
Dia melihat wajah Song Fan yang membiru dan tidak melakukan perlawanan besar besaran lagi dan membanting tubuh yang penuh luka itu ke tanah.
Song Fan jatuh dalam posisi terlentang sambil batuk darah, dia melangkah ke arah Song Fan yang sudah setengah mati lalu menginjak dada Song Fan.
"Bukankah kau bilang ingin meminum darahku ? Kenapa kau tidak melakukan nya ?" Tanya nya dengan lembut.
Dia berjongkok dengan salah satu kaki yang masih ada di atas dada Song Fan dan tangannya meraih dagu Song Fan.
"Aku bertanya padamu !" Ucapnya dengan penuh penekanan, dia menekan injakan nya.
"Arghhh ! Kau binatang !" Ucap Song Fan dengan dingin dan penuh darah.
"Ya, aku binatang ! Kenapa kalau aku binatang ? Bahkan jika aku adalah binatang, kau masih tidak layak untuk menyentuh sehelai rambutku ! Karena, kau adalah sampah !" Ucapnya dengan kilat yang mengerikan.
Jika tidak ingat sedang berada di atas arena maka dia akan menjadi lebih brutal di bandingkan ini, dia tidak akan segan untuk melakukan hal yang lebih mengerikan dari ini.
Bagi seseorang yang berani berani nya mencoba untuk membunuhnya. Maka dia harus memberi orang itu hukuman yang membuatnya takut dalam 3 kehidupan.
Tatapan Song Fan berubah menjadi redup saat dia menekan lebih kuat dadanya, darah mengalir dari 7 lubang di kepala Song Fan.
Sebelum akhirnya, Song Fan benar benar mati kali ini. Dia hanya mendengus dingin dan tidak merasakan apapun di dalam hatinya.
Dia mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Yuanzheng Yuwen yang memandangnya dengan tatapan rumit.
Dia menatap Yuanzheng Yuwen dengan kesedihan yang tersembunyi, lalu memalingkan wajahnya dan menatap ke arah lain.
Untuk sejenak, arena itu membeku. Dia jatuh ke dalam kesakitan, akhirnya orang orang tahu betapa buruknya sifatnya.
Setelah ini, Yuanzheng Yuwen pasti menjauhinya. Semua orang selalu seperti itu, semua orang menjauhinya setelah mengetahui sifat buruknya.
Mereka menganggapnya sebagai monster berhati dingin dan seorang penjahat dengan dosa yang tidak terampuni.
Jubahnya berkibar dengan kencang, seolah bisa merasakan kesedihannya yang mendalam. Langit pun ikut bersedih untuk nya, hujan deras mulai turun.
Dia masih berdiri di atas arena dan kembali menatap Yuanzheng Yuwen dengan tatapan dingin dan tak tersentuh dibalik derasnya air hujan.
Air hujan mengguyur tubuhnya tanpa bisa dicegah, dia sekali lagi menatap pria itu dengan penuh emosi yang tidak dapat dijelaskan dengan kata kata.
Dia bukan seseorang yang baik, dia bukan seseorang yang lembut, dia bukan seseorang yang bisa dengan mudah mengatakan apa yang dia inginkan.
Dia sudah terlalu lama menyembunyikan dirinya di balik lapisan topeng sehingga dia sendiri telah lupa akan dirinya sendiri.
1 Jam berlalu dan Xue Fenghuang sudah mendapat gelang hijau yang menandakan nya sebagai orang yang masuk ke babak selanjutnya.
Dia kembali ke tempat duduknya dengan sunyi, paviliun itu tampak canggung dan dia tidak ingin membuka suara sedikitpun.
Dengan gelang yang di berikan oleh Yuanzheng Yuwen, itu kering dalam sekejap. Dia menatap mata Yuanzheng Yuwen tanpa emosi.
"Fenghuang, apa kau baik baik saja ? Wajahmu terlalu muram. " Ucap Feng Taoran dengan khawatir.
"Aku baik baik saja. "Bohong nya tanpa berkedip.
