisa mati semudah itu ?" Tanyanya dengan sombong.


"Apa kau pikir kau kucing yang memiliki 9 nyawa ?" Tanya Wang Xi Rong dengan usil.


"Hmph ! Aku memiliki 10 nyawa !" Ucap nya dengan angkuh.


"Baik baik, kamu memiliki 12 nyawa. Aku jadi yakin, ayo duduk. " Ucap Wang Xi Rong.


"He he, harusnya aku yang mengatakan hal ini." Ucapnya dengan santai.


"Ayo makan, jangan bertengkar. " Ucap Zhang Wei dengan tenang.


"Feng Ge ! Lan Tianjin !" Panggil Wang Xi Rong dengan ceria.


"Xi Rong, kau pasti lelah. " Ucap Feng Taoran dengan tenang.


Feng Taoran selalu menjadi orang yang sangat tenang, dia tidak mengerti darimana Feng Taoran mendapat kemampuan semacam itu.


"Xi Rong, sudah lama tidak bertemu. " Ucap Lan Tianjin.


Umur Lan Tianjin dan Wang Xi Rong tidak berbeda jauh sehingga mereka berdua memanggil dengan nama masing masing.


"Xi Rong, sebaiknya kau makan terlebih dahulum" Ucap Feng Taoran.


"Ya, ini aku akan segera makan. " Ucap Wang Xi Rong.


"Xi Rong Jie, kenapa kau datang terlambat ? Apa yang terjadi denganmu ? Apa yang menghambat dirimu ?" Tanya nya dengan penasaran.


"Tidak ada hanya beberapa hal kecil, tidak perlu di pikirkan karena itu sudah terjadi. " Ucap Wang Xi Rong.


Dia mengangguk dan tidak bertanya lebih lanjut, karena Wang Xi Rong sudah mengatakan seperti itu maka itu artinya Wang Xi Rong tidak ingin menceritakan apa yang terjadi.


Dia tidak akan memaksa karena hal tersebut bukan hal yang tidak biasa, banyak orang yang memiliki rahasia yang tidak bisa mereka ungkapkan.


Tidak peduli seberapa dekat dia dengan Wang Xi Rong, tetap saja dia merasa tidak nyaman untuk bertanya lebih lanjut.


Bagaimanapun, dia tahu bagaimana rasa menyimpan rahasia yang tidak bisa diberitahu pada orang lain.


Jadi, dia mengerti apa yang dirasakan oleh Wang Xi Rong. Itu mungkin hal yang benar benar membuat terpukul atau mungkin membuat malu.


"Xi Rong Jie, apakah sebelumnya kamu pernah mengikuti pedang antara Iblis dan Dewa ?" Tanya nya dengan penasaran.


"Aku belum pernah, hanya Feng Ge yang pernah. " Ucap Wang Xi Rong.


"Hm, ternyata seperti itu, aku pikir itu sudah pernah dialami olehmu. " Ucapnya dengan tenang.


"Zhang Wei, darimana sebelumnya kamu berasal ?" Tanya nya.


"Dari sebuah Dimensi Tingkat Rendah yang kecil. Kalau kamu berasal darimana ?"Tanya Zhang Wei.


"Aku berasal dari Dimensi Tingkat Rendah yang kecil juga sama sepertimu. " Ucapnya dengan senyum tipis.


Senyum itu meskipun tipis, tapi membawa banyak arti di dalamnya. Bisa kesedihan, kemarahan ataupun penyesalan.


"Ternyata kita memiliki asal yang sama ! Berbeda dengan Wang Xi Rong yang berasal dari Dimensi Agung. " Ucap Zhang Wei.


"Feng Ge berasal darimana ?" Tanya nya dengan bingung.


"Dimensi Tingkat Menengah. " Ucap Feng Taoran dengan senyum pahit.


"Ah ternyata Dimensi Tingkat Menengah. " Ucapnya sambil mengangguk anggukm mengerti.


Diapun setelah berbincang beberapa hal dengan Wang Xi Rong, Zhang Wei, Feng Taoran, dan Lan Tianjin, dia akhirnya kembali bersama dengan Yuanzheng Yuwen.


"Yuwen, hubungan Zhang Wei dengan Xi Rong Jie sangat manis. "Ucapnya dengan tatapan yang berbinar binar.


Dia mengingat kala Zhang Wei mengambil sesuatu untuk menyuapi Wang Xi Rong lalu mengelus kepala wanita itu.


Itu membuatnya sangat bersemangat dan berapi api ketika mengatakan nya, jika harus jujur maka dia sangat iri.


Tiba tiba tubuhnya di pojokkan di dinding dan sebuah benda kenyal yang hangat menempel di bibirnya.


Dia terkejut ketika mendapati seseorang telah berada sangat dekat dengan wajahnya, bahkan hembusan nafas hangat orang itu menerpa seluruh wajahnya.


Kedua tangannya jatuh kebawah dengan lemas menggantung dan tampak kehilangan daya, seluruh tubuhnya bergetar.


Tidak hanya berhenti sampai disana, lidah orang itu menyusup kedalam bibirnya dan menyentuh seluruh benda yang ada di dalam mulutnya.


Kedua air liur saling bertukar dengan intim yang membuat keduanya tampak lebih dekat, dia masih membelalakkan mata nya dan tidak mempercayai bahwa ini nyata.


Dia tidak bisa melawan tapi juga tidak bisa mengikuti permainan yang dibuat oleh Yuanzheng Yuwen.


Tangan Yuanzheng Yuwen melingkari pinggang nya dengan erat seolah olah takut bahwa dia akang menghilang.


Setelah beberapa saat, akhirnya tautan mereka terlepas dan bibir merah cerinya yang tipis dan menggoda dibasahi oleh air liur Yuanzheng Yuwen.


"Aku..... aku..... aku. " Dia bahkan bingung ingin mengatakan apapun.


"Aku cemburu , cemburu bahwa kamu dekat dengan Zhang Wei, Zhang Wei itu. Aku juga bisa bersikap manis sepertinya, jika kau mau. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan tatapan mendalam.


"Jangan !" Ucapnya dengan segera.


"Apa kau tidak percaya padaku ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan tatapan kecewa.


"Bukan ! Aku takut aku akan kehilangan nyawaku apabila kau melakukan itu. " Ucapnya dengan serius.


"Kenapa ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan bingung.


"Jika kau melakukan itu maka kau akan sangat manis dan aku akan menggelepar layaknya ikan di daratan, tidakkah kau kasihan padaku ? Aku masih sayang dengan jantungku, lagipula itu tidak baik untuk kesehatan jantung, tidakkah kau tahu itu ?" Tanya nya dengan panjang lebar.


Wajah Yuanzheng Yuwen berubah menjadi senyuman manis dan kedua tangan Yuanzheng Yuwen terulur untuk mencubit pipi nya dengan gemas.


"Astaga ! Apa yang kau lakukan dengan wajahku ?!" Tanya nya dengan marah dan menepuk tangan Yuanzheng Yuwen yang dengan jahil mencubit pipinya.


"Ha ha ha, kau sangat lucu. " Ucap Yuanzheng Yuwen.


Disudut lorong, ada seseorang yang menatap kegiatan intim sepasang kekasih itu dengan rumit, tidak ada yang tahu apa yang ada di dalam pikiran orang itu.