Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
184. Wabah Penyakit


Dia dan Hongli menghabiskan makanan mereka dengan cepat, masing masing makan dua porsi nasi. Dia mengelus perut nya yang sedikit membuncit dan menaruh 20 Kristal Roh di atas meja.


Baru saja akan menyesap teh nya dengan tenang sebelum terdengar banyak teriakan dari luar. , dia segera berdiri dan mengeluarkan Bing Yue.


Puluhan orang langsung berlari masuk, mereka memenuhi lantai bawah penginapan dan mengambil barang barang yang ada di sana sembarangan.


"Wabah penyakit !"


"Wabah Penyakit !" Teriak salah satu orang.


Dia yang mendengar itu langsung sigap dan melemparkan Bing Yue ke depan untuk menghalangi orang masuk, Bing Yue melayang di depan pintu dan membentuk penghalang.


Puluhan orang berusaha untuk masuk sambil memukul mukul pembatas yang dia buat, tapi sayang nya tidak ada yang bisa masuk.


Dia melihat ke arah orang orang yang ada di sekitar nya, mereka sudah sangat penuh. Jika dia membuka nya maka akan terjadi keributan.


Orang orang akan saling membunuh untuk bisa masuk, itu akan menjadi lebih buruk. Orang orang yang diluar langsung menangis dan berharap untuk di biarkan masuk.


Dia tetap diam dan tidak bergeming, wajah nya tidak menunjuk kan ekspresi apa pun. Orang orang yang di dalam memandang nya dengan tatapan marah.


"Buka pelindung nya ! Biarkan mereka masuk !" Teriak salah satu pria kasar dengan marah dan berusaha untuk menggapai anak kecil yang ada di luar pembatas.


Dia menatap sekilas dan mengalihkan pandangan nya dengan dingin, dia tidak ingin membuka penghalang itu tidak peduli apa pun yang terjadi.


Karena, semua nya akan menjadi lebih buruk ketika dia membuka itu. Masih mending semua orang yang di dalam ini bisa di selamat kan, di bandingkan karena beberapa orang di luar, semua nya menjadi mati.


"Buka pelindung nya ! Aku mohon !" Teriak seorang wanita dari luar sambil menggendong anak nya.


Tangan nya mengepal ketika melihat ini, dia ingin sekali membuka pelindung itu tapi tidak bisa melakukan nya.


Tiba tiba, wanita itu menjatuhkan anak nya. Garis garis merah tampak sangat jelas di bagian leher nya yang menjalar ke seluruh tubuh dengan cepat.


Suara patahan tulang terdengar dan tatapan nya berubah menjadi kosong. Mata wanita itu berubah menjadi merah, semerah darah.


Wanita itu juga di penuhi dengan niat membunuh, perlahan lahan semua orang yang ada di luar berubah menjadi sama dengan wanita itu.


Mereka berusaha untuk memecahkan pelindung yang dia buat, dia memandang ke toko sekitar nya dan merasa tenang.


Di jalan tadi, tidak hanya ada satu kultivator. Ada puluhan kultivator yang tidak terlalu lemah, mereka pasti bisa menangani ini untuk sementara.


Orang orang yang di dalam menjerit ngeri dan langsung mundur menjauh, termasuk orang orang yang menatap nya dengan penuh kebencian.


Sekarang, orang orang menatap nya dengan penuh rasa syukur. Dia mendengus dingin ketika melihat itu semua dan menggendong Xue Hongli, dia tidak ingin anak laki laki itu mati terinjak oleh orang lain.


Dia tentu saja bukan tanpa alasan membiarkan orang orang itu terkunci di luar. Orang orang itu memiliki ruam merah yang aneh di leher mereka, lidah mereka juga sedikit kebiruan.


Sehingga dia menjadi waspada dan benar saja, tebakan nya benar. Jika saja dia membuka hanya untuk beberapa orang itu. Maka, bisa di pastikan semua yang ada di sini akan terjangkit wabah yang sama.


Pukulan pada penghalang tak terlihat menjadi lebih kuat, suara seperti kaca yang di pukul pun membuat semua nya menjadi lebih panik.


Beberapa lari ke lantai atas, sedangkan beberapa orang kultivator yang lemah mengeluarkan pedang mereka untuk berjaga jaga.


