
"Baik, karena kamu begitu sombong maka aku akan melihat sejauh mana kesombonganmu bertahan !" Ucap Fang Xu dengan sinis.
"Dimataku, kau hanyalah seseorang yang menang karena kebetulan !" Lanjut Fang Xu
Fang Xu mulai menyerangnya dengan pedang besar pria itu, dia mengeluarkan senyum mengejek sambil melemparkan nya pada Feng Taoran.
Feng Taoran hanya menggelengkan kepalanya sedangkan Lan Tianjin masih menatap dengan datar dan dingin seperti biasa.
Yuanzheng Yuwen masih tenang seperti biasanya dan menontonnya sambil menyesap teh. Dia menghindari serangan Fang Xu.
"Tangkap ini !" Ucap suara lembut dari kirinya.
Dia melihat cangkir teh yang melayang ke arahnya dari arah Yuanzheng Yuwen, dia menangkap teh itu dan menuang nya ke dalam mulutnya.
Dia menenggak teh tanpa sisa dan melemparnya kembali ke arah Yuanzheng Yuwen.
"Terima kasih ! Yuwen Shixiong memang yang paling tahu diriku !" Teriaknya tanpa tahu malu.
Dia menendang perut Fang Xu dan berdiri di atas bilah pedang Fang Xu, Fang Xu berusaha untuk mengambil alih pedangnya.
Tapi dia tidak membiarkan Fang Xu melakukan itu, dia menekan kakinya lebih keras yang membuat pedang itu terjatuh dan suara patahan tulang terdengar.
Dia mendarat di tanah dengan kedua tangan dibelakang yang saling terjalin, orang orang semacam ini tidak akan mampu melukainya.
Dia tiba tiba memiliki harapan untuk menang, karena bagaimanapun dia hanya melawan orang orang berumur 25 tahun.
Ini adalah hal yang lebih mudah di bandingkan melawan seseorang sampai ke umur 50 tahun, dia menjadi lebih bersemangat dan melihat Fang Xu memeluk tangannya sendiri sambil jatuh berlutut.
Ketika dia menekan pedang besar Fang Xu, pedang itu sendiri sudah berbobot ratusan kilogram, di tambah dengan dirinya.
Fang Xu mati matian ingin mempertahankan pegangan terhadap pedang itu dan membuat tangannya patah karena itu.
Pengamat dari Kekaisaran bahkan tidak mengeluarkan sedikitpun kata kata terhadap patahnya tangan kanan Fang Xu ini.
Dia memberi isyarat pada Feng Taoran, Feng Taoran tampak mengangguk dan tidak peduli.
'Jika dia tidak segera menyerah maka jangan salahkan aku membunuhnya. ' Kira kira itulah arti dari tatapannya.
"Kau ! Berani berani nya mematahkan tanganku !" Ucap Fang Xu dengan suara keras.
Fang Xu langsung berniat untuk mengambil kembali pedangnya yang jatuh tidak jauh dengan tangan kirinya, tapi sayangnya dia jauh lebih gesit.
Xue Fenghuang dengan cepat menendang pedang itu keluar dari arena yang membuat Fang Xu berada di posisi yang tidak menguntungkan.
Karena ingin mengambil pedang, Fang Xu tampak seperti sedang tengkurap dan punggung pria itu dengan cepat di injak oleh Xue Fenghuang.
Ini adalah kebiasaan Xue Fenghuang yang paling menggemparkan, dia sendiri tidak tahu kenapa dia sangat senang menginjak orang lain.
Baik di punggung atau dada, dia selalu melakukannya saat melawan orang dalam pertandingan satu lawan satu.
Sepertinya, ini telah menjadi kebiasaan nya dalam bertarung. Dia melihat Fang Xu yang berusaha untuk melepaskan diri dari injakan nya.
Tiba tiba tanah berubah menjadi penuh duri, dia langsung terbang dan berdiri di atas tali pembatas arena.
Dia tahu sekarang kalau Fang Xu adalah seorang kultivator dengan elemen tanah yang lumayan baik. Kakinya mengalirkan Qi es yang sangat kuat.
Tali pembatas mulai beku dan beku mulai menjalar ke tanah yang menekan tanah. Tanah itu secara paksa di kendalikan olehnya, tanah itu terkunci di bawah balok es nya.
