
"Maaf tapi aku tidak tertarik. " Ucapnya dengan dingin.
"Siapa yang mempertanyakan pendapat mu ?! Sejak pangeran kelima sudah memilih mu untuk menghangatkan ranjang nya, maka kau harus merasa bersyukur !" Ucap orang itu menekan lebih keras di leher nya.
"Oh untuk menghangatkan tempat tidur nya, haruskan aku membakar rumahnya supaya tempat tidur nya hangat ?" Tanya nya dengan polos tapi mengancam.
"Kau ! " Pengawal itu marah tapi tidak bisa melakukan apa pun padanya.
Pangeran Kelima berjalan mendekat ke arahnya dan menatap nya dengan tatapan penuh *****.
"Kau pasti sangat menantang, sangat jarang untuk melihat seseorang yang sangat arogan seperti mu. Pasti permainan kita nanti akan menjadi lebih menarik." Ucap Pangeran Kelima sambil tersenyum menjijikkan.
Dia tertawa ringan lalu menjilat bibir nya yang kering dan membuat nya tampak lebih menggoda.
"Tentu saja permainan kita akan menarik. "Ucap nya sambil tersenyum aneh.
Dia bergerak untuk menendang tubuh pengawal yang menahan nya, hanya dengan satu tendangan tubuh pengawal itu terpelanting jauh.
Pedang yang dipegang oleh pengawal itu jatuh ke tanah, dia membungkuk dan memungut pedang itu lalu mengelusnya.
"Pedang yang buruk, seperti pemiliknya. Tapi, ini akan cukup tajam untuk mengelupas seluruh kulit di tubuh seseorang. Darimana aku harus mulai bermain ?" Tanya nya sambil menyeringai.
Dia masih memegang pedang itu dan berjalan mendekat ke arah pangeran kelima, pangeran kelima berjalan mundur dengan raut wajah ketakutan.
Kebetulan tempat ini sepi sehingga dia tidak takut bahwa kabar ini akan menyebar, tempat ini sudah dekat dengan Sekte Harimau Ilahi dan tidak banyak orang yang ingin mendekati tempat ini.
"Apa yang kalian tunggu lagi ?! Cepat halangi dia ! Lumpuhkan tangan dan kaki nya, lalu bawa dia pulang ! Aku akan melihat apakah dia masih bisa arogan seperti sebelum nya ! " Teriak Pangeran kelima sambil terus berjalan mundur.
Belasan pengawal Kekaisaran berjalan ke depan pangeran kelima dan menghadang pangeran kelima.
"Aku akan membuat mu bertekuk lutut dan menjelajahi seluruh tubuhmu !" Teriak Pangeran Kelima lagi dari kejauhan.
Mendengar ini membuat nya menggeleng geleng kan kepalanya, pria ini sungguh tidak tahu mati. Apa yang harus dia lakukan pada pria ini ?
Mematahkan setiap inci tulangnya ? Memasak nya hidup hidup ? Memotong setiap bagian tubuh nya menjadi dadu dadu kecil ? Memberikan racun korosi ? Atau membiarkan Pangeran Kelima yang terbiasa hidup mewah ini di dalam penjara yang lembab dan penuh dengan kegelapan.
Dengan begitu, Pangeran kelima ini akan mati dengan perlahan dan putus asa lalu menjadi gila.. Itu pastilah lebih menyenangkan daripada membuat tangan nya bersimbah darah.
Memikir kan ini saja sudah membuat senyum yerbit di wajahnya.
"Jika kau ingin menyerah maka bersujudlah padaku ketiga kali dan aku akan langsung melepaskan mu !" Ucap Pangeran kelima.
"Dalam mimpi mu !" Ucapnya dengan semangat besar.
Setelah memikirkan ide bagus nya, dia tidak akan melepaskan pangeran kelima dari genggaman nya. Dengan satu kibasan, belasan orang itu jatuh terduduk.
"Kau.... kau..... kau, monster !" Teriak pangeran kelima setelah melihat dia dengan mudahnya mengalahkan pengawal Kekaisaran.
Dengan satu kibasan lainnya, tubuh belasan orang itu menjadi ribuan serpihan es kecil yang bahkan tidak bisa dikenali oleh orang tua mereka.
"Aku memang monster, bukan kah pangeran kelima berkata bahwa akan membawa ku untuk menghangatkan tempat tidur mu ? Tenang, aku akan mengabulkan nya. Aku akan membakar tempat tinggal mu. " Ucap nya dengan senyum nya yang gila.
"Kau, tidak boleh membunuh ku ! Aku adalah seorang pangeran yang terhormat !"Gertak Pangeran Kelima dengan tubuh yang gemetar.
" Siapa yang peduli kamu Pangeran atau pengemis ? Bahkan jika itu adalah Kaisar, aku masih akan membawa mu pergi. " Ucap nya dengan angkuh, dia mendorong dorong bahu Pangeran Kelima dengan gagang pedang yang dia bawa.
Pedang itu jatuh ke tanah setelah seorang pria berjubah hitam mendarat tepat di depan Pangeran Kelima.
