Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
24. Kembali


Mereka menjalani malam yang melelahkan kan sebelum akhir nya berhasil masuk ke dalam kota.


"Kalian berdua, pergi lah dan kata kan kalau aku yang membiarkan kalian untuk datang. Beri kan ini pada mereka supaya percaya. " Dia memberikan salah satu tusuk rambut nya.


Xing Feng segera menerima nya .


"Karena jarak sudah tidak jauh. Xing Luo, kau jalan kaki saja. " Ucap nya, dia melempae Xing Luo ke pelukan Xing Feng sebelum memacu kuda nya dengan cepat.


Xing Luo dengan reflek memeluk Xing Feng dengan erat dan Xing Feng pun melakukan hal yang sama.


"Aih, lepas kan. " Kata Xing Feng dengan malu karena mereka menjadi pusat perhatian banyak orang.


Xing Feng memutus kan untuk turun dari kuda nya dan berjalan berdua dengan adik nya sambil menarik tali kekang kuda nya.


Di sisi lain, Xue Fenghuang sedang memacu kuda nya menuju Kediaman Tuan Wali Kota Kuwei, Xue Longque.


Tidak ada yang berani untuk menghalangi jalan nya, dia dalam waktu singkat sampai di kediaman tuan wali kota Kuwei.


"Siapa kau ?! Berani berani nya ingin membawa kuda ke dalam kediaman !" Teriak penjaga sambil menodong kan pedang ke arah nya.


Pahh


Cambuk panjang menampar wajah pria itu sampai membuat pria itu jatuh ke tanah dan pingsan.


"Kalian tidak tahu aku siapa ? Aku, nona kedua kalian. " Ucap nya dengan dingin.


Para penjaga yang lain bertatapan dan merasa ragu untuk membuka kan pintu untuk nya.


Pahh


Dia mencambuk tanah dengan tatapan dingin nya.


"Kalian masih berani menunda ?! " Tanya nya, para penjaga ini terlalu melunjak.


Tidak heran kalau Xue Fenghuang yang lama sangat depresi. Meski pun para penjaga ini tidak senang, paling tidak mereka harus membungkuk atau menyapa nya.


Tapi, mereka bahkan hanya diam, bukan hanya itu bahkan mereka merasa ragu dengan nya.


"Xue Fenghuang, kau sudah kembali. " Kata Suara berwibawa dari belakang para penjaga.


"Buka pintu nya !" Kata suara itu.


"Tuan besar !" Kata para penjaga itu sebelum buru buru membuka gerbang dan berlutut.


Dia turun dari kuda nya tapi tidak melepas kan cambuk di tangan nya.


"Ayah, tampak nya penjaga mu ini sangat tidak terlatih. Mereka bahkan tidak dapat melakukan tata krama yang paling dasar terhadap tuan mereka. " Ucap nya dengan sinis.


"Kau ! Berani berani nya berbicara begitu pada tuan !" Teriak salah satu penjaga sebelum jatuh pingsan.


Cambuk nya mendarat pada orang itu dan orang itu langsung jatuh pingsan.


"Dasar lemah. Ayah, penjagaan mu seperti ini, tampak nya terlalu lemah bukan ?" Tanya nya.


"Fenghuang, mereka tidak patuh. Ayah akan memberi hukuman pada mereka. Kau tidak perlu susah susah untuk menghukum mereka secara pribadi, ayo masuk dan raya kan keberhasilan mu karena berhasil masuk ke dalam sekte Tianwen dan masuk ke bagian murid dalam. " Kata Xue Longque mengalih kan pembicaraan.


Dia mendengus sebelum setuju dengan kata kata Xue Longque, dia menatap para penjaga itu dengan tatapan membunuh.


Dia berjalan masuk mengikuti langkah Xue Longque.


"Fenghuang, kau menyembunyikan terlalu banyak dari ku. Kau ternyata sangat membanggakan, bahkan bisa menjadi murid dalam di usia 13 tahun. Sejak saat ini, kau bisa kata kan apa yang kau ingin kan maka aku akan membantu mu untuk mendapat kan nya. " Kata Xue Longque.


"Ayah, apa kah kakak perempuan ada di rumah ?" Tanya nya.


"Tidak, dia sudah pulang ke sekte Tianwen. Apa kau tidak bertemu dengan nya ?" Tanya Xue Longque dengan bingung.


"Aku sudah pergi dari sekte untuk melakukan misi sejak hari pertama. " Ucap nya dengan acuh tak acuh.


Tatapan nya teralih kan pada ke lima pelayan nya yang sedang di cambuk. Wajah Xue Longque menjadi suram ketika melihat pemandangan ini.


"Mereka memiliki senjata mahal dan itu bukan pemberian kediaman, nyonya memutus kan untuk menjual -" Ucapan pria itu terputus kala kepala nya menggelinding ke bawah.


