Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
185. Wabah Penyakit II


Dia baru saja akan mengangkat tangannya, tapi kembali menarik nya kebawah ketika melihat ada beberapa pelayan penginapan yang meringkuk di sudut karena ketakutan.


Tatapan nya menjadi lebih dingin, dia mengambil Bing Yue dengan tatapan muram.


"Enyah !" Dia berkata dengan dingin sambil mengibaskan tangan nya.


Orang orang itu terlempar keluar penginapan yang tidak memiliki pelindung lagi, setelah melihat mereka semua keluar. Dia kembali menutup penginapan itu, masih ada beberapa wanita yang menggendong anak anak.


Mereka memandang nya dengan penuh ketakutan, dia hanya mendengus. Orang orang ini tidak mengacungkan senjata pada nya maka dia tidak akan membuat perhitungan.


"Mereka benar benar tidak tahu malu. " Desis Xue Hongli dengan marah.


Xue Hongli berniat untuk berlari ke depan dan memberikan beberapa umpatan lagi pada orang orang itu.


"Hentikan, tidak perlu mengurus mereka. Anggap saja tidak pernah bertemu dengan mereka. Lihatlah, ada beberapa orang yang layak untuk di tolong dan ada yang tidak. " Ucap nya dengan pelan pada Xue Hongli.


"Shifu, jika aku menjadi diri mu maka aku tidak akan membiarkan mereka lolos. " Ucap Xue Hongli dengan berapi api.


"Tidak ada guna nya membunuh mereka, lebih baik kita naik dan mengamati mereka. " Ucap nya dengan dingin dan kaku.


Dia menggendong Xue Hongli dan berjalan ke lantai atas tanpa menoleh ke belakang. Para pelayan bersujud pada nya karena telah menutup penginapan mereka.


Sesampai nya di kamar mereka, dia membuka jendela hanya untuk melihat orang orang yang di usir oleh nya. Mereka di kejar oleh puluhan orang yang terkena wabah.


Dia memandang mereka dengan tangan yang menopang dagu, melihat mereka main kejar kejaran membuat nya muak.


Lalu, tidak lama dua orang paling belakang di sentuh oleh orang yang terkena wabah. Satu terkena di bahu dan yang lain di leher.


Orang yang terkena di leher langsung memiliki ruam merah di leher nya, sedangkan yang terkena di bahu baik baik saja.


Dia mengerut kan dahi nya dan melihat sekumpulan orang yang terinfeksi lain nya berlari dari belakang, dia melempar Bing Yue ke bawah.


Bing Yue melesat dengan cahaya biru mudah dan memotong mereka menjadi ribuan bagian, itu pun dengan Qi Es yang sangat dingin.


Dia melihat, toko toko lain nya tertutup dengan penuh jimat atau di tutup dengan formasi seperti yang di lakukan nya sebelum nya.


Dia melihat sebuah formasi yang tampak sangat lemah dan kemungkinan bisa di tembus, jadi dia mengirimkan untaian Qi ke sana dan membantu formasi itu.


Dia sendiri tidak khawatir dengan pintu penginapan, dengan formasi yang dibuat nya. Tidak peduli itu 100 atau bahkan 1.000 mayat hidup, mereka masih tidak akan bisa masuk.


"Hongli, jika kau memiliki kekuatan. Apa yang akan kau lakukan ? " Tanya nya.


"Mencari tahu penyebab nya dan mengisolasi tempat ini. " Ucap Xue Hongli dengan mantap.


"Pemikiran yang baik, wabah ini sangat cepat menyebar. Hanya perlu satu sentuhan pada kulit terbuka untuk membuat orang lain terinfeksi. " Ucap nya.


Tidak ada yang ingin membuka pintu mereka untuk orang orang tidak tahu diri itu, perlahan lahan mereka memiliki ruam merah di masing masing orang.


Ada sekitar seratus orang, mereka mulai menjadi mayat hidup. Tapi ada sesuatu yang berbeda dari mereka dengan mayat hidup lain nya.


