Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
254. Merasa Malu


Keesokan Harinya


Mereka langsung menempuh perjalanan kembali dengan cepat untuk menghindari serangan lagi seperti sebelumnya.


Hanya membutuhkan beberapa jam perjalanan lagi untuk sampai di Ibu Kota, begitu mereka masuk, tidak ada yang berani menghalangi langkah mereka.


Lang Xun membawa mereka untuk menginap di sebuah Penginapan yang bernama Penginapan Embun Purnama.


Kebetulan, mereka memilih penginapan yang sama dengan Sekte Phoenix Langit, sehingga penginapan besar ini dipenuhi oleh murid kedua Sekte.


"Ketua Sekte Lang, sudah lama tidak bertemu denganmu." Sapa seorang pria dengan pinggang ramping yang memakai pakaian serba putih dan topeng putih, suaranya sangat segar dan enak di dengar.


"Ketua Sekte Feng sudah lama tidak keluar ke permukaan dan membuatku sulit untuk bertemu denganmu. " Ucap Lang Xun dengan tenang.


"Kita sekarang bertemu, ini adalah takdir. Kalau begitu, kami pamit dulu. " Ucap pria berpakaian putih itu sambil melirik nya sekilas.


Dia menyeringai, dia tahu pria itu akan datang kesini. Itu adalah Feng Taoran dan Lan Tianjin yang diikuti oleh beberapa belas murid Sekte Phoenix Langit.


"Kalian berdua silakan berbagi kamar, karena kita berdampingan dengan Sekte Phoenix Langit, kamar yang tersisa tidak banyak. " Ucap Lang Xun.


"Ya, Ketua Sekte !" Ucap nya dengan tegas pada Lang Xun.


Dia menerima kunci kamar itu dan menatap Zhao Lu dengan sengit. Setiap murid tinggal dengan 4 orang, hanya mereka berdua yang satu kamar berempat.


Ini sudah menunjuk kan betapa Lang Xun sangat menghargai bakat dan Lang Xun tidur di kamar sendiri. Dia berjalan ke kamarnya dan melihat seorang pria sedang berusaha untuk masuk di temani oleh pria lainnya.


"Tidak menyangka bahwa dunia begitu sempit untuk segera bertemu kalian berdua lagi setelah 6 bulan belakangan ini. " Ucap nya dengan ceria.


"Fenghuang, kau tampaknya mengalami banyak peningkatan belakangan ini. " Ucap Feng Taoran dengan ramah.


Ya, pria bertopeng itu adalah Feng Taoran dan di belakangnya adalah Lan Tianjin.


"Bagaimana keadaan mu belakangan ini Feng Ge, Lan Ge ?" Tanya nya dengan lembut.


"Baik, belakangan ini sangat santai. Sangat sulit untuk mencari murid, tidak ada yang sesuai dengan seleraku. Bagaimana jika kau masuk ke dalam Sekte ku jika sudah menyelesaikan urusan mu ?" Tanya Feng Taoran sambil bercanda.


"Feng Ge benar benar tahu caranya bercanda, bagaimana jika aku mengundang kalian berdua untuk minum setelah sekian lama tidak bertemu ?" Tanya nya dengan tenang.


"Tidak masalah, tapi apakah kamu tidak ingin bertemu dengan teman lama mu setelah lama tidak bertemu ?" Tanya Feng Taoran dengan seringaian yang sedikit tampak dari bagian bawah topeng.


"Dia sudah disini ?" Tanya nya sambil menaikkan alisnya.


"Ya, dia sampai di sini bersama denganku. Aku bertemu dengannya sebelumnya dan dia tidak mengenaliku. Jadi aku hanya berbincang dengan Ketua Sekte Long. " Ucap Feng Taoran.


"Hm, baiklah. Aku akan mengundang mereka juga. Ayo pergi ke kedai yang berjarak dua bangunan dari tempat ini ? Untuk makan malam. " Ucap nya dengan seringaian.


"Tentu, kenapa tidak ? Aku pamit dulu kalau begitu. " Ucap Feng Taoran dan melangkah masuk ke dalam kamar.