"Berani berani nya seseorang menghukum pelayan ku !Itu adalah senjata pemberian ku, lepas kan mereka !" Ucap nya dengan marah.


Para penjaga itu ragu untuk melepas kan para pelayan yang sudah di penuhi dengan luka dan pingsan.


"Nona kedua, nyonya memutus kan untuk menjual mereka ke rumah bordil , aku harap kau tidak keberatan." Kata salah satu pelayan.


"Lin Yi ! Jika kau tidak keluar sekarang maka jangan harap bisa hidup lagi. " Ucap nya dengan datar tapi penuh dengan hawa membunuh.


Dia mencekik para pria yang menahan pelayan nya dan senjata yang di beri kan nya pada pelayan pelayan nya.


"Fenghuang, dia adalah ibu mu. Ini pasti adalah kesalah pahaman. " Kata Xue Longque dengan bingung.


"Tuan Wali Kota, dia bukan ibu ku. Jika kau tidak memberikan hukuman yang memuas kan maka aku akan turun tangan dan menguliti nya. " Ucap nya.


"Fenghuang, kau tenang saja. Kau bisa memerintah kan ku untuk menghukum nya yang penting jangan membunuh nya. " Kata Xue Longque dengan memelas.


Dia tahu sekarang, pria tua di depan nya ini akan melakukan apa pun yang terbaik untuk memuas kan keinginan nya.


Karena, dia sekarang tidak menggunakan gelar 'sampah ' lagi di kepala nya, melainkan seorang jenius yang menantang Surga !


"Siapa yang berani berani nya meneriaki nama ku ?! Lancang sekali !" Teriak Lin Yi dari belakang.


"Diam ! Kau tahu apa ?!" Bentak Xue Longque dengan panik.


"Tunggu apa lagi kalian ?! Bawa para nona ini untuk mendapat kan perawatan ! Kalau perlu panggil tabib untuk menyembuh kan mereka. " Kata Xue Longque pada bawahan nya.


Para pelayan dan penjaga tidak berani lalai, apa lagi ketika melihat Xue Longque yang marah.


"Lin Yi, kau berani berani nya menghukum pelayan tanpa sepengetahuan ku !" Teriak Xue Longque di depan wajah Lin Yi.


Wanita itu tampak terkejut karena di bentak seperti itu sebelum menunduk kan kepala nya dalam dalam.


"Aku ingin, dia di cambuk 100 kali. Lalu menjadi tahanan rumah selama 3 bulan. " Dia menyeringai sambil mengangkat tangan nya membentuk angka tiga.


"Ah iya nyonya Lin, aku ingat kalau kau dulu pernah menampar ibu ku 10 kali bukan ? Biar kan aku membalas dendam ibu ku. " Ucap nya.


"Dasar anak pembawa sial ! Sudah memiliki wajah jelek dan tidak tahu terima kasih !" Teriak Lin Yi.


Dia mengcengkram wajah Lin Yi.


"Lin Yi, apa yang kau maksud dari kata kata kasar mu itu ?!" Bentak Xue Longque.


"Tuan...... " Tatapan Lin Yi menjadi nanar sebelum menetes kan air mata andalan nya.


Xue Longque tidak peduli dengan itu dan membiar kan tindakan nya.


Plakkk


Dia menampar Lin Yi sekali sampai wanita itu jatuh ke tanah, bayangan ibu Xue Fenghuang yang di tampar seperti ini juga membuat nya tambah geram.


Dia melayang kan tamparan lain yang tidak kalah keras bahkan sampai membuat pelayan pelayan lain merasa ketakutan.


Seorang nyonya tuan wali kota Kuwei yang arogan dan bangga, di tampar oleh nona kedua yang terkenal tidak berguna.


Dia terus melanjut kan tamparan nya tampa memberi kan jeda pada Lin Yi, wanita itu menatap nya dengan tatapan penuh dengan kebencian.


"Kau bisa mengeluh di sini, tapi bagai mana dengan ibu ku dulu ? Kau menyiksa nya sampai mati. " Bisik nya dengan pelan sehingga hanya dia dan Lin Yi yang bisa mendengar.


Lin Yi mendesis marah ke arah nya, tapi ia tidak peduli.


"Ayah, hukuman selanjut nya. Aku pikir, kondisi Nyonya Lin tidak terlalu buruk dan bisa di lanjut kan untuk hukuman selanjut nya. " Ucap nya.


"Xue Fenghuang, bagai mana kalau hanya 50 kali cambukan ?" Tanya Xue Longque.


"Ayah, para pelayan ku masing masing di pukul 100 kali. Harus kah aku membuat hukuman yang di terima oleh Nyonya Lin menjadi 500 kali cambukan ?" Tanya nya dengan penuh ancaman.