Mereka menjadi penuh dengan Qi dan penuh dengan niat membunuh !


Pasti ada dalang di balik semua masalah ini !


Dia melihat ada beberapa kultivator yang tidak tahan lagi dan mulai beradu pedang dengan para mayat hidup itu. Baru di jalan ini saja sudah memakan banyak korban.


Bagaimana dengan jalan jalan lain ? Bagaimana dengan sisi kota ini yang lain ? Apakah lebih parah ? Jika seseorang yang tidak sengaja terinfeksi dan keluar dari dimensi maka akibat nya akan parah.


Dia menaruh Xue Hongli di atas kasur dan mulai merapalkan mantra. Dia menggunakan Bing Yue sebagai sumber energi pelindung kamar ini.


Jadi, bahkan jika ayah Xue Hongli datang kemari secara pribadi. Dia masih tidak bisa menembus pelindung ini, karena kekuatan Bing Yue sendiri lebih besar dari nya.


"Hongli, jangan kemana mana. Jika kau tidak sengaja terinfeksi maka kau hanya akan menyulitkan Shifu mu ini. Apa kau mengerti ?" Tanya nya dengan tegas.


"Mengerti." Ucap Xue Hongli tanpa perlawanan yang berarti.


Dia mengangguk dan terbang dari jendela. Dia menutup jendela dengan sebuah segel kecil, dia berdiri di atas atap penginapan dan melihat kalau sisi kota yang lain tidak kalah kacau.


Mungkin butuh beberapa hari untuk menyelesaikan nya, dia memandang ke bawah dan melihat beberapa kultivator yang kewalahan.


Salah satu nya tersentuh tapi tidak memiliki ruam merah di leher mereka, ini membuat nya terkejut dan membulatkan mata nya.


"Apa kah wabah yang baru ini tidak memiliki ciri ciri untuk beberapa waktu awal ? Maka ini akan lebih berbahaya !" Ucap nya dengan kesal.


Sebuah bola cahaya biru terbentuk di tangan nya, itu membentuk sebuah pembatas kota. Sehingga orang orang yang ingin keluar tidak bisa keluar.


Beberapa orang yang berkemas dan bersiap untuk pergi tidak bisa pergi, mereka berusaha untuk menerobos keluar tapi tidak bisa.


Dari atas penginapan, dia mulai menghitung orang orang yang berkontak langsung dengan orang orang yang terinfeksi.


Jumlah nya lebih dari 1.000 !


Lalu, dia melihat sosok pendek yang menggunakan jubah hitam. Berlari dengan sangat cepat di atas atap, dia langsung mengikuti sosok itu.


Berkali kali dia memberikan serangan tapi tidak bisa, sosok itu sangat gesit dan kekuatan nya tidak kalah dari milik nya.


Ini membuat nya marah, dia langsung saja memberikan serangan mematikan lain nya. Tapi sosok di depan masih saja bisa menghindari nya.


Dia menarik sesuatu di balik rambut nya, dan sebuah tusuk rambut dengan phoenix salju. Dia mengumpul kan tenaga nya di sana dan mendorong nya untuk melesat ke depan.


Tusuk rambut itu melesat ke depan seperti roket, tapi sosok di depan menangkap nya dengan satu tangan. Sosok itu menghentikan langkah nya dan menatap nya sambil mendongak.


"Nyonya Iblis ?" Tanya orang itu dengan bingung dan sinis.


"Nyonya Iblis ? " Tanya nya balik, dia tidak mengerti.


"Bukan ? Kau tampak aneh. Kau memiliki bau Nyonya Iblis dan Tuan Kipas Abadi ! Siapa kau ? " Tanya orang itu dengan penasaran.


"Siapa itu Nyonya Iblis ? Siapa itu Tuan Kipas Abadi ? Bisa kan kau menjelaskan nya pada ku lebih rinci ?" Tanya nya dengan bingung.