Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
67. Murid Bagian Luar


Xue Fenghuang dan Tetua Ouyang sedang berada di depan pintu, Tetua Ouyang tampak melakukan sesuatu untuk membuat pintu itu terbuka.


Ketika pintu itu terbuka, Tetua Ouyang langsung berjalan ke dalam yang langsung di ikuti oleh nya. Dia merasa kalau tubuh nya di tarik menuju tempat yang jauh.


Dia bagai kan sedang berada di dalam terowongan tanpa ujung yang sangat memusingkan kepala nya.


"Kau mungkin tidak tahu ini, tapi ini di sebut sebagai pintu antar dimensi. Tanpa pintu itu, kamu harus memiliki kekuatan yang benar benar tinggi untuk berpindah dimensi. " Kata Tetua Ouyang menjelaskan dengan tenang.


"Oh ya ? Adakah orang yang bisa mencapai hal tersebut ?" Tanya nya dengan penasaran.


"Tidak ada, setahu ku tidak ada. Itu hanya ada di legenda yang ada di sudut perpustakaan Sekte, tapi entah kenapa aku percaya pada omong kosong itu. " Kata Tetua Ouyang sambil tersenyum tipis.


Dia hanya diam dan tersenyum sambil menahan mual di perut nya.


"Bersabar lah sebentar lagi, kita akan segera sampai. " Kata Tetua Ouyang sambil mengelus rambut nya.


Saat ini, tinggi nya hanya sebahu dari Tetua Ouyang.


"Tetua, apa kah aku harus menjadi murid mu ketika sampai di sana ?" Tanya nya dengan sedikit ragu.


"Tidak perlu takut, aku tidak akan menjadikan mu murid ku tanpa persetujuan mu. Lalu, kau akan mendapat kan beberapa keuntungan karena telah menjadi anggota Fraksi. Banyak murid bagian luar yang tidak memiliki Fraksi, jadi dengan menunjukkan tanda pengenal mu sebagai anggota Fraksi Paviliun Teratai akan menyelamat kan mu dari perampokan. " Kata Tetua Ouyang.


"Perampokan ?" Gumam nya dengan bingung.


"Sekte tidak melarang ada nya perebutan di antara para murid, jadi tidak sed8kit orang yang saling membunuh untuk mendapat kan sumber kultivasi mereka. " Kata Tetua Ouyang.


Dia mengangguk dan merasa kalau tempat ini sangat cocok dengan nya, dia suka dengan tempat yang berlumuran darah.


Tidak lama, dia bisa melihat ujung dari perjalanan antar ruang ini. Dia tidak bisa tidak menghela nafas lega, karena jika sebentar lagi masih tidak sampai maka dia akan benar benar muntah.


"Meski pun aku tidak menyarankan, tapi tidak menutup kemungkinan untuk saling merampok sesama anggota Fraksi. Siapa yang kuat akan bertahan dan yang lemah akan tertelan. "Kata Tetua Ouyang dengan cuek.


Sedang kan dia sedang menatap sekeliling nya dengan penuh kekaguman, rasa mual yang sudah ia tahan dari tadi menghilang dan terbayarkan dengan pemandangan yang menakjubkan ini.


Semua nya tampak lebih elegan dan lebih maju, hampir mirip dengan tempat tinggal nya di masa lalu.


Dia berjalan ke depan dan mensejajarkan langkah nya dengan Tetua Ouyang.


"Berarti tidak masalah bagi ku untuk membunuh mereka ?" Tanya nya dengan antusias.


"Usaha kan jangan, membunuh saudari seperguruan mu akan membuat Fraksi kita menjadi lemah. Lalu, dengan kekuatan mu saat ini, kau masih berada yang paling lemah di dalam Fraksi. " Kata Tetua Ouyang.


"Sebagai ganti nya, karena aku yang membawa mu secara pribadi maka aku akan melindungi mu selama 1 bulan pertama dan kau harus berjuang sendiri di masa depan. Kebetulan, hari ini adalah hari pendistribusian pil dalam sekte. " Kata Tetua Ouyang.


"Tetua, beri aku sebuah gambaran ? Sebenar nya sekuat apa diri mu ?" Tanya nya dengan penasaran dan sedikit bingung.


