
Sesampainya kedua orang itu di kediaman Xue. Mereka berdua melihat Xue Luo yang sedang menyapu halaman depan.
"Nona dan Tuan sudah kembali ?" Tanya Xue Luo dengan terkejut.
"Ya, kami akan segera bertemu dengan Nyonya Xue. Apakah dia sedang sibuk ?" Tanya nya.
"Tidak, kalian bisa langsung menuju Paviliun Melati yang ada di belakang. Tuan Shangguan dan Nyonya Xue sedang menyesap teh sambil memandang pemandangan pagi yang menyegarkan. " Ucap Xue Luo.
"Terima kasih atas infonya. " Ucapnya sebelum dengan cepat terbang di atas atap Kediaman Xue.
Dia tidak sekalipun melepaskan genggaman nya terhadap Yuanzheng Yuwen. Sesampainya di Paviliun Melati yang di sebutkan oleh Xue Luo.
Dia awalnya berpikir bahwa hanya ada Shangguan Qing dan Xue Ying yang ada di sana, ternyata di sana ramai.
Ada Ketiga anak Shangguan Qing dan Xue Ying, bahkan ada Xue Hongli juga. Dia merasa senang ketika melihat bahwa Xue Hongli di perlakukan dengan sangat baik.
"Kalian sudah kembali. " Ucap Xue Ying menoleh ke belakang.
"Sudah tentu saja. " Ucapnya dengan tulus.
"Duduklah kemari, mari berkumpul. " Ajak Xue Ying sambil menunjuk dua kursi yang kosong.
"Ini memang disiapkan untuk kalian berdua karena kalian sudah menolong kami begitu banyak. " Ucap Shangguan Qing.
"Bagi kami, kalian adalah keluarga. Kita semua adalah keluarga. " Ucap Xue Ying.
"Aku merepotkan kalian berdua untuk merawat Xue Hongli selama 1 bulan belakangan ini. " Ucapnya dengan tidak enak.
"Tidak perlu merasa tidak enak, kami semua sudah menganggapnya sebagai keluarga. Xue Hongli sangat baik dan suka membantu, bakatnya juga baik. Apabila di latih dengan baik maka tidak ada yang bisa mengukur sejauh mana bakatnya. " Puji Xue Ying tanpa kepalsuan dalam kata-kata nya.
"Bibi Xue terlalu memuji diriku. " Ucap Xue Hongli sambil menunduk karena malu.
"Melihat suasana ini seperti kita benar benar keluarga. " Ucapnya dengan senyum cerah.
"Tentu saja kita semua keluarga. " Ucap Xue Ying.
Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka berdua pamit dan saat ini dia sedang duduk di hadapan Yuanzheng Yuwen.
"Yuwen, apa menurutmu kita bisa berada di sini selama beberapa waktu ?" Tanya nya dengan bingung.
"Tentu saja, aku tahu kau ingin mengajar Xue Hongli dengan baik bukan ? Aku tidak akan menghalangi mu. Lagipula, hidup di sini cukup damai dan ada ada baiknya untuk tida mencampuri kehidupan fana yang rumit dan penuh liku. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
"Terimakasih karena telah menjadi penuh pengertian untuk ku. " Ucapnya dengan senyum tipis tapi tulus.
"Sekarang, kau tidak sendiri. Kau bisa membagi seluruh kekhawatiran mu dengan ku. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
"Tentu, tidak masalah. Aku senang sekali ketika bisa berbagi perasaan dengan orang lain. Selama ini aku selalu berada di dalam bayangan masa lalu dan ketakutan. " Ucapnya sambil menatap langit yang indah dan berawan.
Tampak cerah tapi sebenarnya tidak panas, menurutnya ini adalah suatu bentuk kesempurnaan.
Tidak lama kemudian dia pergi dari kamar Yuanzheng Yuwen dan berjalan menuju tempat Xue Hongli.
"Hongli." Panggil nya sambil mengetuk pintu dengan perlahan.
"Masuk." Jawab orang di dalam.
Xue Hongli sebelumnya tidak menyadari bahwa yang datang adalah Xue Fenghuang, jika tidak maka pemuda itu akan berlari ke pintu dan menyambut gurunya.
