Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
333. Perang II


"Kau tidak akan bisa menyelamatkan nya. " Ucap Fan Cheng dengan senyum dingin.


"Hmph ! " Dia tidak menjawab melainkan hanya mendengus dingin dan berdiri dengan angkuh.


Auranya yang sombong dan menindas kembali berputar dan menekan Fan Cheng dengan kejam. Qi nya meluap secara tidak terkendali dan mengerikan.


Cahaya putih dan hitam bersinar di sekitarnya dengan liar, sebelum akhirnya menjadi satu pedang dengan gagang hitam dan bilah putih.


Dia menyimpan Bing Yue kedalam cincin ruang dan memegang pedang yang terbuat dari Qi nya ini, dia bertekad untuk menyelesaikan semuanya kali ini.


Qi nya meningkat dua kali lipat, mata nya memerah dan kekuatan nya meningkat secara pesat.


Seluruh tubuhnya kesakitan, bahkan dia tidak bisa menahannya, seluruh tulangnya seolah olah dicabut paksa dari seluruh tubuhnya.


Rasa sakit memenuhi seluruh tubuhnya tapi dia tidak mengatakan apapun, hanya suara gertakan gigi yang terdengar.


"Apakah kau begitu bertekad seperti itu untuk melindunginya ?" Tanya Fan Cheng dengan tatapan rumit.


"Bahkan jika aku harus mengorbankan nyawaku, aku masih akan melindunginya. "Geramnya.


Seluruh rambutnya berkibar dan seluruh ikatan telah terlepas, tubuh yang penuh luka terbuka ini mengalirkan darah.


Dengan segenap kekuatan nya, dia mendorong pedang kedepan dan menusuk jantung Fan Cheng. Fan Cheng hanya diam saja dan tidak berusaha untuk berlari.


"Kau ?!" Dia berteriak dengan tidak percaya ketika melihat Fan Cheng tidak berusaha menghindar.


"Tidak ada gunanya lagi untuk hidup lebih lama, aku selalu menyukaimu, tapi melihatmu begitu mencintainya membuat hatiku sakit. Aku hanya tidak ingin merasa sakit lebih jauh. " Ucap Fan Cheng.


Bilah pedangnya yang baru masuk setengah di tarik oleh Fan Cheng dan bilah pedangnya menancap sepenuhnya menembus tubuh Fan Cheng.


Darah telah tumpah sementara dia masih menatap Fan Cheng dengan tatapan tidak percaya.


"Aku berharap bahwa aku bisa menemui mu lebih dahulu di kehidupan selanjutnya. " Ucap Fan Cheng, sebelum akhirnya jatuh bersama pedangnya.


Tubuh Fan Cheng perlahan lahan berubah menjadi asap dan menghilang sepenuhnya bersama dengan pedang Qi nya.


Dia menatap sebentar sebelum akhirnya memalingkan wajahnya , dia langsung menuju tempat Yuanzheng Yuwen.


Tapi, ketika dia sampai di tempat Yuanzheng Yuwen, pemandangan mengerikan tampak di depan matanya.


Salah satu orang hampir menusuk jantung Yuanzheng Yuwen dari belakang, dia segera berlari dan memeluk tubuh Yuanzheng Yuwen dengan erat.


Crshhh


Suara daging yang dipotong terdengar, dia merasa sakit ketika dadanya ditembus oleh sesuatu, tapi dia dengan gagah menarik pedang itu keluar, lalu membunuh orang yang menusukkan pedang itu.


"Fenghuang !" Teriak Yuanzheng Yuwen dengan terkejut ketika menyadari tubuhnya yang telah dipenuhi oleh darah.


"Tidak apa apa, aku tidak apa apa. " Ucapnya dengan mulut penuh darah.


Tubuhnya telah mencapai batas, dia harus bergerak cepat untuk membunuh musuh sebanyak mungkin.


Seluruh mulutnya dipenuhi dengan rasa besi yang dingin dan bau amis, dia kembali memuntahkan seteguk darah ketika dia membunuh dua orang lainnya sementara Yuanzheng Yuwen melawan 6 orang.


"Jangan khawatirkan aku ! Pergilah untuk bertarung dengan serius !" Teriak nya pada Yuanzheng Yuwen.


Musuh seolah olah mengerti untuk tidak menggabungkan mereka berdua sehingga Yuanzheng Yuwen digiring oleh enam musuh untuk menjauh darinya.


Sementara dia melawan tiga orang yang tersisa , dia tersenyum sinis dengan mata yang masih memerah dia membunuh mereka dalam sekejap mata.