"Saat ini, aku sendiri berada pada tingkat 2 Kemurkaan Surga , setelah ranah bela diri milik mu, ada beberapa tingkat lagi untuk menjadi sama seperti ku. " Kata Tetua Ouyang.


Tingkat Kultivasi :


- Kondensasi Qi


- Kristalisasi Qi


- Penempaan Qi


- Penempaan Tulang


- Penempaan pondasi


- Ranah Bela Diri


- Ranah Bumi


- Ranah Langit


- Kemurkaan Dunia


- Kemurkaan Langit


- Kemurkaan Surga


"Lalu, murid yang melawan mu kemarin, Fu Yin Kai, berada di Ranah Langit. " Kata Tetua Ouyang dengan santai.


"Bagai mana mungkin ? Aku jelas jelas merasa kalau dia berada di tingkat 9 Ranah Bela Diri. " Kata nya dengan tidak percaya.


"Ck, kau pikir murid bagian dalam kami hanya lah semut dari Ranah Bela Diri ? Ada ratusan murid luar yang jauh lebih kuat dari mu. Bayangkan saja, dia adalah murid Bagian dalam yang hanya berjumlah 102 orang. Apa kah dia bisa berada di tingkat yang kau sebut kan tadi ? Lagi pula, di sini banyak menjual pil untuk memalsukan kultivasi. " Kata Tetua Ouyang.


"Kita sudah sampai !" Kata Tetua Ouyang dengan penuh penekanan, mau tidak mau dia harus menarik pandangan nya dari sekitar dan melihat bangunan megah di depan nya ini.


Bangunan ini tampak seperti gedung bertingkat yang ada di kehidupan sebelum nya, tapi tampak lebih kuno dan lebih sederhana tapi elegan.


Dia mengikuti langkah tetua Ouyang untuk berjalan masuk ke dalam, sampai akhir nya bisa melihat banyak sekali murid pria yang tampak kasar.


Bahkan, tidak sedikit dia melihat orang sedang saling memukul satu sama lain.


Langkah Tetua Ouyang masih tidak berhenti sampai akhir nya berhenti di depan meja kayu lebar yang di duduki oleh dua tetua dengan kacamata.


"Tetua Liu dan Tetua Yu, aku membawa murid baru. Dia akan masuk ke dalam Fraksi Paviliun Teratai milik ku. " Kata Tetua Ouyang dengan singkat padat.


Salah satu tetua yang di panggil mengangkat wajah nya dan menatap nya, dia terkejut ketika melihat wajah tetua itu.


"Kamu adalah tetua yang menjaga di perpustakaan kota bukan ?" Tanya nya dengan terkejut.


Salah satu tetua yang berwajah bulat dengan kacamata lebar dan jenggot yang panjang adalah tetua yang menjaga perpustakaan kota.


"Nona kecil , aku tidak menyangka kalau kau akan datang dan kita akan bertemu lagi. Aku menjadi merasa malu karena tidak berpakaian rapih seperti sebelum nya. " Canda Tetua Liu.


"Tetua Liu, aku sudah lebih dari satu tahun tidak mendatangi Perpustakaan. Senang bisa melihat mu di sini. " Kata nya dengan senyum tipis.


"Tetua Liu, kau mengenal anak ini ?" Tanya Tetua Ouyang sedikit terkejut.


"Ya, aku awal nya berniat untuk menjemput nya sebentar lagi dan memasuk kan nya ke Fraksi Pengobatan ku, tidak menyangka kalau kau lebih dulu menyadari bibit unggul ini. " Kata Tetua Liu sambil menghela nafas berat.


Kali ini, Tetua Ouyang menatap nya dengan tatapan rumit.


"Kau seorang ahli pengobatan ?" Tanya Tetua Ouyang.


"Tidak bisa di kata kan ahli pengobatan karena aku lebih ke arah racun melawan racun di bandingkan pengobatan. " Ucap nya dengan jujur.


"Jadi, bisa di bilang kau ahli dalam kultivasi, pengobatan dan racun ? Apa kah ada keahlian lain yang kau dalami ?" Tanya tetua Ouyang dengan muram.


"Ehmm, tidak ada hanya saja aku lumayan ahli dalam bermain alat musik. " Kata nya tanpa rasa bersalah.


Bonus Like 4, 2 k : 1 / 3


note : mungkin up yang dua lagi agak lebih malam karena hari ini author ada sedikit pekerjaan tambahan, terima kasih.