
"Sejak mereka sudah menyerang dan berniat membunuhku, pada dasarnya nyawa mereka sudah hilang. Aku juga sudah mengatakan bahwa tidak ada seorang pengecut di Puncak Xue. " Ucap nya dengan dingin.
"Untuk keliling Sekte nya, aku sudah tidak tertarik. Ayo pulang ke Puncak Xue. " Ucap nya dengan datar, dia berjalan lebih dahulu dan membiarkan orang orang itu terjebak dalam bola air.
Dia mungkin bisa bersabar dan menjadi tenang, tapi mencoba untuk membunuhnya membuat nya sangat kesal.
Dia sudah ingin melepaskan mereka lebih dari 3 kali tapi mereka tidak tahu berterima kasih dan sudah saat nya bagi mereka untuk menelan akibat nya.
Ruo Wenyu masih ragu sebelum berjalan mengikuti nya dengan langkah ragu, dia berjalan dengan penuh keyakinan menuju tempat Zhao Lu.
Sesampai nya di puncak Xue, dia berbalik dan menatap Ruo Wenyu dengan tatapan tajam.
"Shixiong kembali lah terlebih dahulu, aku akan membahas hal ini dengan Shizun. " Ucap nya dengan dingin.
"Tapi, ini bukan sepenuh nya salah mu. Aku akan menghadap Shizun juga. " Ucap Ruo Wenyu.
"Tidak perlu, kembali lah ke kamar mu. Ada hal yang ingin aku sampaikan pada Shizun. " Ucap nya dengan nada yang tak ingin di bantah.
Ruo Wenyu tampak ragu sebelum berjalan kembali ke kamar nya, dia masuk ke tempat Zhao Lu berada. Begitu dia membuka pintu, yang dilihat nya adalah pria itu sedang bercumbu mesra dengan seorang wanita.
Ehm, bukan seorang melainkan tiga orang. Dia menutup mata nya sendiri dari pemandangan menjijikkan ini, dia menutup pintu dan duduk di salah satu kursi.
"Kenapa Tuan kembali begitu cepat ?" Tanya Zhao Lu sambil mengerang.
Dia membuat lapisan pelindung agar tidak ada orang yang menguping dari luar.
"Aku membutuh kan mu untuk menyelesaikan masalah ku, aku membunuh sekelompok murid nakal. Mereka berniat untuk membunuh ku jadi aku membunuh mereka. Lalu, yang tidak bisa kuterima adalah kau ternyata adalah seorang penjilat ulung ! Apakah kau tahu betapa malunya aku ketika mendengar hal ini tadi ?" Tanya nya dengan marah, tapi mata nya masih terpejam.
"Kau tahu, betapa malunya aku ? Aku sangat kesal karena hal ini ! Belum lagi mereka sangat tidak tahu berterima kasih ! Aku telah melepaskan mereka saja sudah merupakan kebaikan besar tapi mereka masih tidak dapat menghargai nya bahkan membuat ku marah. " Teriak nya dengan marah.
"Baiklah, baiklah. Siapa yang kau bunuh ?" Tanya Zhao Lu masih sedang melakukan aktivitas nya.
"Luo Ye Lu. " Jawab nya dengan jujur.
Zhao Lu tampak berteriak dan terkejut ketika mendengar kata kata nya.
"Apa yang terjadi ?" Tanya nya.
"Astaga ! Itu adalah murid Ketua Sekte, bahkan status nya setara denganku !" Ucap Zhao Lu dengan ketakutan.
"Oh, aku ingin kau mengurus nya bagaimanapun atau Sekte Harimau Ilahi akan berakhir sekarang juga. " Jawab nya dengan acuh tak acuh.
"Astaga, tidak ada cara untuk menangani ini !" Ucap Zhao Lu dengan putus asa.
"Aku tidak percaya tidak ada cara, buktinya meskipun suara mu terdengar putus asa. Kau masih melakukan aktivitas gilamu. " Ucap nya dengan acuh tak acuh.
Dia mendengar Zhao Lu mengeluarkan teriakan tertaham bersama dengan tiga wanita lain sedangkan dia hanya menggelengkan kepala nya.
"Bukalah matamu, aku sudah berpakaian. " Ucap Zhao Lu.