"Akhirnya kamu menunjukkan diri, aku pikir kamu akan terus berjongkok di atas atap sampai tahun depan. " Ucap nya dengan sinis.
"Panglima !" Ucap Pangeran Kelima dengan penuh kebahagiaan.
"Ah, ternyata ini adalah Panglima Yun. Aku dengar bahwa kamu di juluki sebagai Dewa Perang karena tidak pernah kalah, aku justru penasaran dengan kekuatan mu. " Ucap nya dengan senyum tipis.
Bahkan senyum di wajah nya tidak hilang, orang semacam Panglima Yun ini bahkan tidak bisa di bandingkan dengan kekuatan Rong Yanran.
Orang semacam ini sangat cocok untuk menjadi katak yang berada di dalam genggaman nya, bisa dia mainkan kapan saja.
"Kenapa kau menghindar terus ?! Cepat menyerahlah dengan begitu tanganmu akan selamat !" Ucap Pangeran Kelima dengan sombong.
"Pangeran, lari !" Teriak Panglima Yun dengan wajah pucat.
"Sejak aku menginginkan nya, apakah dia boleh kabur ?" Tanya nya dengan sinis.
"Apa yang Panglima katakan ?! Kenapa aku harus lari dari-" Sebelum pangeran kelima bisa mengatakan kata kata nya sampai selesai.
Pangeran Kelima telah jatuh ke tanah dalam kondisi pingsan dan dilapisi oleh es tipis.
"Panglima Yun, bagaimana kalau kita akhiris saja disini permainan kita ?" Tanya nya dengan seringaian.
"Gongzi, aku masih memiliki keluarga untuk aku jaga. Tanpa aku bagaimana mereka bisa bertahan. " Ucap Panglima Yun sambil berusaha keras di bawah tekanan nya.
"Kamu memiliki keluarga ? Bagaimana kalau kau menjadi bawahan ku, dengan begitu aku akan menjaga keluarga mu. " Ucap nya dengan ringan.
Panglima Yun memikirkan ini dengan ragu, dia yang melihat ini tidak bisa menahan diri untuk tidak mendecakkan lidah nya dengan kesal.
"Aku beri kau 3 detik untuk memikirkan nya, jika kau mati disini hari ini maka aku akan membunuh seluruh keluarga mu juga. Kau harus tahu, bahwa dengan kekuatan ku ini, Kekaisaran tidak akan bisa menahan ku. Yang bisa menahan ku hanyalah ketiga klan besar. "Ucapnya.
"Kamu harus mengerti posisi mu, hanya tiga detik dan ini tidak hanya menyangkut nyawa mu melainkan nyawa seluruh keluarga mu. Jika kamu memilih untuk mengorbankan keluarga mu, maka kamu akan menjadi seorang pendosa besar bagi Keluarga Yun. " Ucap nya dengan tenang.
Panglima Yun menjadi lebih terpojok, sampai akhirnya pedang yang dipungut nya tadi berada di leher Panglima Yun.
"3...... 2.......1......." Ucap nya.
"Aku akan mengikuti Gongzi muda. " Ucap Panglima Yun dengan terburu buru untuk langsung berlutut di depan nya dan membuang senjata nya.
"Tolong jangan libatkan keluarga ku, anak dan istri ku lebih berharga daripada nyawa ku. Tolong lindungi mereka jika kau mau membunuhku. " Ucap Panglima Yun sambil berlutut.
"Bangun, aku tidak akan membunuh mu. Aku akan bertanya pada mu sekali lagi, apakah kau serius untuk mengikuti ku ?" Tanya nya dengan dingin.
"Ya, Tuan !" Jawab Panglima Yun sambil menunduk di depan nya.
"Makan ini. Sejak kau menelan ini kebebasan mu bukan lagi milik mu. " Ucap nya sambil menjulurkan sebuah pil yang sama dengan milik Long Qionglin.
Dia masih bisa mengendalikan orang ini tapi Panglima Yun tidak akan kehilangan akalnya seperti orang dari Sekte Harimau Ilahi itu.
Panglima Yun tanpa keraguan langsung menelan pil itu.
"Katakan pada Kaisar bahwa kamu tidak berhasil menemukan Pangeran Kelima. " Ucap nya dengan pelan.
"Ya, Tuan !" Ucap Panglima Yun sebelum pergi ke arah yang berlawanan dari nya.
Dia mengambil korek api lalu menghidupkan nya, dia melempar ke arah kereta kuda mewah milik Pangeran Kelima.
Dengan cepat api melahap kereta kuda yang berbahaya dasar kayu itu, api dengan cepat menyebar ke setiap sisi kereta kuda.
Dia melepaskan kuda yang menarik kereta kuda , lalu menaikinya. Dia menonton pemandangan yang sangat bagus ini sambil menaiki kuda.
Lalu, setelah itu dia menarik tubuh pangeran kelima yang pingsan ke atas kuda nya. Sebenar nya tidak dapat di katakan di atas kuda.
Dia hanya menarik kaki pangeran kelima sedangkan kepala Pangeran kelima menempel di tanah, bisa dibilang dalam posisi terbalik.
Bonus Like 36 k : 3 / 3