Dia mengamati pertandingan dengan tangan yang menopang kepala, dia meminum arak langsung dari guci dengan sangat cepat bahkan tidak memberikan jeda sedikitpun.
Pertandingan berjalan dengan sangat lambat di matanya, dia sudah menghabiskan 3 guci anggur dengan bosan.
"Fenghuang, jangan minum lagi. " Ucap Feng Taoran dengan tegas.
"Apa yang kau takutkan Feng Ge ?" Tanya nya pada Feng Taoran sambil tersenyum pahit.
"Aku hanya ingin minum satu guci lagi, tolong berikan padaku. Aku hanya meminum 3 guci dan dengan yang ditangan mu, itu menjadi 4 . Hanya 4 , kenapa kau harus khawatir ?" Tanyanya sambil menurunkan bulu matanya.
"Ini bukan arak biasa, Fenghuang. Meminumnya lebih dari 2 guci akan membuat halusinasi pada yang meminumnya, karena kau memiliki toleransi alkohol yang kuat maka meminum 3 seharusnya tidak apa apa. Tapi, jika kau minum 4 guci maka tidak akan ada yang bisa menebak apakah kamu akan jatuh ke dalam halusinasi atau tidak. Lebih baik untuk menjaga jaga, daripada kamu tenggelam dalam halusinasi dan tidak akan bisa kembali lagi. " Ucap Feng Taoran dengan tegas.
Dia tertawa pahit mendengar ini.
"Bagaimana mungkin ada minuman yang se berbahaya itu ?" Tanya nya dengan tawa.
"Pokoknya aku tidak akan memberikannya lagi padamu. " Ucap Feng Taoran. Dia yang mendengar ini hanya bisa menghela nafas pelan.
12 jam kemudian
Semuanya sudah di tentukan dan lagi lagi, hanya paviliun miliknya yang utuh. Semuanya berhasil untuk masuk ke babak selanjutnya.
Zhao Lu telah di pindahkan ke kamar lain karena kebanyakan murid sudah mati dan kamar penginapan menjadi kosong.
Dia kembali dengan langkah gontai dan dia mengeluarkan beberapa bubuk obat dari cincin ruangnya.
Tubuhnya sangat lelah, pikirannya sangat lelah, tapi dia tidak bisa tertidur. Dia melarutkan bubuk bubuk itu ke dalam cangkir teh dan meminumnya dalam sekali teguk.
Rasa pahit dan panas menjalar ke seluruh tubuhnya, dia mulai berjalan ke tempat tidur dan memejamkan matanya.
Ini adalah obat tidur yang dibuat olehnya, jika orang lain yang minum maka satu botol bubuk obat ini akan membuat orang itu tidur selama 3 hari.
Tapi , bahkan ketika dia memasukkan 3 botol, itu masih tidak bisa membuatnya untuk langsung tertidur. Rasa pahit dari obat membuatnya merasa aneh, dia tidak suka pahit sejak lama.
Dia benci dengan segala sesuatu yang pahit.
Dia mulai jatuh ke dalam mimpi buruknya, mimpi buruk seperti berita harian yang selalu mendatanginya.
Itu adalah hari ke 17 pada bulan pertama, dimana sedang musim salju. Dia sedang berjalan sendirian di musim salju dalam kesendirian.
Dia berusaha untuk mengemis lagi dan akhirnya putus asa sambil membawa kepala boneka yang digunakannya.
Dia berjalan sepanjang jalan dan melihat banyak sekali orang yang menjual kembang api di sepanjang jalan. Dia ingin membelinya, tapi tidak bisa.
Dia melihat ada teman nya yang membeli kembang api dan mulai bermain dengan orang tuanya, dia menatap temannya dengan rasa iri.
Tidak menyangka bahwa dompet orang tua temannya jatuh, jadi dia tanpa ragu berjalan menyeberang untuk mengambilkan dompet itu.
"Nyonya, ini adalah dompetmu. " Ucapnya dengan lemah.
Ibu temannya menoleh dan melihat bahwa itu adalah dompetnya dan mengambil dompetnya. Lalu memeriksa isinya, ternyata isinya kosong.
Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 2 / 3