"Bersihkan." Ucap nya dengan ekspresi jijik.
Zhao Lu memerintah kan beberapa pelayan nya untuk membersihkan cairan itu, setelah dibersihkan barulah dia melangkah menuju tempat Zhao Lu.
"Selesaikan semua nya dengan bersih, aku tidak ingin menerima hukuman sedikit pun. Jika aku mendapatkan hukuman maka tidak perlu mempertahankan kepala mu lagi. " Ucap nya dengan dingin.
"Tapi, bagaimana caraku untuk melakukan nya ?" Tanya Zhao Lu dengan putus asa.
"Terserah, bawahan ku tidak ada yang tidak berguna. Jika ada yang tidak berguna maka tidak perlu untuk mempertahankan kepala mereka lagi. " Ucap nya dengan dingin.
"Baik baik, aku akan mencari cara. Untuk sementara Ketua Sekte tidak akan pulang, mungkin akan pulang setelah beberapa hari. " Ucap Zhao Lu.
"Hm, baiklah kalau kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan. Aku akan kembali ke kamar ku, kau harus mengubah Ruo Wenyu itu. Dia terlalu mudah tertindad, meskipun bakat nya baik tapi jika kepribadian nya terus seperti itu maka tidak akan ada gunanya. Dia akan jatuh cepat atau lambat. " Ucap nya.
"Kau begitu hebat, sebelum nya kamu mengatakan bahwa kamu sangat menyukai nya dan akan merawatnya tapi sekarang kamu bisa membuang nya dalam satu pandangan. " Ucap Zhao Lu sambil bertepuk tangan.
"Untuk sampai ke posisi ku saat ini, banyak hal yang harus ku korbankan. Termasuk membuang barang yang ku sukai, aku tidak boleh membentuk sesuatu yang ku sukai atau aku akan jatuh ke dalam jurang. " Ucap nya dengan kaku.
"Aku ingin kau urus si Ruo Wenyu, jika kau tidak bisa mengurus nya maka buang dia. " Ucap nya sebelum dia berjalan pergi dengan langkah yang angkuh.
Begitu dia membuka pintu, yang di lihat nya adalah Ruo Wenyu yang menunggu dengan ekspresi cemas.
"Shixiong, tidak baik untuk menguping. Lebih baik untuk tidak melakukan nya di masa depan untuk kebaikanmu. " Ucap nya sebelum berjalan pergi.
Dia berjalan ke kamar nya dengan cepat dan melupakan semua nya, dia mengeluarkan Bing Yue.
"Bing Yue, apakah kamu sudah siap apabila harus basah oleh darah lagi ?" Tanya nya dengan penuh perhatian.
Bing Yue tidak menjawab hanya bergetar dengan kuat yang tampak seperti membentu anggukan.
"Baguslah, aku senang mendengar nya. Bersiaplah, kita akan segera berperang. " Ucap nya sambil mengelus Bing Yue.
Lalu dia mengeluarkan Kristal Roh dan memberi makan pada Xiaobing.
"Xiaobing, kamu menjadi lebih cantik di setiap saat nya. Apakah kamu ingin ikut dengan ku untuk berperang ?" Tanya nya dengan lembut.
Xiaobing tidak mengangguk atau menggeleng melainkan hanya menatap nya dengan dingin, ini membuat nya tertawa.
Tinggal di tempat orang yang tidak dikenal membuat nya jatuh ke dalam kesepian, dia sangat kesepian dan tidak bisa melakukan apapun.
Di dalam sekte, tidak ada yang benar benar berteman dengan nya. Dia sangat ingin pulang dan bertemu dengan orang orang yang di kenal nya.
Juga, dia ingin pulang karena dia, ehm........ sedikit merindukan Yuanzheng Yuwen. Tapi ini tentu saja bukan alasan utama nya untuk pulang.
Memikirkan ini membuat nya sedikit malu, dia memandang diri nya sendiri di pantulan cermin dan melihat bahwa wajahnya tidak memancaekan ekspresi apapun.
Note : Maaf agak telat, tadi author gk bisa ngetik karena masalah jaringan. Lalu, ide juga lagi terbatas, mohon maaf karena hal ini 🙏🙏