
" Lin Cong Zi dari Sekte Biru Es melawan Kuang Lin dari Sekte Jari Surgawi !" Ucap Kultivator Yin.
Lin Cong Zi terbang menuju arena di ikuti oleh seorang pria dari sekte Jari Surgawi. Mereka tampak saling memberikan hormat.
Dia menatap Kuang Lin itu dengan tatapan serius dan mengamati setiap gerakan dan menanamkan nya di dalam pikiran nya dengan kuat.
Dia yakin, dia sekarang bisa mengulangi gerakan Kuang Lin dengan sempurna tanpa ada kesalahan gerak sedikit pun.
Kuang Lin memutar Pedang Lebar nya yang mungkin seberat 150 Kg sampai 200 Kg di udara untuk mengunci pergerakan milik Lin Cong Zi.
Lin Cong Zi tampak kewalahan sebelum melakukan gerakan memutar dengan langkah kaki yang cepat, kedua Qi mereka saling bertabrakan.
Duar, suara ledakan terdengar meski pun tidak sebesar milik nya. Lin Cong Zi terlempar ke luar arena.
Dia segera turun dan menangkap tubuh Lin Cong Zi.
"Kamu baik baik saja ?" Tanya nya dengan khawatir.
"Baik baik saja, saudara Kuang memberikan beberapa keringanan pada ku di saat serangan terakhir. " Ucap Lin Cong Zi sambil mengangguk.
"Selamat, Kuang Lin dari Sekte Jari Surgawi menang !" Ucap Yue Lian.
Setelah 2 pertandingan akhir nya dia di panggil untuk melawan seseorang dari Sekte Api Abadi, dia tertawa ringan dan melompat ke arena dengan satu langkah.
"Yan You dari Sekte Api Abadi. " Ucap pria di depan nya.
"Xue Fenghuang dari Sekte Biru Es. " Ucap nya.
Dia mengeluarkan pedang nya, tangan kiri nya dia taruh di atas pedang nya.
"Tarian Phoenix Es !" Ucap nya.
Dia memutar tubuh nya seolah olah dia adalah seekor Phoenix, setiap langkah nya meninggal kan jejak cahaya Biru yang dingin.
Siapa pun yang menyentuh nya akan berubah menjadi es, orang dari Sekte Api Abadi dengan segera menghindari nya.
Di sisi lain, Ouyang Si Niang yang menonton ini semua hanya dapat menatap dengan penuh kekaguman.
"Dia sudah berhasil mengembangkan Tarian Phoenix Es sampai ke tingkat ini, aku takut ini adalah sebuah pencapaian 1000 tahun sekali. " Ucap Ouyang Si Niang dengan penuh kekaguman.
Di tempat Xue Fenghuang, gadis itu melakukan gerakan yang membentuk busur cahaya sebelum menusuk kan pedang nya ke tanah sekuat tenaga.
Tanah bergetar dan Yan You langsung mengangkat pedang nya untuk menghalau cahaya dari pedang milik nya.
Dia mengerutkan dahi nya, ada yang tidak beres dengan ini semua. Seharus nya, menurut apa yang dia amati, Yan You seharus nya tidak sekuat ini.
Yan You menghancurkan busur cahaya itu, dia mencabut pedang nya dan terbang ke sudut sebelum melakukan tebasan yang membentuk sabit ke arah kepala Yan You.
"Tarian Seribu Pedang Es !" Teriak nya, ribuan pedang es terbentuk di sebelah nya dan terus berputar membuat lingkaran besar yang terbuat dari pedang es.
Dia menjulurkan telapak tangan nya ke dalam lingkaran pedang es itu, Qi Biru yang tebal terisi ke tengah lingkaran.
Dia memukul ke depan dan menyerang Yan You dengan seluruh kekuatan nya , Yan You tampak kewalahan sebelum melawan serangan nya menggunakan Qi hijau.
Dia mengerut kan dahi nya, Qi api harus nya berwarna merah. Dia tidak memikir kan hal tersebut.
Duar !!