Creshhh
Darah tumpah tanpa mengenai dirinya sedikitpun, darah tumpah seperti air mancur. Fang Xu dipaku sampai mati di pinggir arena dengan pecahan es.
Kilat kekejaman melintas di matanya, dia sudah bertekat untuk menang sejak dia melihat pengaturan yang dibuat.
Dia menganggap kalau ini adalah jalan yang dibuka oleh Surga untuknya, Surga tidak ingin bakatnya tertutup oleh beberapa orang hanya karena perbedaan umur.
Semua orang terpanah melihat kematian Fang Xu yang mengenaskan dan tidak tampak seperti manusia lagi, beberapa prajurit Kekaisaran datang dan membawa mayat Fang Xu.
Pengamat Kekaisaran hanya menatap sekilas sebelum kembali menjadi normal dan tidak mengeluarkan suara apapun.
"Siapa lagi yang ingin menjadi lawanku ?" Tanya nya dengan dingin pada sekitarnya.
Orang yang pandai mengamati tidak akan mengambil kesempatan ini untuk bertarung dengannya dan hanya orang bodoh yang akan mengambil kesempatan ini untuk mengalahkan nya karena kesombongan yang mereka miliki.
"Long Yan, Murid Sekte Harimau Ilahi. " Ucap pria berwajah dingin dengan pedang hitam di punggungnya.
Pakaiannya lusuh dan tidak bisa dikatakan sangat mewah, kali ini dia tidak berani meremehkan lawannya. Ini adalah murid kesayangan Lang Xun.
Belakangan ini, bakatnya dan milik Long Yan selalu di adu, dia tahu bagaimana perasaan Long Yan yang ingin membuktikan diri pada Lang Xun bahwa pria itu lebih dari dirinya.
Tapi, Long Yan sangat salah untuk mengambil situasi ini. Dia sedang sangat berambisi untuk menang, selama dia ingin maka tidak akan ada yang mampu menghalangi.
"Xue Wang Ji dari Sekte Harimau Ilahi, Puncak Xue. " Ucapnya dengan lembut.
"Long Shixiong, yang kalah dari sini akan menjadi pengecut. Apakah kamu yakin untuk bertarung dengan ku disini ?" Tanya nya dengan suara pelan sehingga hanya mereka berdua yang bisa mendengar.
"Tidak perlu banyak bicara, hanya perlu pedang yang berbicara. " Ucap Long Yan dengan dingin dan tidak terpengaruh dengan provokasinya.
"Bagus, aku ingin melihat kekuatanmu, Shixiong. " Ucapnya dengan nada yang halus.
Dia mengeluarkan Bing Yue dari sarungnya, hawa dingin tampak membuat semua orang beku di sekitar sini. Baginya, Long Yan memang hebat, tapi dimatanya itu masih bukan apa apa.
Tapi, tidak masalah untuk bermain sebentar sebelum bertarung untuk pertarungan yang sesungguhnya.
"Tarian Seribu Pedang Es !" Ucapnya dengan pelan, puluhan pedang es terbentuk di belakangnya dan berputar putar, seolah olah elang yang sedang melihat mangsanya.
Long Yan tidak tinggal diam dan mengeluarkan tombaknya, tombak milik Long Yan mengeluarkan percikan api.
"Serangan Naga Api !" Ucap Long Yan dengan kuat dan semangat.
Naga api besar terbentuk di belakang Long Yan, dia tersenyum kecil kala mendengar naga itu meraung dan menyemburkan api.
Dia mendorong tangan kirinya ke depan dan pedang pedang itu menyerang naga api dengan tarian yang lembut tapi mematikan.
Pedang pedang itu seperti memiliki nyawa sendiri, dia tidak menyangka bahwa dia akan bisa menggunakan seni bela diri itu sampai ke tingkat ini.
Selama pedang es dan naga api sedang bertarung, dia langsung menyerang Long Yan secara langsung. Suara aduan besi terdengar dan membentuk irama yang aneh tapi membuat siapapun yang mendengar merasa darahnya mendidih dan jatuh kedalam ambisi yang besar.
Ditambah oleh suara gong yang membuat semangat dan petikan Guqin serta Sitar yang menemani setiap serangan.
Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 1 / 3