Dia juga mengikuti langkah pria itu untuk masuk ke dalam kamar nya dengan Zhao Lu , dia menjentikkan jarinya dan pakaian nya sudah berubah menjadi gaun merah mudanya.


Dia melepaskan ikatan rambutnya dan mulai menyerang rambutnya menjadi beberapa kepangan kecil, dia menggunakan riasan tipis yang membuat wajahnya menjadi lebih cantik dan manis.


"Apa kau akan ikut ? " Tanya nya tanpa menoleh pada Zhao Lu.


"Hm, aku mengerti. Katakan bahwa aku sedang pergi untuk mencari sesuatu apabila ada seseorang yang datang. " Ucap nya, dia melompat lewat jendela setelah selesai menggunakan riasan.


Dia berbaur dengan orang orang yang sangat ramai, seperti ikan yang menjatuhkan diri di tengah kerumunan ikan.


"Dimana kalian berada ?" Tanya nya lewat pikiran pada Long Qionglin.


Bagaimana pun, Long Qionglin adalah salah satu bawahan nya yang setia.


"Kami berada di Penginapan Permata Barat, apa kau sudah sampai Ibu Kota ?" Tanya Long Qionglin.


"Sudah, aku akan berjalan menuju tempatmu. " Ucap nya dengan senyum kecil.


Dia mempercepat langkah nya dan beberapa kali bertanya pada orang sekitar tentang posisi Penginapan Permata Barat, karena dia baru pertama kalinya berada di Ibu Kota ini.


Sesampainya di sana, karena dia terlalu semangat dan terburu buru, dia tidak sengaja menabrak seseorang. Dia terkejut dan hampir saja jatuh ke belakang.


Dia memejamkan mata nya dan siap untuk menerima rasa sakit karena menghantam ke tanah, tapi yang di rasakan olehnya hanyalah kehangatan.


Dia memberanikan dirinya untuk membuka mata, sekali dia membuka mata, yang dilihatnya adalah seorang pria dengan pakaian serba putih yang sedang menatap nya dengan tatapan penuh arti.


Dia untuk sejenak jatuh ke dalam tatapan itu tanpa bisa keluar lagi, dia terjebak dalam tatapan yang membuat gila itu.


"Apa yang kau lakukan disnin?" Pihak lain mengeluarkan suara yang membuatnya langsung tersadar dari lamunan nya dan berdiri dengan tegap.


"Aku datang kesini untuk mencarimu dan yang lainnya. "Ucap nya dengan canggung.


Dia menunduk kan kepala nya dengan malu, bagaimana mungkin dia bisa sememalu kan ini ? Dia diam diam mengutuk dalam hati, tentang betapa ceroboh nya dia.


"Apa kau baik baik saja ?" Tanya Yuanzheng Yuwen.


Ya, orang yang membuka suara adalah Yuanzheng Yuwen.


"Baik, aku baik baik saja dan itu semua berkat dirimu. Terima kasih atas bantuanmu, jika tidak maka punggung ku akan menghantam tanah. " Ucap nya dengan ceria, seolah olah tidak terjadi apapun.


Dia berjalan masuk dan melihat bahwa Long Qionglin dan Rong Xian sedang makan.


"Tetua Rong, Ketua Sekte Long , lama tidak bertemu. " Ucap nya dengan suara yang keras dan penuh semangat.


"Pelan kan suaramu, apakah kau ingin memanggil semua orang ?" Tanya Rong Xian dengan datar.


Dia hanya terkekeh kecil sebelum dia menarik salah satu kursi dan Yuanzheng Yuwen mengikuti untuk duduk di sebelahnya.


"Aku memperkirakan bahwa kau akan segera datang sehingga menyuruh Yuwen untuk menjemput mu di depan. " Ucap Long Qionglin dengan santai.


Dia tiba tiba menatap Long Qionglin dengan tatapan sengit, pria ini benar benar ingin mencari masalah ! Untuk apa mengirim Yuanzheng Yuwen ke depan pintu untuk menjemputnya ? Apakah dia seorang anak berumur 5 tahun ?


Jika tidak, maka dia tidak akan menanggung rasa malu yang mendalam tadi, ini semua karena rencana baik milik Long Qionglin.


Bonus 38 k : 3 / 3