
"Tidak perlu memaksa diri terlalu jauh, kau harus mengingat nya perlahan lahan. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil menggendong nya.
Dia tiba tiba merasa bahwa ini bukan pertama kalinya dia di gendong seperti ini oleh Yuanzheng Yuwen.
"Yuwen, apakah kau pernah menggendong ku seperti ini sebelumnya ?" Tanya nya dengan ragu.
Wajah Yuanzheng Yuwen berubah muram dan tidak sedap untuk di pandang.
"Pernah." Jawab Yuanzheng Yuwen dengan kaku.
"Kapan ? Kenapa aku harus di gendong dulu ?" Tanya nya sambil memberanikan diri.
Yuanzheng Yuwen tidak langsung menjawab melainkan membawa nya ke salah satu penginapan yang ada di kota terdekat Gua miliknya.
Setelah membuka salah satu kamar, Yuanzheng Yuwen membaringkan nya di atas salah satu kasur.
Saat pria itu ingin beranjak menjauh dia menarik tangan pria itu untuk kembali mendekat, karena terkejut Yuanzheng Yuwen tidak bisa menjaga keseimbangan.
Yuanzheng Yuwen jatuh setengah menimpa dirinya, dia terkejut melihat kejadian ini. Dia tidak berniat melakukan ini tentu saja.
Dia hanya ingin memanggil Yuanzheng Yuwen kembali untuk menanyakan pertanyaan nya tadi. Jadi, dia menahan tangan Yuanzheng Yuwen , tidak menyangka bahwa kejadian nya akan menjadi seperti ini.
"Maafkan aku, aku hanya ingin bertanya tentang pertanyaan ku tadi. " Ucap nya dengan gugup.
Yuanzheng Yuwen membenarkan posisi nya dan duduk di mulut kasur , dia duduk berhadap hadapan dengan pria itu dan menunggu jawaban pria itu dengan tulus.
"Huft, apa kau benar benar ingin tahu ? Ini bukan berita yang baik. Lebih baik untuk melupakan nya. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
"Tidak apa apa. " Jawab nya dengan kekeh.
"Baik, itu adalah saat ketika kau membuka garis Darah Dewa milikmu dan kau terluka parah. Itu adalah beberapa saat sebelum kematian mu. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil menunduk dan menolak untuk menunjukkan wajahnya.
Mendengar ini membuat perasaan nya tidak enak , dia tahu ini bukan topik yang nyaman di bicarakan. Tidak menyangka bahwa itu terkait dengan kejadian itu.
"Yuwen, maafkan aku. " Cicit nya seperti anak anak yang takut dihukum oleh orang tuanya.
"Ini bukan salahmu, tidak ada salah nya untuk mencari tahu. Ini semua salahku karena aku agak kesulitan untuk menjelaskan nya. Kau tidak tahu betapa mengerikan nya situasi hari itu, seluruh tubuhku gemetar dalam ketakutan saat melihat darah mu mengalir dan membasahi pakaian ku. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan penyesalan yang sangat jelas di mata.
Dia maju dan memeluk tubuh pria itu dengan erat, entah dari mana dia mendapatkan keberanian ini.
"Yuwen, meskipun aku tidak bisa mengingat nya tapi aku sangat berterima kasih pada mu. Terima kasih karena telah khawatir untuk ku. " Ucapnya dengan senyum tipis.
"Banyak yang khawatir untuk mu, bukan hanya aku. Ada Saudara Feng, Saudara Lan, Tetua Long dan Tetua Rong. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
Mendengar ini membuat matanya memerah, dia tidak menyangka masih banyak yang khawatir dengannya.
Dia dulu berpikir bahwa 1 saja sudah lebih dari cukup, selama ada satu saja yang khawatir padanya dengan tulus, maka bahkan jika dia ditempat raja neraka, dia masih akan kembali ke dunia untuk mengucapkan terima kasih pada orang itu.
"Jangan menangis, tidak apa apa. Mulai sekarang kau harus tahu bahwa ada banyak yang khawatir padamu. Kau harus menjaga dirimu baik baik atau kamu akan membuat semua orang khawatir. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan lembut.
