Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
43. Pelelangan Beruang Emas II


Mereka duduk sambil memainkan jari jari mereka sambil menunggu.


"Jiejie, bagai mana menurut mu ? Apa kah bagus ?" Tanya nya sambil mengeluarkan satu gelang yang merupakan buatan nya secara pribadi.


"Wah bagus sekali, apa kah ini buatan mu sendiri ?" Tanya Qin Yue dengan antusias.


"Hm, ini buatan ku sendiri. Jika jiejie mau maka kau bisa mengambil nya. " Ucap nya.


"Terima kasih Fenghuang. " Kata Qin Yue menerima gelang itu dan menggunakan nya di tangan kiri sebelum memeluk nya dengan erat.


"Jiejie, kultivasi mu masih belum stabil. Ber kultivasi lah dulu, aku ingin ke toilet sebentar. " Kata nya ketika melihat tangan kiri nya mengeluarkan cahaya.


"Hati hati, apa perlu ku antar ?" Tanya Qin Yue dengan khawatir.


"Tidak apa apa, aku bisa sendiri. Aku tidak akan lama. " Ucap nya sambil tersenyum tipis.


"Baik lah, jaga diri mu baik baik Meimei. " Kata Qin Yue.


Dia mengangguk dan berjalan keluar, langkah nya dari yang santai langsung menjadi cepat. Dia pergi ke tempat yang sepi dan tidak memiliki orang di sekitar nya.


Cahaya di tangan kiri nya adalah tanda kalau ada pesan yang di kirim kan menggunakan jimat pada nya.


Dia membaca pesan yang berasal dari Yun Wang itu dengan kerutan di dahi nya sebelum menghela nafas berat.


' Fenghuang, berhati hati lah. Pelayan mu, Le Ning berkhianat. Gerakan nya di ketahui oleh Kaisar dan adik nya yang berada di desa di jadikan sandera oleh Kaisar , Le Ning harus membunuh mu dan mendapat kan kekuasaan Toko Phoenix Salju sebagai ganti nya. ' Begitu lah isi surat nya.


Dia menghapus surat itu dengan tangan yang mengepal. Mata nya memerah kala melihat pesan itu, kuku nya hampir menembus kulit nya jika dia tidak segera menghentikan tindakan nya.


Di sisi lain, Kekaisaran Zhu.


Seorang gadis sedang berlutut di hadapan Kaisar dengan seorang anak laki laki kecil yang di ikat dan tubuh yang di penuhi luka.


"Yang Mulia , aku pasti akan memberikan yang kau mau. Tolong jangan lukai Rui'er. Dia tidak bersalah dan tak ada kaitan nya dengan ini. " Kata gadis itu dengan air mata.


"Aku akan memberikan mu 10 hari sebelum aku membunuh anak ini ! Lakukan tugas mu dengan baik, aku tidak akan memberi ampun apa bila kau gagal !" Kata Kaisar dengan nada memerintah.


"Baik baik, aku pasti tidak akan mengecewakan mu. " Kata gadis itu dan bersujud.


'Maaf kan aku nona, aku tidak mempunyai pilihan lain. Adik ku jauh lebih penting bagi ku, dia adalah satu satu nya keluarga ku. ' Pikir gadis itu.


Di tempat Xue Fenghuang, gadis itu sudah kembali ke ruangan dengan wajah yang tak terjadi apa pun dan berjalan menuju Qin Yue.


"Jiejie, dendam mu pada Kekaisaran akan segera terbalas. "Ucap nya dengan setengah bercanda.


"Aku masih tidak cukup kuat, aku takut dengan kekuatan ku sekarang ini, hanya bisa membebani ayah. " Kata Qin Yue dengan wajah sedih.


"Tenang lah Jiejie, selama kau yakin maka itu pasti bisa terbalaskan. Ngomong ngomong, siapa yang memfitnah mu duluan ?" Tanya nya dengan penasaran.


"Putri ketiga, Zhu Dan. Aku sangat membenci nya, aku bahkan sudah beberapa kali bermimpi untuk merobek tubuh nya menjadi ratusan keping. " Kata Qin Yue dengan geram.


"Itu pasti akan terwujud di masa depan. Persiap kan diri mu Jiejie. " Ucap nya.


1 Jam kemudian


Pelelangan sudah di mulai, di mulai dari beberapa barang yang sangat membosankan bagi nya.


"Cambuk Es Abadi, satu pasang ! Di mulai dari harga 1.000 koin emas dengan kelipatan harga 100 koin emas !" Kata Nyonya Lin dengan semangat.


"Jiejie, bagai mana menurut mu ?" Tanya nya sambil menaik kan alis nya.


Menurut nya, senjata di depan hanya bagus untuk di lihat tapi buruk untuk di gunakan dan hanya bisa berada di tingkat 2.