Xue Hongli segera berlutut di depan Xue Fenghuang dan tidak berani mengangkat kepalanya untuk menatap Xue Fenghuang.
Sedangkan Xue Fenghuang hanya menghela nafas ketika melihat murid nya yang terlalu patuh dan semakin merasa bersalah.
Di dalam hatinya, dia selalu tidak bisa menjadi guru yang baik bagi Xue Hongli. Dia selalu mengabaikan Xue Hongli dan tidak bisa meluangkan waktunya untuk pemuda itu, dia bahkan tidak bisa melihat pertumbuhan pemuda itu.
Melihat kepatuhan yang ditunjukkan oleh Xue Hongli bahkan membuatnya lebih tertekan dan merasa bersalah.
Sebuah kata-kata menyusup ke dalam hatinya yang sedang terluka dan bimbang.
"Seorang guru yang menyia-nyiakan muridnya yang sangat berbakti, tetapi gurunya hanya menatapnya dengan sebelah mata. " Kalimat ini berputar putar di dalam pikiran nya dan membuat nya tidak nyaman.
"Hongli, berdiri lah. Ada yang ingin ku katakan padamu. " Ucapnya sambil menghela nafas.
Dia menutup pintu dan berjalan menuju tepi kasur Xue Hongli dan duduk di sana. Dia menatap pemuda yang telah jauh berbeda dengan yang ada di dalam ingatan nya.
Dia bahkan tidak bisa mengaitkan bahwa kedua orang itu adalah orang yang sama, bagaimana pun Xue Hongli telah menjadi orang yang dewasa dengan sangat cepat.
Bahkan tidak ada kesan kekanak kanakan yang tertinggal di wajah Xue Hongli, siapa yang mengira bahwa pemuda itu baru 12 tahun ?
"Hongli, di masa depan tidak perlu terlalu sopan. Itu akan membuat semuanya tidak nyaman. " Ucapnya dengan pelan dan ragu.
Xue Hongli tampak bingung sejenak sebelum akhirnya mengangguk setuju terhadap kata katanya.
"Apakah ada yang ingin kau tanyakan ?" Tanya nya saat melihat wajah ragu Xue Hongli.
"Shifu, apakah kau tidak nyaman dengan keberadaan ku ? Aku takut bahwa aku selalu membuat mu tidak nyaman. Shifu, tolong beritahu aku apa yang harus aku ubah supaya aku bisa tetap di sampingmu. Tolong jangan buang aku !" Ucap Xue Hongli dengan segera berlutut di depan nya.
Dia yang mendengar ini merasa seperti luka yang ditaburi dengan garam dan perasan jeruk lemon. Itu menjadi dua kali lipat lebih sakit dari sebelumnya.
"Hongli, aku tidak merasa bahwa kau membuat ku tidak nyaman. Ayo berdiri dulu, aku akan bercerita dengan mu. " Ucap nya sambil menghela nafas.
"Shifu, tolong jangan memberikan kata kata manis, aku tiap hari selalu merasa ketakutan bahwa kau akan membuangku suatu hari nanti. Jika kau tidak tahan lagi maka kau akan membuangku, aku takut. Aku mohon Shifu. " Ucap Xue Hongli.
"Hongli, bangun !" Ucapnya dengan nada tinggi dan mata yang merah.
Xue Hongli akhirnya berdiri dan menatapnya, dia hanya memberikan tatapan marah sekaligus sedih.
"Hongli, jika ada yang harus meminta maaf maka itu adalah aku bukan kamu. " Ucapnya.
"Jika kamu menuruti setiap kata orang untuk berubah, maka kamu bukanlah kamu lagi. " Ucapnya sambil memegang kedua bahu Xue Hongli.
"Tidak apa apa, yang penting Shifu senang. Aku bisa menjadi sesuai dengan keinginan Shifu. " Ucap Xue Hongli dengan putus asa.
"Aku tidak menginginkan kau berubah menjadi siapa pun, Hongli. Aku hanya berharap bisa menemani mu lebih lama !" Balasnya dengan frustrasi.
Setelah mendengar kata katanya, Xue Hongli berubah menjadi lebih tenang.
Crazy Up 1/11/2021 - 7/11/2021 : 1 / 3