Dia mendengus sekali lagi, entah sudah berapa kali dia mendengus hari ini. Dia mengeluarkan 3 kertas kuning yang sudah di tulis mantra, ini adalah kertas jimat.


Dengan Qi nya yang berwarna biru muda, ketiga kertas itu berputar sebelum melesat dengan cepat melewati pembatas.


Shiuttt


Suara terdengar dan kertas jimat menempel di ketiga orang yang paling depan. Mayat yang terkena jimat itu langsung terdiam dan berbalik ke belakang sebelum saling menghancurkan.


Dia menatap pada Xue Hongli yang tidak menunjuk kan ekspresi apa pun.


"Apa kah kau mengerti sekarang ? Aku bukan orang yang baik. Apa kah kau masih bersedia untuk mengikuti ku ?" Tanya nya dengan pelan pada Xue Hongli.


"Hongli sudah mengatakan bahwa akan terus setia pada Shifu. Tidak peduli jalan berdarah apa yang di lalui oleh Shifu, aku masih akan terus berjalan mengikuti. " Ucap Xue Hongli yang di turunkan nya di atas meja.


Xue Hongli berlutut di atas meja, melihat ini membuat nya tersenyum puas dan menyuruh anak laki laki itu untuk segera berdiri.


Dia melihat 6 orang yang sedang bertarung, mereka menancapkan kuku kuku mereka yang tajam di tubuh satu sama lain.


Mereka saling mencabik satu sama lain membuat semua orang menatap dengan penuh ketakutan. Orang orang menatap marah lagi pada nya karena menggunakan cara ini.


Tapi, lalu kenapa kalau mereka marah dengan nya ? Bukan kah mereka yang menyuruh diri nya untuk mengalahkan mayat mayat di depan ?


Dia duduk di salah satu kursi dengan kepala yang bertopang di tangan.


Semua mayat itu hancur dan menjadi tumpukan daging, beberapa orang muntah dan beberapa lain nya pingsan.


Tapi, setelah menjadi tumpukan daging. Itu kembali tersusun menjadi bentuk manusia seperti sebelum nya. Dia mengangguk mengerti dan tidak mengeluarkan kertas jimat lain nya.


Dia menjulurkan tangan nya ke depan dan untaian demi untaian Qi terbang keluar. Itu masuk ke dalam mayat mayat itu.


Perlahan lahan, tubuh mereka membeku dan dan hancur menjadi ribuan keping. Sekarang, bahkan keluarga mereka tidak dapat mengenali mayat mereka lagi.


"Kau ! Kau benar benar kejam ! Bagai mana mungkin kau melakukan ini pada istri dan anak ku ?!" Teriak pria yang tadi.


"Kau benar benar binatang !" Ucap yang lain.


"Kau tidak lebih dari hewan ! Apa kah kau mengira kami akan berterima kasih pada mu ?! Cui !" Ucap seseorang sambil meludah.


"Ayo kita bunuh dia !" Ucap yang lain.


Orang orang berbondong-bondong membawa pisau entah pisau dapur atau apa pun, mereka menodongkan nya pada nya.


Dia yang melihat ini tidak terkejut dan hanya tertawa ringan sebelum berdiri, dia menaruh Xue Hongli di belakang tubuh nya.


"Pria tua, kau tampak nya sangat sayang pada istri dan anak mu. Kenapa kau tidak keluar ? Padahal, formasi ini hanya melarang orang masuk dan tidak melarang orang keluar. Jika kau sangat sayang pada mereka, kenapa kau tidak keluar dan mati bersama ?" Tanya nya sambil menaik kan alis.


"Karena...... Aku akan membalaskan dendam mereka !" Ucap pria tua itu sambil menerjang ke arah nya dengan sebuah belati.


Dia hanya diam sebelum belati yang akan menancap di bahu kiri nya, hancur menjadi ribuan keping ketika berada di dekat nya.


"Kalian semua ingin membunuh ku bukan ? Maju lah. " Ucap nya dengan tatapan dingin.


Dia mengibaskan tangan nya dan semua orang terlempar ke belakang dengan kejam dan tanpa belas kasih.