
Tidak lama kemudian, muncullah seorang pria berpakaian zirah yang berjalan masuk lalu berlutut di depan Long Tian Tang.
"Hamba tidak dapat menemukan Tuan Long Fan, harap memberikan hukuman !" Ucap penjaga itu dengan tegas dan tanpa keraguan.
"Huft, sudah kuduga. " Gumam Long Tian Tang.
"Hebat sekali, ini arti nya pria bajingan ini tidak diperlukan lagi bukan ?" Tanya nya dengan sinis.
"Long Fan adalah pria dengan pikiran licik serta ambisi besar. Anak laki laki nya tidak dapat menghentikan nya. " Ucap Long Tian Tang sambil menghela nafas.
"Aku kira, pemikiran Ketua Long salah. Long Fan pasti berpikir ketika kita berpikir bahwa Long Ma tidak memiliki harga lagi maka kita akan melepaskan nya, lagipula ini adalah keponakan mu. Tapi, dia sepertinya salah perhitungan. Ada aku di sini , tidak peduli siapa yang datang, aku tetap akan membunuh nya. " Ucap nya dengan senyum lebar.
Dia mengambil jepit rambut nya, dan jepit rambut itu menembus kepala Long Ma.
"Matilah dengan tenang, kau sudah tidak di butuhkan lagi. " Gumam nya dengan tatapan tenang.
"Hah, nasib anak ini terlalu buruk. Dia tidak pernah di perlakukan dengan baik sebelumnya, dia menjadi anak yang sombong dan arogan. " Ucap Long Tian Tang.
"Setiap sikap yang di gunakan nya, selalu memiliki harga yang harus di bayar. Bahkan jika dia menjadi baik sekalipun. " Ucap nya dengan acuh tak acuh.
"Kematian bagi orang baik adalah angka paling tinggi. " Lanjut nya dengan rasa pahit yang memenuhi mulut nya.
Bukan nya dia sudah putus harapan terhadap kebaikan di dunia ini, hanya saja dia sudah lelah. Dia pernah menjadi baik dan pada akhir nya tetap mendapatkan akhir yang mengenaskan.
Kenapa tidak menjadi egois untuk diri sendiri ? Dia selalu menginginkan sikap ini. Tapi, pada akhir nya dia masihlah orang baik.
Dia tidak tahan ketika orang tak bersalah kesulitan, dia tidak bisa menutup mata nya dan membiarkan semua nya terjadi.
Hanya saja, orang orang tidak bisa mengerti diri nya. Tidak ada satu pun orang di dunia ini yang mampu untuk mengerti diri nya, karena bahkan dia sendiri pun tidak bisa mengerti diri nya sendiri.
Sikap bengis, sikap kejam, sikap jahat yang dimiliki oleh nya selama ini hanyalah topeng untuk melindungi diri. Jika dia tidak menggunakan topeng itu, maka dia tidak akan berbeda jauh dengan anak kecil yang membutuhkan perlindungan di setiap langkah nya.
"Nona Xue, bagaimana jika kamu tinggal di sini selama beberapa hari ?" Tanya Long Tian Tang.
"Tidak masalah, Tuan Muda Long masih membutuhkan bantuan ku untuk memulihkan kekuatan nya. " Ucap nya dengan ringan sambil melirik Yuanzheng Yuwen.
Yuanzheng Yuwen hanya memberikan senyum tipis, Long Tian Tang mengangguk dan memberikan salam pada nya.
Dia membalas salam itu dengan sopan dan berjalan keluar dari aula, untuk sementara Klan Long akan menjadi tempat yang aman.
Dia akan melatih Xue Hongli, mengobati Yuanzheng Yuwen dan mengasah kekuatan nya sendiri dalam bertarung langsung.
Sudah lama tidak menemukan musuh setara, sehingga mungkin ilmu pedang nya telah menjadi tumpul.
5 Hari Kemudian
Xue Hongli sudah berhasil melatih kekuatan Qi nya dan Dantian nya sudah sepenuh nya terbentuk, itu adalah elemen api.
