
Dia menatap telur putih dengan bintik bintik biru itu dengan teliti.
"Bagai mana cara menjaga nya agar tetap aman ?" Tanya nya dengan wajah serius dan menyimpan Bunga Udumbara 1000 warna yang sudah di dapat kan nya.
Dia tidak membutuh kan terlalu banyak sehingga dia hanya mengambil 10 tangkai.
"Biasa nya aku selalu mengerami mereka, kau bisa mengganti itu dengan mengalir kan elemen es murni setiap hari. Lakukan ini selama 1 jam setiap hari, dengan begitu aku jamin dia bisa lahir dengn tubuh yang kuat. " Kata Ular Cobra Salju.
"Oh ternyata begitu , aku akan pergi dulu. Terima kasih banyak, aku akan datang lagi untuk melihat mu di masa depan. " Ucap nya dengan penuh terima kasih, dia berjalan keluar gua dan meloncat ke punggung Xiao Hei.
Dia melesat dengan cepat, di sisi lain Ular Cobra Salju tampak sedang berbicara dengan seseorang.
"Kenapa kau ingin kau memberikan itu ?" Tanya Ular Cobra Salju pada seorang pria tua.
"Itu adalah telur Phoenix Salju, tidak ada guna nya juga untuk berada di tempat mu. " Ucap pria tua itu dengan tenang.
"Tapi, gadis tadi mengetahui kalau itu telur ku ? Bagai mana kalau dia kecewa jika yang keluar adalah Phoenix Salju ?" Tanya Ular Cobra Salju.
"Itu tidak mungkin, aku akan segera bertemu dengan nya ketika dia berada di Ranah Jiwa. " Kata pria tua itu sambil menghela nafas.
Di sisi lain, Xue Fenghuang memacu kuda nya dengan cepat dan sudah dapat melihat Desa Hujan dari kejauhan.
Senyum nya melebar kala mengingat wajah Xing Luo. Wajah pemuda itu terlalu tampan untuk ukuran seorang manusia.
"Berapa banyak manusia tampan yang sudah ku temui selama ini ?" Gumam nya sambil memeluk leher Xiao Hei.
"Lebih dari 5 seperti nya ? Keberuntungan ku tampak nya terlalu baik bukan ? Aku bisa bertemu dengan Adipati Yuanzheng dan ketiga Ketua Sekte Besar, lalu bertemu dengan Xing Feng dan adik nya. " Dia bergumam.
Dia meloncat turun dari atas kuda nya dan berjalan dengan anggun memasuki gerbang desa yang sudah setengah hancur.
Dia berjalan menuju tempat Xing Feng dan melihat kalau pemuda itu sedang menyuapi seorang pemuda dengan rambut perak.
"Fenghuang, kau sudah pulang. Adik ku bangun setelah beberapa menit kau pergi. " Kata Xing Feng.
"Xing Luo, ini adalah Xue Fenghuang teman kakak. " Kata Xing Feng.
"Oh ternyata begitu, halo Xing Luo salam kenal. "Ucap nya dengan tenang.
"Salam kenal. " Kata pemuda berambut perak itu dengan dingin, tatapan mereka bertabrakan.
Dia merasa kalau tatapan itu sama seperti diri nya di masa lalu, seseorang tanpa pergaulan dan tidak memiliki semangat hidup.
Senyum nya merekah kala mengingat itu, melihat Xing Luo membuat nya ingat dengan masa lalu. Di mana dia hidup dengan damai, tanpa harus bergaul dengan orang.
Orang orang menyebut kalau manusia adalah mahkluk sosial yang saling membutuh kan dengan orang lain dan bergantung dengan orang lain.
Tapi, dia kurang setuju dengan itu. Untuk bertahan hidup, dia hanya bisa bergantung pada diri nya sendiri. Hidup sebatang kara, bukan lah hal yang mudah.
"Ah tidak apa apa, aku akan pergi ke belakang untuk meramu obat nya terlebih dahulu. " Ucap nya dengan buru buru.
Dia berjalan ke belakang dan duduk di lantai, dia tidak segera membuat obat untuk Xing Luo.
"Aku rasa, hidup seperti ini tidak terlalu buruk. " Gumam nya dengan lirih.
Di masa lalu, karena tampang nya yang penuh dengan jerawat, kulit nya yang kusam karena bekerja paruh waktu sampai malam,dan gaya bicara nya yang aneh.
Bahkan karena tinggi tubuh nya yang sangat melebihi orang orang seumuran nya, membuat nya harus mengalami Social Bullying atau biasa nya di kenal sebagai di kucil kan.
Bukan sifat bawaan lahir nya yang anti sosial melainkan, lingkungan lah yang memaksa nya untuk membentuk sifat itu.
Dia harus melakukan sesuatu untuk menguat kan diri nya sendiri, melindungi diri nya dari orang orang yang kejam dengan nya.
Di saat orang orang sedang berjalan jalan bersama teman, dia bekerja paruh waktu sampai malam.
Lalu dengan serangkaian yang panjang, akhir nya dia bisa sukses dan membantu banyak anak kecil yang sebatang kara.
Termasuk lah Xue Ling, karena rasa kasihan nya yang terlalu besar, dia tidak melakukan seleksi untuk sifat mereka lagi.
Apa lagi, Xue Ling memiliki umur yang tidak berbeda jauh dengan nya. Setelah di kehidupan kedua ini, dia sadar kalau kesetiaan penuh tidak pernah bisa di dapat kan.
Karena, tidak setia adalah sifat alami para manusia. Di masa depan, dia akan melindungi diri nya lebih dalam lagi dan tidak akan membiarkan orang lain untuk mendekati nya.
"Fenghuang, kau pasti bisa. Aku akan membalas kan dendam ku dan pemilik tubuh ini pada Xue Ling. Xue Ling, aku akan membuat mu kehilangan sesuatu yang kau ingin kan. " Dia bergumam sambil menyeka air mata yang menetes di mata nya.
Orang orang mungkin meremehkan nya karena bisa berubah sifat hanya karena di kucil kan, tapi menurut nya itu adalah hal yang mengerikan.
Jika di kehidupan ini dia bisa bertemu dengan orang orang yang mengucilkan nya di masa lalu, maka dia akan membuat mereka membayar nya.
Dia mengambil papan batu dengan penghancur nya untuk menumbuk obat sampai hancur. Dia memasuk kan beberapa batang bunga Udumbara 1000 warna dengan beberapa obat lain nya.
Setelah jadi, itu menjadi bubuk obat yang berwarna putih susu. Dia menuang bubuk itu ke dalam botol giok nya, lalu menyimpan papan batu nya.
Dia berdiri dan melihat kalau Xing Feng dan Xing Luo sedang berbincang bincang. Xing Luo tampak tersenyum tipis ketika mendengar candaan Xing Feng.
Dada nya berdenyut sakit ketika melihat senyuman yang di lempar kan oleh Xing Luo.
' Lu Ran, bagai mana mungkin ? Nama mereka berbeda. Wajah mereka memang mirip tapi, tidak mungkin. Rambut Lu Ran berwarna hitam dan mata cokelat yang khas, sedang kan Xing Luo memiliki rambut dan mata yang indah. ' Pikir nya meyakinkan diri nya sendiri.
Dia berjalan masuk ke dalam sambil membawa nampan obat.
Note : Untuk yang social bullying itu hanya karangan semata ya, mungkin beberapa hal memang di ambil dari kejadian nyata tapi sudah di ubah di beberapa bagian. Untuk semua nya yang pernah menderita social bullying, tetap semangat dan jangan menyerah!