"Aku mengerti. " Jawabnya seperti anak yang patuh.
Keesokan harinya, setelah rasa pusing nya mereda, mereka kembali melanjutkan perjalanan.
"Kemana sebenar nya kita akan pergi ? " Tanya Yuanzheng Yuwen.
"Apakah ini yang kau maksud ?" Tanya Yuanzheng Yuwen sambil mengeluarkan sepotong giok biru yang memiliki gambar Naga.
Dia terbelalak dan menatap Yuanzheng Yuwen dengan tatapan yang tidak dapat dibaca, dia telah memiliki dua dan hanya membutuhkan 2 lagi.
Jika salah satunya berada di tempat Yuanzheng Yuwen maka dia hanya perlu mencari satu lagi.
"Itu benar, dari mana kau bisa tahu bahwa ini adalah barang yang ku cari ?" Tanya nya dengan curiga.
"Aku telah mengikuti mu bahkan ketika kau sedang bersama Dewa Xue sehingga aku bisa mengetahui sedikit petunjuk terhadap hal ini, aku mendapatkan ini dari Kompetisi Tian Longfeng yang di menangkan olehmu. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil memberikan giok itu padanya.
"Pada akhirnya ini adalah milik mu, aku hanya menjaga benda ini untuk mu sampai aku bisa menemukan mu. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
Dia menerima benda itu sambil menghela nafas.
"Apakah itu artinya pemenang satu lagi mendapat kan satu potongan yang lain ?" Tanya nya dengan cermat.
"Itu benar. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
"Siapa yang menang satu lagi ?" Tanya nya pada Yuanzheng Yuwen.
"Seorang Tetua dari Sekte Harimau Ilahi, guru palsumu, Zhao Lu. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
Mendengar ini membuatnya terkejut, dari sekian banyak musuh kenapa Zhao Lu bisa menang ?
"Itu karena kebanyakan Tetua tidak datang untuk mengikuti pertandingan Kompetisi Tian Longfeng, dia juga tidak menang dengan mudah. Kekuatannya rendah bahkan tidak layak di sebutkan. " Lanjut Yuanzheng Yuwen.
"Aku telah kehilangan kendali terhadap dirinya, tidak tahu apakah dia sudah menjual potongan Surgawi itu atau belum. " Ucapnya dengan kesal.
"Tidak apa apa, kau hanya perlu pergi kesana dan membunuhnya atau kalau tidak aku akan membunuhnya untukmu. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
"Biarkan aku melihat sifatnya, aku akan berpura pura menjadi orang cacat, aku ingin melihat apakah dia masih mengingat berkah yang kuberikan padanya atau tidak. Jika tidak maka aku yang akan membunuhnya, tidak perlu bantuan orang lain. " Ucapnya dengan kilat mata yang mengerikan.
2 hari kemudian
Keduanya sampai di depan Sekte Harimau Ilahi , karena perjalanan yang jauh agak sulit untuk sampai dengan cepat ke Sekte Harimau Ilahi.
"Tunggu aku di kedai yang ada di dekat sini, ini tidak akan lama paling paling hanya 1 jam. " Ucap nya pada Yuanzheng Yuwen.
"Baik, aku akan menunggu mu. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
Dia berjalan masuk , tapi sebelumnya dia telah menjentikkan jari nya terlebih dahulu dan mengubah pakaian nya menjadi kotor.
Dia berjalan ke dalam dengan wajah sedih dan berjalan naik ke atas puncak Xue.
"Zhao Lu !" Panggilnya pada pria yang sedang berjalan jalan di taman.
"Apa yang terjadi padamu ?" Tanya Zhao Lu sambil mengernyit jijik.
"Kultivasi ku hilang saat terakhir kali aku bertarung dengan Ketua Sekte Feng dari Sekte Phoenix Langit. " Ucap nya sambil menunduk kan kepala.
"Oh, pantas saja aku merasa bahwa aku tidak berada di bawah kendali mu lagi. " Ucap Zhao Lu sambil membawa nya masuk ke dalam kediaman pria itu.
Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 2 / 3