"Fenghuang, bertahanlah sebentar lagi !" Teriak Yuanzheng Yuwen ketika sedang melawan 4 musuh yang tersisa.


"Aku tidak selemah itu, luka ini bukan apa apa. " Ucapnya dengan keras kepala.


Dia tahu, dimasa lalu dia pernah mengalami hal yang lebih buruk. Beberapa luka lain tidak akan menjadi masalah baginya.


Dia mengumpulkan seluruh tenaga nya yang tersisa dan mengangkat pedangnya sekuat tenaga sebelum akhirnya membantu Yuanzheng Yuwen.


Pedangnya bergerak dengan cepat, entah sudah berapa kali dia menggunakan seni bela diri Tebasan Phoenix Ilahi yang hampir menyerap seluruh Qi nya.


Iblis iblis ini tidak bisa dianggap sebagai lawan nya atau lawan Yuanzheng Yuwen, tapi mereka ada 12 orang.


12 orang ini, memiliki kekompakan yang sangat baik sehingga jika dalam kondisi lengkap kekuatan mereka akan sangat merepotkan.


Belum lagi, tenaga nya telah terkuras ketika dia membunuh Fan Cheng dan tubuhnya mengalami banyak luka baik luka luar maupun luka dalam.


Dia membunuh dengan brutal sebelum akhirnya terhuyung huyung dengan pedangnya, tapi niat membunuhnya tidak memudar.


Seluruh kekuatan terkumpul di pedangnya, sementara Yuanzheng Yuwen menopang tubuhnya dari belakang.


Kekuatan yang dahsyat meledak dengan ganas dan membunuh siapapun tanpa pandang bulu, hanya ini yang bisa di lakukan olehnya untuk terakhir kali.


Kebanyakan orang di pihaknya telah kalah dan tidak akan bisa bertarung lagi, dia hanya bisa mengambil tindakan bunuh diri ini.


Sementara dia terbatuk batuk darah, Yuanzheng Yuwen segera menggendongnya dan dia tidak menolak pedang di tangannya telah mengabur.


Tangannya yang dipenuhi oleh darah terulur untuk menjangkau wajah Yuanzheng Yuwen dengan lembut.


"Seandainya aku bisa menikah dengan mu, aku pasti akan sangat senang. " Ucapnya sambil tersenyum, dia sekali lagi terbatuk darah.


Air mata mengalir di wajah Yuanzheng Yuwen dan memeluknya dengan erat, berusaha untuk mengalirkan Qi.


"Jangan menangis, aku tidak ingin kau sedih. " Lanjutnya lagi.


"Fenghuang, kenapa kau harus memilih jalan ini ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan suara bergetar.


"Kita tentu saja bisa menikah dan memiliki banyak anak anak yang lucu apabila kau tetap bertahan. Aku akan mengobati mu. " Lanjut Yuanzheng Yuwen dengan seluruh tubuh yang bergetar.


"Sudah terlambat, semuanya sudah terlambat. Obat obatan itu tidak akan bisa menolongku lagi, hal yang paling aku sesali di kehidupan ini adalah tidak bisa menikah dengan mu. " Ucapnya dengan lembut.


Air mata yang telah lama hilang di kehidupan nya sekali lagi mengalir dengan deras layaknya air terjun.


"Fenghuang !" Panggil Yuanzheng Yuwen, tapi kesadaran nya telah mengabur.


Dia tidak bisa merasakan apapun lagi bahkan, indera pendengarannya perlahan lahan menghilang dan akhirnya tidak mendengar apapun lagi.


Tatapan nya menjadi gelap dan jiwanya terasa seperti terombang ambing di batas hidup dan mati, tidak memiliki daya yang tersisa hanya perlu menunggu waktu.


Kesadaran nya seolah olah tenggelam kedalam lautan tanpa dasar yang menakutkan, dia tersenyum sedih dan air matanya mengalir.


Seandainya dia bisa menikah dengan Yuanzheng Yuwen, orang yang dicintai nya dengan tulus. Orang yang selalu menjaganya, mendukungnya, menjadi penyemangat nya.


Kali ini, dia tidak bisa melihat senyum pemuda itu lagi hanya bisa mengingat ngingat dalam jiwanya. Jika bisa maka dia tidak ingin meminum sup yang diberikan oleh meng po.


(Wanita pemberi sup pelupa untuk jiwa jiwa yang berada di Jembatan Naihe. )


Dia ingin selalu mengingat senyuman cerah dan hangat milik Yuanzheng Yuwen dalam 7 kehidupan.