
Tidak lama, di belakang mereka muncul dua orang pemuda yang seumuran mereka atau mungkin sedikit lebih tua dari mereka berdua.
"Salam, apakah kalian datang dari luar dimensi juga ?" Tanya salah satu dari pria itu dengan ramah sedangkan yang lain hanya menatap mereka berdua dengan sinis.
"Ya." Jawabnya dengan singkat tapi sopan.
"Apakah kalian akan mendaftar menjadi murid baru Di Sekte Pedang Bulan ?" Tanya pria itu lagi.
"Ya." Jawab Yuanzheng Yuwen.
"Kalau begitu, kita akan segera bertemu lagi. Kami pamit terlebih dahulu, daozhang. " Ucap pria itu dengan sopan.
Dia pun membalas sapaan sopan itu dan membiarkan kedua orang itu untuk lewat lebih dahulu.
(Daozhang untuk panggilan seorang kultivator, panggilan sopan dan formal. Source : Go*gle)
"Bagaimana menurutmu tentang kedua orang itu ?" Tanyanya pada Yuanzheng Yuwen sambil menatap punggung kedua orang yang sudah menjauh itu.
"Bakat mereka di atas rata rata, tapi fondasi mereka kurang baik. Meskipun di atas rata rata, hampir tidak ada kesempatan bagi mereka untuk masuk ke dalam Sekte Pedang Bulan. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
"Aku rasa, bakat mungkin tidak terlalu berpengaruh. Tapi, masalah pada fondasi mereka adalah permasalahan utama. Ayo pergi !" Ucapnya sambil menarik tangan Yuanzheng Yuwen.
Mereka berdua berjalan menuju jalan setapak di depan dan sampai akhirnya diantar ke depan sebuah pintu gerbang yang begitu mewah dan terbuat dari bahan yang baik.
Itu membentuk sebuah antrian yang panjang untuk masuk, beberapa bisa langsung masuk dengan halus khusus.
Dia menebak jika itu adalah seorang pejabat, itu bisa di lihat dari tandu yang mereka gunakan dan pakaian yang mereka gunakan.
Dia mengantri dengan tenang dan mengeluarkan sebuah kertas yang menunjukkan identitas mereka, di sana tertulis Xue Feng Huang.
Sedangkan di milik Yuanzheng Yuwen tertulis dengan jelas nama nya, Yuanzheng Yu Wen.
"Kamu memakai nama ini untuk identitas ?" Tanya nya terkejut.
"Sebenarnya, aku memiliki dua atau bahkan lebih. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan tawa pelan.
Dia yang mendengar ini tertawa, memang benar jika beberapa orang memiliki lebih. Dia sendiri memiliki lebih dari tiga.
Baru saja tertawa, wajah nya sudah berubah menjadi datar lagi ketika Yuanzheng Yuwen yang di belakang nya di dorong dorong ke depan.
Itu semua karena orang di belakang Yuanzheng Yuwen berlari ketakutan, ada sekelompok orang yang membawa tandu dan kuda.
Sehingga kebanyakan orang takut kalau mereka akan di injak oleh kaki kuda sampai mati. Dia mendengus kesal ketika melihat pengawal itu menggertak orang lain di belakangnya.
"Sialan, bukankah ada jalur khusus ?" Tanya nya dengan kesal.
Wanita paruh baya di depannya menjawab.
"Kau pasti orang baru, yang boleh masuk lewat jalur khusus adalah anggota Kekaisaran sedangkan ini adalah Walikota. " Ucap orang di depannya.
Dia mendengus kesal dan menendang sebuah batu menuju orang yang di atas kuda, batu itu menghantam kepala orang itu.
Orang itu terjatuh dari kudanya dan kudanya pun menjadi panik dan menginjak nya sampai mati. Semua orang berteriak dengan histeris karena ketakutan melihat darah dan mayat.
"Untuk mati dengan mayat utuh, aku telah berbaik hati padamu. " Gumam nya pelan dengan dingin.
"Bersabarlah, jangan membuat masalah dengan sampah seperti orang ini. " Bisik Yuanzheng Yuwen dadi belakang nya.
Dia mengangguk, desakan untuk sementara telah terhenti sebelum kembali terdengar suara teriakan dari belakang.
"Menyingkirlah ! Walikota Qing akan lewat !" Teriak penjaga lainnya yang naik kuda juga.
"Jika kalian tidak segera menyingkir maka jangan salahkan aku menginjak kalian semua !" Ucap penjaga itu.
Orang berteriak dan berlari ke pinggir dengan ketakutan, sedangkan dia di tabrak beberapa kali sampai hampir jatuh.
