
Setelah melihat nya di masa kecil, dia baru mengingat dengan jelas tanda apa yang dia miliki di punggung nya.
Itu adalah tanda yang di miliki oleh Xue Longque yang merupakan satu satu nya petunjuk pada ayah Xue Fenghuang.
Dahi nya mengekerut, apa kah ini semua adalah takdir yang sudah di atur sejak lama ? Jadi sebenarnya takdir mempermainkan nya ?
"Paman, terima kasih telah menolong ku. Siapa nama mu ?" Tanya Xue Fenghuang kecil pada pria paruh baya yang masih tampan dan gagah.
"Nama ku ? Aku tidak akan memberi tahu mu karena pada akhir nya kau akan mengetahui nya, jaga diri mu baik baik. Kita pasti akan bertemu lagi di masa depan. " Kata Pria paruh baya itu dengan senyum misterius sebelum menghilang di antara kerumunan orang orang.
Dulu dia tidak terlalu memikir kan nya karena tidak lama ibu angkat nya, pemilik panti asuhan, datang dan menjemput nya.
Lalu, tidak lama pandangan nya kembali menjadi pemandangan yang asli yaitu yang berada di depan kediaman nya yang berada di Sekte Es Biru.
Di sisi lain, seorang pemuda sedang tertawa ringan dan bertepuk tangan.
"Tidak menyangka ternyata kau adalah keponakan ku, kau sangat cantik dan membuat ku jatuh. Tapi sayang nya ini adalah cinta terlarang, bisa bisa aku di pukul oleh kakak. " Kata pemuda itu sambil tertawa.
"Perintahkan orang yang mencari nya untuk berhenti, aku sudah menemukan nya !" Kata pemuda itu dengan penuh kebanggaan.
"Baik tuan. "Kata pelayan yang berada di samping pemuda itu.
Pemuda itu berjalan dan melihat sebuah layar yang menunjuk kan seorang gadis cantik yang sedang duduk di bawah guyuran hujan dengan kacau.
"Aku pikir kau berada di tempat yang jauh, ternyata berada di tempat ku. Aku akan memberi tahu kakak, dia pasti akan sangat bahagia. " Kata pemuda itu yang tampak nya sedang berada dalam kondisi yang sangat bahagia.
Dia berjalan menuju salah satu kamar yang di penuhi dengan aura obat obatan , dia mengetuk pintu itu dengan sedikit tidak sabar.
"Masuk !" Jawab suara bariton dari dalam ruangan.
"Kakak, ikut lah dengan ku untuk pemberitahuan sekte tahun depan. " Ajak pemuda itu dengan semangat.
"Ada apa ? Aku tidak berniat untuk ikut . " Kata Pria Paruh Baya itu dengan bosan.
"Ayolah kak, umur mu sudah 150 tahun dan kau masih bertingkah seperti anak kecil. " Kata pemuda itu dengan jengah karena melihat tingkah laku kakak nya.
"Hm, tidak mau pokok nya ! aku mau keluar kalau putri ku sudah ketemu. " Kata pria paruh baya itu dengan marah.
"Aku sudah menemukan nya kak, dia juga tampak nya telah mengingat pertemuan mu dengan nya. Kau sebaik nya ikut dengan pemberitahuan Sekte tahun depan atau kau akan menyesal. " Ancam pemuda itu.
"Baiklah, baiklah aku akan ikut. Awas saja kalau kau berbohong, aku akan menendang pantat mu dan menggantung mu di gunung depan !" Kata pria paruh baya itu sebelum kembali masuk ke dalam selimut dan tidur.
Sedang kan pemuda itu hanya menatap kakak nya dengan sebal karena dalam waktu singkat sudah kembali tidur.
Akhir nya pemuda itu hanya bisa mendengus sebelum menghela nafas berat karena melihat kalau kakak nya benar benar tertidur dengan pulas.
"Ada apa dengan mu ? Kau terlihat aneh belakangan ini." Kata Lin Rong Rong yang menggunakan celemek untuk memasak.
"Tidak ada, aku baik baik saja hanya kurang istirahat. Ini semua akan hilang ketika aku kembali apda ranjang ku yang empuk. " Ucap nya mencari alasan.
"Benarkah ?" Tanya Lin Rong Rong dengan ragu.
"Tentu saja, memang nya aku bisa apa lagi ?"Tanya nya dengan senyum terpaksa.
Inilah keburukan nya yang lain, dia sangat sulit untuk menyatakan apa yang benar benar dia rasa kan dan apa yang ada di dalam pikiran nya.
Dia sebenar nya benar benar ingin jujur, tapi yang keluar dari mulut nya hanya lah kata kata indah yang di penuhi dengan kebohongan.
Kebiasaan ini sendiri perlahan lahan mengikis diri nya sendiri dan membuat nya tersiksa. Dia ingin keluar dari perasaan menyakitkan ini tapi tidak bisa melakukan nya.
"Hei, apa yang kau lakukan ? Ayo makan mi nya atau kuah mu akan berubah menjadi dingin. " Tegur Lin Rong Rong.
"Ah ya, terima kasih atas mie nya. Masakan mu menang yang terbaik. " Ucap nya sambil tertawa dan mengangkat segumpal besar mi dan memaksanya masuk ke dalam mulut nya yang kecil.
Dia selalu suka untuk makan dengan mulut yang penuh, beberapa orang menegur nya karena hal itu di anggap tidak sopan.
Tapi bagi nya ini adalah sebuah kepuasan tersendiri, jika bagi nya itu adalah hal yang membuat nya senang Dia tidak akan peduli lagi dengan apa yang di pikir kan oleh orang lain.
Oleh karena itu lah dia tetap mempertahankan salah satu kebiasaan nya yang ini, apa lagi dulu untuk mencari makanan saja sulit.
Jadi bisa makan dengan mulut penuh seperti ini tanpa khawatir dengan anak panti asuhan yang lain adalah kenikmatan tiada dua nya.
Dalam sekejap, mi kuah nya yang terisi semangkuk penuh telah habis bahkan mendahului Lin Rong Rong yang sudah makan lebih dulu dari nya.
Dia berjalan ke dapur dan menambah lagi, pandangan nya terarah pada Lin Rong Rong, hati nya terasa menghangat.
'Paling tidak, aku tidak akan sendirian. Aku berharap aku tidak akan di tinggal kan oleh orang yang dekat dengan ku lagi di masa depan. ' Pikir nya.
Mereka makan dengan lahap dan tertidur pulas di malam hari nya, untuk sejenak dia melupakan semua beban yang dia tanggung sendirian sendiri.
Untuk pertama kali nya juga, dia sadar kalau ternyata dia tidak bisa hidup tanpa orang lain. Dulu, di selalu berharap kalau orang orang akan menghilang dari dunia ini dan menyisakan diri nya sendirian.
Sekarang dia mengerti, kalau permintaan nya di masa lalu telah di kabulkan dan dia mengerti kalau hidup dalam kesepian adalah hal yang sangat buruk.
Untuk pertama kali nya sejak dia tinggal di Sekte Biru Es, tidur nya terasa sangat nyenyak dan mimpi indah. Tidak sekalipun dia terbangun tengah malam seperti biasa nya.
bonus like 6 k : 3 / 3
note : yang ingin lihat ilustrasi yang di gunakan dalam cerita ini bisa langsung lihat akun instagram author @kc.novel_writer.