Dia memberikan sebuah Seni Bela Diri Api yang di belinya untuk Xue Shangxin sebelum nya, tapi gadis itu sudah pergi.
Jadi, dia memberikan nya pada Xue Hongli. Itu adalah Seni Bela Diri Pedang Mencapai Matahari. Sangat cocok untuk orang berelemen api.
Saat ini, Xue Hongli sudah mencapai tingkat 1 Penempaan Qi. Jika di latih dengan rajin, maka tidak akan menjadi masalah untuk anak itu menembus tingkat 2,bulan depan.
Anak itu di lahirkan dengan Api Gagak Emas yang luar biasa mendominasi, sangat luar biasa. Sedangkan untuk pemilihan Yuanzheng Yuwen, pemuda itu pulih lebih cepat dari perkiraan nya.
Dalam 5 hari ini, sudah hampir seluruh kekuatan nya pulih. Mungkin besok sudah sepenuh nya kembali normal.
Saat ini, dia sedang duduk di samping kolam teratai dan melihat penampilan nya sendiri.
"Fenghuang, apa kau berniat untuk berlatih tanding ?" Tanya suara pria di belakang, suara itu terdengar sangat menyegarkan telinga.
"Kau masih belum sembuh, akan menjadi ketidakadilan bagi mu. Lebih baik tunggu diri mu sepenuh nya pulih, maka aku akan mengajak mu untuk bertanding. " Jawab nya tanpa menoleh.
Karena, bahkan tanpa menoleh dia sudah bisa menebak dengan baik , siapa yang ada di belakang nya ini.
"Ayo, aku sudah baik baik saja. Kau harus melatih kekuatan mu. " Ucap suara di belakang dengan sedikit paksaan.
"Baiklah, jangan salahkan aku jika aku melukai mu. " Ucap nya dengan malas.
"Ha ha ha, aku tidak akan menyalah kan mu. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
Ya, orang yang berada di belakang nya adalah Yuanzheng Yuwen.
Dia mengeluarkan Bing Yue, meskipun kondisi Yuanzheng Yuwen saat ini masih belum maksimal. Tapi, masih tidak boleh di remehkan.
Mereka saat ini sedang memegang pedang masing masing, mereka murni bertarung menggunakan pemahaman terhadap pedang, bukan Seni bela diri.
Dia menggerakkan lengan nya sesuai dengan kata hati nya. Lalu memejamkan mata nya, tubuh nya mulai bergerak sendiri.
Kaki nya terus melangkah, merangkai gerakan yang indah. Hampir mirip seperti sedang menari. Suara benturan kedua pedang bagaikan irama yang mengiringi tarian nya.
Dia menghindari satu persatu serangan yang di berikan oleh Yuanzheng Yuwen dengan mudah, perlahan lahan serangan kedua nya menjadi lebih cepat dan tajam.
Gerakan nya menjadi lebih cepat, langkah kaki nya terdengar. Dia memutar beberapa kali di tanah, sebelum mendorong lengan nya ke depan.
Dia menghentikan langkah nya dan membuka mata nya sambil tersenyum tipis.
"Kamu menang. " Ucap Yuanzheng Yuwen saat melihat pedang nya berada di samping leher pria itu.
Dia tersenyum dan mencabut pedang nya, Bing Yue kembali ke dalam sarung.
"Terima kasih karena telah memberiku kemudahan. " Ucap nya sambil menunduk.
Dia merasa kalau Yuanzheng Yuwen masih belum mengerahkan semua nya pada setiap gerakan nya. Seolah olah masih menaruh belas kasihan di setiap tebasan nya.
Itu sangat berbeda jauh dengan tebasan nya yang dipenuhi dengan kebencian dan kemarahan, gerakan nya tajam dan tidak meninggalkan belas kasihan apa pun dalam setiap tebasan nya.
"Kamu sepenuh nya menang, aku tidak menahan kekuatan ku. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil tersenyum pahit.
Bonus Like 30 k : 3 / 3