
(Maafkan kalau ada beberapa perubahan alur cerita di chapter ini, karena author sendiri tidak mengingat alur cerita di chapter 87 dengan baik dan ternyata chapter ini terhapus dengan sendiri nya. Jadi author terpaksa untuk mengetik ulang bab ini. )
Dia berdiri dengan penuh kebanggaan, aura Mulia mengelilingi diri nya dan ini membuat nya tampak sangat berkarisma dan tampak seperti Dewi.
Dia mendorong maju pedang nya bersama dengan sebuah lompatan kecil, dengan satu kaki terangkat dan tangan kanan terulur, dia berhasil menusuk bahu Fu Yin Kai dengan pedang nya, Pedang Jiwa Es.
Bukk
Kaki nya menghantam dengan keras ke perut rata milik Fu Yin Kai, gadis itu terlempar menabrak pembatas arena dengan kejam.
Fu Yin Kai saat ini tampak seperti anak ayam yang di pukuli habis habisan dan sangat menyedihkan, beberapa orang menahan tawa mereka melihat kondisi yang di alami oleh Fu Yin Kai.
"Lihat lah, semua orang yang sebelum nya memuji mu meninggal kan mu. Tidak kah kamu merasa malu akan hal itu ?" Tanya nya dengan sinis, rambut nya berkibar dengan satu pedang di tangan yang berlumuran darah.
Tampilan nya saat ini sangat tampak seperti Dewi yang turun dari Surga.
"Xue Fenghuang !"
"Senior Xue !" Teriak yang lain dengan semangat.
Senyum mengejek nya menjadi semakin lebar, sebelum dia merasakan ada sebuah aura kuat yang datang.
Dia tidak tampak terkejut dengan hal ini karena dia sudah merasa kan nya sejak tadi, bahkan ketika dia baru datang, pemilik aura kuat ini sudah di sini bahkan sebelum dia datang.
Seorang pria paruh baya mendarat di depan nya dan menahan tubuh Fu Yin Kai yang akan jatuh, itu adalah Tetua Yu.
"Tetua Yu, lama tidak melihat mu. " Ucap nya sambil memberikan salam pada Tetua Yu.
Tetua Yu tampak tersenyum palsu untuk menanggapi hal ini.
"Nona Xue, kalau aku boleh tahu, apa yang membuat mu untuk menghajar murid ku sampai separah ini ?" Tanya Tetua Yu pura pura tidak tahu dengan ramah.
"Tetua Yu, aku kira kamu pasti sudah tahu jawaban nya dengan baik bukan ? Kenapa aku merasa kalau kamu sudah berada di sini sejak tadi ?" Tanya nya dengan ramah.
Wajah Tetua Yu memucat, tapi kembali tersenyum seperti biasa seolah olah tidak terjadi apa pun.
"Aku tidak mengerti dengan apa yang di kata kan oleh Nona Xue, aku jelas jelas baru datang dan melihat kalau murid ku di pukuli sampai setengah mati. " Ucap Tetua Yu dengan polos.
Banyak orang langsung mengira kalau serangan nya berlebihan, dia mendengus kala mendengar bisikan demi bisikan ini.
"Tetua Yu, tampak nya anda begitu pintar dalam mengatakan sesuatu. Seperti nya anda harus bertanya pada murid anda ketika dia sudah sadar, aku mendapat kan surat tantangan dari Senior Fu. Bukan kah ini agak aneh ?" Tanya nya dengan tenang.
"Lagi pula, siapa yang menyangka seseorang yang masuk dalam peringkat 100 besar memiliki kekuatan yang begitu lemah. Aku pikir, mungkin ada kesalahan dengan peringkat yang ada. " Ucap nya lagi tanpa memberi jeda.
"Tapi, kenapa kau mengatai nya masuk dengan uang ? Bukan kah ini tindakan yang memprovokasi?" Tanya Tetua Yu hampir meledak.
"Tetua Yu, bagai mana mungkin anda mengetahui nya juga ? Aku sudah mengatakan ini sejak 15 menit yang lalu dan anda mengatakan kalau anda baru datang saat ini, bukan kah ini cukup aneh ? Seperti nya anda tidak menyusun rencana dengan sempurna. " Ucap nya dengan senyum mengejek.
"Kau ! Nona Xue, kamu sudah menghajar murid ku sampai seperti ini tapi tidak memiliki niat untuk meminta maaf, apa kah kamu sudah membiar kan kepala mu tumbuh tanpa kendali ?" Tanya Tetua Yu dengan marah.
"Tetua Yu, aku takut murid mu lah yang seperti itu. Kamu tampak nya begitu berpengetahuan, tapi bahkan tidak bisa mengajar murid mu dengan baik. Tidak kah kamu merasa malu akan hal ini ?" Tanya nya.
"Kamu adalah seorang tetua dan aku murid baru, aku hanya seseorang yang berjuang demi peringkat Lagi pula aku tidak melakukan sesuatu yang terlarang, kenapa kamu begitu marah ? Apa kah kamu memihak ke salah satu sisi ?" Tanya nya dengan alis yang terangkat.
"Kau ! Baiklah, aku akan melepas kan masalah ini. " Ucap Tetua Yu dengan wajah yang memerah menahan amarah.
Tetua Yu berbalik sambil menggendong tubuh Fu Yin Kai yang sudah pingsan sejak tadi, para murid langsung membuka jalan.
Dia tertawa ringan sambil menanggapi hal ini.
"Tetua Yu, tolong beri tahu Senior Fu setelah dia pingsan. Terima kasih atas posisi nya saat ini. " Ucap nya sambil tertawa ringan sebelum terbang pergi.
Dia bisa mendengar sumpah serapah Tetua Yu dari belakang, tapi sayang nya dia sudah menghilang dan hanya meninggal kan suara tawa yang menggelegar.
Dia duduk di depan rumah nya dan mendengar banyak orang yang mengatai nya, banyak juga orang yang menjauhi nya.
Selama ini, tidak ada yang berani untuk menentang kata kata yang di beri kan oleh Tetua. Bagi mereka, itu hanya lah mencari masalah jadi mereka hanya bisa tunduk ketika di tuduh oleh Ketua Sekte.
Tapi, dia berbeda ! Dia tidak tunduk pada siapa pun dan tidak ada yang layak untuk memfitnah nya. Pemikiran buruk pun langsung mengalir ke dalam pemikiran nya.
Dia berusaha untuk menepis pemikiran buruk tersebut dan berjalan ke dalam rumah nya, dia duduk di salah satu kursi rotan sambil memijat pelipis nya.
Dia yakin kabar ini sudah sampai ke telinga Tetua Ouyang dan dia akan melihat apa reaksi yang akan di beri kan oleh wanita itu.
Baru saja di pikir kan, dia sudah mendengar ketukan pintu yang tidak sabar. Dia menghela nafas dan membuka pintu nya.
Yang pertama kali di lihat nya ketika membuka pintu adalah wajah muram milik Ouyang Si Niang.
"Tetua tenang saja, aku akan keluar dari Fraksi Paviliun Teratai sebagai ganti nya. Tetua tenang saja karena aku tidak akan melibat kan Tetua Ouyang serta murid Fraksi Paviliun Teratai lain nya dalam masalah yang telah ku buat. Aku tidak akan melawan atau pun memberikan pembelaan. " Ucap nya langsung sambil memejam kan mata nya.
Dia tidak berani untuk melihat langsung bagai mana perubahan ekspresi Ouyang Si Niang.