
Selama 3 jam, Xue Fenghuang menyiapkan semua nya sambil bercerita dengan Lin Rong Rong.
Dia berjalan keluar dengan pakaian biru nya yang cantik dan anggun. Banyak tatapan orang yang terarah pada diri nya, dia hanya diam dan terus berjalan ke arah suara panggilan.
Terdengar bunyi Gong yang di pukul dengan kuat sebanyak tiga kali, pandangan nya terarah pada salah satu atap rumah dan dia tersenyum manis.
Dia mengantri di sebelah tetua yang membagikan pil bulanan.
"Kali ini, akan di bagikan satu buah pil Roh Bela Diri dan 5 buah kristal roh tingkat rendah !" Kata Tetua itu.
Satu buah pil melayang ke arah nya di sertai dengan 5 kristal ungu yang sangat menarik, dengan segera dia menyimpan nya.
Saat dia baru akan berjalan kembali, ada beberapa murid perempuan yang datang untuk mencari masalah dengan nya.
"Kau murid baru bukan ? Berikan Pil Roh Bela Diri dan Kristal Roh milik mu pada ku ! Atau aku akan merusak wajah mu !" Kata gadis di depan nya dengan galak.
Dia menatap gadis di depannya ini dengan aneh, apa kah gadis ini tidak dapat melihat kultivasi nya ? Kultivasi nya berada di tingkat 4 sedang kan gadis ini hanya berada di tingkat 2.
Di ikuti oleh tiga orang lain nya yang berada di tingkat 1.
"Seorang sampah yang tidak bisa menilai kemampuan sendiri. " Dengus nya, setelah dia mengatakan ini dia baru ingat kalau dia menggunakan bubuk ajaib untuk menyembunyikan kultivasi nya.
"Kau !" Gadis itu tampak marah dan maju menyerang nya dengan belati.
Sedang kan dia berjalan mundur satu langkah sebelum mengeluarkan cambuk nya.
Pah !
Salah satu dari mereka tercambuk di bagian punggung dengan parah sebelum jatuh ke tanah tidak sadarkan diri.
Dia memutar tubuh nya, dan melakukan lompatan memutar untuk menghindari belati yang di hunuskan pada nya.
Dia berdiri dengan satu kaki di atas belati itu sebelum meloncat turun , setelah turun dia tahu kalau ternyata tinggi nya hanya seleher gadis di depan nya.
Creckk !
Suara patahan terdengar dari tangan gadis itu. Ya, tangan gadis itu patah karena di injak oleh nya menggunakan Qi.
Dia tidak menyia nyiakan kesempatan yang di berikan gadis itu saat lengah karena tangan nya patah, dia menggunakan cambuk nya dan mencekik leher gadis itu.
Cambuk nya seperti ular yang membeli mangsa nya hingga mati, kepala gadis yang mencari masalah dengan nya teruntai ke bawah dengan tatapan penuh ketakutan.
Beberapa orang menjerit dan berlari menjauh, ddia berjalan mendekati salah satu bawahan gadis itu yang tersisa.
"Tolong, tolong, jangan bunuh aku !" Kata wanita itu sambil berjongkok dan menangis.
Dia ikut berjongkok dan mengangkat dagu wanita itu yang di penuhi dengan air mata.
"Aku akan melepas kan mu, tapi kau harus memberi ku sesuatu. Aku bukan Dewa yang rendah hati, aku berjuang untuk bertahan hidup. " Kata nya dengan suara rendah.
Wanita itu tampak gemetar dan memberikan nya sebuah cincin ruang, dia mengambil cincin ruang itu. Dia menepuk beberapa kali kepala wanita itu dan berjalan pergi.
Wanita yang memohon ampun tadi, mati dalam sekejap dan dengan mata yang terbuka. Bahkan keterkejutan dan ketidaksiapan tampak jelas dari tatapan itu.
Dia tersenyum tipis sambil memandang sekitar nya dengan tatapan sinis.
"Lalu, siapa lagi yang ingin merebut punya ku ?" Tanya nya dengan nada memprovokasi.
Tangan nya terangkat, cahaya biru yang dingin nampak keluar dari tangan nya dan meliputi tubuh 3 orang yang di serang nya tadi.
Kekuatan nya mengambil seluruh barang berharga yang ada di tubuh ketiga wanita itu, sedang kan ada seorang pria dengan pedang besar dan tubuh kekar berjalan ke arah nya dengan angkuh.
Orang ini dua tingkat lebih kuat dari nya, tapi dia tidak takut. Dengan racun di tangan nya, siapa yang bisa melawan nya.
"Kau yang ingin mengambil ini dari ku ?" Tanya nya sambil mengangkat salah satu Roh Bela Diri yang di dapat kan oleh nya.
Wajah pria itu tampak berbinar sebelum di tambah dengan dua pria lain dengan wajah yang di penuhi bekas luka.
Dia menyeringai dan membuat gerakan untuk ketiga peria itu lebih dekat dengan nya, sebelum dia meloncat ke salah satu dahan pohon dan melakukan gerakan tolak peluru.
Cambuk nya menyabet ketiga pria yang belum siap itu, dia meloncat dan menendang kepala pria kekar itu sedang kan tangan nya bersiap untuk melepaskan jarum beracun.
Kresss, suara tembusan dari jarum terdengar meski pun sangat kecil. Dia tersenyum senang, dia melanjut kan ke arah musuh kedua yang di penuhi dengan bekas luka.
"Wah, tampak nya kau adalah petarung sejati kalau di lihat dari wajah mu. " Ucap nya dengan suara yang di imut imut kan.
"Nona, lebih baik kau menyerah saja ! Kami bertiga adalah petarung sejati !" Kata pria penuh bekas luka itu dengan bangga.
Dia masih menghindari serangan dari ketiga pria itu sebelum pria bertubuh kekar jatuh ke tanah dengan mulut yang berbusa dan mati.
"Biar aku memberi tahu mu apa yang di sebut petarung sejati !" Ucap nya, dari tangan nya, keluar bubuk yang menghantam 2 wajah pria itu.
Pria itu pada awal nya berusaha untuk tidak menghirup racun itu dan berjalan mundur. Tapi, sayang nya racun itu tidak perlu di hisap untuk bekerja.
Mereka jatuh ke tanah sambil memegangi wajah mereka yang hancur lebur seperti terbakar dan mata mereka yang buta dalam sekejap.
Belum lagi dengan tangan mereka yang memegang nya. Mereka berdua melebur bersama, di tengah tengah kekacauan itu, dia mengambil semua barang berharga milik ketiga pria itu.
"Arghhh !" Pria pertama berguling dan meraung saat racun nya telah menjalar ke seluruh tubuh.
Orang orang yang menonton itu segera berlari bahkan tidak sedikit yang memasuki rumah, dia berjalan meninggal kan ketiga pria itu.
Langkah nya berjalan menuju tetua yang telah membagikan pil.
"Terima kasih banyak, Tetua. " Ucap nya dengan ramah, dia membungkuk kan kepala nya dan berjalan pergi.
Dia masuk ke dalam rumah nya dengan tenang, dan tentu saja tidak lupa untuk melempar senyuman ke atas salah satu atap rumah di dekat nya.
Sampai akhir nya dia benar benar menghilang ke dalam rumah nya.
Bonus like 4, 5 k : 3 / 3