Suara ledakan terdengar, kedua belah pihak terlempar ke belakang. Yan You jatuh terlentang dengan darah yang terus mengalir.
Sedang kan dia baik baik saja hanya mendapat kan beberapa luka goresan di tubuh nya. Nafas nya terengah engah, dia menatap ke arah lapangan dan menemukan kalau lapangan itu baik baik saja.
"Untung saja arena ini sudah ku lapisi dengn pelindung tingkat tinggi kalau tidak maka itu akan hancur lagi hari ini. " Ucap Yue Lian dengan penuh kebanggaan.
"Terima kasih senior, maaf merepot kan kalian. " Ucap nya sambil menangkup kan tangan nya di depan dada dan membungkuk.
Sebelum dia merasa kan sebuah hawa membunuh yang kuat dari belakang nya, dia tetap tidak bergerak sebelum tangan nya terjulur ke belakang dan menangkap leher seseorang.
Dia tahu siapa ini, salah satu murid Sekte Api Abadi yang kalah di penyisihan babak kedua. Dia mematahkan leher tersebut.
Krekk
Suara terdengar yang membuat semua orang gemetar ketakutan. Yue Lian dan Kultivator Yin Yang langsung berdiri.
"Kau ! Kau membunuh murid ku dengan sengaja ! Para pengawas, kalian harus mengeluarkan Xue Fenghuang !" Teriak Ketua Lin dengan marah.
"Ketua Lin, aku rasa kamu salah. Peraturan mengatakan kalau tidak boleh saling membunuh saat pertandingan bukan ? Bukan kah begitu para pengawas ?" Tanya nya.
Yue Lian mengangguk, dia membuang mayat tersebut dan membiarkan darah terus mengalir dari tangan nya.
"Tapi, sampah ini tidak terlibat pertandingan dengan ku. Bukan kah aku boleh membunuh nya ? Ini sama saja dengan pertandingan biasa, lalu Ketua Lin, kamu masih memiliki wajah untuk berkata seperti itu pada ku ? Murid mu menyerang ku secara diam diam, jika itu orang lain maka mereka pasti lah sudah meninggal. Ini kah yang kau maksud melanggar peraturan ?" Tanya nya dengan sinis.
"Murid ku hanya ingin membawa tubuh Yan You dan kau menyerang nya lebih dulu !" Teriak Ketua Lin masih tidak terima.
"Oh ? Begitu ya ? Lebih baik kau diam atau kau akan menyesal. " Ucap nya dengan acuh tak acuh.
"Kau ! Berani nya kau mengancam ku !" Teriak Ketua Lin berdiri dengan wajah memerah karena marah.
"Aku sudah memperingatkan mu, tapi kau masih tidak mengerti. " Dari tangan nya keluar cahaya, cahaya itu dengan cepat masuk ke dalam tubuh Yan You.
Yan You meraung penuh kesakitan dan jatuh pingsan. Darah terus keluar dari telinga dan hidung Yan You.
"Xue Fenghuang !!!!" Teriak Ketua Lin bersiap untuk menyerang nya.
Tapi Xue Yun sudah terlebih dahulu menghalangi serangan itu.
"Para pengawas, Yan You belum mengatakan menyerah dan dia tidak pingsan. Aku masih boleh menyerang nya bukan ? Lalu, kalian belum mengatakan kalau aku menang, bukan kah aku harus bertarung habis habisan ? Lalu, aku tidak membunuh nya, hanya melumpuh kan kultivasi nya , ini tentu saja bukan pelanggaran kan ?" Tanya nya dengan senyum tipis.
"Sialan kau ! Aku mengutuk kamu dan tujuh keturunan mu !" Teriak Ketua Lin dengan marah.
Pahhh
Sebuah tamparan besar yang membuat Ketua Lin terlempar ke belakang di darat kan oleh Xue Yun dengan wajah datar.
"Jika kau sembarangan bicara lagi maka aku tidak akan segan untuk membunuh kehidupan kecil mu itu. " Ucap Xue Yun dengan datar sebelum kembali duduk.
Bonus Like 14 k : 3 / 3