Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
199. Menghadapi Musuh II


Awan hitam dan aura dingin membuat semuanya menjadi terasa jahat. Suara tawa juga terdengar dari kejauhan.


"Hi Hi Hi. " Tawa nya sangat jahat, bahkan dia pun merasa terkejut.


Tidak lama, ada banyak segumpalan bola berwarna biru yang mirip dengan bola api , meluncur kemari dalam jumlah yang banyak.


Senyumnya melebar dan di belakang pasukan bola biru itu , ada ribuan mayat hidup yang berjalan dengan ekspresi ganas.


"Aku akan mengubur kalian disini ! Jangan berpikir untuk pergi !" Ucap nya dengan sinis.


Dia menahan ketiga orang itu agar tidak kabur, bolah biru itu melahap para kultivator dengan kegilaan tanpa henti.


Senyum bangga terpancar di wajahnya, ini adalah mahkluk buatannya ! Tidak ada buatannya yang gagal !


Suara jeritan kesakitan terdengar dari belakang mereka, sementara mereka terus bertarung dengan sengit.


Dia berputar beberapa kali di udara, sebelum mendorong kaki nya ke batang pohon dan melakukan gerakan berputar.


Creshh


Pedangnya memotong tangan kanan Jin Yu, suara benturan pedang terdengar bersamaan dengan jatuhnya sebuah tangan.


Jin Yu tampak terkejut dengan hal itu dan menatap ke arah tangannya yang putus. Dia mengambil kesempatan itu untuk menusuk jantung Jin Yu.


Creshh


Darah memuncrat ke wajah nya, wajahnya di basahi oleh darah. Jin Yu menatap pedang yang menusuk dada nya dengan ekspresi terkejut.


Dia menarik pedangnya ke samping dan tubuh Jin Yu terbelah menjadi dua. Feng Nuo dan Shui Cao tidak menunjukkan ekspresi apapun.


Karena, pada dasar nya mereka ini bersaing untuk mendapatkan nama masing masing. Jadi, jika ada salah satu dari mereka yang meninggal, maka mereka tidak akan peduli.


Inilah yang di sebut dengan keturunan Dewa, seperti yang di katakan oleh Feng Nuo tadi.


Tatapan nya sekarang tertuju pada Feng Nuo yang rantainya sudah putus dan hanya bisa bertarung dengan tangan kosong.


Dia berputar di udara, pedang nya dengan cepat meluncur menuju Feng Nuo, dia menyerang dengan kekuatan penuh.


Dia menoleh ke belakang dan melihat kalau ada sekumpulan pasukan lainnya yang datang, wajah nya mengeras dan meraung.


"Bunuh mereka !" Teriak nya pada roh roh jahat itu.


Bola bola biru itu mengeluarkan tawa yang lebih besar sebelum mulai memakan banyak kultivator dengan kecepatan yang tidak dapat di bayangkan.


Dia berdiri di tanah dengan bertumpu pada pedang. Kekuatan dari roh roh jahat itu bertumpu pada nya, jadi semakin banyak mereka membunuh maka semakin banyak Qi nya yang terkuras.


Dia setengah berlutut dengan bertumpu pada pedang, darah mengalir dari sudut bibir nya. Tangan nya sudah dipenuhi dengan luka.


Asap hitam mulai keluar dari tubuh nya tanpa dapat di kendalikan, tatapan nya menjadi sangat kelam dan mata nya berubah menjadi kemerahan.


Bing Yue terbang di bawa oleh asap hitam itu untuk menghentikan Shui Cao yang berniat untuk masuk ke dalam pertarungan.


Sedangkan dia meraung ke depan dan kedua telapak tangan bertabrakan. Energi Feng Nuo yang berwarna biru tua dan dia yang berwarna biru muda, terus bertabrakan.


Dia memberi lebih banyak tenaga di tangan nya, sebelum memukul tangan Feng Nuo dengan kekuatan penuh. Dia termundur beberapa langkah dan memuntahkan seteguk darah.


Dia melihat ke arah Jenderal Zhong dan Long Tian Tang yang terus bertarung dengan sengit. Sedangkan Yuanzheng Yuwen bertarung dengan pasukan yang baru datang.


Kekuatan para pasukan itu tidak terlalu besar, tapi jumlahnya banyak dan merepotkan. Untuk Long Fan, pria itu sudah lama mati.


Feng Nuo terlempar dan menabrak pohon sambil memuntahkan darah. Dia terbang menuju Feng Nuo dan rantai hitam yang terbuat dari asap terbentuk.