Untunglah Yuanzheng Yuwen menolongnya, mereka berdua berjalan ke depan, langsung menuju penjaga tanpa peduli orang di atas kuda itu menatap mereka dengan tajam.
"Minggir ! Tidakkah kalian mendengar ?!" Tanya orang berkuda itu.
Dia melemparkan batu lainnya, kali ini memukul kepala orang itu sampai tembus.
"Berisik." Ucapnya dengan sinis.
Puluhan orang mengelilinginya, sedangkan dia hanya mendengus kesal sebelum memukul mereka mundur dengan satu kibasan tangan.
Orang di dalam tandu tampak nya memberikan perintah untuk bawahannya mundur.
"Siapa namamu nona muda ?!" Tanya suara di dalam dengan genit.
Dia merasa ingin muntah ketika mendengar suara ini dan hanya mendengus.
"Siapa aku tidak penting, lebih baik perdulikan nyawa mu sendiri. " Ucap nya dengan sinis.
Dia berjalan masuk setelah menunjukkan kartu identitasnya, Yuanzheng Yuwen pun mengikuti langkahnya dan mereka langsung terbang meninggalkan semua nya di belakang.
Ilmu meringankan tubuh keduanya tentu bukan sembarangan, mereka bisa di bandingkan dengan orang yang beberapa tingkat di atas mereka.
"ha ha ha Shangguan Shiyi. " Ejeknya pada Yuanzheng Yuwen.
"Ini untuk penyamaran jika kau tahu. Nama Qin Zuanshi memang namamu bukan ?" Tanya Yuanzheng Yuwen.
"Itu benar, aku memang memakai nama Qin Zuanshi ketika ayah angkat ku masih hidup. Lebih baik untuk menggunakan nama samaran saat disini. " Ucap nya sambil menghela nafas.
Angin menerpa wajahnya dengan kuat, rambutnya beterbangan dengan anggun.
Tentu saja, untuk membuat satu identitas memerlukan cap jari seseorang, tapi dengan beberapa tipuan yang dibuat olehnya, dia membuat beberapa identitas lainnya.
Totalnya ada empat, satu atas nama Xue Feng Huang, Xue Wang Ji, Yun Si Chou, dan yang terakhir adalah Qin Zuanshi.
Untuk sementara, dia akan menggunakan nama Qin Zuanshi, dia saat ini sedang merindukan ayah nya dan kakak angkatnya.
Jadi, dia akan menggunakan nama lama nya untuk mengingat ngingat kenangan nya yang tersisa bersama mereka.
Sayangnya, ingatan yang muncul bukan ingatan baik melainkan ingatan dimana hari kehancuran itu datang dan menimpanya.
Dia berjalan mengikuti Yuanzheng Yuwen yang menggunakan nama Shangguan Shiyi, sebenarnya nama itu cukup lucu.
(十一 : Shiyi : Sebelas)
Nama yang sangat mudah untuk dicari dan dihafal, dari nama saja sudah terlihat jika itu hanya nama palsu. Siapa yang akan benar benar serius memberikan dirinya sendiri nama yang begitu sederhana ?
"Kita akan pergi makan dulu, berhadapan dengan Walikota jadi jadian tadi membuatku lapar. " Ucap Shangguan Shiyi saat melewati sebuah kedai makanan yang sangat ramai.
"Ckck, yang bertarung adalah aku bukan kamu. Kamu berlebihan, tapi tidak apa apa. Aku juga lapar. " Ucapnya dengan santai.
Dia berjalan masuk ke dalam kedai dan duduk di lantai dua ujung, dekat dengan jendela.
"Tuan dan Nona ingin makan apa ?" Tanya seorang pelayan yang mendekati mereka.
"Siapa yang pesan ? Aku atau kamu ?" Tanya nya dengan santai.
"Kamu saja yang pesan. " Ucap Shangguan Shiyi.
Dia mengangguk dan mulai membacakan makanan apa saja yang akan di pesan oleh mereka berdua. Pelayan itu terkejut karena satu kertas tidak cukup untuk mencatat segala pesanan mereka.
"Tunggu sebentar ! Aku akan memanggil bosku. " Ucap pelayan itu berlari menuju kasir dengan panik.
"Ha ha ha, kau menakutinya sampai mati. Kau memesan begitu banyak, apakah akan habis ?" Tanya Shangguan Shiyi.
"Tentu saja habis, jika tidak maka aku akan menyimpannya. " Jawabnya dengan sederhana.
(Untuk sekarang dan beberapa chapter ke depan, nama yang akan digunakan adalah Shangguan Shiyi/Yuanzheng Yuwen dan Qin Zuanshi/Xue Fenghuang. )