Senjata di bagi menjadi sepuluh tingkat, dan di atas itu adalah senjata yang sangat sulit untuk di cari. Bagi keluarga besar seperti nya, senjata tingkat 2 bukan lah barang yang berguna.


Bahkan pedang yang dia beli jauh lebih baik meski pun sama sama di tingkat 2.


"Tidak terlalu baik, itu memiliki ketahanan dan kelenturan yang buruk. " Kata Qin Yue menatap pelelangan dengan bosan.


Tidak banyak yang bisa memberikan penawaran dengan harga segitu, sebelum terjual dengan harga 1.100 koin emas.


"Tuan dan nona, selanjut nya ada sebuah tungku Alkemis tingkat 3 yang merupakan milik salah satu Grandmaster Alkemis Tian !" Kata Nyonya Lin yang memancing keributan di tengah orang orang.


Dia menatap tungku alkemis itu dengan tatapan semangat, dia merasa kalau ada sesuatu yang memanggil nya dari tungku Alkemis itu.


Tingkatan Alkemis :


-Alkemis Rendah


- Alkemis Menengah


- Alkemis Terpelajar


- Alkemis Ahli


- Grandmaster Alkemis


Saat ini dia baru berada di tingkat Alkemis Menengah karena masih canggung dengan benda benda yang ada di sini.


"Harga di mulai dari 10.000 koin emas dengan kelipatan 100 koin emas !" Kata Nyonya Lin dengan semangat yang berapi api.


"10.100 !" Kata salah satu peserta biasa.


Untuk penglihatan nya, hanya ada tiga ruangan tamu terhormat termasuk milik nya.


"Dasar tidak tahu malu ! Itu adalah tungku ilahi milik Grandmaster Alkemis Tian dan kau berniat untuk mendapat kan nya dengan harga segitu ?" Tanya salah satu peserta lelang dengan ejekan.


"10.500 !" Sebelum penawar pertama bisa membalas ejekan itu, suara lain terdengar dari dalam ruangan tamu terhormat yang berada di sebelah nya.


"10.700 !" Kata suara manis yang berada di sudut ruangan tamu terhormat.


"11.000 !" Kata ruangan yang tengah.


"11.200 !" Kata yang berada di paling kanan.


Dia hanya diam dan mendengar perdebatan mereka dan bersiap untuk hasil akhir.


"11.500 !" Kata yang tengah tidak mau kalah.


"11.700 ! Tuan yang terhormat, mengalah lah pada gadis kecil seperti ku. Aku berasal dari Sekte Tianwen dan baru menjadi murid di sana, aku membutuh kan barang ini. " Kata suara manis yang berasal dari ruangan paling kanan.


"Aku baru tahu kalau sekte Tianwen membutuh kan tungku untuk murid baru nya ?" Tanya suara serak dari ruangan tengah dengan tenang.


Suara ini berbeda dengan suara yang tadi menawar, suara kali ini tampak lebih berwibawa dan menenangkan.


Dia mengerutkan dahi kala mendengar suara yang tidak asing dari ruangan di sebelah nya.


"Yuanzheng Yuwen. " Gumam nya dengan pelan.


"Ada apa ? Kenapa kau menggumamkan nama Adipati Yuanzheng ?" Tanya Qin Yue yang tidak tahu apa apa dengan bingung.


"Yang berada di sebelah kita ini adalah Yuanzheng Yuwen. " Ucap nya dengan suara pelan takut kedengaran.


Suara manis yang berada di paling kanan tidak mengeluarkan sepatah kata lagi dan merasa marah.


"12.000 !" Ucap nya buka suara.


Dia tidak mendengar suara tawaran dari ruangan Yuanzheng Yuwen lagi, tampak nya pemuda itu tidak benar benar menginginkan benda ini.


Karena jika pemuda itu benar benar menginginkan nya maka dia sendiri pun akan sulit untuk mendapat kan nya.


"Oh ada orang lain lagi yang berniat untuk menawar ? Kalian lebih baik menyerah saja. Lihat lah, ruangan tengah tampak sangat melawan tapi ternyata tidak melanjut kan tawaran, pengecut. 13.000 koin emas !" Kata suara manis yang berada di paling kanan.


Dia tertawa ringan mendengar kata kata itu.


"Kalau boleh tahu, nona ini berasal dari Sekte Tianwen. Boleh ku tahu nama mu ?" Tanya nya.


"Kau berniat untuk menjilat ku ? Nama ku adalah Ling Kuan ! Seorang murid nomor 10 teratas di murid luar !" Kata suara manis itu dengan kesombongan yang menutupi langit.


"Aku juga berada di sekte Tianwen tapi tidak pernah mendengar nama mu, apa kah kau sedang membual ? 14.000 koin emas !" Ejek nya.


Seorang murid luar belaka berniat untuk menjadi badut di depan nya, bagai mana mungkin dia bisa menolak niat baik tersebut.


Dia akan menerima nya dengan tangan terbuka bahkan menambah kan beberapa hiasan di atas nya.