Rantai itu melilit leher Feng Nuo dan melemparnya ke tempat yang lain.


Suara patahan terdengar, kepala Feng Nuo jatuh menggelinding. Shui Cao tampak takut dan berniat untuk kabur dari sini.


"Ingin kabur ? Dalam mimpimu !" Ucap nya dengan sinis.


Dia terbang menuju Shui Cao dan memukul pemuda itu dari belakang dengan telapak tangan nya.


Shui Cao jatuh berlutut dan berusaha untuk mengambil cambuk nya yang terlempar lumayan jauh.


Dia mengambil Bing Yue dan memotong cambuk Shui Cao menjadi dua.


"Tidakk !!!" Teriak Shui Cao dengan mulut yang penuh darah.


"Aku sudah mengatakan , bahwa aku akan membuat kalian, tiga Klan besar membayar mahal untuk hal itu ! kalian membuatku merasa kehidupan lebih buruk dari kematian !" Teriak nya sambil menginjak dada Shui Cao.


"Lepaskan !" Shui Cao terus berteriak dengan mulut yang penuh darah.


Dia tertawa gila dan terus menginjak dada Shui Cao, itu tidak sekuat tenaga, tapi sudah cukup untuk membuat Shui Cao merasakan kesakitan yang tidak tertahan.


Dia melepaskan injakannya dan berlutut di sebelah Shui Cao, dia mencekik leher pria itu dengan sangat kuat yang membuat wajah Shui Cao membiru.


"Kamu bukan yang menghina ibuku ?" Gumam nya dengan pelan tapi mengerikan.


"Jawab aku !" Teriak nya.


Matanya memerah, tangan nya bersimbah darah, rambutnya terurai dengan bebas, dan asap hitam menyelimuti nya.


"Kamu tidak akan mati dengan mudah, ini semua barulah awal !" Ucap nya sebelum tertawa senang.


Dia melepaskan cekikan nya ketika wajah Shui Cao agak membiru. Dia memukul perut Shui Cao dengan sekuat tenaga.


Byurrr


Darah berhamburan keluar dari mulut Shui Cao dan pria itu meraung penuh kesakitan.


"Sekarang, kamu tidak lebih dari manusia biasa ! Apa kau masih ingin pulang ke Klan mu ? Apakah gurumu masih akan menerima mu yang sudah cacat ini ?" Bisik nya sambil tertawa cekikikan.


"Bunuh aku. " Ucap Shui Cao dengan gigi yang telah berwarna merah dan tatapan yang sayu.


"Tidak akan, ini semua baru permulaan. Kamu tahu ? Karena tiga Klan kalian yang Agung, aku harus bertahan di bawah sinar matahari dan hujan selama lima bulan tanpa bisa bergerak ! Aku tidak makan, tidak minum, apa kau mau tahu perasaan nya seperti apa ?!" Tanya nya dengan kemarahan yang tidak bisa di tahan lagi.


Dia mengeluarkan sebuah pil yang berwarna hijau, penuh dengan energi kehidupan. Dia memaksa Shui Cao untuk menelan pil tersebut.


Asap hitam mulai membantu rantai yang mengikat tubuh Shui Cao ke pohon.


"Dengan ini, kamu tidak akan bisa pingsan, tidak bisa mati selama 1 hari. Kamu akan menyaksikan, satu persatu orang dari Klan mu mati !" Ucap nya dengan dingin.


Dia terbang sambil membawa Bing Yue, dia mulai masuk ke lautan musuh. Dengan bantuan nya, pasukan mulai berkurang banyak.


Hanya saja, keadaan nya tidak menjadi baik. Selain tubuh menjadi penuh luka, dia mulai tidak bisa mengendalikan garis darah iblis nya.


Dia jatuh setengah berlutut, sambil memuntahkan seteguk darah.


Kreshh


Suara tusukan terdengar sebelum dia menyadari kalau dada kanan nya sudah di tusuk oleh pedang, darah mengalir deras dari sana.


Dia tidak bisa bergerak dan saat ini dia sudah di kepung oleh sepuluh orang dengan kekuatan yang hampir sama dengan nya, hanya sedikit di bawah Shui Cao dan yang lainnya.


Jika kekuatan nya sedang berada di masa prima, maka melawan orang orang ini bukanlah masalah. Tapi, saat ini dia tidak hanya sedang menghadapi musuh melainkan menghadapi diri sendiri juga.


Jika dia tidak bisa mengendalikan diri lagi, maka dia akan menggila di sini dan membunuh sangat banyak orang tanpa pandang bulu.